Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, melaksanakan Safari Ramadhan di Masjid Al-Huda Desa Mas Bangun, Kecamatan Teluk Batang, Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, Minggu (23/03/2025).
Kegiatan ini menjadi momen silaturahmi dengan masyarakat sekaligus menyampaikan berbagai kebijakan serta kondisi pembangunan daerah.Dalam sambutannya, Wabup Amru meminta dukungan dan doa seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan tugas selama lima tahun kedepan, ditengah tantangan efisiensi anggaran saat ini.
Kendati begitu, Wabup Amru optimis bahwa dengan keseriusan dan kerja sama semua pihak, kondisi ini dapat diatasi.
“Kami sadar, ini bukan tugas ringan, tetapi bukan sesuatu yang mustahil jika kita serius menghadapinya. Kami berharap seluruh elemen masyarakat selalu mendukung kami dan memberikan doa restu, agar kami kuat dalam memimpin selama lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan pemangkasan anggaran di tahun 2025 sangat berdampak pada pembangunan infrastruktur.
“Pembangunan jalan dan jembatan itu dipangkas habis, dan inilah situasi yang kita alami saat ini,” ucapnya.
Sementara itu, terkait keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan yang rusak, Wabup Amru menuturkan bahwa pemerintah daerah telah menginisiasi rapat dengan lebih dari 20 perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kayong Utara. Rapat tersebut, membahas Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), dengan tujuan mengajak perusahaan untuk turut serta dalam upaya perbaikan jalan.
“Dua minggu lalu, saya diperintahkan Bapak Bupati memimpin rapat Permohonan Dukungan Program TJSL. Kami mengundang lebih dari 20 perusahaan di Kayong Utara untuk gotong royong memperbaiki jalan. Alhamdulillah, mereka setuju memberikan bantuan dana untuk perbaikan jalan,” jelas Wabup Amru.
Ia menegaskan bahwa perbaikan ini bersifat sementara, dengan fokus pada penambalan lubang-lubang jalan yang mengalami kerusakan parah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya untuk kelancaran arus mudik dan balik menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Lebih lanjut, Wabup Amru juga menyoroti ketergantungan besar APBD Kayong Utara pada dana dari pemerintah pusat. Menurutnya, 94 persen APBD bersumber dari pusat, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya 6 persen.
“Dampak pemangkasan pembangunan fisik ini sangat terasa karena 94 persen APBD kita bergantung pada pusat. PAD kita hanya 6 persen, dan ini sangat memprihatinkan. Tantangan kita adalah bagaimana meningkatkan PAD agar tidak sepenuhnya bergantung pada APBN,” ujarnya.
Safari Ramadhan ini, turut dihadiri Ketua GOW Kabupaten Kayong Utara, Anggota DPRD, jajaran OPD Kabupaten Kayong Utara, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat setempat, menjadi momentum kebersamaan dalam menghadapi tantangan pembangunan serta mempererat tali silaturahmi di bulan suci ramadhan. MH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar