Arsip Blog

Festival Karimata 2015, Barometer keberhasilan Sail selat Karimata 2016

Sukardi Dan Memoar Perjuangan Masa Lalu (Bagian 1)

Adat Budaya Buka Lawang

Kesahajaan Siswi Berprestasi

Angka Melek Huruf Naik, IPM KKU Akan Meningkat

PROYEK untuk 2014


PROYEK untuk 2014

proyek 2014 kayong utara

Tanggal 9 April 2014 adalah jadwal Pesta Demokrasi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Pesta yang dihela 5 tahun sekali ini tentu menyita banyak waktu dan uang, utamanya buat Calon Legislatif (Caleg) itu sendiri. Tak tanggung-tanggung, ada caleg yang telah menyiapkan ratusan bahkan miliyaran rupiah untuk modal kampanyenya.

Sebanyak 12 parpol yang ikut pemilu tahun ini (NasDem, PKB, PKS, PDI-P, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB dan PKPI) menyatakan siap bertarung dalam perang partai 2014 mendatang. Agresi dan amunisi perang pun telah ditetapkan setiap partai. Siapakah yang bakal jadi pemenangnya? Kita tunggu nanti. Yang pasti kita berharap, pemenangnya bukanlah tikus-tikus congek.

Gawai 2014 bukan hanya pertarungan calon saja, namun menjadi arena bagi pertarungan Partai Politik (Parpol) pula. Parpol yang tak masuk Parliamentary Threshold (PT) 3,5 % secara nasional akan gugur. Disinilah pertarungan sengit politik itu digemboskan para elitnya. Dan pertarungan selanjutnya ialah merebut kursi presiden.

Menghadapi gawai akbar tersebut, berbagai paket pemilu sudah dipersipkan parpol dan calonnya, mulai dari paket dana, paket sarana prasarana hingga paket busana. Bagi parpol yang tak memiliki kursi, caleg berduit dan big boss sebagai tulang punggung partainya sedikit mengkerutkan dahi. Pasalnya kalkulasi financial yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga tidak berani berspekulasi terlalu tinggi pula. Syukur-syukur masih ada masyarakat yang memiliki naluri nabiyah yang ikhlas memilihnya tanpa iming-iming materi. Tapi masih adakah? Karena antara pemimpin dan masyarakat – masyarakat dan pemimpin saat ini laksana dua sisi mata uang. Baca juga https://wartakayong.wordpress.com/2013/10/27/krisis-multi-demensi-berlanjut-kesalahan-itu-kita-yang-memulainya/

Perlu diwaspadai, Tahun Anggaran 2014 menjadi moment penting bagi elit politik yang duduk di parlemen dan ekskutif saat ini. Praktik bermain di anggaran/penganggaran pun bisa terjadi. Akan ada tawaran program-program bansos, proyek aspirasi (dewan) dan berbagai paket proyek menarik lainnya ditawarkan secara langsung ke masyarakat. Dan itu telah terjadi pada Tahun Anggaran 2013 yang sedang berjalan. Kerena dari hasil berbagai survey menunjukkan bahwa kebocoran anggaran saban tahun itu terjadi pada saat pembahasan dan penetapan anggaran antara ekskutif dan legislatif. Disinilah dualisme kepentingan lembaga dan individualisme itu diperdebatkan atas nama rakyat. Dan permainan selanjutnya ada pada lembaga masing-masing dan individu masing-masing sebagai actor pelaku dilembaganya.

Yang membuat kita kecewa, banyak proyek aspirasi yang masuk ke desa kadang tidak sesuai dan jauh dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang setiap tahun diselenggarakan desa. Seharusnya, jika ingin memasukan program/proyek, dasarnya harus mengacu pada draf Musrenbangdes sebelumnya, karena draf tersebut merupakan dokumen resmi yang selalu disampaikan desa ke perwakilannya yang ada di parlemen. Namun sepertinya tidak digubrik. Pada hal dokumen musrenbangdes tersebut dirumuskan Pemerintahan Desa berdasarkan hasil musyawarah desa yang dihadiri setiap elemen masyarakat yang ada di desa tersebut, artinya ini benar-benar aspirasi masyarakat. Sedangkan aspirasi dewan, belum tentu aspirasi masyarakat.

Mengapa dewan kurang respon atas dokumen Musrenbangdes yang disampaikan kepadanya? Sebab dokumen musrenbangdes adalah dokumen resmi yang ditetapkan oleh Peraturan Perundang-Undangan, dan ini pula menjadi dasar ekskutif dalam menetapkan pembangunan yang ada. Jika ini sepenuhnya direspon atau dipakai dewan dalam pembahasan anggaran maka dana tambahan dari fasilitas dana aspirasi mereka yang telah ditentukan jadi hilang. Disinilah game itu dimainkan. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa dewan yang mengiring/menitif proyek aspirasinya ke dinas/instansi akan mendapat 10 % dari total anggaran setiap 1 item proyek aspirasi dari dinas/kontraktor pelaksana. Dinas/instansi pun demikian. Inilah paket sarana prasarana yang saya maksud. Jika dikaitkan dengan persiapan gawai 2014, tentu ini merupakan modal tanpa modal.

Ini merupakan segelumit cerita dari perjalanan demokrasi kita. Mengapa tema ini saya angkat? Agar menjadi pelajaran buat kita semua, pelajaran buat dewan yang ada dan akan mencalon lagi, pelajaran buat caleg yang baru agar bisa menjadi bahan evaluasi ketika mereka duduk di parlemen 2014 – 2019 nanti. Karena inilah harapan besar bangsa ini. Demokratisasi semakin membaik karena para caleg dan elit partainya akan dan telah memulai melakukan cara-cara berpolotik santun, bermartabat dan memberikan pendidikan politik yang terbaik buat masyarakatnya, sehingga melahirkan Indonesia yang bermartabat dan terbebas dari berbagai krisis yang terjadi saat ini. Dan semoga 2014 – 2019 terlahir dari rahim demokrasi kita anggota dewan dan pemimpin bangsa yang aspiratif dan berakhlak mulia. Semoga saja, amin. HAsAnAN 03/11/2013.

Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani


Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani

DSC_4706 panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

2 November 2013 akhirnya demplot LPP NU kabupaten kayong utara yang di motori oleh KH. Samadikun anggota dewan pakar PBNU pusat melakukan acara launching semangka di dalam areal yang kurang lebih hanya satu hektar tersebut. Dalam acara sederhana tersebut di hadiri oleh wakil bupati kayong utara Idrus beserta ibu wakil bupati, kemudian di dampingi pula ketua NU kayong utara H. Nazril Hijar, Tokoh Agama serta tokoh masyarakat.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

Dalam pengantarnya KH. Samadikun mengungkapkan bahwa aksi panen raya ini adalah sebuah percontohan tentang bagaimana kita memberdayakan sumber potnsi pertanian yg ada, khususnya di kayong utara, sebagai contoh saja dengan modal kami yang kurang lebih hanya 3 jutaan ini, insyaallah kami akan panen dengan asumsi per batang semangka minimal menghasilkan 4 KG kemdian di kali 2000 batang yang di tanam hasilnya adalah 8 ton, silahkan di hitung 1 Kg harganya Rp. 5000,00 X 8 Ton, hasilnya berapa kali lipat iotu dari modal?, ini merupakan juga bagian dari pada dakwah kita bersama, bukan hanya dakwah di mmbar atau dari mesjid ke masjid Dakwah tani juga sangat di perlukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, begitulah ungkap Kh Samadikun.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllde

Di ungkapkan oleh Idrus S. Sos, dalam sambutanya menyatakan sangat mengapresiasi usaha dari Lembaga pengembangan pertanian Nahdlatul Umat kayong utara (LPPNU), sebab hal seperti ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan sekaligus membantu dalam melakukan pengelolaan pertanian guna untuk mendukung pengembangan pertanian khususnya di kayong utara.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dlled

Acara kemdian di lanjutkan dengan peninjauan lahan semangka kemduian pemetikan dan di belah secara simbolis oleh wakil bupati dan ketua NU kayong utara dan hasilnya di bagi bagikan kepada semua peserta dan masyarakat sekitar.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllf

Meski atas nama LPP NU, namun siapa sangka ternyata kegiatan tersebut di lakukan swadaya atas partisipasi dan semangat juang dari KH Samadikun, bahkan dari mulai penggarapan lahan hingga produksi semua swadaya, bahkan lahan tersebut ia juga menyewanya dari masyarakat. (MH/ 02/11/2013)

 

FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN


FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN

Oleh: Hasanan

BENQ DIGITAL CAMERA

Bagi masyarakat Kayong (Ketapang dan Kayong Utara) kata Pusa’ bukanlah bahasa asing dalam keseharian warga yang dulunya satu kabupaten, satu perundohan/peduloran (keluarga/keturunan). Saban hari kata ini sering kita jumpai, benar kan sob? Yupz.

kempunan kayong utara  hasanan kempunan, kayong utara, agok kusay, kusai, syahrudin, joko, ssm, simpang, mandiri, huda, bank kalbar,  melano, simpang hilir, seponti, teluk batang, pulau maya, info kayong utara

Sinomim dari Pusa’ ini yaitu Jamah, Calet/colet, Jawel dan Palet, yang kalau diindonesiakan berarti Menyentuh sesuatu. Pusa’ dalam arti Melayu sesungguhnya ialah menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan oleh seseorang ketika kita sedang tidak ingin ikut makan/minum kerena sedang kenyang, buru-buru ingin pergi atau sedang berpantang makan/minum barang yang ditawarkan pada kita.

Secara etimologi (asal kata), saya menduga kata Pusa’ ini berasal dari kata “Pasak” yang berarti paku yang terbuat dari kayu/bambu/logam untuk menutupi lobang, yang dalam istilah Pusa’ – pasak bermakna menyentuh sesuatu untuk menutupi perbuatan yang tidak bisa kita lakukan secara langsung yang berkenaan dengan makan/minum. Perubahan kata ini tentu melalui proses yang panjang dari peradaban Melayu Kayong itu sendiri atau sebuah perumpamaan yang muncul secara kebetulan untuk memudahkan penyebutan saja pada sebuah peristiwa yang terjadi pada saat itu, dan bahasa ini abadi hingga sekarang. Yang pasti bahasa ini muncul dari seorang tokoh adat (dukun/tabib) yang memimpin adat kampung di suatu wilayah kerajaan pada masa itu. Ini hanya praduga saya semata, sebab saya bukan ahli sejarah dan bahasa apa lagi ilmu etimologinya. Hingga hari ini tidak ada yang tahu pasti asal-muasal pusa’ ini dari mana dan siapa yang pertama memulainya.

SANYO DIGITAL CAMERA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Pusa’ ditulis tanpa tanda petik 1 (‘) dibelakang katanya yaitu Pusa yang berarti Puso, Dorongan Hati, Momentum (istilah fisika) dan Keranjang dari daun lontar. Sedangkan kata Pusak menurut KBBI yaitu Harta Pusaka dan jika diartikan kedalam bahasa Melayu Kayong Pusak yaitu Acak/berentakan/tidak teratur.

Konon dari cerita rakyat yang sudah melegenda dikalangan masyarakat Kayong bahwa Pusa’ ini muncul pada masa Kerajaan Simpang. Sebab saya sering mendengar istilah dari tokoh-tokoh adat atau sesepuh Melayu mengatakan begini “Jangan main-main dengan Pusa’, ini adat Simpang, kalau ndak bepusa’ nanti bisa kempunan (mendapat bala’/kelaca/kutukan).” Ini hanya sebuah kesimpulan yang bisa saya petik dari pernyataan para sesepuh adat yang katanya kalimat ini sudah ada secara turun-temurun. Bahkan ada semacam mantra tentan Pusa’ ini sob. Kamu pernah mendengar ya sob? Gini bunyi mantranya, “Pusa’-pusa’ pali’,” yang bermakna bahwa kita mohon terhindar dari bala’ karena tidak sempat menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan pada kita atau kita belum sempat membuat makanan/minuman yang kita inginkan. Kemudian ada juga yang menjilat tangan dan langsung ditempel ke keningnya sebagai simbol bahwa ia telah melakukan pusa’ atau secara tidak langsung ia telah mencicip makanan/minuman yang dimaksud. Hebat kan sob?

Terlepas benar atau tidaknya apa yang saya paparkan di atas, yang pasti kata Pusa’ merupakan kalimat ampuh yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat adat asli Kayong terutama etnis Melayu, bahkan pengaruhnya pun hingga kepada warga pendatang yang menetap di tanah Kayong hingga kini. Yang menjadi pertanyaan besar kita, benarkah Pusa’ akan menyebabkan seseorang akan Kempunan (terkena musibah/bala’/celaka) jika tidak kita lakukan? Maaf, tidak bermaksud mengecilkan atau mengurui para sesepuh kita, nurani saya mengatakan bahwa itu tidak benar. Tidak benar bahwa akan kempunan jika kita tidak pusa’.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pernyataan tidak benar yang saya kemukakan di atas bukan tanpa alasan dan pembuktian. Pertama: ini saya bukti sendiri selama bertahun-tahun. Awalnya saya pun sempat meyakini bahwa Pusa’ merupakan kewajiban yang harus saya patuhi karena saya pun takut dengan kempunan. Namun belakangan saya menerungkan sebuah ungkapan yang disampaikan paman saya sendiri, katanya “Syaithan itu selalu mengintai kelemahan kita, jika kita meyakini bahwa apabila kita tidak pusa’ akan kempunan maka syaithan pun akan merestuinya,” contoh: ketika seseorang menawarkan minum air kopi tetapi kita menolak untuk minum dan tidak bepusa’ pula maka syaithan menyertai keyakinan kita akan kempunan tersebut, sehingga pada saat kita berpergian dari tempat tersebut kita digigit ular atau kecelakaan di jalan. Mengapa ini syaithan yang melakukannya? Agar manusia berpikir dan percaya bahwa yang menyebabkan ia celaka ialah kempunan akibat ia tidak bepusa’, jadi bukan karena ujian atau ketentuan Qada’ dan Qadar Allah atas hambanya. “Ia (syaithan) berkata, Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan hal-hal di muka bumi terlihat baik bagi mereka (manusia) dan aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (Q.S. Al-Hijr[15]: 39-40).

SANYO DIGITAL CAMERA

Kedua: bahwa saya telah membuktikan pernyataan saya ini dalam keseharian saya sejak saya tidak meyakini Pusa’ tersebut. Sering saya ditawarin keluarga atau sanak-famili makan/minum, baik di rumah sendiri maupun rumah keluarga. Namun karena perut saya sedang dalam kondisi kenyang maka saya menolak tawaran tersebut. Ketika sisuruh bepusa’ itu tidak saya lakukan. Ada diantara keluarga saya yang marah dan bilang bahwa saya sombong atau dengan istilah “Rejeki jangan ditolak, musuh/musibah jangan ditantang.” Pada hal saya sedang menguji keyakinan saya dan menunjukan kepada mereka bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika saya tidak bepusa’. Dan itu terbukti dari pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun, tidak terjadi apa-apa. Karena saya meyakini bahwa takdir itu Tuhan yang menentukan, bukan sebab tidak bepusa’. Jika saya tidak bepusa’ lalu mendapat celaka itu hanya suatu kebetulan saja. Dan Alhamdulillah, secara kebetulan pun itu tidak terjadi. Ini mungkin karena Allah menyertai niat ikhlas saya karena-Nya.

Ketiga: bahwa Islam telah memberikan isyarat dan petunjuk kepada kita bahwa meyakini sesuatu bukan karena keyakinan kita kepada-Nya adalah dosa – perbuatan musyrik dan syirik karena kita telah menyekutukan Allah dengan sesuatu, dan syirik termasuk dosa besar. Ini kata pak ustadz/kiyai yang pernah saya dengar sih sob. Berikut ini aya hanya ingin mencontohkan dua kasus sebagai perumpamaan/pembanding saja.

Contoh kasus 1: seseorang yang sedang sakit dan sembuh ketika minum obat dari dokter atau sembuh setelah mendapat jampian dari dukun. Apakah dokter/dukun yang menyembuhkan orang tersebut dari penyakitnya? Tentu tidak bukan? Orang beriman akan bilang bahwa Allah yang menyembuhkan peyakitnya melalui perantaraan dokter/dukun. Tapi bagi orang yang sombong akan bilang bahwa kalau tidak karena dokter/dukun A maka penyakitku tidak akan sembuh. Tanpa seizing Allah, apapun tidak akan terjadi.

Contoh kasus 2: seseorang yang saat ditawarkan makan/minum tapi ia menolak karena alasan kenyang tanpa mau bepusa’, kemudian setelah itu ia bepergian lalu mendapat musibah kecelakaan di jalan raya misalnya. Apakah penyebab kecelakan tersebut akibat ia tidak bepusa’ atau itu karena ketentuan Allah atas dirinya? Jika kita mengatakan bahwa ia kempunan akibat tidak mau bepusa’ berarti pendapat kita sangat keliru dan tidak berdasar. Tapi jika kita mengatakan bahwa ini ketentuan Allah ada kemungkinan benar. Mengapa saya mengatakan ada kemungkinan benar? Sebab belum tentu setiap musibah yang terjadi pada manusia itu sepenuhnya ketentuan Allah, karena bisa jadi itu kelalaian manusia itu sendiri akibat tidak hati-hati atau ia sengaja menantang bahaya, kecuali orang yang sedang berjalan kaki ditabraknya dan meninggal itu dapat dikatakan takdir atas diri orang yang ditabraknya.

Mungkin anda akan mengatakan bahwa 2 contoh kasus di atas kontroversi, tidak nyambung, saya pun beranggapan demikian. Tapi benang merah yang ingin saya ambil dari 2 contoh kasus tersebut yaitu Hukum Sebab Akibatnya. Hukum sebab akibat pada kasus 1 di atas sangat jelas. Kesembuhan penyakit pada kasus 1 itu melalui pertolongan dokter/dukun sebab seijin/restu Allah., akibatnya penyakit yang diderita si pasien sembuh.

SANYO DIGITAL CAMERA

Sedangkan pada kasus 2 hukum sebab akibatnya tak jelas. Apa mungkin seseorang kecelakaan disebabkan karena tidak bepusa’? Kententuan Allah pun masih samar-samar pada kasus tersebut, karena bisa jadi ia ngebut pada saat kondisi orang sedang ramai di jalan raya, apa lagi ia berkendaraan dalam kondisi mabuk, itu artinya ia sengaja menantang bahaya. Bukan kerena ia tidak bepusa’ atau ini ketentuan Allah, namun sebab ia tidak hati-hati atau sedang mabuk, dan akibatnya terjadi kecelakaan dan menambrak orang lain. Kesimpulannya bahwa kecelakaan yang terjadi pada orang tersebut bukan akibat kempunan karena tidak bepusa’, tapi karena tidak hati-hati saja.

Yang Keempat: bahwa pusa’ hanyalah sebuah kebiasaan yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kayong sejak beratus tahun yang lalu. Meyakini pusa’ sebagai kewajiban yang harus dilakukan berarti kita telah percaya pada sesuatu yang belum tentu keberannya dan tidak jelas dalilnya menurut Al- Qur’an dan Hadist, dan berarti kita telah meyakini sesuatu tanpa ilmu dan iman karena Allah. Yang menyedihkan hati lagi ketika orang tua menyantap sesuatu sementara anak-anak sedang tidur pulas atau masih bayi belum bisa makan makanan yang dimakan ortunya, maka si ortunya menjamahkan makanan tersebut ke mulut atau anggota tubuh anaknya. Yang saya khawatirkan ialah akan mengundang binatang yang suka dengan manisan/lemak mengerumuni/mengisap makanan yang ada di tubuh anak tersebut, seperti semut misalnya. Bisa bahaya juga sob?

Menyikapi hal ini, saya lebih cenderung menyimpulkan bahwa Pusa’ itu adalah istilah penolakan halus Melayu Kayong dalam menghormati tawaran makan/minum dari seseorang agar tidak terkesan sombong dan dianggap tak beretika. Artinya jika tak ingin makan /minum cukup menyentuh makanan/minuman tersebut saja sebagai tanda bahwa kita telah ikut mencicipi secara tidak langsung. Inilah bentuk kebersamaan dan sifat menghargai.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pandangan saya Pusa’ hanya merupakan sebuah mitos yang mentradisi saja, bukan adat budaya sebagaimana yang kita dengar dari penuturan orang tua-tua kita. Dan saya secara pribadi sangat menghargai ini, sebab pesan moralnya dapat. Dalam menjalankan prinsip saya pun melihat kondisi orang dulu. Saya akan menolak tawaran Pusa’ apabila ia adalah keluarga atau orang terdekat saya, tentu sambil menjelaskan mengapa saya tidak mau bepusa’. Namun saya tidak bisa menolak tawaran pusa’ tersebut jika yang nawarkan adalah orang yang baru saya kenal atau saya tidak terlalu akrab dengannya. Niat saya hanya menghormatinya dan membuat ia agar tidak tersinggung dan mengatakan bahwa saya sombong, bukan karena meyakini bahkwa saya akan kempunan jika tidak bepusa’. Bagaimana dengan kamu sob?

Pendapat saya ini tidak bermaksud mengecilkan, mengurui atau menampik Pusa’ yang dianggap leluhur kita sebagai adat, tapi saya hanya ingin merubah pandangan kita semua bahwa tidak ada istilah kempunan/bahaya kalau tidak bepusa’ tersebut. Musibah atau kecelakaan yang menimpa kita itu bukanlah disebabkan kempunan, namun ada faktor lain yang menyebabkannya, bisa jadi kelalaian kita sendiri. Hanya sebuah kebetulan saja jika terjadi musibah/kecelakaan pada kita setelah kita lupa bepusa’, dan sekali lagi itu bukan faktor penyebabnya, hanya kebetulan saja. Kemudian untuk melestarikan ini sebagai adat atau nilai-nilai memiliki pesan moral, kita cukup meniatkan di hati bahwa kita bepusa’ bukan karena takut kempunan tapi untuk menghormati orang yang telah menawarkan kita makan/minum sehingga kebersamaan itu tetap terjaga. Terus hidari mengungkapan bahwa kalau tidak bepusa’ itu kempunan, sehingga insya Allah kita akan terhidar dari sifat musyrik/syirik kepada Allah.

Nah sob. Mudahan kamu sependapat dengan saya. Dan semoga ini bermanfaat buat kita, utamanya buat saya dan keluarga. Yang benar dari tulisan ini mungkin itu petunjuk Allah SWT dan yang salah itu hanyalah kebodohan saya sebagai manusia yang dhaif, kerena kebenaran itu mutlak milik dan dari Allah kan sob?. ( Hasanan 30 Oktober 2013)

Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara


Kunjungan Kerja Muhaimin Iskandar Ke kayong Utara

 Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara22

            Bersamaan dengan di resmikannya gedung Nahdlatul Ulama` ( NU) oleh Kh Aqil Siraj, Muhaimin Iskandar Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesiajuga juga melakukan kunjungan kerja, setelah menghadiri acara peresmian tersebut tepat pukul 15.00 di gedung balai Praja pemda kayong utara, Muhaimin iskandar bersama staf ahli serta jajaran Pemda Kayong Utara melakukan dialog bersama masyarakat Transmigrasi yang berada di kabupaten kayong utara.

Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi d; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara

            Dalam acara tersebut di hadiri juga dari Ormas Persatuan anak transmigrasi indonesia cabang kayong utara ( PATRI), para tokoh masyarakat, Tokoh pemuda, Tokoh Agama, dan semua Jajaran SKPD PEMKAB Kayong Utara. Sebelum acara dialog di mulai Bupati kayong utara ( Hildi hamid ) Dalam sambutanya menyatakan terima kasih atas Program transmigrasi yang di rasakan sangat bermanfaat untuk pemerataan pembangunan, dan ia berharap agar program tersebut untuk dapat terus di lanjutkan ke depannya.

Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara67

            Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyatakan bahwa ia sangat bersyukur dapat bertemu dengan para warga Transmigrasi yang berada di kabupaten kayong utara tersebut. Dengan Adanya program transmigrasi ia berharap agar le depan juga dapat memberikan sumbangan terutama di bidang pangan serta ekonomi kreatif yang dapat di munculkan untuk mengangkat harkat serta martabat masyarakat Trans itu sendiri, sehingga konsumsi tidak terlalu bergantung dengan produk luar negeri, dengan adanya pemberdayaan secara maksimal ia yakin masyarakat transmigrasi dapat menjadi Percontohan.

2 Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara

            Dalam sesion dialog, Anshor salah seorang warga Transmigrasi asal Desa Penjalaan kecamatan simpang hilir mengungkapkan keluhannya kepada Muhaimin Iskandar akan sertifikat tanah Transmigrasi yang sudah beberapa Tahun lalu belum di kantongi oleh masyarakat trans, berikut juga dengan masalah Lahan 2 yang sangat di harapkan oleh rata rata masyarakat transmigrasi, karena lahan dua ini sangan penting bagi keberlangsungan roda perekonomian, Anshor dengan mimiknya yang semangat memohon agar masalah tersebut bisa cepat di atasi oleh pihak Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia. Muhaimin sangat menanggapi serius akan hal ini dan ia berjanji akan secepatnya mengambil langkah langkah konkrit bagi keberlangsungan warga transmigrasi.

Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara6

            Sebenarnya masih banyak para warga yang ingin berbincang bincang langsung dalam sesion dialog tersebut namun karena keterbatasan waktu hanya 3 penanya yang di beri waktu di antaranya lagi adalah Kepala Desa Sungai Mata Mata kecamatan Simpang Hilir Jamhari, yang juga mengungkapkan ucapan terima kasih atas kunjungan baoak menteri dan program Transmigrasi yang juga secara tidak langsung membantu meramaikan dan menyumbang pembangunan di kabupaten kayong utara, disisi yang lain ia juga memohon agar dapat membantu masalah infrastruktur, air bersih dan lain lain.

Kunjungan Kerja Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi ; Muhaimin Iskandar Ke Kabupaten kayong Utara

            Harapan kita Semoga saja kunjunagan hari ini bisa betul betul menjadi agenda kerja yang kelak dapat menjadi Agenda yang nyata, sehingga masyarakat khususnya kayong utara tidak jemu menunggu dan berharap akan janji. Amieen Ya Rabbal Alamieen  (wk Tim 15/10/2013)

Bau AM Di EMKA Sudah LAME


Bau AM Di MK Sudah LAME  By : Ery Karyadi,,,

mk  kkn    am kayong utara kalbar

Ngomong di warkop salah satu sudut Sukadana, seorang kawan sya bertanya, kenapa Sya Termasuk Yg Curiga Pada Pak Akil ???? Karena susah mengungkapkannya di warkop (karena bisa panjang cerite), baiklah sya coba tuliskan saja sesingkat yg saya bisa.

Kecurigaan atau katakanlah “perasaan tak enak” sya pada Pak Akil sebenarnya sudah cukup lama. Yg paling heboh tahun 2010. Waktu itu Refly Harun menulis testimony soal adanya uang suap sebesar Rp. 1 M kepada Akil (waktu itu akil sebagai wakil ketua MK). Saya pikir, sebagai pakar hukum tata Negara, tentu Refly Harun tidak main-main dengan testimony itu. Namanya Refli dipertaruhkan, lawanya bukan sembarang lawan, wakil ketua MK. Tentu Refli harus yakin benar untuk “mengusik” orang sekuat Akil Mohtar ini. He he he.

Disinilah awal kurang nyaman sya pada Akil terpatri di hati. Tapi sya tidak serta merta mengatakan bahwa Akil pasti koruptor. Bukan begitu. Cuma cukup mengganjal dihati saja, kok seorang yg ada “cacat nama” bisa di luluskan DPR jadi anggota hakim MK, bahkan kemudian menjadi ketuanya? Tentu adanya “cacat nama” anggotanya sangat tidak baik untuk institusi sekelas Mahkamah Konstitusi. Dan ahirnya, tiga tahun berselang, 2013, Pak Akil di cokok KPK juga (meski belum tentu diputuskan bersalah oleh pengadilan tipikor).

Sebelum itu, suara sumbang kepada Akil cukup banyak. Pada tahun 2006, Akil juga pernah berurusan hukum dengan beberapa LSM. Pasalnya LSM itu memberitakan Akil Mohtar telah melakukan penggelapan uang sebesar Rp. 680 juta dalam rangka pembentukan Kabupaten Melawi (pemekaran Kabupaten Sintang). Akil meradang, lalu melaporkan LSM itu dengan tuduhan pencemaran nama baik. Setahu saya, senyap gak ahirnya….he he he.

Dan suara-suara sumbang tentang Akil terus berlanjut. Di wawancarai oleh wartawan (lupa TV mana yg sye tonton kemaren,,he he he), Ketua KY Suparman Marzuki mengatakan bahwa KY pernah menerima laporan terkait suap kepada Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mohtar pada tahun 2011-2012. “Ada tiga pengaduan yang masuk.” Kata Suparman. Tapi, lantaran KY tidak berwenang mengawasi hakim Konstitusi, Suparman serahkan pengaduan itu kepada MK. Tapi…ya laporang tinggal laporan. Hasil ahirnya bagaimana,,, senyap juga, saudara-saudaraaaaaa.

Yang lainnya ?????

Ehmmmmm. Suara sumbang lain tentang Akil Mohtar juga diungkapkan pengacara-pengacara yg pernah menangani kasus sengketa Pilkada di MK. Salah satunya Donny Tri Istoqomah (karena tidak terkenal, yg di grup ini mungkin belum tahu siapa orang ini, bukan?). Donny adalah salah satu advokat dari Kantor Pengacara The Young Brothers, yg berkantor pusat di Jakarta, dan sering menangani kasus sengketa Pilkada daerah. “Sudah sejak dulu Akil Mohtar tak netral. Calon dari Golkar sudah pasti menang kalau (sidang) di pimpin Akil.” Kata Donny. (Baca Tempo, 03 Oktober 2013).

Terussssss ???

Hadohhhhh,,,udah ah…. Nanti panjang benar tulisan ini. Bisa bikin bosan pembaca. He he he, biar nanti di bagian komentar bisa sya tambahkan (kalau menurut sye perlu lah,,,hi hi hi)

Mengahiri tulisan pendek ini, sya cuma mau bilang, di group ini tentu saja ada sebagian simpatisan Pak Akil, dan sebagian anti Akil. Syah-syah saja, kawan-kawan dengan pendiriannya masing-masing. Tapi jika ada diskusi nanti, mari kita budayakan berargumentasi dengan menggunakan data pendukung. Kita jangan cuma pandai bilang, “ ini konspirasi”, tapi tak ada penjelasan kenapa kita menyebutnya “ini konspirasi”. Mariiiiiiiiiiiiiii,,,,,,,,,,

Setuju? Boleh

Tidak? Silahkan

%d blogger menyukai ini: