Arsip Blog

Berjuang Dari Titik Nol

Apa Jadinya Jika Oknum TNI/POLRI/PNS Terima Jatah Plasma?.

Kesahajaan Siswi Berprestasi

BUJANG RAMLI, Sosok Ikhlas Pelayan Umat

Tujuh Kades Simpang Hilir, Bolos dalam Musrenbang 2015


musrenbangkec simpang hilir 2, warta kayong

SIMPANG HILIR – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2015, kali ini membuat sebagian masyarakat Simpang Hilir kecawa. Dari 12 desa yang ada di Kecamatan yang dipimpin Mac Novianto, S.H, hanya 5 Kades saja hadir dalam acara tersebut. Kelima Kades yang dimaksud, yaitu Plt. Kades Medan Jaya, Kades Padu Banjar, Kades Sungai Mata Mata, Kades Batu Barat dan Kades Lubuk Batu. Tujuh Kades yang lain bolos/alpa, tanpa berita.

Kepala Desa yang tak hadir dalam Musrenbang Kecamatan Simpang Hilir (10/3/2014), yaitu Kades Pulau Kumbang, Pemangkat, Nipah Kuning, Penjalaan, Rantau Panjang, Teluk Melano dan Matan Jaya.

Pada hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Menyangkut Tugas Pokok dan Fungsinya sebagai Kades, yang dipercaya masyarakat sebagai orang nomor satu di desanya. Bahkan ada diantar kades tersbut, saat Musrenbangdes di desanya tidak hadir pula. Bukan urusan dinas, tapi urusan pribadi.

Saat WK konfirmasi ke salah satu dari tujuh Kades yang tak hadir mengatakan, bahwa saat ini mereka sedang di Pontianak, mengikuti Diklat. Kamis – Jum’at (6 – 7 Maret 2014), mereka masih menghadir Rapat Koordinasi di kabupaten. Entah diklat apa yang mereka ikuti Sabtu-Minggu di Pontianak, sehingga mengabaikan tugas pokoknya. Yang pasti masyarakat sangat kecewa atas sikap/tindakan Kades yang mengabaikan tanggung jawabnya sebagai Kades.

Untuk membuktikan kebenaran penyataan Kades tentang Pendidikan dan Latihan (Diklat) yang mereka maksud, WK coba konfirmasi dengan pihak Kecamatan. Menurut Samad Sahari, Staf Camat Simpang Hilir, jika Kades yang tak hadir hari ini karena alasan diklat, tugas atau kegiatan dinas, pasti ada surat tembusan ke Camat. Tapi tidak ada satu pun tembusan yang sampai ke Camat, dari instansi mana dan kegiatan diklat apa yang Kades ikuti, papar Pak Alang Samad, sapaan akrab Samad Sahari.

Senada dengan Samad Sahari, beberapa Sekretaris Desa (Sekdes) mereka, pun menyampaikan hal sama. Jika mereka Ibukota Provinsi karena urusan dinas atau diklat, tentu ada surat pemberitahuan/undangan resmi yang mangkir di Kantor Desa. Atau ada surat tugas dari instansi yang menugaskan mereka. Ini tidak ada sama sekali. Ini bukan sekali, berulang kali mereka lakukan. Bahkan dalam sebulan, minimal 1 atau 2 kali dari mereka ke luar kota atau ke Pontianak, khususnya Kades desa kami, tutur Sekdes yang tak ingin disebutkan identitasnya.

Alhasil, bukan prestasi kerja yang mereka torehkan buat masyarakatnya, namun duka dan kecewa. Hal-hal yang prinsip saja mereka abai, bagaimana pada hal-hal yang nonpronsip? Kendati tidak semua dari mereka berkarakter demikian. Tentu ada diantaranya menjadi pengikut. (Has)

Musrenbang 2014: Simpang Hilir Prioritaskan Air Bersih


Musrenbangkec simpang hilir, warta kayong

SIMPANG HILIR – Tahun 2015, Simpang Hilir prioritaskan pembangunan air bersih. Demikian paparan Camat Simpang Hilir, Mac Novianto, S.H. dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Simpang Hilir Tahun 2014, di Graha Praja (10/2/2014). Pasalnya, selama belasan tahun, masyarakat Simpang Hilir umumnya sulit mendapatkan air bersih. Warga hanya bergantung pada air hujan dan penjual yang harganya relatif mahal, sebab, air didatangkan dari Desa Harapan Mulia – Kecamatan Sukadana.

Seperti gayung bersambut. Senan dengan Camat, Oma Zulfitansyah, Kepala Bappeda Kayong Utara menjelaskan, air bersih salah satu program startegis Pemda KKU 2014 – 2018, selain peningkatan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, kualitas pendidikan dan kesehatan gratis, kualitas aparatur, infrastruktur dan lain-lain. Semua kegiatan di priode atau tahun sebelumnya, akan tetap dilanjutkan di priode kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati terpilih 2013 – 2018. Tentu pembangunan kita lakukan secara bertahap. Mengingat keterbatasan anggaran kabupaten. Skala prioritas menjadi kata kuncinya, tegas Oma.

Musrenbang adalah amanah Undang-Undang yang wajib kita laksanakan. Dengan musrenbang, maka kita dapat menentukan mana yang prioritas, mana yang tidak. Sebab ini merupakan rencana dan aspirasi masyarakat yang wajib diakomodir pemerintah. Tak terakomodir di tahun ini, usulkan tahun berikutnya, dan seterusnya. Jadi jangan putus asa. Jika usulan  masyarakat tidak masuk tahun ini, kita harus tetap berusaha mengusulkan tahun berikutnya. Mengingat anggaran kita terbatas, tutur Kepala Bappeda.

Musrenbang yang dihadiri Kepala Desa, BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, unsur Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan), memberikan warna tersendiri bagi warga Simpang Hilir. Pasalnya, selain kepala/perwakilan dari SKPD yang ada di KKU, hadir juga Anggota Dewan asal Simpang Hilir, yaitu Abdul Zamad, Yulisman dan Haripin. Menurut Kepala Bappeda, di kecamatan lain, tak ada satupun Anggota Dewan yang hadir dalam acara Musrenbang.

Setiap Anggota Dewan diberikan kesempatan untuk bicara. Satu hal yang menarik dari pemaparan dewan, yaitu usulan Abdul Zamad . Agar pembahasan Tahun Anggaran 2015 seluruh Kades dilibatkan dalam Paripurna Penetapan APBD KKU, sedekedar untuk mendengarkan saja. Sehingga tak ada lagi imaje bahwa si A atau si B yang mangkas anggaran, usul politisi asal Partai Golkar tersebut kepada Bappeda.

Menyikapi kebutuhan masyarakat Simpang Hilir tentang air bersih, tiga Anggota Dewan yang hadir sepakat, akan mengawal usulan tersebut. Mereka sendiri merasakan dampak krisis air bersih di Simpang Hilir. Sebab, mereka sendiri berasal dan bertempat tinggal di Simpang Hilir.

Untuk menentukan prioritas program di setiap desa, panitia membentuk 3 kelompok diskusi untuk melakukan simulasi. Setiap peserta dalam kelompok, yang mewakili desa mereka masing-masing, dianjurkan memilih lima program prioritas di desa mereka.

Dari hasil simulasi tersebut, secara umum disimpulkan bahwa, masalah air bersih, pendidikan, kesehatan, infrastruktur (jalan) dan ekonomi kerakyatan (perkebunan, pertanian, perikanan) menjadi isu utama untuk pembangunan 2015 dan seterusnya. Sebab ini menjadi kebutuhan dasar masyarakat. (Has)

Pertama; Acara Ramah Tamah Camat dengan Warganya


Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Pertama, di Simpang Hilir khususnya dan KKU umumnya. Camat yang baru dilantik langsung menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan warganya.

SIMPANG HILIR – Bertempat di Gedung Gharaha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Kamis (16/1/2014), Mic Novianto, S.H, Camat Simpang Hilir yang baru dilantik, menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan ramah Tamah dengan masyarakat Simpang Hilir. Ini merupakan kali pertama dilakukan, sepanjang sejarah setiap pergantian camat, khususnya Simpang Hilir.

Acara yang dihadiri Unsur Muspika Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se- Kecamatan Simpang Hilir, terbilang meriah. Pasalnya, setiap unsur diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, kesan atau pesan kepada Camat. Hadir juga dalam juga dalam acara tersebut Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus berserta istri dan anak tercinta.

Dalam sambuatannya, Mic Novianto memulai dengan salam perkenalan, “Tak kenal tak sayang, tak sayang tak cinta.” Petikan kalimat pembuka yang lazim kita dengar. Kemudian, sebagai Camat, dia tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerjsama yang sinergis antara Pemerintah dan semua elemen yang ada di masyarakat.

Sebagai kabupaten baru, tentu masih banyak kelemahan dan kekurangan yang perlu kita benahi bersama. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu membangun KKU. Sehingga tercipta tujuan yang ingin kita capai bersama, ujarnya. Camat defenitif ini berharap, semoga dengan kehadirannya dapat memberikan nuansa baru, membawa Simpang Hilir semakin maju dan disegani kecamatan lain yang ada di KKU.

Tak ketinggalan. Orang Nomor Dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Idrus, dalam pengarahanya berpesan, agar camat baru mampu mengembalikan kejayaan Simpang Hilir seperti di era tahun1985 – 1995, semasa masih bergabung dengan Ketapang. Sebab, pada era tersebut, Simpang Hilir sangat disegani kecamatan lain yang ada di Kabupaten Ketapang waktu itu, terutama menyangkut administrasi pemerintahan.

Simpang Hilir memiliki potensi yang luar biasa. Wilayah kecamatannya terluas di KKU. Penduduknya terbanyak, SDM-nya maju, serta sumber daya alamnya berlimpah. Merupakan potensi yang patut kita syukuri, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, ujar Wakil Bupati.

Menghadapi tahun politik, mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman dan terkendalai, lajut Wabup. Perbedaan jangan membuat kita terpecah-belah. Justru perbedaanlah yang menyatukan keberagaman bangsa ini, agar kita bisa saling asah, asih dan asuh. Jangan karena beda partai, beda pilihan, harus baku hantam sesama saudara. Tentu ini tindakan yang konyol. Kita semua bersaudara. Sesama saudara, sewajarnya kita saling mengingatkan untuk kebaikan, imbau mantan Camat Teluk Batang ini menutup pengarahannya.

Mic Novianto, S.H, merupakan camat defenitif, mengantikan Pelaksana Teknis (Plt) Camat Simpang Hilir, Yusrin, yang sekarang kembali ke habitatnya di dunia pendidikan, tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten. Sedang Sekretaris Camat (Sekcam) sebelumnya dijabat Ravinus Rais, Plt Sekcam, digantikan Sekcam defenitif, Azhari, S.Pd.I● Has

Kasus Pencabulan Gadis 13 Tahun, Sepakat Diselesaikan Keluarga


Kepala Desa Padu Banjar Warta Kayong KalbarSunardi, Kades Padu Banjar

SIMPANG HILIR – Perkara yang menimpa Fd (29), kasus pencabulannya terhadap YH (13), gadis asal Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kayong Utara (10/12) yang lalu, telah tuntas. Masing-masing, antara keluarga koban dan keluarga pelaku sepakat menyelasaikan perkara tersebut dengan cara kekeluargaan (damai).

Hal tesebut disampaikan Sunardi, Kades Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir pada Redaksi Warta Kayong (WK), Kamis (26/12/2013). Keterangan Sunardi, perkara pencabulan anak di bawah umur tersebut telah diselesaikan kedua belah pihak dengan cara kekeluargaan, dengan kesepakatan tertulis. Atas permintaan keluarga kedua pihak, saya diminta untuk mendatangi WK untuk mengklarifikasi pemberintaan sebelumnya, atau menyampaikan bahwa mereka telah berdamai, terang Kades Termuda di KKU ini.

Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini terjadi atas dasar kesadaran kedua belah pihak. Kedua belah pihak tidak mau larut dalam perkara yang saling tuntut-menutut. Pasalnya, Rd abang YH (korban pencabulan) pun harus mendekam dalam tahan Polsek Simpang Hilir atas kasus pemukulannya terhadap Fd. Fd yang tetap tidak terima pemukalan atas dirinya, bersikeras agar Rd abang korban ditahan sama seperti dirinya.

Atas inisiatif dan kesepakatan keluarga kedua belah pihak, penyelasaian masalah tersebut dilakukan dikediaman Kades Padu Banjar (20/12/2013). “Pada prinsifnya kami siap saja memfasilitasi permintaan dua belah pihak untuk berembug damai di tempat kami. Tentu sudah menjadi kewajiban kami melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kami. Apa lagi Fd merupakan warga desa kami. Namun sebelum itu, saya telah berkordinasi dengan pak Yusman, Kades Pulau Kumbang, sebab YH adalah warga desanya,” ungkap Sunardi pada WK.

Mengenai isi kesepakatan tersebut Sunardi menuturkankan. Isinya antara lain yaitu: a) bahwa keluarga YH mencabut tuntutan pencabulan atas YH; b) bahwa keluarga Fd mencabut tuntutan pemukulan Rd terhadap Fd; c) bahwa Fd dan keluarganya siap bertanggung jawab terhadap YH, yaitu siap membiayai kebutuhan hidup YH hingga YH mencapai usia dewasa (17 tahun), tanpa harus menikahinya, kecuali ditemukan hal lain yang mengharuskan Fd menikahi YH.

pencabulan simpang hilir

Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini pun terjadi sebab antara pelaku dan korban masih ada ikatan keluarga. Ini terungkap dari hasil begalur (bersisilah) yang dilalukan keluarga kedua pihak, bahwa kedua belah pihak masih ada ikatan keluarga.

Untuk menelusuri kebenaran kabar pencabutan gugatan pencabulan tersebut, WK mencoba menemui Kanit Reserse Polsek Simpang Hilir (27/12). Namun sayang, kami bertolak belakang (berselisih waktu) beliau. Keterangan anggota yang piket bahwa Kanit sedang dalam perjalanan menuju Polres Ketapang.

Kemudian konfirmasi ke Kanit kami lakukan via hand phone. Alhasil, pencabutan gugatan pencabulan dan pemukulan tersebut dibenarkan Beni, Kepala Unit (Kanit) Reserse Polsek Simpang Hilir. Kanit mengatakan bahwa saat ini beliau sedang mengantarkan berkas perrnyataan damai dari kedua pihak ke Polres Ketapang. Sebab perkara pencabulan kemaren sudah dilimpahkan ke Polres Ketapang.

Lebih lanjut Kanit mengakatan, bahwa kesepakatan damai ini merupakan keinginan kedua belah pihak, tak ada paksaan dari pihak manapun. Kami (Kepolisian) dalam hal ini hanya menindaklanjuti keinginan kedua belah pihak untuk berdamai. Menurut prosedur hukum, sah-sah saja jika kedua pihak ingin berdamai dengan cara kekeluargaan, dengan catatan kesepakatan dalam pernyataan tertulisan, yang ditandatandagani kedua pihak, ungkap Kanit.

Dengan kesepakatan damai ini dapat dipastikan, Fd dan Rd akan segera terbebas dari jeratan hukum yang menimpa mereka masing-masing. Kebebasan mereka ini menjadi harapan keluarga besar kedua belah pihak, sehingga silturrahim dan hubungan kekerabatan diantara keluarga besar mereka lebih intens dan terus terjalin dengan hormani. Demikian harapan keluarga besar mereka, sebagaimana penyampaian keluarga Fd dan YH kepada saya, papar Sunardi● (Has)

Robo-robo Ala KKU


foto mandi safar, robo-robo hasanan kku rantau panjang melano kayong utara kalbar

Robo-robo, merupakan  tradisi umat Muslim, khususnya etnis Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Tradisi tersebut dilaksanakan pada Rabu akhir di bulan Safar. Seperti halnya hari ini, Rabu 22 Safar 1435 Hijriah, bertempatan dengan 25 Desember 2013, pukul 08.00, lebih dari 200 orang warga Muslim Rantau Panjang dan desa sekitar, melaksanakan Robo-robok di pinggir Sungai Rantau Panjang – Kec. Simpang Hilir, tepatnya di bawah jembatan Rantau Panjang.

Berbeda dengan Mempawah Kabupaten Pontianak yang terkenal seantero negara/mancanegara, Robo-robo di Rantau Panjang KKU dilakukan dengan prosesi sederhana. Warga cukup membawa ketupat, lauk-pauk dan air mineral. Acara tersebut dipimpin oleh Ustadz/Imam. Setelah menyantap ketupat atau mandi di sungai bagi yang ingin mandi, maka acara dianggap selesai.

Robo-robo ini popular di Desa Rantau Panjang khusus sejak tahun 2000-an. Bahkan ini kali pertamanya di KKU. Ustadz H. Hasan Alhaddad, pencetus pertamanya. Hingga kini, tradisi tersebut bertahan. Sebelumnya, Robo-robok di Kayong Utara umumnya lebih dikenal dengan sebutan, “Mandi Safar.” Sebab pada setiap Rabu akhir di Bulan Safar, tradisi Muslim Kayong yaitu Mandi Safar.

Uniknya, Mandi Safar ini dilakukan dengan menggunkan daun Andung-andung sebagai medianya, tulis kalimah/doa berbahasa Arab yang direndam ke dalam air, baik dalam wadah di rumah, langsung ke parit atau sungai. Tujuannya tak lain, memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Setelah acara Robo-robo selesai, warga melaksanakan tradisi Mandi Safar di rumah masing-masing, baik menggunakan media daun andung-andung, atau air doa selamat yang telah mendapat berkat dari Ustadz/Imam saat Robo-robo tersebut. Tradisi Mandi Safar pun hingga hari ini tetap dipertahankan, dan saban tahun tetap dilaksanakan warga setempat.

Robo-robo kali ini dilaksanakan lebih awal dari Rabu akhir sesungguhnya. Pasalanya Rabu akhir bulan Safar tahu  ini jatuh pada tanggal 1 Januari 2014. Pertimbangan penyelenggara, hari tersebut dimungkinkan banyak warga yang libur atau berpergian keluar daerah.

Alasan lain, karena Rabu ke- 4 bulan Safar 1435 Hijriah tahun ini, bertempatan dengan (25/12/2013). Berdasarkan rembug kami dengan pemuka agama yang ada, saat ini merupakan hari yang ideal untuk dilaksanakan, sebab Rabu bulan Safar tahun ini terhitung 5 kali, jadi kita ambil Rabu keempatnya, papar Busri, selaku penyelenggara kegiatan.

Acara yang dipimpin Ustadz H. Sy. Hasan Alhaddad tersebut berlangsung hikmat. Warga kelitan khusu’ mengaminkan doa yang dipanjatkan ustadz. Keakraban dan kebersamaan itu terlihat. saat warga membuka ransum makanan masing-masing, untuk disantap bersama-sama di lapangan terbuka, di pinggir sungai Rantau Panjang. (Has)

Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi


Jembatan Maut, Perlu Perhatian Serius Pemerintah Provinsi

jemabatan maut kayong utara  sungai jambu

SIMPANG HILIR: Kondisi jembatan dibeberapa ruas jalan provinsi Teluk Batang – Sukadana perlu perhatian serius Pemerintah Provinsi dan Kabupaten. Pasalnya dari beberapa jembatan yang ada kondisinya ada rusak. Mulai dari rusak ringan hingga berat, sehingga menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan menelan korban jiwa.

Menurut pantauan WK jembatan yang rusak tersebut yaitu jembatan di desa Pulau Kumbang, jembatan Sungai Jambu perbatasan antara desa Tl. Melano dan Nipah Kuning serta jembatan Demuni dusun Ampera desa Rantau Panjang. Ketiga jembatan tersebut berada di wilayah Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara.

Dari ketiga jembatan tersebut yang tergolong rusak berat yaitu jembatan Sungai Jambu. Kondisi di tengah-tengah jembatan ini amblas/cekung dan semen betonnya telah hancur lebih dari dari separuh luas jembatan tersebut, sehingga saat kendaraan melintas seperti roda dua misalnya, terasa memantul dan begetar. Jika kecepatan rata-rata 80 KM/jam saja tentu ini sangat membahayakan pengendara, apa lagi kondisi jembatan tersebut persis berada ditikungan yang sepi dari pemukiman penduduk. Andai saja kita lupa atau tidak tahu bagi pengendara yang sesekali melintasi di jalur ini tentu sangat beresiko sekali.

jemabatan maut kayong utara pulau kumbang

Seperti kasus jembatan Pulau Kumbang. Menurut keterangan warga setempat yang ditemui WK bahwa jembatan tersebut sedikitnya telah menelan 2 orang korban jiwa, 1 orang meninggal di tempat dan 1 orang meninggal dalam perawatan di rumah sakit. Belum lagi belasan korban patah tulang dan luka-luka lainnya, akibat kondisi tiang-tiang di pangkal jembatan tersebut amblas yang menyebabkan permukaan jalan dan jembatan tidak rata dan membentuk berbendulan setinggi ± 50 cm.

Yang selalu menjadi korban jembatan Pulau Kumbang ialah pengendara dari arah Teluk Batang. Korban tersebut rata-rata penumpang feri dan klotok dari Pontianak yang naik melalui pelabuhan Teluk Batang. Dalam bulan ini saja, Jum’at, 07/12/2013 pukul 04.30 WIB, satu orang lagi menjadi korban meninggal di tempat kejadian. Korban tersebut berasal dari Kota Pontianak yang ingin pulang ke Sungai Awan Kab. Ketapang.

jemabatan maut kayong utara  korban

Menurut Yulisman, anggota Komisi II DPRD KKU, dia dan Ishak, S.T. telah beberapa kali turun meninjau jembatan Pulau Kumbang bersama konsultan, bahkan sampel tanahnya telah diambil konsultan untuk diteliti lebih lanjut, namun hingga detik ini belum ada tanda-tanda bahwa jembatan tersebut akan segera diperbaiki.

Setelah menelan korban jiwa, kondisi jembatan Pulau Kumbang saat ini sudah diperbaiki warga secara swadaya/gotong-royong. Inisiatif ini digagas pak Firdaus bersama warga Pulau Kumbang lainnya. Alhasil, untuk sementara waktu jembatan tersebut sudah nyaman dilalui kendaraan.

Pak Firdaus dan warga lainnya berharap agar pemerintah lebih tanggap dengan kondisi yang ada. Kasus ini jangan sampai terulang sekian kalinya kepada pengguna jalan, “Ungkap pak Daus,” sapaan akrab pak Firdaus. Lebih lanjut pak Daus mengemukakan, kerusakan jalan dan jembatan yang ada ini akibat akutan truk ekspedisi Pontianak – Ketapang yang melebihi kapasitas kendaraan dan jalan yang ada. Selain itu kesadaran masyarakat kita minim juga. Kerusakan jembatan dan jalan pun kadang disebabkan olah tangan warga kita juga.

Tidak dengan jembatan Sungai Jambu dan Rantau Panjang. Hingga hari ini belum ada tanda-tanda untuk perbaikan, baik dari pemerintah maupun upaya dari swadaya warga. Pada hal bukan tidak mungkin 2 jembatan tersebut akan membahayakan pengendara. Seperti jembatan di Rantau Panjang. Telah tercatat dalam ingatan warga sekitar bahwa telah terjadi 4 kasus kecelakaan tunggal di jembatan tersebut sepanjang tahun 2013. Peringatan yang dipasang warga di pinggir jalan pun raib dirusak orang yang tak bertanggung jawab.

Yulisman berharap, beberapa jembatan yang rusak di ruas jalan Provinsi harus segera ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi/Kabupaten, terutama Dinas PU, sebab ini sangat membahayakan pengguna jalan, pungkas Yulisman saat meninjau kondisi jembatan Sungai Jambu bersama WK (11/12) kemaren.

Lebih lanjut Legislator asal Dapil 1 (Sukadana – Simpang Hilir) 2009 yang lalu ini menuturkan, syukur-syukur ada inisiatif warga untuk memperbaikinya, seperti jembatan Pulau Kumbang misalnya, jika tidak akan lebih banyak lagi menelan korban jiwa. Sebeb pembangunan jembatan tersebut butuh biaya besar juga, jadi sangat sulit diselesaikan secara swadaya, mengingat kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini sedang tidak baik. Kita pun mengimbau kepada pengguna jalan agar lebih hati-hati dan waspada sehingga bisa selamat dalam perjalanan, pinta Yulisman.

Minimnya rambu-rambu lalu lintas di sepajang jalan Provinsi dari Teluk Batang – Siduk bisa menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas). Misalnya rambu-rambu yang menandakan adanya jembatan sempit. Menurut pantauan WK di sepanjang jalan tersebut sangat minim bahkan tidak ada. Jika adapun kondisinya telah rusak. Ini tentu perlu perhatian dari dinas/instansi terkait.

Hal ini tentu perlu perhatian serius kita semua, terutama dari Pemerintah Proivinsi dan Kabupaten, agar 3 jembatan tersebut masuk dalam daftar anggaran prioritas Tahun 2014 mendatang. Sehingga dapat mengurangi dampak laka lantas di jalan raya, apa lagi jalan tersebut merupakan akses jalan provinsi, jalan utama penghubung antar kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat● Iwan/Has

%d blogger menyukai ini: