Arsip Blog

Kasus Pencabulan Gadis 13 Tahun, Sepakat Diselesaikan Keluarga


Kepala Desa Padu Banjar Warta Kayong KalbarSunardi, Kades Padu Banjar

SIMPANG HILIR – Perkara yang menimpa Fd (29), kasus pencabulannya terhadap YH (13), gadis asal Desa Pulau Kumbang Kecamatan Simpang Hilir Kayong Utara (10/12) yang lalu, telah tuntas. Masing-masing, antara keluarga koban dan keluarga pelaku sepakat menyelasaikan perkara tersebut dengan cara kekeluargaan (damai).

Hal tesebut disampaikan Sunardi, Kades Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir pada Redaksi Warta Kayong (WK), Kamis (26/12/2013). Keterangan Sunardi, perkara pencabulan anak di bawah umur tersebut telah diselesaikan kedua belah pihak dengan cara kekeluargaan, dengan kesepakatan tertulis. Atas permintaan keluarga kedua pihak, saya diminta untuk mendatangi WK untuk mengklarifikasi pemberintaan sebelumnya, atau menyampaikan bahwa mereka telah berdamai, terang Kades Termuda di KKU ini.

Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini terjadi atas dasar kesadaran kedua belah pihak. Kedua belah pihak tidak mau larut dalam perkara yang saling tuntut-menutut. Pasalnya, Rd abang YH (korban pencabulan) pun harus mendekam dalam tahan Polsek Simpang Hilir atas kasus pemukulannya terhadap Fd. Fd yang tetap tidak terima pemukalan atas dirinya, bersikeras agar Rd abang korban ditahan sama seperti dirinya.

Atas inisiatif dan kesepakatan keluarga kedua belah pihak, penyelasaian masalah tersebut dilakukan dikediaman Kades Padu Banjar (20/12/2013). “Pada prinsifnya kami siap saja memfasilitasi permintaan dua belah pihak untuk berembug damai di tempat kami. Tentu sudah menjadi kewajiban kami melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kami. Apa lagi Fd merupakan warga desa kami. Namun sebelum itu, saya telah berkordinasi dengan pak Yusman, Kades Pulau Kumbang, sebab YH adalah warga desanya,” ungkap Sunardi pada WK.

Mengenai isi kesepakatan tersebut Sunardi menuturkankan. Isinya antara lain yaitu: a) bahwa keluarga YH mencabut tuntutan pencabulan atas YH; b) bahwa keluarga Fd mencabut tuntutan pemukulan Rd terhadap Fd; c) bahwa Fd dan keluarganya siap bertanggung jawab terhadap YH, yaitu siap membiayai kebutuhan hidup YH hingga YH mencapai usia dewasa (17 tahun), tanpa harus menikahinya, kecuali ditemukan hal lain yang mengharuskan Fd menikahi YH.

pencabulan simpang hilir

Masih menurut Sunardi. Kesepakatan damai ini pun terjadi sebab antara pelaku dan korban masih ada ikatan keluarga. Ini terungkap dari hasil begalur (bersisilah) yang dilalukan keluarga kedua pihak, bahwa kedua belah pihak masih ada ikatan keluarga.

Untuk menelusuri kebenaran kabar pencabutan gugatan pencabulan tersebut, WK mencoba menemui Kanit Reserse Polsek Simpang Hilir (27/12). Namun sayang, kami bertolak belakang (berselisih waktu) beliau. Keterangan anggota yang piket bahwa Kanit sedang dalam perjalanan menuju Polres Ketapang.

Kemudian konfirmasi ke Kanit kami lakukan via hand phone. Alhasil, pencabutan gugatan pencabulan dan pemukulan tersebut dibenarkan Beni, Kepala Unit (Kanit) Reserse Polsek Simpang Hilir. Kanit mengatakan bahwa saat ini beliau sedang mengantarkan berkas perrnyataan damai dari kedua pihak ke Polres Ketapang. Sebab perkara pencabulan kemaren sudah dilimpahkan ke Polres Ketapang.

Lebih lanjut Kanit mengakatan, bahwa kesepakatan damai ini merupakan keinginan kedua belah pihak, tak ada paksaan dari pihak manapun. Kami (Kepolisian) dalam hal ini hanya menindaklanjuti keinginan kedua belah pihak untuk berdamai. Menurut prosedur hukum, sah-sah saja jika kedua pihak ingin berdamai dengan cara kekeluargaan, dengan catatan kesepakatan dalam pernyataan tertulisan, yang ditandatandagani kedua pihak, ungkap Kanit.

Dengan kesepakatan damai ini dapat dipastikan, Fd dan Rd akan segera terbebas dari jeratan hukum yang menimpa mereka masing-masing. Kebebasan mereka ini menjadi harapan keluarga besar kedua belah pihak, sehingga silturrahim dan hubungan kekerabatan diantara keluarga besar mereka lebih intens dan terus terjalin dengan hormani. Demikian harapan keluarga besar mereka, sebagaimana penyampaian keluarga Fd dan YH kepada saya, papar Sunardi● (Has)

PSK & BIBIT PSK : Jangan salahkan mereka, karena mereka adalah korban…!


PSK & BIBIT PSK :Jangan salahkan mereka, karena mereka adalah korban…!

(Goresan Kisah Nyata 7 Tahun Silam, Dari Pojok café Remang Remang di Rangge Sentap)

tampak-belakang (1)

“ Dari pade aku di pakai tapi ndak di bayar, bagos gak tentu sekali aku gini bang”.  Dengan logat melayu kental Sambil menatap lepas seolah tanpa beban ke arah saya dan menyapu sekeliling café di kompleks Rangge sentap ketapang 7 Tahun Silam. “ Cocor di makan Dolah Hancor hancorlah ”. sekali lagi itulah celetukan dari seorang gadis cantik yang saat itu ia masih bersekolah di SMPN * Ketapang. Malam itu adalah malam kesekian kali perjumpaan saya dengan wanita istimewa yang dari satu sisi ia menjalani Tugas belajarnya sebagai anak bangsa, namun di sisi yang lain ia menjalani profesi Gelap yang terkadang banyak orang mencemooh tanpa mau tau sebab musabab dan kenapa ia harus begitu. Saya memang kebetulan hobi mempelajari dan mencari tau sisi lain dari kehidupan yang ada, termasuk salah satunya kehidupan Remaja masa kini.

Baik kembali lagi pada kisah dramatis dari seorang gadis di atas. Ia adalah objek riset kecil kecilan saya yang kesekian kali namun bagi saya cukup menarik karena memiliki kisah yang unik dan lebih kompleks dari pada yang lain, dan hal tersebut betul betul nyata, Baik dari Kisahnya, Tokohnya, juga Penderitaanya yang juga sangat NYATA, Namun ia selalu bisa membalutnya dengan senyuman dan sapaan yang lembut. Kenyataan ini cukup membuat hati saya pilu, sedih dan rasanya sangat menyayangkan dan banyak lagi rasa yang tak bisa saya tulis saat ini, walaupun sudah 7 tahun berlalu namun kisahnya cukup membekas. Terlebih lebih ketika saya cross cek dari mulai pihak keluarga hingga teman temannya bahkan mantan pacar semuanya Matching akan kisahnya yang sebenarnya penuh dengan penderitaan Bathin.

Baik akan sedikit saya ceritakan kisahnya di sini guna untuk mengambil hikmah bagi kita semua, khususnya para kawula muda/i masa kini. Sebut saja nama gadis Cantik berambut lurus bermata agak sipit tersebut bernama Evi ( Namanya saya samarkan untuk menjaga Privasinya), ia memang berasal dari keluarga yang tidak mampu (miskin), Ibunya bekerja sebagai pembantu di Rumah Makan, Sedangkan Ayahnya seorang pengangguran karena PHK dari perusahaan ternama di ketapang yang bangkrut. Penghasilan dari sang ibu hanya cukup untuk makan, sehingga ayahnya memutuskan untuk pergi merantau ke negeri seberang hingga bertahun tahun tak kembali, bahkan hingga Evi terjerumus pada pergaulan yang tak terkendali. Semenjak kepergian ayahnya Evi pelan pelan mulai berubah, saat itu ia baru menginjak kelas 1 SMP. Mula mula ia sering pulang telat waktu terkadang pulang sore bahkan pulang Malam hari. Rupa rupanya saat itu ia sudah mulai berpacaran dengan kaka kelasnya, dimana ketika pulang sekolah ia dan pacarnya berjalan kesana kemari. Singkat cerita ia menuturkan bahwa dengan pacarnya tersebut pertama kali ia berhubungan intim dan melepaskan ke suciannya.

Celakanya hubungan yang ia jalani dengan pacarnya tersebut hanya berlangsung 3 Bulan. Entah bagaimana suasana perasaan evi pada saat itu, saya tak bisa menggambarkan, dimana ada usia yang snagat dini ia telah melepaskan kesuciannya pada lelaki yang seharusnya menjadi pelindung dan kelak bisa bertanggung jawab, namun malah meninggalkannya begtu saja hanya dengan kata “putus”, sementara mahkota Cintanya telah ia rampas, Tapi ya itulah konsekwensi Cinta Monyet atau pacaran usia dini, sebab pada masa usia sedini itu naluri kedewasaan masih belum terbentuk, fikirannya masih pendek, naluri yang dominan hanya Naluri NAFSU SEKSUAL belaka. Setelah kejadian tersebut EVI merasa semuanya sudah terjadi dan semuanya sudah terlanjur, kini timbul permasalahn baru dalam dirinya, ia sudah terlanjur mengenal Seks, di tambah lagi pembinaan dan pengawasan yang kurang, sehingga ia tidak memiliki Rem, arah maupun tujuan, Sekolahnya mulai ogah ogahan, konsentrasi belajar menurun, Psikisnya labil, sehingga ia akhirnya kembali terjebak dengan pacaran, dan tak ayal lagi ia melakukan kembali hubungan Intim, kemduian Putus lagi pacaran, lalu nyambung lagi dan melakukan lagi, entah hingga berapa kali ia gonta ganti pacar. Pacarnya bukan hanya anak SMP namun juga ada yang SMA bahkan ada juga yang oknum keamanan. Yang membuat saya miris adalah ia pernah melakukan aborsi karena tidak memakai Pil KB.

Satu tahun lebih berlalu, kini ia menginjak kelas 3 SMP. Akhirnya pada suatu saat Evi di ajak membantu bekerja dengan temannya  yang memang sebelumnya sudah bekerja di salah satu café di rangge sentap, pada mulanya evi hanya membantu melayani tamu dengan memberi suguhan Bir/sejenisnya  lalu kembali ke ke kasir. Namun kemudian ia jadi terfikir untuk melayani sambil menemani tamu duduk duduk dan ngobrol esana kemari. Dari sinilah kembali Ia berfikir untuk mengkomersilkan dirinya, Toh Evi memang Cantik, ia ibarat magnet yang mampu menyedot serpihan besi dari berbagai penjuru, Nyatanya banyak tamu yang ingin pelayanannya. Di Depan mata saya sendiri para tamu yang tidak dapat terlayani oleh evi terlihat semburat kekecewaan, maka tak jarang demi keadilan evi mendatangi para tamu dari satu meja ke meja yang lain secara bergantian dengan temannya yang lain. Saat itu Saya hanya bisa melihat, sambil mencoba menyelami apa yang saat itu di rasakan oleh Evi dan para tamu café.

Untuk dapat berkmunikasi dengan evi tidaklah sulit, karena ia adalah tipe orang yang terbuka dan ramah, saya hanya butuh waktu 3 kali bertemu sudah akrab dengannya bahkan pertemuan ke empat kalianya saya sudah dapat bertemu langsung dengan orang tuanya, pada hari hari berikutnya saya coba gali dan pelajari apa yang sebenarnya terjadi dengan Evi dari sang ibundanya. Berjam jam saya bicara dengan ibunya, awalnya bicara biasa biasa namun lama kelamaan sang ibunya terbuka dan menceritakan keluh kesahnya mengenai Evi yang rupanya adalah anak semata wayangnya, masih terbayang jelas di benak saya bagaimana raut wajah ibu evi manakala menceritakan prihal anaknya, bahkan tanpa di sadari air matanya menetes, dan saya pun turut sedih namun tak dapat berkata apa apa. Di akhir cerita ia berpesan dengan saya agar dapat menjadi penuntun dan pelindung, (di maknai tersirat saya di minta menjadi suaminya), saya terkejut dengan pernyataan ibu Evi bukannya ia tidak tau jika saya sudah beristri saat itu, mungkin saking buntunya perasaan sang ibu sehingga ia mengatakan demikian. Namun saya sudah terlanjur berjanji di dalam hati bahwa Evi yang saya lihat adalah adik saya, saya tidak bisa mencintainya, lagian saya juga sudah punya isteri dan sampai saat ini saya juga belum punya niat mau Beristri dua. Kemudian dengan pelan saya menjelaskan dan menyatakan kepada ibu evi bahwa saya tetqap akan membina dan mengawasi selayaknya kaka sendiri meskipun waktu saya tidak bisa penuh memberi perhatian padanya, namun saya tetap nyatakan dengan tersirat juga bahwa saya juga tidak bisa berpoligami.

Seiring dengan berjalannya waktu, pelan namun pasti saya selalu melakukan pendekatan persuasif guna memberikan pemahaman dengan Evi yg sudah saya anggap bagian dari keluarga saya mengenai masa depan dan tetek bengek yang lain, apalgi saat itu ia sudah lulus SMP namun tak melanjutkan ke SMA karena biaya, sudah tidak ada solusi lain lagi menurt saya kecuali ia menikah, pelan pelan saya memberikan pemahaman tersebut kepadanya dan alhamdulialh ia mau menikah asalkan dengan Pria yang bertanggung jawab, tidak peduli apapun rupa dan statusnya, saya sangat senang dengan pernyataan evi tersebut meskipun di sisi lain ia masih bekerja di café, itu adalah hak dia untuk mencari hidup meskipun menurut orang itu tidak baik, toh saya, atau anda  juga tidak bisa memberinya sesuatu untuk menggantikan pekerjaanya tersebt, mungkin sebagain kita hanya menutup mata dan menyalahkan para PSK tanpa melihat asal muasal bibitnya itu dari mana dan dari siapa.

Sampai di sini kisah ini terputus karena saya putus kontak lantaran saya saat itu sempat pindah ke Teluk Melano, dan kebetulan Evi juga sering gonta ganti nomor HP. Namun dua  tahun kemudian di tengah malam HP saya berdering ada pesan singkat masuk dari nomor baru yang berbunyi kurang lebih begini “ Bang aku Evi alhamdulilah berkat bimbingan dan perhatian abang dolok, aku sekarang udah dapat jodoh lelaki yang insyaallah bise ku andalkan, kalau dapat abang datang ye, Pas Malam Minggu Depan akad nikahnye”. Demikianlah kurang lebih bunyi sms singkat Evi, betapa bahagianya saya malam itu, walaupun tidak sampai finish saya mendampingi evi hingga ia menemukan jalannya namun merupakan suatu kebanggaan ia sudah akan membuka lembaran baru yang putih dan meninggalkan lembaran lama yang kelam. Singkat cerita saya datang dalam acara akad nikah evi yang sangat sederhana namun cukup khidmat. Tanpa sadar air mata saya menetes saat ijab Qobul di langsungkan, begitu pula Evi dan Ibunya, Akad nikah malam itu terasa sangat sakral dan membekas di benak saya. Ternyata suami evi adalah seorang duda, meski usianya terpaut cukup jauh, namun dari sorot mata dan gerak geriknya ia adalah orang yang bisa membawa dan membina evi ke arah masa depan bahtera rumah tangga yang baik bersamanya.  Amieen

Selanjutnya ia hidup normal sebagai pasangan suami istri sebagaimana orang lain, suaminya bekerja sebagai penjual keliling sedangkan ia dirumah sebagai ibu rumah tangga. Raut kebahagiaan walau dalam kesederhanaan terpancar dari wajahnya. saat ini mungkin anaknya sudah besar karena terakhir saya berjumpa dengan evi pada Tahun 2009, setelah itu tidak lagi hingga sekarang. Ini adalah kisah nyata yang di alami oleh seorang Gadis yang malang namun alhamdulilah dapat bangkit dari keterpurukan. saat itu juga masih banya evi evi lain yang belum menemukan jalan hidupnya yang masih terjebak dalam lembah hitam, dan saya yakin saat ini juga ada evi evi yang lain pada saat ini yang juga masih tenggelam dalam arus kenikmatan sesaat. Namun yang perlu kita ingat sekali lagi JANGANLAH KITA SALAHKAN MEREKA, KARENA SESUNGGUHNYA MEREKA ADALAH KORBAN exploitasi nafsu birahi yang tidak terkontrol dari para Lelaki yang tidak bertanggung jawab.

Demikianlah salah satu kisah dari hasil penyeleman saya 7 Tahun lalu, mari kita ambil hikmah dari kisah tersebut. Mulai saat ini mari kita letakkan hak hak wanita sesuai dengan porsinya sebagai mahluk yang harus kita lindungi dan kita sayangi, jangan exploitasi mereka dengan cara apapun, jangan sakiti mereka, jangan tindas mereka apaun alasannya, mari hargai wanita dengan menjaga dan melindungi kesucian mereka, kecuali jika kita memang telah di perbolehkan dengan ikatan tanggung jawab.

( MH. 21 /09/2013).

%d blogger menyukai ini: