Arsip Blog

Ini Komentar Warga, Tentang Jalan Teluk Batang-Kamboja Pulau Maya

Empat Kepala Desa di Kecamatan Pulau Maya Sesalkan Hasil Rekapitulasi Alokasi Anggaran Tahun 2018

Pembangunan Ruas Jalan diabaikan,Turaidi Ancam tak Laksanakan Musrembang.

Para Penaxi Di Ujung Dermaga

Kesetiaan Dua Sejoli Dari Tanjung Satai

Setengah Abad Menanti Infrastruktur Bagus  

Rumuskan Multimedia Tekhnologi Mandiri Bersama SMAN 1 Simpang Hilir

Robo-robo Ala KKU


foto mandi safar, robo-robo hasanan kku rantau panjang melano kayong utara kalbar

Robo-robo, merupakan  tradisi umat Muslim, khususnya etnis Melayu yang ada di Kalimantan Barat. Tradisi tersebut dilaksanakan pada Rabu akhir di bulan Safar. Seperti halnya hari ini, Rabu 22 Safar 1435 Hijriah, bertempatan dengan 25 Desember 2013, pukul 08.00, lebih dari 200 orang warga Muslim Rantau Panjang dan desa sekitar, melaksanakan Robo-robok di pinggir Sungai Rantau Panjang – Kec. Simpang Hilir, tepatnya di bawah jembatan Rantau Panjang.

Berbeda dengan Mempawah Kabupaten Pontianak yang terkenal seantero negara/mancanegara, Robo-robo di Rantau Panjang KKU dilakukan dengan prosesi sederhana. Warga cukup membawa ketupat, lauk-pauk dan air mineral. Acara tersebut dipimpin oleh Ustadz/Imam. Setelah menyantap ketupat atau mandi di sungai bagi yang ingin mandi, maka acara dianggap selesai.

Robo-robo ini popular di Desa Rantau Panjang khusus sejak tahun 2000-an. Bahkan ini kali pertamanya di KKU. Ustadz H. Hasan Alhaddad, pencetus pertamanya. Hingga kini, tradisi tersebut bertahan. Sebelumnya, Robo-robok di Kayong Utara umumnya lebih dikenal dengan sebutan, “Mandi Safar.” Sebab pada setiap Rabu akhir di Bulan Safar, tradisi Muslim Kayong yaitu Mandi Safar.

Uniknya, Mandi Safar ini dilakukan dengan menggunkan daun Andung-andung sebagai medianya, tulis kalimah/doa berbahasa Arab yang direndam ke dalam air, baik dalam wadah di rumah, langsung ke parit atau sungai. Tujuannya tak lain, memohon keselamatan kepada Allah SWT.

Setelah acara Robo-robo selesai, warga melaksanakan tradisi Mandi Safar di rumah masing-masing, baik menggunakan media daun andung-andung, atau air doa selamat yang telah mendapat berkat dari Ustadz/Imam saat Robo-robo tersebut. Tradisi Mandi Safar pun hingga hari ini tetap dipertahankan, dan saban tahun tetap dilaksanakan warga setempat.

Robo-robo kali ini dilaksanakan lebih awal dari Rabu akhir sesungguhnya. Pasalanya Rabu akhir bulan Safar tahu  ini jatuh pada tanggal 1 Januari 2014. Pertimbangan penyelenggara, hari tersebut dimungkinkan banyak warga yang libur atau berpergian keluar daerah.

Alasan lain, karena Rabu ke- 4 bulan Safar 1435 Hijriah tahun ini, bertempatan dengan (25/12/2013). Berdasarkan rembug kami dengan pemuka agama yang ada, saat ini merupakan hari yang ideal untuk dilaksanakan, sebab Rabu bulan Safar tahun ini terhitung 5 kali, jadi kita ambil Rabu keempatnya, papar Busri, selaku penyelenggara kegiatan.

Acara yang dipimpin Ustadz H. Sy. Hasan Alhaddad tersebut berlangsung hikmat. Warga kelitan khusu’ mengaminkan doa yang dipanjatkan ustadz. Keakraban dan kebersamaan itu terlihat. saat warga membuka ransum makanan masing-masing, untuk disantap bersama-sama di lapangan terbuka, di pinggir sungai Rantau Panjang. (Has)

Screening Film Untuk Penggalangan Dana


Louching WK dan Film Ujang Tompoy

Rasa simpatik kita akan muncul ketika melihat Salman Alfarizi (1,4). Balita yang tinggal di Jalan Gusti Roem, RT 003 Desa Teluk Melano – Simpang Hilir ini menderita penyakit Hydrosifalus ± 1 tahun yang lalu. Ketiadaan orang tuanya membuat proses pengobatan Salman, panggilannya, dihentikan.

Benar, Pemda Kayong Utara atau Pemerintah Pusat telah menjamin kesehatn gratis untuk warganya. Namun ada batasannya. Ada jenis obat yang tidak ditanggung Asuransi/Pemerintah. Belum lagi biaya hidup pendamping pasien selama di rumah sakit. Sementara proses pengobatan memerlukan waktu yang relatif lama.

Atas rasa kemanusiaan, Senin malam (23/12/2013), Simpang Mandiri Production (SMP), Sanggar Simpang Bertuah (SSB) dan Warta Kayong (WK), melaksanakan Screening Film Ujang Tompoy Naik Uto dan Lounching Majalah Warta Kayong, dalam rangka menggalang dana buat Salman.

Alhasil, kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor ESDM KKU, Perwakilan Bank Kalbar Sukadana, tokoh masyarakat dan pelajar se- Simpang Hilir tersebut terkumpul dana Rp. 1.183.500,-. Kemudian saat itu juga hasil penggalangan dana diserahkan ke Margono, Kades Teluk Melano, untuk disampaikan kepada keluarga Salman.

Dalam sambutannya, Margono sempat meneteskan air mata dan tidak banyak bicara. Dengan terbata dia mengatakan, “Saya benar-benar terharu. Terima kasih kepada teman-teman SMP, SSB dan lainnya, serta kepada bapak/ibu yang telah ikhlas berbagi dan membantu meringankan beban warga kami.”

Jumlah tersebut tentu masih jauh dari cukup. Rencnanya dalam minggu ini, kami dari ormas seperti SMP, SBB, SSM, WK, YPS, Pemerintah Desa Teluk Melano dan elemen masyarakat lainnya sepakat akan turun ke jalan, menggalang dana untuk Salman, tutur Raden Jamhari, Ketua SSB Simpang Hilir.

Keterangan orang tua Salman, Leni Apriani, saat kami temui mengatakan, bahwa gejala penyakit anaknya tampak saat Salman berusia 3 bulanan. Awalnya kami menduga pembengkakan di kepalanya hanya gejala biasa saja, sebab demam. Karena sekian bulan bengkak tersebut tidak kempes, bahkan semakin membesar,  Salman kami priksa ke dokter Puskesmas Melano.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata anak kami mengidap penyakit Hydrosifalus, dan harus segera di bawa ke RS Agoes Djam Ketapang atau RS Sudarso Pontianak, cerita Leni.

Sebagai orang tua, lanjut Leni, kami telah melakukan kewajiban kami membawa Salman berobat, baik secara medis maupun alternatif. Salaman pernah dua kali kami bawa RS Sudarso, tapi hingga kini belum ada perubahannya. Tambah lagi kami tak mampu bertahan lama di RS, sebab kami tak punya biaya untuk beli obat dan biaya makan minum kami selama di RS. Jadi kami hanya bisa pasrah saja.

Jika terus dibiarkan, penyakit Salman akan semakin tidak bisa tertolong. Kerena itu kita mengajak partisipasi masyarakat dalam meringankan beban orang tua Salman, menolong kesembuhan penyakit yang di deritanya, sehingga insya Allah, Salman Alfarizi Bin Ruslan bisa kembali tersenyum layaknya balita lain, imbau Miftahul Huda.

Kami berterima kasih sekali dengan bang Uda (Miftahul Huda), pak Kades Melano dan masyarakat lainnya. Mereka telah banyak membantu kami. Karena mereka juga kami bisa berangkat ke Pontianak tempo hari, ungkap Leni dengan mata berkaca. (Has)

5 TIPS MEMAKNAI TAHUN BARU


tahun baru hasanan kku kalbar hotOleh: Hasanan

Tinggal menghitung hari. Sebentar lagi, hiruk-pikuk Masehi akan terdengar memantak telinga. Orang-orang menyebutnya dengan sebutan, “Tahun Baru.” Yah. Tahun Baru Masehi 2014. Tradisi baru bangsa ini, yang saban tahun dirayakan dengan berbagai bentuk, mulai dari hal-hal yang bermanfaat hingga pada hal-hal yang terkesan mubazir atau sebangsanya.

Tidak dipungkiri, setiap orang selalu berharap bahwa momen tahun baru dengan bejuta harapan baru, walaupun harapan itu harus pupus. Sebab tidak ada perbaikan demi perbaikan diri yang ia lakukan untuk mengisi tahun tersebut, kerana ia masih mengunakan cara-cara lama yang tidak relevan untuk mengisi harapan barunya.

Tidak masalah sih sob. Sah-sah saja kita memperingati tahun baru. Namun jangan jadikan bahwa ini sebagai ritual penting yang wajib kita laksanakan, sehingga harus menguras energi besar yang semestinya tidak penting kita lakukan. Apa lagi harus menjadikan ini sebagai momen untuk berpesta-pora dengan sesuatu yang dapat menjerat kita pada lembah kehinaan.

Nah sob, agar kita terhindar dari hal-hal di atas, saya ingin berbagi sedikit tips dalam menyikapi Tahun Baru Masehi agar lebih bermakna. Semoga bermanfaat ya sob, utamanya buat penulis sendiri.

1)         MENDESAIN ULANG HIDUP

Jika sobat ingin memaknai tahun baru sebagai momen terpenting dalam hidup sob, akan lebih bijak jika sob membuat rencana/agenda positif dan bermanfaat buat orang-orang disekeliling sob. Misalnya dengan kegiatan bakti sosial, menyantuni anak yatim, fakir miskin dan/atau melaksanakan kegiatan positif lainnya.

Bersedekah hasanan kku kalbar berkah1Jika hal tersebut mampu kita lakukan, maka sungguh kita telah mengukir sejarah emas dalam hidup kita, sejarah yang pantas dikenang oleh siapapun. Tak perlu gaung besar, mulailah dari hal-hal kecil.

Benar, melakukan hal-hal tersebut tidak mesti menunggu saat tahun baru saja. Tapi akan kelihatan menarik saat orang lain larut  dalam hura-hura tahun baru, kita malah melakukan tindakan mulia/positif. Hehe. . . .

Andai saja uang untuk beli kembang api sob sumbangkan ke masjid, anak yatim, fakir miskin atau lembaga-lembaga sosial lainnya, waw!! Tentu akan lebih besar manfaatnya tu sob. Bernilai pahala lagi, kan sob? Atau kita kasikan saja ke ortu kita untuk beli beras misalnya, wah, dapat di makan sekeluarga tu sob.

Jadilah orang pertama yang mampu merubah paradigma berpikir positif bagi anak muda, bahwa tahun baru bukanlah momen untuk hura-hura. Namun itu merupakan isyarat bahwa kita perlu merenung, mengevaluasi, mendesain ulang hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya., oke!

2)         BERSIKAP WAJAR

So guys. Jika kita tak mampu merencanakan dan melakanakan kegiatan positif di atas, mendoakan mereka pun alternatif juga tu sob. Dengan doa yang ikhlas, inssya Allah, Allah akan mengijabah niat baik kita untuk kemudahan saudara-saudara kita yang sedang kesulitan dalam ekonominya.

sedekah dengan doa hasanan kku kalbarAndai kata kita tetap nekat untuk ikut memeriahkan tahun baru sebagaimana yang dilakukan orang-orang di luar sana, jangan memaksakan diri jika tidak mampu. Misalnya ni sob, ada diantara teman kita yang berncana tahun baru kali ini ingin dirayakan di Pontianak, sementara kita tak punya uang. Namun kerena bujukan teman atau pacar, akhirnya kita harus pinjam sana pinjam sini, atau memaksa ortu agar mau memberi uang saku, bahkan harus nekat menipu atau mencuri karena tak dapat pinjaman atau jatah dari ortu. Na’uzubillah, sob.

Tips untuk mengatasi bujukan teman yang tidak mendidik tersebut, misalnya, katakan bahwa kita acara keluarga, ada kegiatan bakti/amal atau buat alasan logis lainnya agar teman yakin. Jika perlu kasi masukan/pandangan positif pada teman kita, agar dia tidak terjebak jauh dengan hiruk-pikuk tahun baru yang kebanyakan kita salah dalam memaknainya.

Yang terpenting bukanlah tempatnya, tapi bagaimana cara menyikapi dan memaknainya, momen apapun itu. Sebab, “Kita tidak akan bisa merubah prilaku kita menjadi baru (positif) jika kita bersikeras mempertahankan cara-cara lama.” Tahun baru seharusnya semangat baru. Tak hanya semangat, tapi harus menemukan cara-cara baru dalam memperbaiki diri.

3)         BERGAUL DILINGKUNGAN POSITIF

Nah ini yang paling penting sob. Jangan sampai kita terjebak dalam pergaulan bebas. Boleh saja merayakan tahun baru, tapi bukan berarti itu akan seru jika ditemani narkoba, miras dan seks bebas. Kemudian kebut-kebutan di jalan raya, joget (maaf) telanjang atau melakukan kegiatan yang menganggu kenyamanan, keamanan dan kepentingan umum.

Tahun baru, semangat baru. Seharusnya ada sikap baru yang merubah pola pikir/cara pandang kita. Semangat baru pun tidak cukup tanpa niat dan tindakan nyata untuk mewujudkan harapan baru tersebut. Yang terpenting itu tindakannya. Tanpa tindakan nyata, harapan baru hanyalah mimpi.

eJika niat sudah tertanam di hati, tidak ada yang sulit untuk merubahnya, walaupun tantangan yang kita hadapi itu berat. Namun dengan niat yang kuat serta ihklas, insya Allah, kita akan mampu melawannya.

Banyak cara untuk menghindari pergaulan bebas, misalnya: 1) Ikrarkan dalam hati bahwa kita tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti tahun lalu, yang membuat hidup kita terpuruk; 2) Katakan dalam hati kita bahwa narkoba, miras, ngelem, seks bebas dan sebangsanya adalah sampah masyarakat, sedangkan aku manusia sempurna yang memiliki martabat; 3) Memilih lingkungan pergaulan yang baik dan sehat; 4) Jiga sob tidak mampu melawan godaan, hidari kencan berduaan dengan pasangan yang bukan mahram, kecuali ada teman lain sisi kita; dan lain-lain.

4)         MENEBAR MANFAAT BUAT SAHABAT

Apabila kita mendengar, melihat dan mengetahui ada teman yang sedang dan akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain, baik secara fisik maupun mental/psikis, maka jadilah orang pertama yang mengingatkannya.

Namun perlu diingat, dalam memberi nasehat harus melihat sikon pula. Jangan sampai niat baik sob berbuah murka, sebab saat sob memberi nasehat kondisi teman sedang tidak stabil. Bisa di tonjok teman juga sob.

Nah perlu diingat juga sob, “Sahabat yang baik itu laksana sebuah cermin, tempat diri melihat dari perbuatan (baik/buruk), tempat mencurahkan segala rasa (pahit/manis).” Sob tahu kan apa itu kaca/cermin? Jika sob ingin melihat apakah wajah sob tetap cantik/ganteng, tentu sob perlu cermin bukan?

bercermin hasanan kku kalbar dahsyatLalu bagaimana jika kita ingin melihat perbuatan kita itu baik/buruk? Tentu perlu teman. Temanlah cermin hidup kita, tempat kita melihat kebaikan dan keburukan yang ada pada diri kita. Kerena teman yang baik/sejati ialah mereka yang mampu menunjukan kesalahan kita, dengan maksud untuk mengingatkan/memperbaikinya.

5)         BERSYUKUR

Bersyukulah bahwa Tuhan masih mengasihi kita, menambah usia kita hingga dapat berjumpa dengan tahun baru. Nikmat panjang umur, nikmat yang perlu disyukuri. Apakah sisa umur kita digunkan buat kebajikan atau kemaksiatan, tentu terserah kita saja. Namun kelak semua itu harus pertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Bertemu tahun baru adalah garansi umur yang diberikan Tuhan buat hambaNya. Banyak diantara teman, keluarga, sahabat, tetangga dan sanak-famili kita yang tak sempat bertemu tahun baru. Bahkan ada diantara mereka harus meregang nyawa akibat kebut-kebutan, mabuk-mabukan di tahun sebelumnya.

Berpesta-pora dengan sesuatu yang berlebihan itu bukanlah bentuk syukur, bisa saja itu simbol keangkuhan dan kemubaziran. Namun jika kita bersedekah, berinfaq, berzakat, beramal, berdoa dan peduli terhadap penderitaan sesama, inilah bentuk syukur yang sesungguhnya.

bersedekah hasanan kku kalbar rayaBersyukur pun merupakan terapi untuk hidup sehat, obat hati. Selain ditambah nikmatnya dan bernilai ibadah, juga membuat hidup menjadi lebih tentram. Kerena hati dan pikiran dapat menjadi sumber penyakit manusia. Dengan hati yang tentram pikiran pun jadi tenang. Dengan pikiran tenang orang akan enjoy menjalani hidupnya. Sehingga ia merasa bahwa beban seberat apapun yang ia hadapi adalah masalah yang harus ia tuntaskan. Inlah wujud dari syukur nimat.

“Kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput? Yang kita tahu kita masih setia ditemani usia. Kita tak perlu bertanya berarapa lama kita hidup? Yang perlu kita jawab ialah bagaimana kita hidup. Apakah untuk hari ini, hari esok atau untuk hari yang akan datang?”

%d blogger menyukai ini: