Arsip Blog

Serial Bedah Film Pelapis Seribu Pulau Berjuta Harapan

Lulus UN, Haruskah Kita Pestakan?

Ironi Masyarakat Pedalaman

Ketika Demokrasi Ternodai

Disiplin dan Ketegasan sang Pemimpin


perdana menteri china, warta kayong kalbar

“Beri saya 100 Peti Mati, 99 akan saya gunakan untuk mengubur para Koruptor, dan 1 peti untuk saya, kalau saya melakukan tindakan korupsi,” pernyataan Zhu Rongji, Perdana Menteri China.

Itulah ucapan Zhu Rongji, Perdana Mentri China yang melegenda dalam membrantas korupsi di negerinya. Koruptor di China dieksekusi hukuman mati di depan publik, meski mereka menerima suap atau mengkorupsi beberapa milyaran rupiah nilai mata uang Indonesia.

Banyak yang menentang hukuman mati tersebut, tapi Zhu tetap konsisten dengan peraturan yang telah ditetapkan. Dan terbukti, hukuman mati tersebut efektif dan menjadi momok buat mereka yang mau korupsi. Contohnya, enam koruptor China yang ditembak mati :
1. Wakil Walikota Hangzhou, Xu Maiyong (52th)
2. Wali Kota Suzhou, Jiang Renjie (62 th)
3. Pejabat Bank, Xiao Hongbo (37 th)
4. Menteri Kereta Api China, Liu Zhijun (60 th)
5. Pejabat Provinsi Jiangxi, Hu Chang-qing Hu
6. Pejabat Partai Komunis, Cheng Kejie Wakil ketua Kongres Rakyat Nasional.

Ekonomi China maju, karena mereka berani dan tegas melawan korupsi. Sejak 2007, sudah 4800 pejabat China yang korupsi menjadi terpidana mati. Cadangan devisa China pun terbesar di dunia. Amerika saja tak mampu mengalahkan cadangan devisa dan pertumbuhan ekonomi China.

Di Indonesia, korupsi ratusan milyar bahkan trilyunan, bukannya dipotong jari atau tangannya, malah di potong masa tahanan! Sebab itu tak aneh, meski sudah tertangkap, kita lihat saja di TV, para Koruptor masih tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya. pertanda girang. Karena, uang yang dikorupsinya tak sebanding dengan masa tahanannya, dan itu dapat ditebus pula.

Kami Masyarakat Anti Korupsi SETUJU, koruptor adalah para pengkhianat bangsa, penjajah bangsa sendiri. Sebab itu, mereka layak di HUKUM MATI. Terutama yang merampas uang rakyat bermilyar-milyaran, bahkan trilyunan. Anda setuju….?

Sumber: Sandy Octora_https://www.facebook.com/shandy.dkill?viewer_id=100001600229122

Masyarakat Simpang Hilir “Bersuara”


Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Ada dua permasalahan yang sangat urgen disampaikan masyarakat Simpang Hilir, dalam Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan Mic Novianto, S.H. (Camat baru), didampingi Idrus (Wabup KKU), yaitu kondisi Ibu Kota Kecamatan yang terkesan semeraut/kumuh dan masalah air bersih.

SIMPANG HILIR – Momentum acara Tatap Muka dan Ramah Tamah, Kamis (16/1/2014), yang diselenggarakan Mic Novianto, S.H. Camat Simpang Hilir defenitif yang baru dilantik, benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluh-kesahnya kepada Pemerintah. Dari setiap perwakilan masyarakat Simpang Hilir, seperti perwakilan Kepala Desa, perwakilan Tokoh Masyarakat dan perwakilan Tokoh Agama, menyuarakan aspirasi mereka kepada Pemerintah.

Abdul Rani, perwakilan Tokoh Masyarakat Simpang Hilir, menyorti beberapa hal berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pemerintahan, terutama pemerintah kecamatan.  Beliau mengulas, “Adanya Pemerintahan, tentu karena adanya masyarakat.” Perlu harmonisasi antara Pemerintah dengan masyarakat, agar roda pemerintahan tidak berjalan timpang, papar Abdul Rani, mantan Camat Teluk Batang, yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Abdul Rani Warta Kayong Kalbar

Dikatakan Abdul Rani, Pemerintah Kecamatan, terutama Camat sebagai pimpinannya, perlu merubah kondisi Ibu Kota Kecamatan yang saat ini terkesan kumuh dan semeraut. Ini tentu pekerjaan rumah (PR) bagi camat baru. bersama Muspika dan unsur masyarakat yang ada, kita harus menata ulang kondisi Kota Kecamatan kita, agar tampil menarik, sehat, aman dan nyaman dipandang mata, ujarnya.

Kemudian, sambung Abdul Rani, Tim PPK Kecamatan pun harus menghidupkan 10 Program Pokok PPK kecamatan, yang saat ini terlihat redup. Salah satunya, menghidupkan kebun PPK. Memotivasi ibu-ibu dan Tim PKK di desa, agar mereka bisa memanfaatkan lahan perkarangan untuk menambah penghasilan keluarga, minimal untuk konsumsi sendiri, sehingga dapat mengurangi biaya dapur dan beban suami, harapannya.

Berbeda dengan Abdul Rani, Eko Siswanto, wakil dari Tokoh Agama Simpang Hilir menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat Simpang Hilir yang belum terpenuhi saat ini, adalah air bersih. Ini merupakan kebutuhan dasar yang paling utama. Selama belasan tahun, rata-rata masyarakat Simpang Hilir mengantungkan air bersih dengan air hujan, atau membeli dengan penjual air yang harganya relatif tinggi. Sebab, mereka mengambil air bersih dari Desa Haparap Mulia Kecamatan Sukadana.

IPA Rantau Panjang Warta Kayong KalbarMengutip Hadist Rasullullah, Ustadz Eko Siswanto menjelaskan, bahwa, sesunggunhya kita manusia di dunia ini adalah imigran, pendatang atau numpang, bukan penduduk asli. Kehidupan kita sesungguhnya adalah akhirat. Sebagai imigran yang baik, tentu kita harus meninggalkan dunia ini dalam keadaan baik-baik juga. Demikian juga dengan penempatan jabatan. Camat sekarang merupakan penganti camat sebelumnya. Sampai waktu, Pak Camat sekarang pun akan digantikan dengan camat yang baru lagi, akan meninggalkan kita semua.

Seandainya camat baru kita saat ini mampu menanggulangi permasalahan air bersih di Simpang Hilir, saya yakin, Pak Camat akan dikenang warga sebagai camat yang baik, camat yang meniggalkan kenangan-kenangan baik buat masyarakatnya, papar Ustadz Eko dengan nada bercanda, disambut tepuk hadirin.

Ustadz Eko Siswanto Warta Kayong KalbarMenyambung kondisi Ibu Kota Kecamatan sebagaimana disampaikan Abdul Rani. Seperti kita ketahui, kondisi Pasar Teluk Melano saat ini kurang sedap dipandang mata. Pasalnya, pusat perekonomian Kecamatan Simpang Hilir tersebut sudah tidak tertata dengan baik lagi. Penjual sayur-mayur, ikan, daging dan berbagai jenis lauk-pauk lainnya, dilakukan di depan pasar induk. Ini tentu menganggu keindahan pasar. Selain itu, limbah sayur-mayur, ikan dan lain-lain dapat mencemari lingkungan pasar, serta membuat bau tak sedap.

Sementara Pasar Daerah yang ada seperti tak berfungsi. Penjual lebih tertarik berjualan di pinggir jalan raya – depan Pasar Induk Teluk Melano. Padahal, pasar daerah letaknya tidak terlalu jauh dari pasar induk, berjarak sekitar 50 meter saja. Padahal, Pemerintah sendiri telah menyediakan Pasar Buah-buah atau kios-kios baru, agar bisa dimanfaatkan pedagang kaki lima yang ada. Namun, sampai sekarang kios-kios tersebut tidak berfungsi, bahkan berubah fungsi menjadi tempat kegiatan lain.

Pasar Teluk Melano Warta Kayong Kalbar

Melihat kondisi tersebut, perlu penertiban terkoorditatif dari Pemerintah Kecamatan. Sehingga penjualan sayur-mayur dan lauk-pauk di depan Pasar Induk, serta pedagang kaki lima yang memadati jalan menuju ke Pasar Daerah, dapat dipundahtempatkan ke kios-kios yang ada. Mengembalikan penjual ikan dan daging berjualan ke tempat sesungguhnya – pasar daerah yang ada, bukan di pinggir jalan raya atau di depan Pasar Induk yang dapat menganggu keyamanan konsumen/pengunjung● (Has)

Pertama; Acara Ramah Tamah Camat dengan Warganya


Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Pertama, di Simpang Hilir khususnya dan KKU umumnya. Camat yang baru dilantik langsung menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan warganya.

SIMPANG HILIR – Bertempat di Gedung Gharaha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Kamis (16/1/2014), Mic Novianto, S.H, Camat Simpang Hilir yang baru dilantik, menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan ramah Tamah dengan masyarakat Simpang Hilir. Ini merupakan kali pertama dilakukan, sepanjang sejarah setiap pergantian camat, khususnya Simpang Hilir.

Acara yang dihadiri Unsur Muspika Kecamatan, Kepala Desa, Ketua BPD, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda se- Kecamatan Simpang Hilir, terbilang meriah. Pasalnya, setiap unsur diberikan kesempatan menyampaikan sambutan, kesan atau pesan kepada Camat. Hadir juga dalam juga dalam acara tersebut Wakil Bupati Kayong Utara, Idrus berserta istri dan anak tercinta.

Dalam sambuatannya, Mic Novianto memulai dengan salam perkenalan, “Tak kenal tak sayang, tak sayang tak cinta.” Petikan kalimat pembuka yang lazim kita dengar. Kemudian, sebagai Camat, dia tidak bisa bekerja sendiri. Butuh kerjsama yang sinergis antara Pemerintah dan semua elemen yang ada di masyarakat.

Sebagai kabupaten baru, tentu masih banyak kelemahan dan kekurangan yang perlu kita benahi bersama. Mari kita bergandengan tangan, bahu-membahu membangun KKU. Sehingga tercipta tujuan yang ingin kita capai bersama, ujarnya. Camat defenitif ini berharap, semoga dengan kehadirannya dapat memberikan nuansa baru, membawa Simpang Hilir semakin maju dan disegani kecamatan lain yang ada di KKU.

Tak ketinggalan. Orang Nomor Dua dijajaran Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Idrus, dalam pengarahanya berpesan, agar camat baru mampu mengembalikan kejayaan Simpang Hilir seperti di era tahun1985 – 1995, semasa masih bergabung dengan Ketapang. Sebab, pada era tersebut, Simpang Hilir sangat disegani kecamatan lain yang ada di Kabupaten Ketapang waktu itu, terutama menyangkut administrasi pemerintahan.

Simpang Hilir memiliki potensi yang luar biasa. Wilayah kecamatannya terluas di KKU. Penduduknya terbanyak, SDM-nya maju, serta sumber daya alamnya berlimpah. Merupakan potensi yang patut kita syukuri, dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan dan kesejahteraan bersama, ujar Wakil Bupati.

Menghadapi tahun politik, mari kita ciptakan suasana yang kondusif, aman dan terkendalai, lajut Wabup. Perbedaan jangan membuat kita terpecah-belah. Justru perbedaanlah yang menyatukan keberagaman bangsa ini, agar kita bisa saling asah, asih dan asuh. Jangan karena beda partai, beda pilihan, harus baku hantam sesama saudara. Tentu ini tindakan yang konyol. Kita semua bersaudara. Sesama saudara, sewajarnya kita saling mengingatkan untuk kebaikan, imbau mantan Camat Teluk Batang ini menutup pengarahannya.

Mic Novianto, S.H, merupakan camat defenitif, mengantikan Pelaksana Teknis (Plt) Camat Simpang Hilir, Yusrin, yang sekarang kembali ke habitatnya di dunia pendidikan, tepatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten. Sedang Sekretaris Camat (Sekcam) sebelumnya dijabat Ravinus Rais, Plt Sekcam, digantikan Sekcam defenitif, Azhari, S.Pd.I● Has

” Kondisi Kerangka Masjid BABUL HASANAH Dalam Keadaan terbengkalai “


KONDISI MASJID BABUL HASANAH DESA RANTAU PANJANG

Oleh : Irwansyah

       

Masjid Bubul Hasanah terletak di Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat, yang berlokasi di RT 6 Dusun Tembok Baru dengan luas bangunan yang ada ± 45 M² dengan luas tanah bangunan 650 M². tahun 2008 panitia telah mendapatkan tanah hibah disekitar masjid dari sdr. Alhusaini seluas ± 300 M². kemudian Jadi luas keseluhan tanah hibah/wakab masjid  ± 950 M².   Dari luas tanah tersebut, panitia akan merubah pembangunan yang ada dengan bangunan yang baru, mengingat bangunan yang ada sudah terlalu tua usianya dan pondasi yang ada sudah banyak yang rapuh, karena bangunan tersebut menggunkan bahan/material dari kayu ulin dan penyangga dari kayu kelas 1 yang telah termakan usia. Kemudian jarak masjid tersebut terlalu dekat dengan badan jalan raya (jalan provinsi), sehingga dari sisi keamanan dan keindahan sangat tidak aman dan menarik.

Letak Masjid Babul Hasanah sangat strategis, karena letaknya persis di pusat akses jalan desa Rantau Panjang yang berdampingan dengan TK Sartika dan TPQ Miftahul Jannah Desa Rantau Panjang. Secara geografis letak masjid tersebut yaitu utara berbatasan dengan TK Sartika/TPQ Miftahul Jannah, selatan dan barat berbatasan dengan tanah  masyarakat setempat dan timur berbatasan dengan jalan propinsi.

Peletakan Batu Pertama oleh Bapak Bupati Kayong Utara

Bapak H. Hildi Hamid

Masjid adalah tempat suci bagi umat Islam dalam melaksanakan hubungan vertikal dengan Sang Khaliq. Selain itu juga merupak simbol Persatuan Umat Islam dalam kehidupan sosial. Selain sebagai tempat sarana dan prasana Ibadah, Masjid juga sebagai tempat untuk melakukan aktivitas lainnya seperti Pengajian, Peringatan hari-hari besar Islam, tempat musyawarah kaum Muslimin serta tempat menempa/membina Mental Spiritual dan bahkan Masjid dapat menjadi pusat/sentral perekonomi masyarakat serta tempat untuk menetapkan kebijakan publik.

Seperti halnya yang kami telusuri di Masjid Babul Hasanah Desa Rantau Panjang ini tentu tidak terlepas dari manfaat dan fungsi tersebut di atas, baik aktivitas Agama Islam maupun aktivitas social lainnya. Namun untuk menjadi sentral perekonomian umat masih jauh dari harapan. Bukan tidak mungkin, tetapi memerlukan proses yang luar biasa panjang, karena Masjid ini masih dalam tahap pembangunan yang memerlukan Dana yang tidak sedikit. Menurut Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah yang kami temui; Yang terpenting bagi yayasan/panitia adalah bagaimana mewujudkan bangunan fisik masjid yang sangat memprihatikan ini, sesuai dengan program pembangunan jangka pendek, menengah dan panjang.

Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.

      

Kondisi Masjid Babul Hasanah Hingga 2013 saat ini

Menurut Panitia Melihat kondisi Masjid Babul Hasanah yang sangat memprihatikan tersebut, maka Yayasan Pendidikan Sartika mengambil bagian dalam Memobilisasi komponen umat Islam yang ada, salah satu upaya yang dilakukan Pihak Yayasan yaitu membangun komunikasi dan koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan mengakomodir Panitia pembangunan Masjid Babul Hasanah ke dalam Yayasan.

Dari hasil komunikasi dan koordinasi yang dilakukan Yayasan Pendidikan Sartika, disepakati bahwa untuk melaksanakan pembangunan dan merawat masjid tersebut, Panitia pembangunan Masjid Babul Hasanah Rantau Panjang bergabung dan bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Sartika Kabupaten Kayong Utara.

Adapun tujuan yang ingin dicapai yayasan/panitia yang terbentuk, secara garis besar  yaitu   :

  1. Terbangunnya fisik Masjid Babul Hasanah yang sesuai dengan item dan bidang perkerjaan yang ditetapkan oleh panitia;
  2. Mewujudkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, baik warga muslim Rantau Panjang maupun masyarakat muslim pada  umumnya;
  3. Memperkokoh ukhuwah Islamiyah dan silaturrahmi dalam kehidupan;
  4. Sebagai motivasi masyarakat dalam beribadah, baik ibadah yang bersifat ritual maupun ibadah sosial;
  5. Menjembatani pembangunan yang mengacu pada aspek aspirasi sosial dan tujuan prioritas yang akan dicapai;
  6. Menjalin pola kemitraan, baik dengan pihak swasta maupun pemerintah, baik di dalam maupun diluar daerah.

Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.

   

Kondisi Masjid Babul Hasanah Hingga 2013 saat ini

Menurut Panitia Pembangunan yang kami temui, Untuk mencapai tujuan tersebut tentuya dibutuhkaan dukungan, sumbang saran, support dana dari semua kalangan Umat Muslim dimuka bumi ini.  Sebelum berita ini kami terbitkan, Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah telah berusaha untuk mencari sumber sumber dana/biaya yang dianggap sangat potensial yaitu: dimulai dari Iuran Rutin Panitia, Swadaya masyarakat, Donatur atau dermawan, Pemerintah dan Perusahaan/proyektor pembangunan, serta Usaha lain yang sah dan tidak mengikat

Dari ke- 6 sumber dana/biaya yang dijelaskan Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah ini, yang paling dominan adalah yang bersumber dari para Donator/Dermawan dan Pemerintah. Sebab Donator/Demawan adalah orang yang bergerak di bidang usaha/wiraswasta yang secara finansial memiliki ekonomi lebih dari masyarakat petani dan nelayan. Sedangkan Pemerintah adalah individu atau penyelenggara pemerintahan yang berkewajiban mengayomi serta menyelenggarakan pembanggunan, baik yang berupa fisik maupun non fisik. Dalam hal ini kafasitas pemerintah adalah fasilitator pembangunan dan pelayan publik. Sebagai penyelenggara pemerintahan, sudah tentu pemerintah memiliki fasilitas dan kemudahan serta anggaran yang tesedia. terutama penyelenggaraan pemerintahan daerah Otonomi dewasa ini.

         Kemudian sumber dana/biaya yang di dapat dari swadaya masyarakat dapat diperkirakan minim sekali, mengigat ekonomi masyarakat rata-rata dibawah garis kemiskinan. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan lapangan pekerjan yang tersedia, kondisi ekonomi yang belum setabil serta rendahnya SDM yang ada. Sedangkan dana yang didapat dari perusahaan sangat relatif, artinya biasa saja mencapai angka diatas setandar dan bisa juga di bawah standar  atau bahkan nol sama sekali dalam arti kata adanya tekanan/kerterbatasan secara finansial oleh perusahaan itu sendiri. Hal ini tentunya tergantung pada keberadaan dan kesediaan perusahaan/peroyek tersebut untuk berpartisipasi dalam pembangunan rumah ibadah ini (Masjid Babul Hasanah).

            Dari hasil penelusuran Media Online Warta Kayong, kami sempat men-scan data anggaran Perencanaan pembangunan & biaya-biaya yang telah dipergunakan dalam pembangunan yang sedang berjalan. Berikut data yang kami peroleh dari Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah yaitu Sdr. ZAMRONI selaku Bendahara Pembangunan:

Klik Gambar untuk melihat lebih jelas.

  

 Data Rencana Anggaran                                      Data Kekurangan Dana Anggaran

          Dari hasil data tersebut Jumlah pendapatan selama 3 tahun hingga 2013 yang hanya berjumlah Rp. 278.664.000,- sehingga kekurangan dana yang sejumlah Rp. 614.346.000,- memang sangat diperlukan support dan dukungan Dana dari semua kalangan, agar semua pembangunan yang telah berjalan tidak terbengkali sehingga bisa lekas diselesaikan minimal pencapaian pembangunan fisik 80%.

         Bagi Pembaca berita ini, Warta Kayong selaku Mediasi Online mengajak Handai Taulan untuk memberikan dukungan/mensupport dana kepada Masjid ini.  Besar harapan Panitia Pembangunan Masjid ini, Jika ada ke-Ikhlasn hati handai taulan semua untuk mejadi Donatur atau ingin Menyumbang Dana guna membantu kesulitan Yayasan/Panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah dalam pencarian Dana, kami Media Warta Kayong telah memperoleh Nomor Rekening Masjid tersebut dari sdr ZAMRONI selaku Bendahara.

Rekening Masjid Babul Hasanah Desa Rantau Panjang:

Bank                     : BRI UNIT TELOK MELANO

Nama                   : BABUL HASANAH RANTAU PANJANG

No. Rekening    :     4812-01-004292-53-5

Alamat                : Desa Rantau Panjang RT:06/RW:II

                Ucapan terima Kasih yang sebesar-besarnya kepada semua kalangan,  jika berikhlas hati untuk mensupport dana bagi Masjid kami dan sedikit mengurangi beban panitia Pembangunan Masjid Babul Hasanah ini pencarian Dana/Biaya pembangunan ini. Tutur  sdr  Zamroni dkk Panitia ketika ditemui di Masjid tersebut. Wassalam

%d blogger menyukai ini: