Arsip Blog

Misteri Sungai Kali Alam Seponti

Zakaria dan Koin Peti Semar

Perlu Penelusuran Lanjut, Keberadaan Kiyai Muntaha Masih Misteri


makam kiyai muntaha, warta kayong kalbar

Embun pagi masih melekat di dedaunan. Pagi itu, Rabu (15/1/2014), WK menyambangi Makam Kiyai Muntaha, makam ulama yang hidup pada masa Kerajaan Simpang. Letak Makam tersebut persis di pertigaan antara Jalan Provinsi dan Jalan Parit Yoda Penjalaan. Sekitar 50 meter arah barat Jalan Provinsi Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir. Warga setempat menyebut tikungan tersebut dengan sebutan selikoh (tikungan) Penjalaan.

Dari cerita mulut ke mulut, serta penuturan para sesepuh Rantau Panjang, bahwa makam yang nisanya di cat berwana kuning tersebut adalah Kiyai Muntaha, kiyai yang hidup pada masa Kerajaan Simpang. Namun dari sekian penuturan tokoh yang dituakan dan dianggap mengetahuinya, tak ada satu pun yang tahu pasti. Pada masa pemerintahan (raja) siapa Kiyai Muntaha hidup. Keterangan yang kami dapat, hanya seputar kisah bahwa Kiyai Muntaha adalah Ulama, hidup pada masa Kerajaan Simpang – penyebar Agama Islam di tanah Simpang dan sekitarnya.

Menurut keterangan beberapa sumber yang dapat dipercaya. Sepanjang sepengetahuan mereka, bahwa nisan Kiyai Muntaha belum pernah ganti, masih utuh. Warga setempat hanya pernah ngecat nisan makam, membuat jembatan menuju makam serta membersihakan makam yang sebelumnya dikelilingi pepohonan dan semak belukar.

Didampingi Hasanan, Ketua BPD Rantau Panjang, WK Tim mencoba kembali menggali keberadaan makam tunggal tersebut, dengan warga sekitar makam. Makam siapa itu? Siapa Kiyai Muntaha? Darimana asalnya? Pada masa raja siapa dan sekitar tahun berapa dia hidup?

Penuturan Ramli (68), warga yang tinggal disekitar makam kiyai, pun tidak mengetahui secara pasti. Yang beliau ketahui makam tersebut benar makam Kiyai Muntaha, seorang ulama. Jawaban yang sama seperti keterangan sumber-sumber sebelumnya.

Masih menurut Ramli, sebagaimana yang diketahuinya. Dia (Kiyai Muntaha, red), memiliki isteri bernama Siti. Isterinya adalah dukun beranak, istilah sekarang bidan kampung. Tapi entah dimana makam isteri kiyai tersebut, dia sendiri pun tidak tahu.

Dikatakan Hasanan. Sejak 2006 yang lalu, dia telah melakukan penelusuran untuk mengetahui detil cerita tentang Kiyai Muntaha. Baik menemui sesepuh yang ada di Rantau Panjang, Teluk Melano, Desa Mata Mata, Sukadana dan kepada orang-orang KKU yang tinggal diluar KKU. Jawabannya tetap sama. Bahkan ada yang tidak mengetahui sama sekali.

Hanya satu, saya belum pernah menelusuri pada keturunan Raja Simpang yang ada, apa mereka memiliki catatan/mengetahui cerita tentang Kiyai Muntaha. Kalau dalam buku sejarah kerajaan di Kalbar yang pernah saya baca, tidak pernah menyebutkan tentang seorang ulama bernama/berjuluk Kiyai Muntaha, “Ungkap Hasanan.”

“Pernah satu kali saya bertanya dengan Raden Jamrudin (48),” lanjut Hasanan. Namun, Raden Jamrudin, yang masih keturunan Raja Simpang ini, pun tidak mengetahui pasti keberadaan Kiyai Muntaha. Sampai sekarang saya masih penasaran. Saya bertekad, akan tetap mencari tahu bagaimana cerita tentang kiyai ini. Semoga suatu saat, saya menemukan orang yang saya maksud, “Harapan Hasanan bersemangat.”

Sayang, makam yang dianggap keramat ini, saat WK kesana kondisinya dipenuhi rumput, tak terawat. Walaupun warga secara swadaya telah membuat jembatan kecil menuju ke makam, namun jalan menuju ke makam tersebut telah tumbuh semak belukar. Kondisi makam benar-benar kurang terawat.

Rencananya tahun ini, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Rantau Panjang, akan dianggarkan sejumlah dana untuk membenahi makam Kiyai Muntaha. Hal tersebut dikemukan Hasanan. Katanya, dia berinisiatif akan membangun rumah makam Kiyai Muntaha, melalui dana APBDes 2014. Tentu ini harus kita bicarakan dengan Kepala Desa serta anggota BPD lainnya. Semoga Kades, anggota BPD dan masyarakat sependapat/setuju dengan rencana ini.

Terlepas dari cerita kiyai ini yang belum menemui kesimpulan akhirnya, kita harus memberikan perhatian khusus atas keberadaan makam tersebut. Apa lagi cerita legendanya beliau seorang ulama yang hidup pada masa Kerajaan Simpang, penyebar Agama Islam. Tentu memiliki nilai historis (sejarah) – menjadi situs sejarah yang harus mendapatkan perhatian kita semua, ajak Hasanan.

Lebih lanjut Hasanan mengemukakan. Sebagai warisan sejarah, kita harus mengabadikannya. Agar generasi berikutnya mengetahui cerita lampau. Cerita seputar Kerajaan Simpang yang pernah ada di nusantara. Jika makam tersebut benar makam Kiyai Muntaha, berarti sebagai anak bangsa kita sangat menghargai sejarah. Menghargai orang yang pantas kita sebut sebagai pahlawan. Sebab, dia telah berjasa kepada kita. Pembantu raja serta penyebar Islam hingga sampai kepada kita hari ini, khususnya bagi umut Islam di Tanah Simpang. (WK Tim)

Menelusuri Makam Keramat Ratu Soraya Di Gunung Lalang

Screening Film Untuk Penggalangan Dana


Louching WK dan Film Ujang Tompoy

Rasa simpatik kita akan muncul ketika melihat Salman Alfarizi (1,4). Balita yang tinggal di Jalan Gusti Roem, RT 003 Desa Teluk Melano – Simpang Hilir ini menderita penyakit Hydrosifalus ± 1 tahun yang lalu. Ketiadaan orang tuanya membuat proses pengobatan Salman, panggilannya, dihentikan.

Benar, Pemda Kayong Utara atau Pemerintah Pusat telah menjamin kesehatn gratis untuk warganya. Namun ada batasannya. Ada jenis obat yang tidak ditanggung Asuransi/Pemerintah. Belum lagi biaya hidup pendamping pasien selama di rumah sakit. Sementara proses pengobatan memerlukan waktu yang relatif lama.

Atas rasa kemanusiaan, Senin malam (23/12/2013), Simpang Mandiri Production (SMP), Sanggar Simpang Bertuah (SSB) dan Warta Kayong (WK), melaksanakan Screening Film Ujang Tompoy Naik Uto dan Lounching Majalah Warta Kayong, dalam rangka menggalang dana buat Salman.

Alhasil, kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor ESDM KKU, Perwakilan Bank Kalbar Sukadana, tokoh masyarakat dan pelajar se- Simpang Hilir tersebut terkumpul dana Rp. 1.183.500,-. Kemudian saat itu juga hasil penggalangan dana diserahkan ke Margono, Kades Teluk Melano, untuk disampaikan kepada keluarga Salman.

Dalam sambutannya, Margono sempat meneteskan air mata dan tidak banyak bicara. Dengan terbata dia mengatakan, “Saya benar-benar terharu. Terima kasih kepada teman-teman SMP, SSB dan lainnya, serta kepada bapak/ibu yang telah ikhlas berbagi dan membantu meringankan beban warga kami.”

Jumlah tersebut tentu masih jauh dari cukup. Rencnanya dalam minggu ini, kami dari ormas seperti SMP, SBB, SSM, WK, YPS, Pemerintah Desa Teluk Melano dan elemen masyarakat lainnya sepakat akan turun ke jalan, menggalang dana untuk Salman, tutur Raden Jamhari, Ketua SSB Simpang Hilir.

Keterangan orang tua Salman, Leni Apriani, saat kami temui mengatakan, bahwa gejala penyakit anaknya tampak saat Salman berusia 3 bulanan. Awalnya kami menduga pembengkakan di kepalanya hanya gejala biasa saja, sebab demam. Karena sekian bulan bengkak tersebut tidak kempes, bahkan semakin membesar,  Salman kami priksa ke dokter Puskesmas Melano.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata anak kami mengidap penyakit Hydrosifalus, dan harus segera di bawa ke RS Agoes Djam Ketapang atau RS Sudarso Pontianak, cerita Leni.

Sebagai orang tua, lanjut Leni, kami telah melakukan kewajiban kami membawa Salman berobat, baik secara medis maupun alternatif. Salaman pernah dua kali kami bawa RS Sudarso, tapi hingga kini belum ada perubahannya. Tambah lagi kami tak mampu bertahan lama di RS, sebab kami tak punya biaya untuk beli obat dan biaya makan minum kami selama di RS. Jadi kami hanya bisa pasrah saja.

Jika terus dibiarkan, penyakit Salman akan semakin tidak bisa tertolong. Kerena itu kita mengajak partisipasi masyarakat dalam meringankan beban orang tua Salman, menolong kesembuhan penyakit yang di deritanya, sehingga insya Allah, Salman Alfarizi Bin Ruslan bisa kembali tersenyum layaknya balita lain, imbau Miftahul Huda.

Kami berterima kasih sekali dengan bang Uda (Miftahul Huda), pak Kades Melano dan masyarakat lainnya. Mereka telah banyak membantu kami. Karena mereka juga kami bisa berangkat ke Pontianak tempo hari, ungkap Leni dengan mata berkaca. (Has)

Cuplikan Peristiwa Yang Terjadi di KKU Hari ini

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2013


Ibu Warta Kayong KKU Kalbar 5

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Ibu… Adalah sosok wanita mulia. Mendidik dengan kasih-sayang. Menjaga dengan kelembutan. Membimbing dengan rasa sabar. Tak pernah mengeluh, tak kenal menyerah. Saat orang lain terlena dalam lelap, ibu selalu terjaga dalam hening malam. Menyusui, menganti popok, dan tetap terjaga dari rintihan tangis bayinya.

 Ibu… Tak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisimu dihatiku. Engkau adalah madrasah pertama bagiku, guru perdana bangsa ini. Ditanganmulah generasi ini lahir dan terlahir. Engakulah pendiri peradaban bangsa.

Ibu… Bagiku engkau adalah sosok pahlawan yang tak mengenal kata menyerah. Tak perduli hujan, badai. Langkah kakimu pasti menata masa depan kami. Seluruh hidupmu kau curahkan demi kebahagiaan buah hatimu. Bahkan kau harus rela mati demi anak-anakmu.

Perjuangan terberat dalam hidupmu, yaitu saat kau melahirkan kami. Perjuangan antara hidup dan mati. Perjuangan yang beratnya melebihi perang apapun. Seluruh jiwa dan ragamu melebur jadi satu. Perasaan antara senang dan derita. Tetesan keringat dan darah tak kau rasakan. Namun derita dan penatmu pecah berganti bahagia, saat tangisan bayi menghiasi telingamu. Dan terkadang kau tak sempat mendengar tangis itu, karena Tuhan terlebih dulu menjemputmu.

Ibu… Putih rambutmu dan kerut diwajahmu, adalah gambaran betapa beratnya perjuangan hidupmu. Saat orang lain melupakanku, engkau tak pernah lupa sedetikpun. Saat yang lain mengecamku, engkau tetap peduli dan merangkulku. Bagimu, tak ada kata pensiun untuk tetap mencintai anakmu. Bahkan di usia rentamu, kau tetap ikhlas mengurus kami. Kerana kau adalah rumah yang teduh bagi anak-anakmu.

Ibu, kau tak pernah menghitung berapa besar pengorbananmu. Kasih sayangmu begitu tulus tanpa batas. Kau tukarkan penderitaanmu demi kebahagiaan kami. Kerena kebahagiaan kami adalah segalanya bagimu. Sungguh tak pantas kami berlaku angkuh dan sombong dihadapanmu.

Ibu. Jasamu tak akan pernah bisa aku balas dengan apapun. Yang bisa aku lakukan hanyalah membahagiakanmu. Keindahan dan kenikmatan hidup yang kurasakan saat ini, adalah berkat jasa dan do’amu, Ibu.

Ibu… Maafkan jika aku melupakan jasamu. Maafkan aku yang tak peduli dengan rintih tangismu saat merawat aku. Maafkan aku yang sering berlaku tidak sopan dihapanmu. Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa kerena kebodohanku. Maafkan aku yang alpa dari memohon maaf padamu. Maafkan aku kerena belum sempat mengabdi padamu. Maafkan aku yang tidak sepenuhnya mampu membahagiakanmu. Maafkan. Maafkan aku atas segalanya.

 Sukadana, 19 Desember 2013

 Hasanan

MISTERI Ir. Soekarno, Warga Simpang Hilir Sering Di Temui


MISTERI Ir. Soekarno, Warga Simpang Hilir Sering Di Temui

mualif warga simpang hilir bertemu soekarno Keterangan: Muallif menerangkan bagaimana ia bertemu soekarno di desa sei mata mata – foto : By MH

Yang menjadi misteri terkenal dari zaman dahulu hingga sekarang salah satunya adalah tentang sejarah Soekarnoe Presiden RI pertama, dari mulai lahir hingga beliau meninggal Kabut misteri yang kian tebal membuat berbagai kalangan sering berselisih pendapat, antara nyata dan yang ghaib, antara kajian mistis juga akademis rata rata memiliki pendapat dan argumentasi yang berbeda. Ya memang begitulah kenyataanya kita sebagai bangsa Indonesia harus bangga memiliki tokoh Seperti beliau ( Soekarno) yang di pandang memiliki kharisma yang luar biasa, bukan hanya di dalam negeri namun hingga keluar negeri, bahkan pamornya pun sampai sekarang masih berbinar binar, bahkan menurut media Internasional nama Soekarno baru baru ini sempat mendinginkan Presiden mesir saat negaranya bergejolak.

            Baiklah sekarang kita tinggalkan cerita cerita tentang kebesaran nama soekarno di luar sana, kali ini kita akan fokus untuk menyimak satu kisah misteri di sekitar kita tentang Soekarno. Kisah ini berawal dari seorang warga Desa Sungai mata Mata yang bernama (Ustadz Muallif) bertemu dengan Soekarno. Awalnya ia tidak tau jika yang datang padanya adalah soekarno namun dari hasil pertemuannya beberapa kali mualif lalu di beri tahu bahwa sesungguhnya yang  datang adalah soekarno presiden RI pertama.

            Muallif yang kesehariannya sebagai petani dan pengurus masjid itu mengaku sering berjumpa dengan Soekarno. “ waktunya tidak menentu mas, kadang kalau mau datang siang ya siang, kadang juga malam, dan ia bisa berubah rubah wujud mau jadi tua atau muda atau jadi orang apa saja ia bisa”. Ungkap muallaif

soekarno masih hidup warta kayong

Sumber foto : Google

            Sosok Soekarno yang menemui Muallif warga Sungai mata mata kecamatan simpang hilir kabupaten kayong utara kalimantan barat tersebut bukan tidak memiliki maksud. Menurut penuturan Muallif Soekarno kerap sekali berpesan kepadanya untuk menyampaikan pesan kepada suluruh umat manusia terutama kepada pemimpin dan pemegang kebijakan, pesannya di antara lain adalah :

  1. Berlaku adil dan jujurlah kepada masyarakat dan semua, agar Tuhan tidak murka dan memberikan balak serta bencana pada kita
  2. Bersiap siaplah menghadapi perang besar menghadapi musuh yang tidak dapat di duga duga ( dalam pengertia luas ), bisa kita sendiri yang menjadi musuh, alam akibat diri kita dan lain lain.
  3. Soekarno suatu saat akan muncul sebagai satrio piningit, ia mengunggu moment yang tepat, dan suatu saat akan membawa indonesia sebagai bangsa yang besar dan di segani bangsa lain.

Demikianlah pesan yang di sampakan oleh Ir soekarno lewat Muallif, ia berencana akan menyampaikan pesan ini ke semua termasuk Bupati, gubernur bila perlu presiden. Pesan sebagaian sudah di sampikan kepada masyarakat dan pejabat di tingkat teras.

Muallif setelah beberapa kali bertemu Mantan Presiden RI pertama mengaku ada perubahan dalam dirinnya, perubahan tersebut antara lain ia semakin bersemangat dalam bekerja, Optimis dengan kebenaran akan mengalahkan segalanya dan ia semakin rajin beribadah. Ia sangat yakin jika Soekarno masih hidup dan kelak akan muncul kembali.

Mualif bahkan menyatkan bahwa yang di temui soekarno bukan hanya ia sendiri, temannya yang berada di transmigrasi di wilayah Papua juga mengaku di temua, begitu juga dengan temannya yang di Tangerang Jawa Barat, pesan yang di berikanpun juga beda beda tipis dengan pesan yang di sampaikan padanya.

Jika muallif adalah salah seorang yang  di temui soekarno di Desa sei mata mata, mungkin tidak dengan warga Desa Lingga Sana kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan Jawa Barat. Dari media Lokal yang di lansir beberapa Tahun lalu warga di desa tersebut sebagain besar mengaku percaya bahwa Soekarno masih hidup, bahkan beberapa orang di desa tersebut pernah bertemu dan di beri pertolongan oleh beliau.

Menurut sumber yang lain Soekarno tidak memiliki makam, namun yang ada hanya petilasan, ia tidak meninggal dunia namun Mukso/ menghilang yang suatu saat ia akan kembali, seperti kepercayaan yang ada dalam islam bahwa Nabi Isa tidak mati di salib namun ia di angkat ke langit bahkan sampai sekarang Ia masih hidup. Begitulah Soekarno sampai saat ini juga masih hidup namun entah di mana ia berada, sekali lagi ia akan menunggu moment yang tepat untuk kembali dan menegakkan keadilan.

Demikianlah ulasan singkat tentang misteri Presiden RI pertama Soekarno, semoga memperkaya khazanah berfikir kita bersama mengneai dimensi dunia ini, percaya atau tidak itu kembali pada pribadi kita masing masing, benar atau salah pandangan kita, semua kita  serahkan pada Allah SWT. (MH/23/11/2013)

%d blogger menyukai ini: