Arsip Blog

Kawal Proyek Air Bersih Yang Di Duga Banyak Penyimpangan…!

Masyarakat Simpang Hilir “Bersuara”


Ramah Tamah Camat Simpang Hilir KKU Warta Kayong Kalbar

Ada dua permasalahan yang sangat urgen disampaikan masyarakat Simpang Hilir, dalam Acara Tatap Muka dan Ramah Tamah dengan Mic Novianto, S.H. (Camat baru), didampingi Idrus (Wabup KKU), yaitu kondisi Ibu Kota Kecamatan yang terkesan semeraut/kumuh dan masalah air bersih.

SIMPANG HILIR – Momentum acara Tatap Muka dan Ramah Tamah, Kamis (16/1/2014), yang diselenggarakan Mic Novianto, S.H. Camat Simpang Hilir defenitif yang baru dilantik, benar-benar dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan keluh-kesahnya kepada Pemerintah. Dari setiap perwakilan masyarakat Simpang Hilir, seperti perwakilan Kepala Desa, perwakilan Tokoh Masyarakat dan perwakilan Tokoh Agama, menyuarakan aspirasi mereka kepada Pemerintah.

Abdul Rani, perwakilan Tokoh Masyarakat Simpang Hilir, menyorti beberapa hal berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) pemerintahan, terutama pemerintah kecamatan.  Beliau mengulas, “Adanya Pemerintahan, tentu karena adanya masyarakat.” Perlu harmonisasi antara Pemerintah dengan masyarakat, agar roda pemerintahan tidak berjalan timpang, papar Abdul Rani, mantan Camat Teluk Batang, yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu. Abdul Rani Warta Kayong Kalbar

Dikatakan Abdul Rani, Pemerintah Kecamatan, terutama Camat sebagai pimpinannya, perlu merubah kondisi Ibu Kota Kecamatan yang saat ini terkesan kumuh dan semeraut. Ini tentu pekerjaan rumah (PR) bagi camat baru. bersama Muspika dan unsur masyarakat yang ada, kita harus menata ulang kondisi Kota Kecamatan kita, agar tampil menarik, sehat, aman dan nyaman dipandang mata, ujarnya.

Kemudian, sambung Abdul Rani, Tim PPK Kecamatan pun harus menghidupkan 10 Program Pokok PPK kecamatan, yang saat ini terlihat redup. Salah satunya, menghidupkan kebun PPK. Memotivasi ibu-ibu dan Tim PKK di desa, agar mereka bisa memanfaatkan lahan perkarangan untuk menambah penghasilan keluarga, minimal untuk konsumsi sendiri, sehingga dapat mengurangi biaya dapur dan beban suami, harapannya.

Berbeda dengan Abdul Rani, Eko Siswanto, wakil dari Tokoh Agama Simpang Hilir menyampaikan, kebutuhan dasar masyarakat Simpang Hilir yang belum terpenuhi saat ini, adalah air bersih. Ini merupakan kebutuhan dasar yang paling utama. Selama belasan tahun, rata-rata masyarakat Simpang Hilir mengantungkan air bersih dengan air hujan, atau membeli dengan penjual air yang harganya relatif tinggi. Sebab, mereka mengambil air bersih dari Desa Haparap Mulia Kecamatan Sukadana.

IPA Rantau Panjang Warta Kayong KalbarMengutip Hadist Rasullullah, Ustadz Eko Siswanto menjelaskan, bahwa, sesunggunhya kita manusia di dunia ini adalah imigran, pendatang atau numpang, bukan penduduk asli. Kehidupan kita sesungguhnya adalah akhirat. Sebagai imigran yang baik, tentu kita harus meninggalkan dunia ini dalam keadaan baik-baik juga. Demikian juga dengan penempatan jabatan. Camat sekarang merupakan penganti camat sebelumnya. Sampai waktu, Pak Camat sekarang pun akan digantikan dengan camat yang baru lagi, akan meninggalkan kita semua.

Seandainya camat baru kita saat ini mampu menanggulangi permasalahan air bersih di Simpang Hilir, saya yakin, Pak Camat akan dikenang warga sebagai camat yang baik, camat yang meniggalkan kenangan-kenangan baik buat masyarakatnya, papar Ustadz Eko dengan nada bercanda, disambut tepuk hadirin.

Ustadz Eko Siswanto Warta Kayong KalbarMenyambung kondisi Ibu Kota Kecamatan sebagaimana disampaikan Abdul Rani. Seperti kita ketahui, kondisi Pasar Teluk Melano saat ini kurang sedap dipandang mata. Pasalnya, pusat perekonomian Kecamatan Simpang Hilir tersebut sudah tidak tertata dengan baik lagi. Penjual sayur-mayur, ikan, daging dan berbagai jenis lauk-pauk lainnya, dilakukan di depan pasar induk. Ini tentu menganggu keindahan pasar. Selain itu, limbah sayur-mayur, ikan dan lain-lain dapat mencemari lingkungan pasar, serta membuat bau tak sedap.

Sementara Pasar Daerah yang ada seperti tak berfungsi. Penjual lebih tertarik berjualan di pinggir jalan raya – depan Pasar Induk Teluk Melano. Padahal, pasar daerah letaknya tidak terlalu jauh dari pasar induk, berjarak sekitar 50 meter saja. Padahal, Pemerintah sendiri telah menyediakan Pasar Buah-buah atau kios-kios baru, agar bisa dimanfaatkan pedagang kaki lima yang ada. Namun, sampai sekarang kios-kios tersebut tidak berfungsi, bahkan berubah fungsi menjadi tempat kegiatan lain.

Pasar Teluk Melano Warta Kayong Kalbar

Melihat kondisi tersebut, perlu penertiban terkoorditatif dari Pemerintah Kecamatan. Sehingga penjualan sayur-mayur dan lauk-pauk di depan Pasar Induk, serta pedagang kaki lima yang memadati jalan menuju ke Pasar Daerah, dapat dipundahtempatkan ke kios-kios yang ada. Mengembalikan penjual ikan dan daging berjualan ke tempat sesungguhnya – pasar daerah yang ada, bukan di pinggir jalan raya atau di depan Pasar Induk yang dapat menganggu keyamanan konsumen/pengunjung● (Has)

Screening Film Untuk Penggalangan Dana


Louching WK dan Film Ujang Tompoy

Rasa simpatik kita akan muncul ketika melihat Salman Alfarizi (1,4). Balita yang tinggal di Jalan Gusti Roem, RT 003 Desa Teluk Melano – Simpang Hilir ini menderita penyakit Hydrosifalus ± 1 tahun yang lalu. Ketiadaan orang tuanya membuat proses pengobatan Salman, panggilannya, dihentikan.

Benar, Pemda Kayong Utara atau Pemerintah Pusat telah menjamin kesehatn gratis untuk warganya. Namun ada batasannya. Ada jenis obat yang tidak ditanggung Asuransi/Pemerintah. Belum lagi biaya hidup pendamping pasien selama di rumah sakit. Sementara proses pengobatan memerlukan waktu yang relatif lama.

Atas rasa kemanusiaan, Senin malam (23/12/2013), Simpang Mandiri Production (SMP), Sanggar Simpang Bertuah (SSB) dan Warta Kayong (WK), melaksanakan Screening Film Ujang Tompoy Naik Uto dan Lounching Majalah Warta Kayong, dalam rangka menggalang dana buat Salman.

Alhasil, kegiatan yang dihadiri Kepala Kantor ESDM KKU, Perwakilan Bank Kalbar Sukadana, tokoh masyarakat dan pelajar se- Simpang Hilir tersebut terkumpul dana Rp. 1.183.500,-. Kemudian saat itu juga hasil penggalangan dana diserahkan ke Margono, Kades Teluk Melano, untuk disampaikan kepada keluarga Salman.

Dalam sambutannya, Margono sempat meneteskan air mata dan tidak banyak bicara. Dengan terbata dia mengatakan, “Saya benar-benar terharu. Terima kasih kepada teman-teman SMP, SSB dan lainnya, serta kepada bapak/ibu yang telah ikhlas berbagi dan membantu meringankan beban warga kami.”

Jumlah tersebut tentu masih jauh dari cukup. Rencnanya dalam minggu ini, kami dari ormas seperti SMP, SBB, SSM, WK, YPS, Pemerintah Desa Teluk Melano dan elemen masyarakat lainnya sepakat akan turun ke jalan, menggalang dana untuk Salman, tutur Raden Jamhari, Ketua SSB Simpang Hilir.

Keterangan orang tua Salman, Leni Apriani, saat kami temui mengatakan, bahwa gejala penyakit anaknya tampak saat Salman berusia 3 bulanan. Awalnya kami menduga pembengkakan di kepalanya hanya gejala biasa saja, sebab demam. Karena sekian bulan bengkak tersebut tidak kempes, bahkan semakin membesar,  Salman kami priksa ke dokter Puskesmas Melano.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata anak kami mengidap penyakit Hydrosifalus, dan harus segera di bawa ke RS Agoes Djam Ketapang atau RS Sudarso Pontianak, cerita Leni.

Sebagai orang tua, lanjut Leni, kami telah melakukan kewajiban kami membawa Salman berobat, baik secara medis maupun alternatif. Salaman pernah dua kali kami bawa RS Sudarso, tapi hingga kini belum ada perubahannya. Tambah lagi kami tak mampu bertahan lama di RS, sebab kami tak punya biaya untuk beli obat dan biaya makan minum kami selama di RS. Jadi kami hanya bisa pasrah saja.

Jika terus dibiarkan, penyakit Salman akan semakin tidak bisa tertolong. Kerena itu kita mengajak partisipasi masyarakat dalam meringankan beban orang tua Salman, menolong kesembuhan penyakit yang di deritanya, sehingga insya Allah, Salman Alfarizi Bin Ruslan bisa kembali tersenyum layaknya balita lain, imbau Miftahul Huda.

Kami berterima kasih sekali dengan bang Uda (Miftahul Huda), pak Kades Melano dan masyarakat lainnya. Mereka telah banyak membantu kami. Karena mereka juga kami bisa berangkat ke Pontianak tempo hari, ungkap Leni dengan mata berkaca. (Has)

5 TIPS MEMAKNAI TAHUN BARU


tahun baru hasanan kku kalbar hotOleh: Hasanan

Tinggal menghitung hari. Sebentar lagi, hiruk-pikuk Masehi akan terdengar memantak telinga. Orang-orang menyebutnya dengan sebutan, “Tahun Baru.” Yah. Tahun Baru Masehi 2014. Tradisi baru bangsa ini, yang saban tahun dirayakan dengan berbagai bentuk, mulai dari hal-hal yang bermanfaat hingga pada hal-hal yang terkesan mubazir atau sebangsanya.

Tidak dipungkiri, setiap orang selalu berharap bahwa momen tahun baru dengan bejuta harapan baru, walaupun harapan itu harus pupus. Sebab tidak ada perbaikan demi perbaikan diri yang ia lakukan untuk mengisi tahun tersebut, kerana ia masih mengunakan cara-cara lama yang tidak relevan untuk mengisi harapan barunya.

Tidak masalah sih sob. Sah-sah saja kita memperingati tahun baru. Namun jangan jadikan bahwa ini sebagai ritual penting yang wajib kita laksanakan, sehingga harus menguras energi besar yang semestinya tidak penting kita lakukan. Apa lagi harus menjadikan ini sebagai momen untuk berpesta-pora dengan sesuatu yang dapat menjerat kita pada lembah kehinaan.

Nah sob, agar kita terhindar dari hal-hal di atas, saya ingin berbagi sedikit tips dalam menyikapi Tahun Baru Masehi agar lebih bermakna. Semoga bermanfaat ya sob, utamanya buat penulis sendiri.

1)         MENDESAIN ULANG HIDUP

Jika sobat ingin memaknai tahun baru sebagai momen terpenting dalam hidup sob, akan lebih bijak jika sob membuat rencana/agenda positif dan bermanfaat buat orang-orang disekeliling sob. Misalnya dengan kegiatan bakti sosial, menyantuni anak yatim, fakir miskin dan/atau melaksanakan kegiatan positif lainnya.

Bersedekah hasanan kku kalbar berkah1Jika hal tersebut mampu kita lakukan, maka sungguh kita telah mengukir sejarah emas dalam hidup kita, sejarah yang pantas dikenang oleh siapapun. Tak perlu gaung besar, mulailah dari hal-hal kecil.

Benar, melakukan hal-hal tersebut tidak mesti menunggu saat tahun baru saja. Tapi akan kelihatan menarik saat orang lain larut  dalam hura-hura tahun baru, kita malah melakukan tindakan mulia/positif. Hehe. . . .

Andai saja uang untuk beli kembang api sob sumbangkan ke masjid, anak yatim, fakir miskin atau lembaga-lembaga sosial lainnya, waw!! Tentu akan lebih besar manfaatnya tu sob. Bernilai pahala lagi, kan sob? Atau kita kasikan saja ke ortu kita untuk beli beras misalnya, wah, dapat di makan sekeluarga tu sob.

Jadilah orang pertama yang mampu merubah paradigma berpikir positif bagi anak muda, bahwa tahun baru bukanlah momen untuk hura-hura. Namun itu merupakan isyarat bahwa kita perlu merenung, mengevaluasi, mendesain ulang hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih baik dari tahun sebelumnya., oke!

2)         BERSIKAP WAJAR

So guys. Jika kita tak mampu merencanakan dan melakanakan kegiatan positif di atas, mendoakan mereka pun alternatif juga tu sob. Dengan doa yang ikhlas, inssya Allah, Allah akan mengijabah niat baik kita untuk kemudahan saudara-saudara kita yang sedang kesulitan dalam ekonominya.

sedekah dengan doa hasanan kku kalbarAndai kata kita tetap nekat untuk ikut memeriahkan tahun baru sebagaimana yang dilakukan orang-orang di luar sana, jangan memaksakan diri jika tidak mampu. Misalnya ni sob, ada diantara teman kita yang berncana tahun baru kali ini ingin dirayakan di Pontianak, sementara kita tak punya uang. Namun kerena bujukan teman atau pacar, akhirnya kita harus pinjam sana pinjam sini, atau memaksa ortu agar mau memberi uang saku, bahkan harus nekat menipu atau mencuri karena tak dapat pinjaman atau jatah dari ortu. Na’uzubillah, sob.

Tips untuk mengatasi bujukan teman yang tidak mendidik tersebut, misalnya, katakan bahwa kita acara keluarga, ada kegiatan bakti/amal atau buat alasan logis lainnya agar teman yakin. Jika perlu kasi masukan/pandangan positif pada teman kita, agar dia tidak terjebak jauh dengan hiruk-pikuk tahun baru yang kebanyakan kita salah dalam memaknainya.

Yang terpenting bukanlah tempatnya, tapi bagaimana cara menyikapi dan memaknainya, momen apapun itu. Sebab, “Kita tidak akan bisa merubah prilaku kita menjadi baru (positif) jika kita bersikeras mempertahankan cara-cara lama.” Tahun baru seharusnya semangat baru. Tak hanya semangat, tapi harus menemukan cara-cara baru dalam memperbaiki diri.

3)         BERGAUL DILINGKUNGAN POSITIF

Nah ini yang paling penting sob. Jangan sampai kita terjebak dalam pergaulan bebas. Boleh saja merayakan tahun baru, tapi bukan berarti itu akan seru jika ditemani narkoba, miras dan seks bebas. Kemudian kebut-kebutan di jalan raya, joget (maaf) telanjang atau melakukan kegiatan yang menganggu kenyamanan, keamanan dan kepentingan umum.

Tahun baru, semangat baru. Seharusnya ada sikap baru yang merubah pola pikir/cara pandang kita. Semangat baru pun tidak cukup tanpa niat dan tindakan nyata untuk mewujudkan harapan baru tersebut. Yang terpenting itu tindakannya. Tanpa tindakan nyata, harapan baru hanyalah mimpi.

eJika niat sudah tertanam di hati, tidak ada yang sulit untuk merubahnya, walaupun tantangan yang kita hadapi itu berat. Namun dengan niat yang kuat serta ihklas, insya Allah, kita akan mampu melawannya.

Banyak cara untuk menghindari pergaulan bebas, misalnya: 1) Ikrarkan dalam hati bahwa kita tidak mau melakukan kesalahan yang sama seperti tahun lalu, yang membuat hidup kita terpuruk; 2) Katakan dalam hati kita bahwa narkoba, miras, ngelem, seks bebas dan sebangsanya adalah sampah masyarakat, sedangkan aku manusia sempurna yang memiliki martabat; 3) Memilih lingkungan pergaulan yang baik dan sehat; 4) Jiga sob tidak mampu melawan godaan, hidari kencan berduaan dengan pasangan yang bukan mahram, kecuali ada teman lain sisi kita; dan lain-lain.

4)         MENEBAR MANFAAT BUAT SAHABAT

Apabila kita mendengar, melihat dan mengetahui ada teman yang sedang dan akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya dan orang lain, baik secara fisik maupun mental/psikis, maka jadilah orang pertama yang mengingatkannya.

Namun perlu diingat, dalam memberi nasehat harus melihat sikon pula. Jangan sampai niat baik sob berbuah murka, sebab saat sob memberi nasehat kondisi teman sedang tidak stabil. Bisa di tonjok teman juga sob.

Nah perlu diingat juga sob, “Sahabat yang baik itu laksana sebuah cermin, tempat diri melihat dari perbuatan (baik/buruk), tempat mencurahkan segala rasa (pahit/manis).” Sob tahu kan apa itu kaca/cermin? Jika sob ingin melihat apakah wajah sob tetap cantik/ganteng, tentu sob perlu cermin bukan?

bercermin hasanan kku kalbar dahsyatLalu bagaimana jika kita ingin melihat perbuatan kita itu baik/buruk? Tentu perlu teman. Temanlah cermin hidup kita, tempat kita melihat kebaikan dan keburukan yang ada pada diri kita. Kerena teman yang baik/sejati ialah mereka yang mampu menunjukan kesalahan kita, dengan maksud untuk mengingatkan/memperbaikinya.

5)         BERSYUKUR

Bersyukulah bahwa Tuhan masih mengasihi kita, menambah usia kita hingga dapat berjumpa dengan tahun baru. Nikmat panjang umur, nikmat yang perlu disyukuri. Apakah sisa umur kita digunkan buat kebajikan atau kemaksiatan, tentu terserah kita saja. Namun kelak semua itu harus pertanggungjawabkan dihadapan Tuhan.

Bertemu tahun baru adalah garansi umur yang diberikan Tuhan buat hambaNya. Banyak diantara teman, keluarga, sahabat, tetangga dan sanak-famili kita yang tak sempat bertemu tahun baru. Bahkan ada diantara mereka harus meregang nyawa akibat kebut-kebutan, mabuk-mabukan di tahun sebelumnya.

Berpesta-pora dengan sesuatu yang berlebihan itu bukanlah bentuk syukur, bisa saja itu simbol keangkuhan dan kemubaziran. Namun jika kita bersedekah, berinfaq, berzakat, beramal, berdoa dan peduli terhadap penderitaan sesama, inilah bentuk syukur yang sesungguhnya.

bersedekah hasanan kku kalbar rayaBersyukur pun merupakan terapi untuk hidup sehat, obat hati. Selain ditambah nikmatnya dan bernilai ibadah, juga membuat hidup menjadi lebih tentram. Kerena hati dan pikiran dapat menjadi sumber penyakit manusia. Dengan hati yang tentram pikiran pun jadi tenang. Dengan pikiran tenang orang akan enjoy menjalani hidupnya. Sehingga ia merasa bahwa beban seberat apapun yang ia hadapi adalah masalah yang harus ia tuntaskan. Inlah wujud dari syukur nimat.

“Kita tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput? Yang kita tahu kita masih setia ditemani usia. Kita tak perlu bertanya berarapa lama kita hidup? Yang perlu kita jawab ialah bagaimana kita hidup. Apakah untuk hari ini, hari esok atau untuk hari yang akan datang?”

Rapa Organizer Kembali Gelar Festival Musik


3Hasanan Parade Band Rapa KKU Kalbar

Festival musik kembali digelar Rapa Organizer. Sabtu malam (21/12/2013) Gelora Rapa Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dipenuhi pengunjung dan musisi lokal. Festival yang bertajuk, “Festival Music Free Style Kayong Utara 2013”  ini diikuti 16 peserta dari 3 kecamatan yang ada di KKU.

 Dari enam  kecamatan yang ada, hanya 3 tiga kecamatan yang tidak tampil, yaitu Pulau Maya, Seponti dan Karimata. Sedangkan kecamatan yang mengutus pemudanya yaitu Simpang Hilir, Sukadana dan Teluk Batang.

 Ahmad Resad, Kepala Dusun Makmur, mewakili Kepala Desa Rantau Panjang yang berhalangan hadir, secara resmi membuka acara yang paling bergengsi bagi kaula muda tersebut. Layaknya drummer ternama, dengan mantap beliau memegang stik dan memukul drum. Pukulan drum tersebut menandakan bahwa secara resmi acara festival telah dibuka.

 Atas nama Pemerintah Desa Rantau Panjang, kami mengapresiasi kegiatan ini. Ini menunjukan bahwa peran anak muda dalam memajukan kesenian di Kabupaten ini sangat baik. Tentu ini kegiatan positif yang perlu kita dukung. Kami lebih setuju pemuda melakukan kegiatan seperti ini, dari pada melakukan hal-hal yang tidak diinginkan, merusak lingkungan dan menghancurkan masa depan mereka sendiri, imbau Ahmad Resad.

2Hasanan Parade Band Rapa KKU Kalbar2

Ya’ Mohtarudin, ketua Rapa Organizer, mengatakan, selain sebagai hiburan rakyat, festival ini bertujuan untuk menyalurkan bakat, mengurangi pergaulan negatif remaja saat ini, yang tercenderung larut dalam pergaulan bebas seperti ngobat, ngelem dan lain-lain. Setidaknya kita bisa meminilmalisirnya.

 Salah satu ketentuan/tata tertib lomba yang kami tekankan, yaitu peserta dilarang membawa atau menggunkan miras dan narkoba sejenisnya. Jika diketahui peserta menggunakan narkoba atau miras dalam suasana lomba, maka peserta tersebut akan didiskualifikasi/digugurkan, terang Ya’ Mohtarudin.

Keterangan Ya’ Mohtarudin tersebut dibenarkan Muhammad, Ketua Karang Taruna Rantau Panjang. Lebih lanjut dia meminta agar pemuda tidak terjebak dalam virus pergaulan bebas. Masih banyak kegiatan positif yang bisa dilakukan anak muda. Karang Taruna merupakan wadah untuk kita berkarya. Kita sangat mendukung kegiatan seperti ini. Bukti keseriusan kami, salah satunya kegiatan saat ini.

Menurut penyelenggara, kegiatan ini dijadwal selama 2 hari, yaitu 21 – 22 Desember 2013. Kerena jumlah peserta tidak terlalu banyak, maka tadi malam merupakan babak penyisihan. Sedangkan, Minggu malam (22/12) adalah malam final, sekaligus pembagian hadiah bagi peserta yang masuk nominasi juara 1, 2 dan 3.

foto hasanan kku warta kayong kalbar

Sejak 2012 yang lalu, Rapa Organizer telah memulai festival musik perdananya. Kerjasama antara Karang Taruna Rantau Panjang, Rapa Organizer, Formasi dan Simpang Mandiri Production saat ini tergolong sukses dan aman. Penonton yang hadir tidak hanya dari kalangan pemuda saja, masyarakat umum pun antusias menyaksikan pentas seni tarik suara tersebut.

 Penyerahan piagam penghargaan dari panitia kepada Pemerintah Desa Rantau Panjang, Karang Taruna dan para donatur yang telah berpatisipasi, merupakan prosesi akhir dari kegiatan Festival Music Free Style Kayong Utara 2013. (Has)

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2013


Ibu Warta Kayong KKU Kalbar 5

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Ibu… Adalah sosok wanita mulia. Mendidik dengan kasih-sayang. Menjaga dengan kelembutan. Membimbing dengan rasa sabar. Tak pernah mengeluh, tak kenal menyerah. Saat orang lain terlena dalam lelap, ibu selalu terjaga dalam hening malam. Menyusui, menganti popok, dan tetap terjaga dari rintihan tangis bayinya.

 Ibu… Tak ada seorang pun yang dapat menggantikan posisimu dihatiku. Engkau adalah madrasah pertama bagiku, guru perdana bangsa ini. Ditanganmulah generasi ini lahir dan terlahir. Engakulah pendiri peradaban bangsa.

Ibu… Bagiku engkau adalah sosok pahlawan yang tak mengenal kata menyerah. Tak perduli hujan, badai. Langkah kakimu pasti menata masa depan kami. Seluruh hidupmu kau curahkan demi kebahagiaan buah hatimu. Bahkan kau harus rela mati demi anak-anakmu.

Perjuangan terberat dalam hidupmu, yaitu saat kau melahirkan kami. Perjuangan antara hidup dan mati. Perjuangan yang beratnya melebihi perang apapun. Seluruh jiwa dan ragamu melebur jadi satu. Perasaan antara senang dan derita. Tetesan keringat dan darah tak kau rasakan. Namun derita dan penatmu pecah berganti bahagia, saat tangisan bayi menghiasi telingamu. Dan terkadang kau tak sempat mendengar tangis itu, karena Tuhan terlebih dulu menjemputmu.

Ibu… Putih rambutmu dan kerut diwajahmu, adalah gambaran betapa beratnya perjuangan hidupmu. Saat orang lain melupakanku, engkau tak pernah lupa sedetikpun. Saat yang lain mengecamku, engkau tetap peduli dan merangkulku. Bagimu, tak ada kata pensiun untuk tetap mencintai anakmu. Bahkan di usia rentamu, kau tetap ikhlas mengurus kami. Kerana kau adalah rumah yang teduh bagi anak-anakmu.

Ibu, kau tak pernah menghitung berapa besar pengorbananmu. Kasih sayangmu begitu tulus tanpa batas. Kau tukarkan penderitaanmu demi kebahagiaan kami. Kerena kebahagiaan kami adalah segalanya bagimu. Sungguh tak pantas kami berlaku angkuh dan sombong dihadapanmu.

Ibu. Jasamu tak akan pernah bisa aku balas dengan apapun. Yang bisa aku lakukan hanyalah membahagiakanmu. Keindahan dan kenikmatan hidup yang kurasakan saat ini, adalah berkat jasa dan do’amu, Ibu.

Ibu… Maafkan jika aku melupakan jasamu. Maafkan aku yang tak peduli dengan rintih tangismu saat merawat aku. Maafkan aku yang sering berlaku tidak sopan dihapanmu. Maafkan aku yang selalu membuatmu kecewa kerena kebodohanku. Maafkan aku yang alpa dari memohon maaf padamu. Maafkan aku kerena belum sempat mengabdi padamu. Maafkan aku yang tidak sepenuhnya mampu membahagiakanmu. Maafkan. Maafkan aku atas segalanya.

 Sukadana, 19 Desember 2013

 Hasanan

PROYEK untuk 2014


PROYEK untuk 2014

proyek 2014 kayong utara

Tanggal 9 April 2014 adalah jadwal Pesta Demokrasi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Pesta yang dihela 5 tahun sekali ini tentu menyita banyak waktu dan uang, utamanya buat Calon Legislatif (Caleg) itu sendiri. Tak tanggung-tanggung, ada caleg yang telah menyiapkan ratusan bahkan miliyaran rupiah untuk modal kampanyenya.

Sebanyak 12 parpol yang ikut pemilu tahun ini (NasDem, PKB, PKS, PDI-P, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB dan PKPI) menyatakan siap bertarung dalam perang partai 2014 mendatang. Agresi dan amunisi perang pun telah ditetapkan setiap partai. Siapakah yang bakal jadi pemenangnya? Kita tunggu nanti. Yang pasti kita berharap, pemenangnya bukanlah tikus-tikus congek.

Gawai 2014 bukan hanya pertarungan calon saja, namun menjadi arena bagi pertarungan Partai Politik (Parpol) pula. Parpol yang tak masuk Parliamentary Threshold (PT) 3,5 % secara nasional akan gugur. Disinilah pertarungan sengit politik itu digemboskan para elitnya. Dan pertarungan selanjutnya ialah merebut kursi presiden.

Menghadapi gawai akbar tersebut, berbagai paket pemilu sudah dipersipkan parpol dan calonnya, mulai dari paket dana, paket sarana prasarana hingga paket busana. Bagi parpol yang tak memiliki kursi, caleg berduit dan big boss sebagai tulang punggung partainya sedikit mengkerutkan dahi. Pasalnya kalkulasi financial yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga tidak berani berspekulasi terlalu tinggi pula. Syukur-syukur masih ada masyarakat yang memiliki naluri nabiyah yang ikhlas memilihnya tanpa iming-iming materi. Tapi masih adakah? Karena antara pemimpin dan masyarakat – masyarakat dan pemimpin saat ini laksana dua sisi mata uang. Baca juga https://wartakayong.wordpress.com/2013/10/27/krisis-multi-demensi-berlanjut-kesalahan-itu-kita-yang-memulainya/

Perlu diwaspadai, Tahun Anggaran 2014 menjadi moment penting bagi elit politik yang duduk di parlemen dan ekskutif saat ini. Praktik bermain di anggaran/penganggaran pun bisa terjadi. Akan ada tawaran program-program bansos, proyek aspirasi (dewan) dan berbagai paket proyek menarik lainnya ditawarkan secara langsung ke masyarakat. Dan itu telah terjadi pada Tahun Anggaran 2013 yang sedang berjalan. Kerena dari hasil berbagai survey menunjukkan bahwa kebocoran anggaran saban tahun itu terjadi pada saat pembahasan dan penetapan anggaran antara ekskutif dan legislatif. Disinilah dualisme kepentingan lembaga dan individualisme itu diperdebatkan atas nama rakyat. Dan permainan selanjutnya ada pada lembaga masing-masing dan individu masing-masing sebagai actor pelaku dilembaganya.

Yang membuat kita kecewa, banyak proyek aspirasi yang masuk ke desa kadang tidak sesuai dan jauh dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang setiap tahun diselenggarakan desa. Seharusnya, jika ingin memasukan program/proyek, dasarnya harus mengacu pada draf Musrenbangdes sebelumnya, karena draf tersebut merupakan dokumen resmi yang selalu disampaikan desa ke perwakilannya yang ada di parlemen. Namun sepertinya tidak digubrik. Pada hal dokumen musrenbangdes tersebut dirumuskan Pemerintahan Desa berdasarkan hasil musyawarah desa yang dihadiri setiap elemen masyarakat yang ada di desa tersebut, artinya ini benar-benar aspirasi masyarakat. Sedangkan aspirasi dewan, belum tentu aspirasi masyarakat.

Mengapa dewan kurang respon atas dokumen Musrenbangdes yang disampaikan kepadanya? Sebab dokumen musrenbangdes adalah dokumen resmi yang ditetapkan oleh Peraturan Perundang-Undangan, dan ini pula menjadi dasar ekskutif dalam menetapkan pembangunan yang ada. Jika ini sepenuhnya direspon atau dipakai dewan dalam pembahasan anggaran maka dana tambahan dari fasilitas dana aspirasi mereka yang telah ditentukan jadi hilang. Disinilah game itu dimainkan. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa dewan yang mengiring/menitif proyek aspirasinya ke dinas/instansi akan mendapat 10 % dari total anggaran setiap 1 item proyek aspirasi dari dinas/kontraktor pelaksana. Dinas/instansi pun demikian. Inilah paket sarana prasarana yang saya maksud. Jika dikaitkan dengan persiapan gawai 2014, tentu ini merupakan modal tanpa modal.

Ini merupakan segelumit cerita dari perjalanan demokrasi kita. Mengapa tema ini saya angkat? Agar menjadi pelajaran buat kita semua, pelajaran buat dewan yang ada dan akan mencalon lagi, pelajaran buat caleg yang baru agar bisa menjadi bahan evaluasi ketika mereka duduk di parlemen 2014 – 2019 nanti. Karena inilah harapan besar bangsa ini. Demokratisasi semakin membaik karena para caleg dan elit partainya akan dan telah memulai melakukan cara-cara berpolotik santun, bermartabat dan memberikan pendidikan politik yang terbaik buat masyarakatnya, sehingga melahirkan Indonesia yang bermartabat dan terbebas dari berbagai krisis yang terjadi saat ini. Dan semoga 2014 – 2019 terlahir dari rahim demokrasi kita anggota dewan dan pemimpin bangsa yang aspiratif dan berakhlak mulia. Semoga saja, amin. HAsAnAN 03/11/2013.

Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani


Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani

DSC_4706 panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

2 November 2013 akhirnya demplot LPP NU kabupaten kayong utara yang di motori oleh KH. Samadikun anggota dewan pakar PBNU pusat melakukan acara launching semangka di dalam areal yang kurang lebih hanya satu hektar tersebut. Dalam acara sederhana tersebut di hadiri oleh wakil bupati kayong utara Idrus beserta ibu wakil bupati, kemudian di dampingi pula ketua NU kayong utara H. Nazril Hijar, Tokoh Agama serta tokoh masyarakat.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

Dalam pengantarnya KH. Samadikun mengungkapkan bahwa aksi panen raya ini adalah sebuah percontohan tentang bagaimana kita memberdayakan sumber potnsi pertanian yg ada, khususnya di kayong utara, sebagai contoh saja dengan modal kami yang kurang lebih hanya 3 jutaan ini, insyaallah kami akan panen dengan asumsi per batang semangka minimal menghasilkan 4 KG kemdian di kali 2000 batang yang di tanam hasilnya adalah 8 ton, silahkan di hitung 1 Kg harganya Rp. 5000,00 X 8 Ton, hasilnya berapa kali lipat iotu dari modal?, ini merupakan juga bagian dari pada dakwah kita bersama, bukan hanya dakwah di mmbar atau dari mesjid ke masjid Dakwah tani juga sangat di perlukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, begitulah ungkap Kh Samadikun.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllde

Di ungkapkan oleh Idrus S. Sos, dalam sambutanya menyatakan sangat mengapresiasi usaha dari Lembaga pengembangan pertanian Nahdlatul Umat kayong utara (LPPNU), sebab hal seperti ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan sekaligus membantu dalam melakukan pengelolaan pertanian guna untuk mendukung pengembangan pertanian khususnya di kayong utara.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dlled

Acara kemdian di lanjutkan dengan peninjauan lahan semangka kemduian pemetikan dan di belah secara simbolis oleh wakil bupati dan ketua NU kayong utara dan hasilnya di bagi bagikan kepada semua peserta dan masyarakat sekitar.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllf

Meski atas nama LPP NU, namun siapa sangka ternyata kegiatan tersebut di lakukan swadaya atas partisipasi dan semangat juang dari KH Samadikun, bahkan dari mulai penggarapan lahan hingga produksi semua swadaya, bahkan lahan tersebut ia juga menyewanya dari masyarakat. (MH/ 02/11/2013)

 

FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN


FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN

Oleh: Hasanan

BENQ DIGITAL CAMERA

Bagi masyarakat Kayong (Ketapang dan Kayong Utara) kata Pusa’ bukanlah bahasa asing dalam keseharian warga yang dulunya satu kabupaten, satu perundohan/peduloran (keluarga/keturunan). Saban hari kata ini sering kita jumpai, benar kan sob? Yupz.

kempunan kayong utara  hasanan kempunan, kayong utara, agok kusay, kusai, syahrudin, joko, ssm, simpang, mandiri, huda, bank kalbar,  melano, simpang hilir, seponti, teluk batang, pulau maya, info kayong utara

Sinomim dari Pusa’ ini yaitu Jamah, Calet/colet, Jawel dan Palet, yang kalau diindonesiakan berarti Menyentuh sesuatu. Pusa’ dalam arti Melayu sesungguhnya ialah menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan oleh seseorang ketika kita sedang tidak ingin ikut makan/minum kerena sedang kenyang, buru-buru ingin pergi atau sedang berpantang makan/minum barang yang ditawarkan pada kita.

Secara etimologi (asal kata), saya menduga kata Pusa’ ini berasal dari kata “Pasak” yang berarti paku yang terbuat dari kayu/bambu/logam untuk menutupi lobang, yang dalam istilah Pusa’ – pasak bermakna menyentuh sesuatu untuk menutupi perbuatan yang tidak bisa kita lakukan secara langsung yang berkenaan dengan makan/minum. Perubahan kata ini tentu melalui proses yang panjang dari peradaban Melayu Kayong itu sendiri atau sebuah perumpamaan yang muncul secara kebetulan untuk memudahkan penyebutan saja pada sebuah peristiwa yang terjadi pada saat itu, dan bahasa ini abadi hingga sekarang. Yang pasti bahasa ini muncul dari seorang tokoh adat (dukun/tabib) yang memimpin adat kampung di suatu wilayah kerajaan pada masa itu. Ini hanya praduga saya semata, sebab saya bukan ahli sejarah dan bahasa apa lagi ilmu etimologinya. Hingga hari ini tidak ada yang tahu pasti asal-muasal pusa’ ini dari mana dan siapa yang pertama memulainya.

SANYO DIGITAL CAMERA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Pusa’ ditulis tanpa tanda petik 1 (‘) dibelakang katanya yaitu Pusa yang berarti Puso, Dorongan Hati, Momentum (istilah fisika) dan Keranjang dari daun lontar. Sedangkan kata Pusak menurut KBBI yaitu Harta Pusaka dan jika diartikan kedalam bahasa Melayu Kayong Pusak yaitu Acak/berentakan/tidak teratur.

Konon dari cerita rakyat yang sudah melegenda dikalangan masyarakat Kayong bahwa Pusa’ ini muncul pada masa Kerajaan Simpang. Sebab saya sering mendengar istilah dari tokoh-tokoh adat atau sesepuh Melayu mengatakan begini “Jangan main-main dengan Pusa’, ini adat Simpang, kalau ndak bepusa’ nanti bisa kempunan (mendapat bala’/kelaca/kutukan).” Ini hanya sebuah kesimpulan yang bisa saya petik dari pernyataan para sesepuh adat yang katanya kalimat ini sudah ada secara turun-temurun. Bahkan ada semacam mantra tentan Pusa’ ini sob. Kamu pernah mendengar ya sob? Gini bunyi mantranya, “Pusa’-pusa’ pali’,” yang bermakna bahwa kita mohon terhindar dari bala’ karena tidak sempat menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan pada kita atau kita belum sempat membuat makanan/minuman yang kita inginkan. Kemudian ada juga yang menjilat tangan dan langsung ditempel ke keningnya sebagai simbol bahwa ia telah melakukan pusa’ atau secara tidak langsung ia telah mencicip makanan/minuman yang dimaksud. Hebat kan sob?

Terlepas benar atau tidaknya apa yang saya paparkan di atas, yang pasti kata Pusa’ merupakan kalimat ampuh yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat adat asli Kayong terutama etnis Melayu, bahkan pengaruhnya pun hingga kepada warga pendatang yang menetap di tanah Kayong hingga kini. Yang menjadi pertanyaan besar kita, benarkah Pusa’ akan menyebabkan seseorang akan Kempunan (terkena musibah/bala’/celaka) jika tidak kita lakukan? Maaf, tidak bermaksud mengecilkan atau mengurui para sesepuh kita, nurani saya mengatakan bahwa itu tidak benar. Tidak benar bahwa akan kempunan jika kita tidak pusa’.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pernyataan tidak benar yang saya kemukakan di atas bukan tanpa alasan dan pembuktian. Pertama: ini saya bukti sendiri selama bertahun-tahun. Awalnya saya pun sempat meyakini bahwa Pusa’ merupakan kewajiban yang harus saya patuhi karena saya pun takut dengan kempunan. Namun belakangan saya menerungkan sebuah ungkapan yang disampaikan paman saya sendiri, katanya “Syaithan itu selalu mengintai kelemahan kita, jika kita meyakini bahwa apabila kita tidak pusa’ akan kempunan maka syaithan pun akan merestuinya,” contoh: ketika seseorang menawarkan minum air kopi tetapi kita menolak untuk minum dan tidak bepusa’ pula maka syaithan menyertai keyakinan kita akan kempunan tersebut, sehingga pada saat kita berpergian dari tempat tersebut kita digigit ular atau kecelakaan di jalan. Mengapa ini syaithan yang melakukannya? Agar manusia berpikir dan percaya bahwa yang menyebabkan ia celaka ialah kempunan akibat ia tidak bepusa’, jadi bukan karena ujian atau ketentuan Qada’ dan Qadar Allah atas hambanya. “Ia (syaithan) berkata, Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan hal-hal di muka bumi terlihat baik bagi mereka (manusia) dan aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (Q.S. Al-Hijr[15]: 39-40).

SANYO DIGITAL CAMERA

Kedua: bahwa saya telah membuktikan pernyataan saya ini dalam keseharian saya sejak saya tidak meyakini Pusa’ tersebut. Sering saya ditawarin keluarga atau sanak-famili makan/minum, baik di rumah sendiri maupun rumah keluarga. Namun karena perut saya sedang dalam kondisi kenyang maka saya menolak tawaran tersebut. Ketika sisuruh bepusa’ itu tidak saya lakukan. Ada diantara keluarga saya yang marah dan bilang bahwa saya sombong atau dengan istilah “Rejeki jangan ditolak, musuh/musibah jangan ditantang.” Pada hal saya sedang menguji keyakinan saya dan menunjukan kepada mereka bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika saya tidak bepusa’. Dan itu terbukti dari pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun, tidak terjadi apa-apa. Karena saya meyakini bahwa takdir itu Tuhan yang menentukan, bukan sebab tidak bepusa’. Jika saya tidak bepusa’ lalu mendapat celaka itu hanya suatu kebetulan saja. Dan Alhamdulillah, secara kebetulan pun itu tidak terjadi. Ini mungkin karena Allah menyertai niat ikhlas saya karena-Nya.

Ketiga: bahwa Islam telah memberikan isyarat dan petunjuk kepada kita bahwa meyakini sesuatu bukan karena keyakinan kita kepada-Nya adalah dosa – perbuatan musyrik dan syirik karena kita telah menyekutukan Allah dengan sesuatu, dan syirik termasuk dosa besar. Ini kata pak ustadz/kiyai yang pernah saya dengar sih sob. Berikut ini aya hanya ingin mencontohkan dua kasus sebagai perumpamaan/pembanding saja.

Contoh kasus 1: seseorang yang sedang sakit dan sembuh ketika minum obat dari dokter atau sembuh setelah mendapat jampian dari dukun. Apakah dokter/dukun yang menyembuhkan orang tersebut dari penyakitnya? Tentu tidak bukan? Orang beriman akan bilang bahwa Allah yang menyembuhkan peyakitnya melalui perantaraan dokter/dukun. Tapi bagi orang yang sombong akan bilang bahwa kalau tidak karena dokter/dukun A maka penyakitku tidak akan sembuh. Tanpa seizing Allah, apapun tidak akan terjadi.

Contoh kasus 2: seseorang yang saat ditawarkan makan/minum tapi ia menolak karena alasan kenyang tanpa mau bepusa’, kemudian setelah itu ia bepergian lalu mendapat musibah kecelakaan di jalan raya misalnya. Apakah penyebab kecelakan tersebut akibat ia tidak bepusa’ atau itu karena ketentuan Allah atas dirinya? Jika kita mengatakan bahwa ia kempunan akibat tidak mau bepusa’ berarti pendapat kita sangat keliru dan tidak berdasar. Tapi jika kita mengatakan bahwa ini ketentuan Allah ada kemungkinan benar. Mengapa saya mengatakan ada kemungkinan benar? Sebab belum tentu setiap musibah yang terjadi pada manusia itu sepenuhnya ketentuan Allah, karena bisa jadi itu kelalaian manusia itu sendiri akibat tidak hati-hati atau ia sengaja menantang bahaya, kecuali orang yang sedang berjalan kaki ditabraknya dan meninggal itu dapat dikatakan takdir atas diri orang yang ditabraknya.

Mungkin anda akan mengatakan bahwa 2 contoh kasus di atas kontroversi, tidak nyambung, saya pun beranggapan demikian. Tapi benang merah yang ingin saya ambil dari 2 contoh kasus tersebut yaitu Hukum Sebab Akibatnya. Hukum sebab akibat pada kasus 1 di atas sangat jelas. Kesembuhan penyakit pada kasus 1 itu melalui pertolongan dokter/dukun sebab seijin/restu Allah., akibatnya penyakit yang diderita si pasien sembuh.

SANYO DIGITAL CAMERA

Sedangkan pada kasus 2 hukum sebab akibatnya tak jelas. Apa mungkin seseorang kecelakaan disebabkan karena tidak bepusa’? Kententuan Allah pun masih samar-samar pada kasus tersebut, karena bisa jadi ia ngebut pada saat kondisi orang sedang ramai di jalan raya, apa lagi ia berkendaraan dalam kondisi mabuk, itu artinya ia sengaja menantang bahaya. Bukan kerena ia tidak bepusa’ atau ini ketentuan Allah, namun sebab ia tidak hati-hati atau sedang mabuk, dan akibatnya terjadi kecelakaan dan menambrak orang lain. Kesimpulannya bahwa kecelakaan yang terjadi pada orang tersebut bukan akibat kempunan karena tidak bepusa’, tapi karena tidak hati-hati saja.

Yang Keempat: bahwa pusa’ hanyalah sebuah kebiasaan yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kayong sejak beratus tahun yang lalu. Meyakini pusa’ sebagai kewajiban yang harus dilakukan berarti kita telah percaya pada sesuatu yang belum tentu keberannya dan tidak jelas dalilnya menurut Al- Qur’an dan Hadist, dan berarti kita telah meyakini sesuatu tanpa ilmu dan iman karena Allah. Yang menyedihkan hati lagi ketika orang tua menyantap sesuatu sementara anak-anak sedang tidur pulas atau masih bayi belum bisa makan makanan yang dimakan ortunya, maka si ortunya menjamahkan makanan tersebut ke mulut atau anggota tubuh anaknya. Yang saya khawatirkan ialah akan mengundang binatang yang suka dengan manisan/lemak mengerumuni/mengisap makanan yang ada di tubuh anak tersebut, seperti semut misalnya. Bisa bahaya juga sob?

Menyikapi hal ini, saya lebih cenderung menyimpulkan bahwa Pusa’ itu adalah istilah penolakan halus Melayu Kayong dalam menghormati tawaran makan/minum dari seseorang agar tidak terkesan sombong dan dianggap tak beretika. Artinya jika tak ingin makan /minum cukup menyentuh makanan/minuman tersebut saja sebagai tanda bahwa kita telah ikut mencicipi secara tidak langsung. Inilah bentuk kebersamaan dan sifat menghargai.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pandangan saya Pusa’ hanya merupakan sebuah mitos yang mentradisi saja, bukan adat budaya sebagaimana yang kita dengar dari penuturan orang tua-tua kita. Dan saya secara pribadi sangat menghargai ini, sebab pesan moralnya dapat. Dalam menjalankan prinsip saya pun melihat kondisi orang dulu. Saya akan menolak tawaran Pusa’ apabila ia adalah keluarga atau orang terdekat saya, tentu sambil menjelaskan mengapa saya tidak mau bepusa’. Namun saya tidak bisa menolak tawaran pusa’ tersebut jika yang nawarkan adalah orang yang baru saya kenal atau saya tidak terlalu akrab dengannya. Niat saya hanya menghormatinya dan membuat ia agar tidak tersinggung dan mengatakan bahwa saya sombong, bukan karena meyakini bahkwa saya akan kempunan jika tidak bepusa’. Bagaimana dengan kamu sob?

Pendapat saya ini tidak bermaksud mengecilkan, mengurui atau menampik Pusa’ yang dianggap leluhur kita sebagai adat, tapi saya hanya ingin merubah pandangan kita semua bahwa tidak ada istilah kempunan/bahaya kalau tidak bepusa’ tersebut. Musibah atau kecelakaan yang menimpa kita itu bukanlah disebabkan kempunan, namun ada faktor lain yang menyebabkannya, bisa jadi kelalaian kita sendiri. Hanya sebuah kebetulan saja jika terjadi musibah/kecelakaan pada kita setelah kita lupa bepusa’, dan sekali lagi itu bukan faktor penyebabnya, hanya kebetulan saja. Kemudian untuk melestarikan ini sebagai adat atau nilai-nilai memiliki pesan moral, kita cukup meniatkan di hati bahwa kita bepusa’ bukan karena takut kempunan tapi untuk menghormati orang yang telah menawarkan kita makan/minum sehingga kebersamaan itu tetap terjaga. Terus hidari mengungkapan bahwa kalau tidak bepusa’ itu kempunan, sehingga insya Allah kita akan terhidar dari sifat musyrik/syirik kepada Allah.

Nah sob. Mudahan kamu sependapat dengan saya. Dan semoga ini bermanfaat buat kita, utamanya buat saya dan keluarga. Yang benar dari tulisan ini mungkin itu petunjuk Allah SWT dan yang salah itu hanyalah kebodohan saya sebagai manusia yang dhaif, kerena kebenaran itu mutlak milik dan dari Allah kan sob?. ( Hasanan 30 Oktober 2013)

Tiga Golongan Besar Dalam Birokrasi Pemerintahan


Tiga Golongan Besar Dalam Birokrasi Pemerintahan

Oleh : Miftahul huda Di buat Tanggal 02  oktober 2013

 lentera 2 isnawati ketapang kal bar kku

            Saudara saudari semua pasti tahu dengan para pegawai pemerintahan yang ada bukan ? ya pasti tau dong. Mungkin di antara para pembaca adalah salah satu dari pegawai negeri, atau bahkan menjadi pejabat, atau memiliki jabatan penting di birokrasi, atau memiliki keluarga yang kebetulan pegawai negeri ataupun pejabat, atau mungkin hanya masyarakat biasa ?. Ya saya yakin anda tetap ada di antara golongan yang saya sebutkan tersebut. Sebelumnya saya memohon maaf jika artikel yang saya tulis ini menyinggung anda yang termasuk dalam golongan orang birokrasi pemerintahan. Namun sesungguhnya tulisan saya ini bukan untuk bermaksud menyinggung anda percayalah. Maksud saya tak lain dan tak bukan hanyalah berbagi wawasan atas pengamatan yang telah saya lakukan selama sekian tahun, hehehe.

sebuah karya seni hanya bisa di nikmati oleh orang yang memiliki jiwa seni

            Baiklah langsung saja saya akan menjelaskan ketiga Golongan tersebut yakni sebagai berikut :

  1. Golongan Orang Pintar Tapi Tidak Jujur

Coba anda amati bagaimana karakter orang Pintar dan tidak jujur dalam birokrasi pemerintahan ?, ada atau tidak ? dan siapakah dia ?…..

Jawab : tentu ada bahkan mungkin banyak, dan siapakah dia ?, dia mungkin adalah orang orang yang memang pintar namun sayang nya tidak memanfaatkan kepintaran nya dengan baik untuk kepentingan umum. Walaupun jika ada untuk kepentingan masyarakat umum paling ya hanya beberapa persen saja, orang melayu bilang BAYE NDAK PUSAK JAK BAH, heheheh. Singkatnya jika ada suatu kesepakatan yang tidak menguntungkan kantong pribadi nya, maka dia akan sangat banyak alasan untuk tidak melakukan nya. Alasan nya sangat banyak bahkan tidak masuk akal, yang tidak punya kewenangan lah, tidak ada aturan nya lah, tidak ini tidak itu, tidak prosedural… melanggar pasal ini dan itu hehehhebanyaklah alsannya, sampai bosen saya nulisnya, pokok nya tidaklah titik. dan yang lebih celaka lagi Golongan orang seperti ini biasanya memiliki posisi penting dalam birokrasi pemerintahan. Bisa di bayangkan betapa kacaunya jika banyak Golongan orang seperti ini………!!!!!!!!!

  1. Golongan Orang Jujur Tapi Bodoh / kondisi yg membuat bodo

Biasanya kita sesekali waktu bertemu dengan seorang PNS atau Pejabat yang memiliki hidup sederhana atau pas pasan bahkan ada juga yang masih miskin. Apa komentar orang tentang hal tersebut ?. biasa nya begini komentar mereka, “ oh …itu orang jujur yang tidak pandai ini dan itu, tapi heran kenapa dia kok miskin ya ? padahal kan dia pegawai negeri ?. he. he. Jawaban nya, ya  jangan heran karena dia adalah Golongan orang yang jujur tapi bodoh. Bodoh bukan dalam artian tidak bisa bekerja atau bodoh pemikiran nya dan semacamnya. Namun bodoh yang saya maksud di sini adalah bodoh karena keadaan. Yang artinya ia tidak bisa banyak berbuat melainkan hanya menuruti saja permainan permainan yang ada ya termasuk permainan yang di mainkan oleh orang dengan katagori nomor satu di atas. He he .

  1. Golongan Orang Pintar Dan Jujur

Nah ini dia Golongan terakhir dalam birokrasi pemerintahan, bisanya Golongan orang seperti ini tidak bertahan lama dalam posisi penting di pemerintahan, selalu ada saja alasan mutasi atau pemberhentian bahkan teror terhadap Golongan orang ini. Lho kenapa bisa begitu ?, bukankah kita membutuhkan Golongan orang seperti ini ?. ya kita sih membutuhkan orang seperti itu, namun para orang pintar dan tidak jujur dalam birokrasi pemerintah sudah terlanjur mendominasi, dan mereka tidak akan tinggal diam, tentunya mereka akan melakukan manuver manuver untuk menjatuhkan orang yang jujur dan pintar ini, iya kan ?. he. he ..sungguh sial ya Golongan orang yang ketiga ini .?

 sd 14 kamboja pulau maya tanjung satai

            Heheheh .. maaaf ya itu Cuma pengamatan kecil kecilan saja lhooo, kalau masuk akal ya sudah diam diam saja atau ape kek terserah hehehe, tapi sepertinya Memang begitulah kenyataan pahit yang harus kita hadapi, ternyata menurut riset abal abal juga hehehe, golongan orang pertama dan ke dua lah yang mendominasi negara ini. Ya wajar saja kalau Indonesia ini kondisinya banyak kacau. Semoga para pembaca yang ada di birokrasi pemerintahan tidak termasuk dalam katagori Golongan orang yang pertama tersebut, hehehhe….saya yakin kok pasti masih banyak yang baik kok terutama di tanah Kayong Uatra bertuah yang masih banyak menjunjung norma ketimuran dan agama ini, heheheh. semoga saja dengan adannya gaung pendidikan karakter leh kementrian pendidikan nasional, kelak kita harapkan generasi berikutnya adalah golongan orang ketiga yang mendominasi, sehingga kalimat Negara Indonesia yang Baldatun Thoyibatun warofun ghoffur bukan hanya ada di slogan slogan formal dan pemanis untaian kata. Amieeen

%d blogger menyukai ini: