Arsip Blog

MENGKUSAINI, !! “PPP Bersyukur Atas Dukungan Yang Di Berikan oleh Partai Pengusung dan Masyarakat” Untuk Pasangan CDEF

Sosialisasi Program Pemda KKU 2014 – 2018


sosialisasi program bupati kku, warta kayong

SIMPANG HILIR – Bertempat di Graha Praja Kantor Camat Simpang Hilir, Senin (10/3/2014), Bagian Kesejahteraan Sosial (Kesos) Pemda KKU, melakukan Sosialisasi Program Bupati dan Wakil Bupati Priode 2014 – 2018. Salah satu program yang dimaksud, yaitu mencetak Sepuluh Sarjana Perdesa. Dengan demikian, 2018, KKU memliki sarjana strata 1 (S 1) sebanyak 430 orang. Ini demi mengenjot sumber daya manusia (SDM) KKU yang masih tertinggal.

Dikatakan Idrus, Wakil Bupati (Wabup) Kayong Utara dalam arahannya, pada dasarnya, program Bupati dan Wakil Bupati 2014 – 2018 merupakan program lanjutan priode sebelumnya, yaitu pendidikan dan kesehatan gratis, yang merupakan program unggulan Pemda KKU. Namun, khusus di bidang pendidikan, priode ini ditambah dengan program 10 sarjana perdesa. Program ini tentu untuk meningkatkan kualitas SDM di KKU yang masih terbelakang, ungkap Wabup.

Menurut Wabup, beasiswa yang diberikan Pemda pada program 10 sarjana perdesa, yaitu untuk kategori siswa berprestasi dan siswa tidak mampu. Mekanisme rekrutmennya, khusus siswa berprestasi, data tersebut diperoleh dari sekolah. Setiap sekolah (SMA/SMK/MA) mengrimkan data 10 orang siswa berprestasi ke Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten, kemudian dinas kabupaten melakukan seleksi kembali dari seluruh data yang ada.

Sedangkan untuk kategori siswa miskin, data tersebut diperoleh dari desa, sebab, desa yang lebih tahu tentang kondisi warganya. Kemudian, Kepala Desa dan Camat merokomendasikan siswa tersebut, selanjutnya disampaikan ke Dispen Kabupaten. Dari data siswa berprestasi dan siswa miskin yang terdata, intinya, setiap desa terdiri dari 2 orang pertahun, baik kategori siswa berprestasi maupun siswa tidak mampu, terang Wabup.

Dimana peran masyarakat? Tanya Wabup. Peran masyarakat yaitu mengawasi dan mengawal program ini dengan baik. Jangan sampai program ini salah sasar, atau datanya dari hasil manifulasi. Dan perlu diingat! Program 10 sarjana perdesa ini diperuntukan untuk putra daerah. Sebab itu, hak masyarakat untuk mengawalnya. Laporkan jika terjadi penyimpangan. Bupati kita membuka ruang untuk publik, melalui SMS langsusng ke Bupati, tegas Wabup.

Tentang fasilitas kuliah, mahasiswa hanya tinggal kuliah saja. Semua biaya ditanggung Pamda. Namun perlu diketahui, pemilihan universitas, fakultas atau jurusan bagi calon mahasiswa yang mendapat beasiswa 10 sarjana perdesa, ditentukan Pemda KKU sesuai kebutuhan SDM yang ada di KKU. Pungkas Wabup.

Menurut Kepala Sub Bagian (Kasubag) Kesos, Ichwani, S.Pd.I, dari sekian universitas negeri yang dijajaki untuk kerjasama program tersebut, baik di Kalbar maupun luar kalbar, baru Universitas Tanjungpura (Untan) yang menyediakan kuota. Untan menyediakan 54 orang kuota calon mahasiswa baru untuk program tersebut. Sedangkan di luar Untan, seperti UGM Yogyakarta, tak memberikan kepastian angka untuk KKU.

Menjawab pertanyaan peserta, ketika masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati tersebut habis tahun 2018, sedangkan program 10 sarjana perdesa hanya diatur dengan Peraturan Bupati (Perbup), yang secara yuridis (hukum) dapat berubah dengan pergantian Bupati baru. Ichwani menjelaskan, bahwa Pemda telah membuat program pilihan, yaitu On Going.

Dijelaskan Ichwani, On Going adalah program pilihan bagi siswa yang tidak masuk dalam kategori siswa berprestasi dan tak mampu, serta untuk mengantisipasi ketika tahun 2018 masa jabatan Bupati sekarang berakhir. Jadi, dengan On Going, program tersebut tetap jalan, mahasiswa tahun 2018 tetap dapat kuliah dengan beasiswa dari Pemda KKU.

Tujuan sosialisasi hari ini, yaitu agar masyarakat tahu, paham dan ikut mengawal program yang telah dicanangkan Pemda KKU untuk masyarakatnya. Sehingga program ini benar-benar diketahui dan dapat dikawal langsung masyarakat KKU, jelas Ichwani. (Has)

5 TIPE MAHASISWA



foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 1

5 TIPE MAHASISWA

Oleh: Hasanan

Sori sob, 5 tipe mahasiswa ini akronimnya yaitu memakai nama-nama binatang. Tapi jangan salah sangka dulu, tentu ini tidak ada maksud menyamakan sob sekalian dengan dengan binatang tersebut. Akronim ini hanyalah untuk memudahkan penyebutan saja dan biar terkesan agak unik gitu lho? Hehehe. . . . .

Coba kita simak 5 tipe mahasiswa di bawah ini sesuai dengan aktivitas keseharian mahasiswa tersebut. Asyik juga tu jika sob menyimak dan memahami isinya, bukan cuma sekedar membaca. Hehehe. . . . .

1. Tipe Kupu-Kupu:
Kupu-Kupu alias Kuliah Pulang-Kuliah Pulang, adalah tipe mahasiswa apabila selesai mata kuliah akhirnya langsung pulang begitu saja, lebih betah di rumah/di kosnya. Jika aktivitas ini dilakukan mahasiswa dari awal masuk kul hingga wisuda, kemungkinan besar mahasiswa tipe ini memiliki wawasan dan pergaulan yang sempit, taunya dunia kampus dan dunia kosan/rumah saja.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 2
2. Tipe Kutu-Kutu:
Kuliah Tugas-Kuliah Tugas (Kutu-Kutu), tipe mahasiswa yang satu ini kerjanya kuliah terus ngerjain tugas, kuliah terus ngerjain tugas. Tipe ini lebih berorentasi pada akademik. Biasanya kuliahnya di patok dengan IPK yang tinggi, misalnya 4,5. Wawasanya sih kemungkinan lebih luas dibanding dengan tipe mahasiswa Kupu-Kupu, sebab besar kemungkinan mahasiswa tipe Kutu-Kutu ini akrab dengan perpustakaan dan literature lainnya.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 4
3. Tipe Kunang-Kunang:
Biasanya mahasiswa tipe ini yang paling banyak di kampus-kampus di Indonesia umumnya bahkan di dunia, yaitu Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring (Kunang-Kunang). Dapat dibuktikan lho? Liat aja di kampus-kampus disekitarmu.
Mahasiswa tipe ini bukan Kupu-Kupu bukan juga Kutu-Kutu, tapi mahasiswa tipe ini kerjanya nengkreng di kampus, kantin, warkop de-el-el. Kerjanya ngak jauh dari ngobrol-ngobrol, nyanyi-nyanyi, nongkrong-nongkrong, bahkan biasanya sambil godain cewek-cewek atau cowok-cowok. Mahasiswa tipe ini sering juga disebut sebagai mahasiswa Hedon, yaitu mahasiswa yang kerjanya senang-senang aja gitu.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 6

4. Tipe Kura-Kura:
Tipe ini sering disebut aktivis kampus, yaitu Kuliah Rapat-Kuliah Rapat (Kura-Kura). Aktivitas sehari-harinya di kampus bahkan di luar kampus pun adalah rapat, rapat dan rapat. Apa saja tu yang di rapatkan ya?
Ada 2 kemungkinan karakter mahasiswa tipe ini. Pertama, mahasiswa tipe ini emang serius mengikuti rapat sehingga memahami apa yang ia rapatkan. Kemungkinan Kedua, ada mahasiswa yang rapatnya hanya ikut-ikutan saja alias ngak paham apa yang dirapartin. Atau bisa juga jenis yang kedua ini ikut rapat cuma untuk keren aja gitu, pas ada teman kuliah nanya via telpon/hp, “Lagi ngapain lho sekarang?” trus dia bilang, “Gue lagi rapat nih.” Keren kan?

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 3
5. Tipe Kuda-Kuda:
Tipe mahasiswa yang terakhir ini yaitu Kulaih Dakwah-Kuliah Dakwah (Kuda-Kuda). Aktivitasnya apa ya? Jelas dong, mahasiswa tipe ini ialah mereka yang disamping kuliah juga berdakwah di kampus. Dakwah dalam hal ini tentu identik dengan dakwah islamiyah. Tipe ini pun sering disebut Aktivis Dakwah Kampus (ADK), yang biasa didominasi oleh mahasiswa-mahasiswi yang aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) milik mereka. Seru juga tu!

Tipe mahasiswa ini emang tak mudah sob, sebab banyak yang mengaku aktivis Islam atau aktif di LDK, tapi saat diamanahi tugas untuk dakwah selalu banyak alasan untuk menolak, sibuk kulaihlah, ada urusan mendadaklah, dll.
Kuliah dan dakwah jika diniatkan karena Allah semuanya bernilai ibadah. Sesuatu yang bernilai ibadah inssya Allah tentu Allah akan memudahkah segala urusan kita. Barang siapa menolong agama Allah/berdakwah dijalan-Nya, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu, (QS. Muhammad : 7).

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 5
Kira-kira, sob sedang berada pada tipe mana nih? Atau mau milih tipe yang mana kira-kira yang pas dan bermanfaat buat sob dan lingkungan sob?
Tentu keputusan ada ditanganmu. Orang lain cuma perantara saja buatmu, karaktermu, kamulah yang paling berhak membentuknya. Versi: Adi Permana Sidik (Mahasiswa Pasca Sarjana, Fikom Unpad). Sumber: Majalah Sabili.

%d blogger menyukai ini: