Arsip Blog

Serial Bedah Film Pelapis Seribu Pulau Berjuta Harapan

Misteri Sungai Kali Alam Seponti

Rumuskan Multimedia Tekhnologi Mandiri Bersama SMAN 1 Simpang Hilir

PROYEK untuk 2014


PROYEK untuk 2014

proyek 2014 kayong utara

Tanggal 9 April 2014 adalah jadwal Pesta Demokrasi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Pesta yang dihela 5 tahun sekali ini tentu menyita banyak waktu dan uang, utamanya buat Calon Legislatif (Caleg) itu sendiri. Tak tanggung-tanggung, ada caleg yang telah menyiapkan ratusan bahkan miliyaran rupiah untuk modal kampanyenya.

Sebanyak 12 parpol yang ikut pemilu tahun ini (NasDem, PKB, PKS, PDI-P, Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PPP, Hanura, PBB dan PKPI) menyatakan siap bertarung dalam perang partai 2014 mendatang. Agresi dan amunisi perang pun telah ditetapkan setiap partai. Siapakah yang bakal jadi pemenangnya? Kita tunggu nanti. Yang pasti kita berharap, pemenangnya bukanlah tikus-tikus congek.

Gawai 2014 bukan hanya pertarungan calon saja, namun menjadi arena bagi pertarungan Partai Politik (Parpol) pula. Parpol yang tak masuk Parliamentary Threshold (PT) 3,5 % secara nasional akan gugur. Disinilah pertarungan sengit politik itu digemboskan para elitnya. Dan pertarungan selanjutnya ialah merebut kursi presiden.

Menghadapi gawai akbar tersebut, berbagai paket pemilu sudah dipersipkan parpol dan calonnya, mulai dari paket dana, paket sarana prasarana hingga paket busana. Bagi parpol yang tak memiliki kursi, caleg berduit dan big boss sebagai tulang punggung partainya sedikit mengkerutkan dahi. Pasalnya kalkulasi financial yang dibutuhkan cukup tinggi, sehingga tidak berani berspekulasi terlalu tinggi pula. Syukur-syukur masih ada masyarakat yang memiliki naluri nabiyah yang ikhlas memilihnya tanpa iming-iming materi. Tapi masih adakah? Karena antara pemimpin dan masyarakat – masyarakat dan pemimpin saat ini laksana dua sisi mata uang. Baca juga https://wartakayong.wordpress.com/2013/10/27/krisis-multi-demensi-berlanjut-kesalahan-itu-kita-yang-memulainya/

Perlu diwaspadai, Tahun Anggaran 2014 menjadi moment penting bagi elit politik yang duduk di parlemen dan ekskutif saat ini. Praktik bermain di anggaran/penganggaran pun bisa terjadi. Akan ada tawaran program-program bansos, proyek aspirasi (dewan) dan berbagai paket proyek menarik lainnya ditawarkan secara langsung ke masyarakat. Dan itu telah terjadi pada Tahun Anggaran 2013 yang sedang berjalan. Kerena dari hasil berbagai survey menunjukkan bahwa kebocoran anggaran saban tahun itu terjadi pada saat pembahasan dan penetapan anggaran antara ekskutif dan legislatif. Disinilah dualisme kepentingan lembaga dan individualisme itu diperdebatkan atas nama rakyat. Dan permainan selanjutnya ada pada lembaga masing-masing dan individu masing-masing sebagai actor pelaku dilembaganya.

Yang membuat kita kecewa, banyak proyek aspirasi yang masuk ke desa kadang tidak sesuai dan jauh dari hasil Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) yang setiap tahun diselenggarakan desa. Seharusnya, jika ingin memasukan program/proyek, dasarnya harus mengacu pada draf Musrenbangdes sebelumnya, karena draf tersebut merupakan dokumen resmi yang selalu disampaikan desa ke perwakilannya yang ada di parlemen. Namun sepertinya tidak digubrik. Pada hal dokumen musrenbangdes tersebut dirumuskan Pemerintahan Desa berdasarkan hasil musyawarah desa yang dihadiri setiap elemen masyarakat yang ada di desa tersebut, artinya ini benar-benar aspirasi masyarakat. Sedangkan aspirasi dewan, belum tentu aspirasi masyarakat.

Mengapa dewan kurang respon atas dokumen Musrenbangdes yang disampaikan kepadanya? Sebab dokumen musrenbangdes adalah dokumen resmi yang ditetapkan oleh Peraturan Perundang-Undangan, dan ini pula menjadi dasar ekskutif dalam menetapkan pembangunan yang ada. Jika ini sepenuhnya direspon atau dipakai dewan dalam pembahasan anggaran maka dana tambahan dari fasilitas dana aspirasi mereka yang telah ditentukan jadi hilang. Disinilah game itu dimainkan. Sebab sudah menjadi rahasia umum, bahwa dewan yang mengiring/menitif proyek aspirasinya ke dinas/instansi akan mendapat 10 % dari total anggaran setiap 1 item proyek aspirasi dari dinas/kontraktor pelaksana. Dinas/instansi pun demikian. Inilah paket sarana prasarana yang saya maksud. Jika dikaitkan dengan persiapan gawai 2014, tentu ini merupakan modal tanpa modal.

Ini merupakan segelumit cerita dari perjalanan demokrasi kita. Mengapa tema ini saya angkat? Agar menjadi pelajaran buat kita semua, pelajaran buat dewan yang ada dan akan mencalon lagi, pelajaran buat caleg yang baru agar bisa menjadi bahan evaluasi ketika mereka duduk di parlemen 2014 – 2019 nanti. Karena inilah harapan besar bangsa ini. Demokratisasi semakin membaik karena para caleg dan elit partainya akan dan telah memulai melakukan cara-cara berpolotik santun, bermartabat dan memberikan pendidikan politik yang terbaik buat masyarakatnya, sehingga melahirkan Indonesia yang bermartabat dan terbebas dari berbagai krisis yang terjadi saat ini. Dan semoga 2014 – 2019 terlahir dari rahim demokrasi kita anggota dewan dan pemimpin bangsa yang aspiratif dan berakhlak mulia. Semoga saja, amin. HAsAnAN 03/11/2013.

Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani


Demplot LPP NU Kayong utara, Untuk Dakwah Tani

DSC_4706 panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

2 November 2013 akhirnya demplot LPP NU kabupaten kayong utara yang di motori oleh KH. Samadikun anggota dewan pakar PBNU pusat melakukan acara launching semangka di dalam areal yang kurang lebih hanya satu hektar tersebut. Dalam acara sederhana tersebut di hadiri oleh wakil bupati kayong utara Idrus beserta ibu wakil bupati, kemudian di dampingi pula ketua NU kayong utara H. Nazril Hijar, Tokoh Agama serta tokoh masyarakat.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dll

Dalam pengantarnya KH. Samadikun mengungkapkan bahwa aksi panen raya ini adalah sebuah percontohan tentang bagaimana kita memberdayakan sumber potnsi pertanian yg ada, khususnya di kayong utara, sebagai contoh saja dengan modal kami yang kurang lebih hanya 3 jutaan ini, insyaallah kami akan panen dengan asumsi per batang semangka minimal menghasilkan 4 KG kemdian di kali 2000 batang yang di tanam hasilnya adalah 8 ton, silahkan di hitung 1 Kg harganya Rp. 5000,00 X 8 Ton, hasilnya berapa kali lipat iotu dari modal?, ini merupakan juga bagian dari pada dakwah kita bersama, bukan hanya dakwah di mmbar atau dari mesjid ke masjid Dakwah tani juga sangat di perlukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, begitulah ungkap Kh Samadikun.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllde

Di ungkapkan oleh Idrus S. Sos, dalam sambutanya menyatakan sangat mengapresiasi usaha dari Lembaga pengembangan pertanian Nahdlatul Umat kayong utara (LPPNU), sebab hal seperti ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat dan sekaligus membantu dalam melakukan pengelolaan pertanian guna untuk mendukung pengembangan pertanian khususnya di kayong utara.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dlled

Acara kemdian di lanjutkan dengan peninjauan lahan semangka kemduian pemetikan dan di belah secara simbolis oleh wakil bupati dan ketua NU kayong utara dan hasilnya di bagi bagikan kepada semua peserta dan masyarakat sekitar.

panen semangka lpp nu kayong kabupaten  utara oleh haji samadikun dan wakil bupati idrus dan para tokoh masyarakat sukadana simpang hilir dllf

Meski atas nama LPP NU, namun siapa sangka ternyata kegiatan tersebut di lakukan swadaya atas partisipasi dan semangat juang dari KH Samadikun, bahkan dari mulai penggarapan lahan hingga produksi semua swadaya, bahkan lahan tersebut ia juga menyewanya dari masyarakat. (MH/ 02/11/2013)

 

FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN


FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN

Oleh: Hasanan

BENQ DIGITAL CAMERA

Bagi masyarakat Kayong (Ketapang dan Kayong Utara) kata Pusa’ bukanlah bahasa asing dalam keseharian warga yang dulunya satu kabupaten, satu perundohan/peduloran (keluarga/keturunan). Saban hari kata ini sering kita jumpai, benar kan sob? Yupz.

kempunan kayong utara  hasanan kempunan, kayong utara, agok kusay, kusai, syahrudin, joko, ssm, simpang, mandiri, huda, bank kalbar,  melano, simpang hilir, seponti, teluk batang, pulau maya, info kayong utara

Sinomim dari Pusa’ ini yaitu Jamah, Calet/colet, Jawel dan Palet, yang kalau diindonesiakan berarti Menyentuh sesuatu. Pusa’ dalam arti Melayu sesungguhnya ialah menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan oleh seseorang ketika kita sedang tidak ingin ikut makan/minum kerena sedang kenyang, buru-buru ingin pergi atau sedang berpantang makan/minum barang yang ditawarkan pada kita.

Secara etimologi (asal kata), saya menduga kata Pusa’ ini berasal dari kata “Pasak” yang berarti paku yang terbuat dari kayu/bambu/logam untuk menutupi lobang, yang dalam istilah Pusa’ – pasak bermakna menyentuh sesuatu untuk menutupi perbuatan yang tidak bisa kita lakukan secara langsung yang berkenaan dengan makan/minum. Perubahan kata ini tentu melalui proses yang panjang dari peradaban Melayu Kayong itu sendiri atau sebuah perumpamaan yang muncul secara kebetulan untuk memudahkan penyebutan saja pada sebuah peristiwa yang terjadi pada saat itu, dan bahasa ini abadi hingga sekarang. Yang pasti bahasa ini muncul dari seorang tokoh adat (dukun/tabib) yang memimpin adat kampung di suatu wilayah kerajaan pada masa itu. Ini hanya praduga saya semata, sebab saya bukan ahli sejarah dan bahasa apa lagi ilmu etimologinya. Hingga hari ini tidak ada yang tahu pasti asal-muasal pusa’ ini dari mana dan siapa yang pertama memulainya.

SANYO DIGITAL CAMERA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Pusa’ ditulis tanpa tanda petik 1 (‘) dibelakang katanya yaitu Pusa yang berarti Puso, Dorongan Hati, Momentum (istilah fisika) dan Keranjang dari daun lontar. Sedangkan kata Pusak menurut KBBI yaitu Harta Pusaka dan jika diartikan kedalam bahasa Melayu Kayong Pusak yaitu Acak/berentakan/tidak teratur.

Konon dari cerita rakyat yang sudah melegenda dikalangan masyarakat Kayong bahwa Pusa’ ini muncul pada masa Kerajaan Simpang. Sebab saya sering mendengar istilah dari tokoh-tokoh adat atau sesepuh Melayu mengatakan begini “Jangan main-main dengan Pusa’, ini adat Simpang, kalau ndak bepusa’ nanti bisa kempunan (mendapat bala’/kelaca/kutukan).” Ini hanya sebuah kesimpulan yang bisa saya petik dari pernyataan para sesepuh adat yang katanya kalimat ini sudah ada secara turun-temurun. Bahkan ada semacam mantra tentan Pusa’ ini sob. Kamu pernah mendengar ya sob? Gini bunyi mantranya, “Pusa’-pusa’ pali’,” yang bermakna bahwa kita mohon terhindar dari bala’ karena tidak sempat menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan pada kita atau kita belum sempat membuat makanan/minuman yang kita inginkan. Kemudian ada juga yang menjilat tangan dan langsung ditempel ke keningnya sebagai simbol bahwa ia telah melakukan pusa’ atau secara tidak langsung ia telah mencicip makanan/minuman yang dimaksud. Hebat kan sob?

Terlepas benar atau tidaknya apa yang saya paparkan di atas, yang pasti kata Pusa’ merupakan kalimat ampuh yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat adat asli Kayong terutama etnis Melayu, bahkan pengaruhnya pun hingga kepada warga pendatang yang menetap di tanah Kayong hingga kini. Yang menjadi pertanyaan besar kita, benarkah Pusa’ akan menyebabkan seseorang akan Kempunan (terkena musibah/bala’/celaka) jika tidak kita lakukan? Maaf, tidak bermaksud mengecilkan atau mengurui para sesepuh kita, nurani saya mengatakan bahwa itu tidak benar. Tidak benar bahwa akan kempunan jika kita tidak pusa’.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pernyataan tidak benar yang saya kemukakan di atas bukan tanpa alasan dan pembuktian. Pertama: ini saya bukti sendiri selama bertahun-tahun. Awalnya saya pun sempat meyakini bahwa Pusa’ merupakan kewajiban yang harus saya patuhi karena saya pun takut dengan kempunan. Namun belakangan saya menerungkan sebuah ungkapan yang disampaikan paman saya sendiri, katanya “Syaithan itu selalu mengintai kelemahan kita, jika kita meyakini bahwa apabila kita tidak pusa’ akan kempunan maka syaithan pun akan merestuinya,” contoh: ketika seseorang menawarkan minum air kopi tetapi kita menolak untuk minum dan tidak bepusa’ pula maka syaithan menyertai keyakinan kita akan kempunan tersebut, sehingga pada saat kita berpergian dari tempat tersebut kita digigit ular atau kecelakaan di jalan. Mengapa ini syaithan yang melakukannya? Agar manusia berpikir dan percaya bahwa yang menyebabkan ia celaka ialah kempunan akibat ia tidak bepusa’, jadi bukan karena ujian atau ketentuan Qada’ dan Qadar Allah atas hambanya. “Ia (syaithan) berkata, Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan hal-hal di muka bumi terlihat baik bagi mereka (manusia) dan aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (Q.S. Al-Hijr[15]: 39-40).

SANYO DIGITAL CAMERA

Kedua: bahwa saya telah membuktikan pernyataan saya ini dalam keseharian saya sejak saya tidak meyakini Pusa’ tersebut. Sering saya ditawarin keluarga atau sanak-famili makan/minum, baik di rumah sendiri maupun rumah keluarga. Namun karena perut saya sedang dalam kondisi kenyang maka saya menolak tawaran tersebut. Ketika sisuruh bepusa’ itu tidak saya lakukan. Ada diantara keluarga saya yang marah dan bilang bahwa saya sombong atau dengan istilah “Rejeki jangan ditolak, musuh/musibah jangan ditantang.” Pada hal saya sedang menguji keyakinan saya dan menunjukan kepada mereka bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika saya tidak bepusa’. Dan itu terbukti dari pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun, tidak terjadi apa-apa. Karena saya meyakini bahwa takdir itu Tuhan yang menentukan, bukan sebab tidak bepusa’. Jika saya tidak bepusa’ lalu mendapat celaka itu hanya suatu kebetulan saja. Dan Alhamdulillah, secara kebetulan pun itu tidak terjadi. Ini mungkin karena Allah menyertai niat ikhlas saya karena-Nya.

Ketiga: bahwa Islam telah memberikan isyarat dan petunjuk kepada kita bahwa meyakini sesuatu bukan karena keyakinan kita kepada-Nya adalah dosa – perbuatan musyrik dan syirik karena kita telah menyekutukan Allah dengan sesuatu, dan syirik termasuk dosa besar. Ini kata pak ustadz/kiyai yang pernah saya dengar sih sob. Berikut ini aya hanya ingin mencontohkan dua kasus sebagai perumpamaan/pembanding saja.

Contoh kasus 1: seseorang yang sedang sakit dan sembuh ketika minum obat dari dokter atau sembuh setelah mendapat jampian dari dukun. Apakah dokter/dukun yang menyembuhkan orang tersebut dari penyakitnya? Tentu tidak bukan? Orang beriman akan bilang bahwa Allah yang menyembuhkan peyakitnya melalui perantaraan dokter/dukun. Tapi bagi orang yang sombong akan bilang bahwa kalau tidak karena dokter/dukun A maka penyakitku tidak akan sembuh. Tanpa seizing Allah, apapun tidak akan terjadi.

Contoh kasus 2: seseorang yang saat ditawarkan makan/minum tapi ia menolak karena alasan kenyang tanpa mau bepusa’, kemudian setelah itu ia bepergian lalu mendapat musibah kecelakaan di jalan raya misalnya. Apakah penyebab kecelakan tersebut akibat ia tidak bepusa’ atau itu karena ketentuan Allah atas dirinya? Jika kita mengatakan bahwa ia kempunan akibat tidak mau bepusa’ berarti pendapat kita sangat keliru dan tidak berdasar. Tapi jika kita mengatakan bahwa ini ketentuan Allah ada kemungkinan benar. Mengapa saya mengatakan ada kemungkinan benar? Sebab belum tentu setiap musibah yang terjadi pada manusia itu sepenuhnya ketentuan Allah, karena bisa jadi itu kelalaian manusia itu sendiri akibat tidak hati-hati atau ia sengaja menantang bahaya, kecuali orang yang sedang berjalan kaki ditabraknya dan meninggal itu dapat dikatakan takdir atas diri orang yang ditabraknya.

Mungkin anda akan mengatakan bahwa 2 contoh kasus di atas kontroversi, tidak nyambung, saya pun beranggapan demikian. Tapi benang merah yang ingin saya ambil dari 2 contoh kasus tersebut yaitu Hukum Sebab Akibatnya. Hukum sebab akibat pada kasus 1 di atas sangat jelas. Kesembuhan penyakit pada kasus 1 itu melalui pertolongan dokter/dukun sebab seijin/restu Allah., akibatnya penyakit yang diderita si pasien sembuh.

SANYO DIGITAL CAMERA

Sedangkan pada kasus 2 hukum sebab akibatnya tak jelas. Apa mungkin seseorang kecelakaan disebabkan karena tidak bepusa’? Kententuan Allah pun masih samar-samar pada kasus tersebut, karena bisa jadi ia ngebut pada saat kondisi orang sedang ramai di jalan raya, apa lagi ia berkendaraan dalam kondisi mabuk, itu artinya ia sengaja menantang bahaya. Bukan kerena ia tidak bepusa’ atau ini ketentuan Allah, namun sebab ia tidak hati-hati atau sedang mabuk, dan akibatnya terjadi kecelakaan dan menambrak orang lain. Kesimpulannya bahwa kecelakaan yang terjadi pada orang tersebut bukan akibat kempunan karena tidak bepusa’, tapi karena tidak hati-hati saja.

Yang Keempat: bahwa pusa’ hanyalah sebuah kebiasaan yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kayong sejak beratus tahun yang lalu. Meyakini pusa’ sebagai kewajiban yang harus dilakukan berarti kita telah percaya pada sesuatu yang belum tentu keberannya dan tidak jelas dalilnya menurut Al- Qur’an dan Hadist, dan berarti kita telah meyakini sesuatu tanpa ilmu dan iman karena Allah. Yang menyedihkan hati lagi ketika orang tua menyantap sesuatu sementara anak-anak sedang tidur pulas atau masih bayi belum bisa makan makanan yang dimakan ortunya, maka si ortunya menjamahkan makanan tersebut ke mulut atau anggota tubuh anaknya. Yang saya khawatirkan ialah akan mengundang binatang yang suka dengan manisan/lemak mengerumuni/mengisap makanan yang ada di tubuh anak tersebut, seperti semut misalnya. Bisa bahaya juga sob?

Menyikapi hal ini, saya lebih cenderung menyimpulkan bahwa Pusa’ itu adalah istilah penolakan halus Melayu Kayong dalam menghormati tawaran makan/minum dari seseorang agar tidak terkesan sombong dan dianggap tak beretika. Artinya jika tak ingin makan /minum cukup menyentuh makanan/minuman tersebut saja sebagai tanda bahwa kita telah ikut mencicipi secara tidak langsung. Inilah bentuk kebersamaan dan sifat menghargai.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pandangan saya Pusa’ hanya merupakan sebuah mitos yang mentradisi saja, bukan adat budaya sebagaimana yang kita dengar dari penuturan orang tua-tua kita. Dan saya secara pribadi sangat menghargai ini, sebab pesan moralnya dapat. Dalam menjalankan prinsip saya pun melihat kondisi orang dulu. Saya akan menolak tawaran Pusa’ apabila ia adalah keluarga atau orang terdekat saya, tentu sambil menjelaskan mengapa saya tidak mau bepusa’. Namun saya tidak bisa menolak tawaran pusa’ tersebut jika yang nawarkan adalah orang yang baru saya kenal atau saya tidak terlalu akrab dengannya. Niat saya hanya menghormatinya dan membuat ia agar tidak tersinggung dan mengatakan bahwa saya sombong, bukan karena meyakini bahkwa saya akan kempunan jika tidak bepusa’. Bagaimana dengan kamu sob?

Pendapat saya ini tidak bermaksud mengecilkan, mengurui atau menampik Pusa’ yang dianggap leluhur kita sebagai adat, tapi saya hanya ingin merubah pandangan kita semua bahwa tidak ada istilah kempunan/bahaya kalau tidak bepusa’ tersebut. Musibah atau kecelakaan yang menimpa kita itu bukanlah disebabkan kempunan, namun ada faktor lain yang menyebabkannya, bisa jadi kelalaian kita sendiri. Hanya sebuah kebetulan saja jika terjadi musibah/kecelakaan pada kita setelah kita lupa bepusa’, dan sekali lagi itu bukan faktor penyebabnya, hanya kebetulan saja. Kemudian untuk melestarikan ini sebagai adat atau nilai-nilai memiliki pesan moral, kita cukup meniatkan di hati bahwa kita bepusa’ bukan karena takut kempunan tapi untuk menghormati orang yang telah menawarkan kita makan/minum sehingga kebersamaan itu tetap terjaga. Terus hidari mengungkapan bahwa kalau tidak bepusa’ itu kempunan, sehingga insya Allah kita akan terhidar dari sifat musyrik/syirik kepada Allah.

Nah sob. Mudahan kamu sependapat dengan saya. Dan semoga ini bermanfaat buat kita, utamanya buat saya dan keluarga. Yang benar dari tulisan ini mungkin itu petunjuk Allah SWT dan yang salah itu hanyalah kebodohan saya sebagai manusia yang dhaif, kerena kebenaran itu mutlak milik dan dari Allah kan sob?. ( Hasanan 30 Oktober 2013)

5 TIPE MAHASISWA



foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 1

5 TIPE MAHASISWA

Oleh: Hasanan

Sori sob, 5 tipe mahasiswa ini akronimnya yaitu memakai nama-nama binatang. Tapi jangan salah sangka dulu, tentu ini tidak ada maksud menyamakan sob sekalian dengan dengan binatang tersebut. Akronim ini hanyalah untuk memudahkan penyebutan saja dan biar terkesan agak unik gitu lho? Hehehe. . . . .

Coba kita simak 5 tipe mahasiswa di bawah ini sesuai dengan aktivitas keseharian mahasiswa tersebut. Asyik juga tu jika sob menyimak dan memahami isinya, bukan cuma sekedar membaca. Hehehe. . . . .

1. Tipe Kupu-Kupu:
Kupu-Kupu alias Kuliah Pulang-Kuliah Pulang, adalah tipe mahasiswa apabila selesai mata kuliah akhirnya langsung pulang begitu saja, lebih betah di rumah/di kosnya. Jika aktivitas ini dilakukan mahasiswa dari awal masuk kul hingga wisuda, kemungkinan besar mahasiswa tipe ini memiliki wawasan dan pergaulan yang sempit, taunya dunia kampus dan dunia kosan/rumah saja.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 2
2. Tipe Kutu-Kutu:
Kuliah Tugas-Kuliah Tugas (Kutu-Kutu), tipe mahasiswa yang satu ini kerjanya kuliah terus ngerjain tugas, kuliah terus ngerjain tugas. Tipe ini lebih berorentasi pada akademik. Biasanya kuliahnya di patok dengan IPK yang tinggi, misalnya 4,5. Wawasanya sih kemungkinan lebih luas dibanding dengan tipe mahasiswa Kupu-Kupu, sebab besar kemungkinan mahasiswa tipe Kutu-Kutu ini akrab dengan perpustakaan dan literature lainnya.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 4
3. Tipe Kunang-Kunang:
Biasanya mahasiswa tipe ini yang paling banyak di kampus-kampus di Indonesia umumnya bahkan di dunia, yaitu Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring (Kunang-Kunang). Dapat dibuktikan lho? Liat aja di kampus-kampus disekitarmu.
Mahasiswa tipe ini bukan Kupu-Kupu bukan juga Kutu-Kutu, tapi mahasiswa tipe ini kerjanya nengkreng di kampus, kantin, warkop de-el-el. Kerjanya ngak jauh dari ngobrol-ngobrol, nyanyi-nyanyi, nongkrong-nongkrong, bahkan biasanya sambil godain cewek-cewek atau cowok-cowok. Mahasiswa tipe ini sering juga disebut sebagai mahasiswa Hedon, yaitu mahasiswa yang kerjanya senang-senang aja gitu.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 6

4. Tipe Kura-Kura:
Tipe ini sering disebut aktivis kampus, yaitu Kuliah Rapat-Kuliah Rapat (Kura-Kura). Aktivitas sehari-harinya di kampus bahkan di luar kampus pun adalah rapat, rapat dan rapat. Apa saja tu yang di rapatkan ya?
Ada 2 kemungkinan karakter mahasiswa tipe ini. Pertama, mahasiswa tipe ini emang serius mengikuti rapat sehingga memahami apa yang ia rapatkan. Kemungkinan Kedua, ada mahasiswa yang rapatnya hanya ikut-ikutan saja alias ngak paham apa yang dirapartin. Atau bisa juga jenis yang kedua ini ikut rapat cuma untuk keren aja gitu, pas ada teman kuliah nanya via telpon/hp, “Lagi ngapain lho sekarang?” trus dia bilang, “Gue lagi rapat nih.” Keren kan?

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 3
5. Tipe Kuda-Kuda:
Tipe mahasiswa yang terakhir ini yaitu Kulaih Dakwah-Kuliah Dakwah (Kuda-Kuda). Aktivitasnya apa ya? Jelas dong, mahasiswa tipe ini ialah mereka yang disamping kuliah juga berdakwah di kampus. Dakwah dalam hal ini tentu identik dengan dakwah islamiyah. Tipe ini pun sering disebut Aktivis Dakwah Kampus (ADK), yang biasa didominasi oleh mahasiswa-mahasiswi yang aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) milik mereka. Seru juga tu!

Tipe mahasiswa ini emang tak mudah sob, sebab banyak yang mengaku aktivis Islam atau aktif di LDK, tapi saat diamanahi tugas untuk dakwah selalu banyak alasan untuk menolak, sibuk kulaihlah, ada urusan mendadaklah, dll.
Kuliah dan dakwah jika diniatkan karena Allah semuanya bernilai ibadah. Sesuatu yang bernilai ibadah inssya Allah tentu Allah akan memudahkah segala urusan kita. Barang siapa menolong agama Allah/berdakwah dijalan-Nya, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu, (QS. Muhammad : 7).

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 5
Kira-kira, sob sedang berada pada tipe mana nih? Atau mau milih tipe yang mana kira-kira yang pas dan bermanfaat buat sob dan lingkungan sob?
Tentu keputusan ada ditanganmu. Orang lain cuma perantara saja buatmu, karaktermu, kamulah yang paling berhak membentuknya. Versi: Adi Permana Sidik (Mahasiswa Pasca Sarjana, Fikom Unpad). Sumber: Majalah Sabili.

Tiga Golongan Besar Dalam Birokrasi Pemerintahan


Tiga Golongan Besar Dalam Birokrasi Pemerintahan

Oleh : Miftahul huda Di buat Tanggal 02  oktober 2013

 lentera 2 isnawati ketapang kal bar kku

            Saudara saudari semua pasti tahu dengan para pegawai pemerintahan yang ada bukan ? ya pasti tau dong. Mungkin di antara para pembaca adalah salah satu dari pegawai negeri, atau bahkan menjadi pejabat, atau memiliki jabatan penting di birokrasi, atau memiliki keluarga yang kebetulan pegawai negeri ataupun pejabat, atau mungkin hanya masyarakat biasa ?. Ya saya yakin anda tetap ada di antara golongan yang saya sebutkan tersebut. Sebelumnya saya memohon maaf jika artikel yang saya tulis ini menyinggung anda yang termasuk dalam golongan orang birokrasi pemerintahan. Namun sesungguhnya tulisan saya ini bukan untuk bermaksud menyinggung anda percayalah. Maksud saya tak lain dan tak bukan hanyalah berbagi wawasan atas pengamatan yang telah saya lakukan selama sekian tahun, hehehe.

sebuah karya seni hanya bisa di nikmati oleh orang yang memiliki jiwa seni

            Baiklah langsung saja saya akan menjelaskan ketiga Golongan tersebut yakni sebagai berikut :

  1. Golongan Orang Pintar Tapi Tidak Jujur

Coba anda amati bagaimana karakter orang Pintar dan tidak jujur dalam birokrasi pemerintahan ?, ada atau tidak ? dan siapakah dia ?…..

Jawab : tentu ada bahkan mungkin banyak, dan siapakah dia ?, dia mungkin adalah orang orang yang memang pintar namun sayang nya tidak memanfaatkan kepintaran nya dengan baik untuk kepentingan umum. Walaupun jika ada untuk kepentingan masyarakat umum paling ya hanya beberapa persen saja, orang melayu bilang BAYE NDAK PUSAK JAK BAH, heheheh. Singkatnya jika ada suatu kesepakatan yang tidak menguntungkan kantong pribadi nya, maka dia akan sangat banyak alasan untuk tidak melakukan nya. Alasan nya sangat banyak bahkan tidak masuk akal, yang tidak punya kewenangan lah, tidak ada aturan nya lah, tidak ini tidak itu, tidak prosedural… melanggar pasal ini dan itu hehehhebanyaklah alsannya, sampai bosen saya nulisnya, pokok nya tidaklah titik. dan yang lebih celaka lagi Golongan orang seperti ini biasanya memiliki posisi penting dalam birokrasi pemerintahan. Bisa di bayangkan betapa kacaunya jika banyak Golongan orang seperti ini………!!!!!!!!!

  1. Golongan Orang Jujur Tapi Bodoh / kondisi yg membuat bodo

Biasanya kita sesekali waktu bertemu dengan seorang PNS atau Pejabat yang memiliki hidup sederhana atau pas pasan bahkan ada juga yang masih miskin. Apa komentar orang tentang hal tersebut ?. biasa nya begini komentar mereka, “ oh …itu orang jujur yang tidak pandai ini dan itu, tapi heran kenapa dia kok miskin ya ? padahal kan dia pegawai negeri ?. he. he. Jawaban nya, ya  jangan heran karena dia adalah Golongan orang yang jujur tapi bodoh. Bodoh bukan dalam artian tidak bisa bekerja atau bodoh pemikiran nya dan semacamnya. Namun bodoh yang saya maksud di sini adalah bodoh karena keadaan. Yang artinya ia tidak bisa banyak berbuat melainkan hanya menuruti saja permainan permainan yang ada ya termasuk permainan yang di mainkan oleh orang dengan katagori nomor satu di atas. He he .

  1. Golongan Orang Pintar Dan Jujur

Nah ini dia Golongan terakhir dalam birokrasi pemerintahan, bisanya Golongan orang seperti ini tidak bertahan lama dalam posisi penting di pemerintahan, selalu ada saja alasan mutasi atau pemberhentian bahkan teror terhadap Golongan orang ini. Lho kenapa bisa begitu ?, bukankah kita membutuhkan Golongan orang seperti ini ?. ya kita sih membutuhkan orang seperti itu, namun para orang pintar dan tidak jujur dalam birokrasi pemerintah sudah terlanjur mendominasi, dan mereka tidak akan tinggal diam, tentunya mereka akan melakukan manuver manuver untuk menjatuhkan orang yang jujur dan pintar ini, iya kan ?. he. he ..sungguh sial ya Golongan orang yang ketiga ini .?

 sd 14 kamboja pulau maya tanjung satai

            Heheheh .. maaaf ya itu Cuma pengamatan kecil kecilan saja lhooo, kalau masuk akal ya sudah diam diam saja atau ape kek terserah hehehe, tapi sepertinya Memang begitulah kenyataan pahit yang harus kita hadapi, ternyata menurut riset abal abal juga hehehe, golongan orang pertama dan ke dua lah yang mendominasi negara ini. Ya wajar saja kalau Indonesia ini kondisinya banyak kacau. Semoga para pembaca yang ada di birokrasi pemerintahan tidak termasuk dalam katagori Golongan orang yang pertama tersebut, hehehhe….saya yakin kok pasti masih banyak yang baik kok terutama di tanah Kayong Uatra bertuah yang masih banyak menjunjung norma ketimuran dan agama ini, heheheh. semoga saja dengan adannya gaung pendidikan karakter leh kementrian pendidikan nasional, kelak kita harapkan generasi berikutnya adalah golongan orang ketiga yang mendominasi, sehingga kalimat Negara Indonesia yang Baldatun Thoyibatun warofun ghoffur bukan hanya ada di slogan slogan formal dan pemanis untaian kata. Amieeen

%d blogger menyukai ini: