Film Fiksi Indie, CINTA : Capai Impian Dan Cita cita


cinta  lembar

CINTA : (Capai Impian dan Cita Cita)

Oleh: Miftahul Huda

 1nd draft

J a n u a r y    2 0 0 9

 Film Di Produksi Pada Tahun 2009

  1. Ide Cerita : Kisah perjuangan seorang Anak Desa demi mengjar cita cita nya.
  2. Premis   : dengan segala daya upaya dan keterbatasan yang ada pada diri nya ia memilih sekolah yang banyak menyediakan waktu luang untuk membantu pekerjaan paman dan bibi nya yang ia tumpangi.
  3. Sinopsi : sopian 15 tahun seorang anak desa yang Polos dan lugu pindah sekolah ke kota, karena ayah nya sudah meninggal sehingga ibu nya seorang diri tidak mampu lagi untuk membiayai sekolah nya di karenakan adik – adiknya yang banyak. Di sebuah kota kecil Ridwan tinggal bersama Paman nya di rumah kontrakan. Pada awal nya Paman dan bibi sopian menyarankan untuk tidak sekolah karena tidak mampu membiayai. Namun pada akhirnya mereka mau mengabulkan permintaan sopian dengan syarat sopian tidak meninggalkan pekerjaan pokok ya`ni membantu paman – dan bibi nya mencari uang dengan cara menjadi pemulung. Setelah surat pindah di urus oleh sang paman akhirnya sopian masuk sekolah yang di pilihkan oleh paman nya. Hari pertama seperti nya agak berat untuk di lalui sopian, selain ejekan dari teman – teman nya  ia juga harus beradaptasi lebih jauh.

Dengan Berbagai halangan, tantangan, rintangan dan cobaan dalam kehidupan nya baik di sekolah atau di luar sekolah akhirnya sopian berhasil mendapatkan beasiswa dari pemerintah dengan predikat lulus terbaik nomor satu setingkat kabupaten.

cinta aaaa

Babak 1 :

Suasana Desa dan kehidupan keluarga sopian yang sederhana, keluarga sopian adalah keluarga petani miskin ia di tinggal wafat ayahnya beberapa minggu lalu. Sang ibu yang bekerja sebagai buruh kebun memutuskan untuk sopain agar tidak sekolah, namun dengan lembut sopian menolak ia bersikeras supaya tetap sekolah dengan mengikuti paman nya yang berada di sebuah kota kecil  berjarak + 60 KM dari desa nya. Dengan berat hati akhirnya sang ibu mengizinkan nya pergi.

Di suatu Kota kecil yang sibuk dengan berbagai aktivitas lalu- lalang kendaraan berseliweran kesana kemari dengan berbagai kepentingan masing – masing.  Di sinilah sopian datang kepada paman nya, dengan berbekal apmlop yang telah lusuh ia bertanya – tanya pada setiap orang di jalan dan akhirnya ia naik ojek dan pergi ke alamat yang di maksud.

Sementara di satu sudut kota kecil tersebut telihat suasana yang begitu hening tanang dan damai. Di salah satu rumah  kontrakan sederhana yang di huni oleh 1 kepala keluarga yang terdiri dari tiga orang terlihat seorang lelaki sedang bersiap – siap untuk berangkat bekerja, namun saat melangkahkan kaki nya beberapa langkah tiba – tiba ia melihat seorang anak berusia 15 tahun yang sangat ia kenal dengan membawa tas cangklong menuju ke arah nya, tidak lain anak itu adalah Sopian yang baru datang dari Desa.

e

Babak 2 :

Setelah beberapahari tinggal di rumah paman nya ia kemudian mengutarakan maksud yang sesungguh nya untuk bersekolah. Pada awal nya mereka tidak menghendaki sopian sekolah karena tidak memiliki biaya, namun setelah sopian berjanji akan membantu mereka dan mencari biaya sendiri untuk kebutuhan sekolah akhirnya mereka mau mengabulkan permintaan sopian.

Setelah paman nya mengurus surat pindah akhirnya sopian di tempatkan di sekolah yang banyak waktu luang untuk bekerja membantu pamn dan bibi nya bekerja.Hari pertama masuk sekolah adalah hari yang membosankan karena ia banyak di kerjai teman – teman baru nya, selain agak tampan namun lugu Sopian memang agak pendiam sehingga mereka tidak segan – segan mengerjai saat ia di suruh maju ke depan kelas dan memperkenalkan diri.

ee

Bagian 3

Di sekolah Karakter sopian yang idealis dalam kehidupan sehari – hari membuat teman – teman nya yang baru banyak bersimpati pada nya, namun juga ada sebagian teman – teman nya yang nakal tidak suka karena merasa terancam dengan kejujuran dan keberanian nya.  Rasa terancam sebagian teman nya tersebut semakin menjadi manakala ia terpilih menjadi ketua kelas. Sehingga tidak heran beberapa kali sopian di kerjai, di jebak dan di fitnah oleh jumadi dan kawan kawan nya (gang preman di Sekolah). Namun walau demikian ia tetap sabar dan tidak membalas perbuatan tersebut. Banyak teman – teman nya yang Iba melihat sopian sering di dzhalimi, teman – teman sopian ingin membalas perbuatan Jumadi dan cs, namun Sopian tidak mengizinkan.

Jumadi dan cs nya Belum puas mengerjai Sopian, Hingga suatu hari saat istirahat tiba Jumadi diam – diam menyelinap masuk kelas dan menyelipkan sebungkus rokok pada Tas Sopian. Saat lonceng masuk akan berbunyi jumadi berpura – pura menyuruh teman nya untuk melaporkan dirinya jika ia ketahuan merokok.

Tak beberapa lama bel masuk kelas pun berbunyi, ketika Pak subai masuk ia langsung memanggil Jumadi ke depan kelas dan mengintrogasi nya. Jumadi menyangkal tuduhan tersebut ia tidak terima kalau ia di tuduh merokok. Dan teman – teman jumadi yang telah berkomplotpun berteriak – teriak untuk melakukan pemeriksaan. Akhirnya pemeriksaan pun di lakukan.

Betapa terkejutnya seisi ruangan ketika sebungkus rokok di temukan pada tas Sopian, kecuali komplotan jumadi dengan sunggingan senyum penuh kemenangan mereka puas karena telah berhasil mengerjai sopian. Sang Paman pun di panggil pihak sekolah kemudian di beri tahu perihal keponakan nya. Sang paman terkejut dan sangat murka pada Sopian.

Suatu saat Jumadi sadar dengan perilaku nya karena kebaikan sopian yang menolong Jumadi saat di keroyok 2 orang preman yang akan memalak nya. Jumadi pun memberitahukan dengan cs nya kalau ia sudah tidak mau memusuhi sopian. Bahkan Jumadi meminta maaf kepada sopian dengan sikap nya selama ini, ia juga memberikan pengakuan baik kepada guru dan sopian bahwa yang mengerjai nya selama ini termasuk kasus merokok beberapa minggu lalu adalah dia. Dan semenjak itu mereka tidak pernah bermusuhan, mereka saling bersahabat dan saling mengisi satu sama lain.

Jadwal hari – hari sopian sangat padat pagi ia sekolah, siang ia bekerja sebagai pemulung hingga sore, jika malam ia sudah lelah dan tertidur pulas, waktu nya untuk belajar sangat sempit sehingga nilai semester nya merosot jauh ia mendapat peringkat paling bawah. Dengan masalah tersebut ia terancam tidak lulus dari ujian akhir nanti.sopian sangat pusing dengan persoalan yang ia merasa tak sanggup menghadapi.Untung ia ingat dengan guru nya  yang kharismatik Pak Mul namanya atau biasa di panggil Ustd Mulyadi. Sopian meminta saran pada nya dan pak mul dengan antusias memberikan resep belajar yang produktif  pada sopian. dan saat itu juga sopian sedikit merubah jadwal keseharian nya sehingga tidak heran begitu UAN ia lulus dengan peringkat nomor satu dari sekolah nya dan no 3 se Kabupaten. Dan yang lebih membuat ia bersyukur ia mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan jenjang sekolah yang lebih tinggi. Semua orang merasa sangat terharu atas prestasi yang ia dapatkan dari jerih payah nya.

Di tengah – tengah gemilang dan sukses nya sopian, diam –  diam ada salah seorang teman wanita sopian yang bersimpati, bahkan rasa simpati itu lebih dari sekedar simpati. Dewi Rahmatul Aini itulah nama gadis manis berkerudung yang diam – diam menyimpan rasa ….pada Sopian. Dewi kagum dengan pribadi sopian ia akhirnya berbagi hati dengan salah seorang teman nya. Lewat teman nya tersebut ia mengirimkan sepucuk surat ungkapan hati pada sopian. Sopian ang seumur hidup nya yang tidak pernah mengenal cinta – cintaan terkesima dengan ungkapan hati Dewi yang ia kenal baik dan cantik. Walau dalam hati nya ia kagum dan menyukai sang dewi dengan kata lain ia juga mencintai nya, namun ia segera sadar dengan tujuan yang sesungguhnya ia kejar hingga ia bersusah payah bekerja sambil sekolah. Ia merasa perjuangan nya sudah setengah jalan ia tidak mau perjuangan tersebut gagal begitu saja karena urusan cinta apalagi ia masih SMP.

Sopian kemudian membalas surat tersebut dan di dalam surat tersebut ia memberi alasan tidak mau bercinta dengan cerita jujur apa yang ia alami dan apa yang ingin ia raih selama ini. Suratpun di baca oleh sang Dewi, dengan rasa haru bercampur baur Dewi membaca isi surat Sopian. Ia merasa bahwa diri nya selama ini tidak ada apa apa nya di banding sopian yang selalu berjuang walau dalam keterbatasan. Ia yang hidup berkecukupan selama ini merasa tidak berarti jika di banding dengan perjuangan Sopian. Dewi menghargai penolakan halus sopian, namun dalam hati ia tetap bersimpati dan menerima tawaran persahabatan yang di tuangankan dalam isi surat sopian. Dengan adanya Surat sopoian justru ia lebih sadar dengan arti hidup yang sesungguhnya hidup ini bukan hanya untuk kesenangan semata. Dalam surat Sopian di ungkapkan bahwa Rasa C I N T A yang sesungguhnya adalah “CAPAI IMPIAN DAN CITA – CITA”.

eee

Ini Trilernya :

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: