Kisah Mistis Di balik Film “SAFAR Buang Sial”, Sang Aktor Sempat Di Sembur Dukun Kampung


Film bertema budaya dan kearifan lokal yang berjudul “Safar buang sial”, telah selesai di garap pada tanggal 23 Oktober lalu di Teluk Melano Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara Kalimantan Barat. Waktu pengerjaan di mulai dari pra produksi tanggal 14 Oktober dan berakhir pada moment puncak di rabu terakhir bulan safar tanggal 23 Oktober.

Dalam proses pembuatan film ini ada satu kisah yang menarik, yakni  saat adegan di Pelabuhan ketika mandi safar sedang berlangsung, tiba tiba salah satu Dukun kampung yang ikut mengawal jalannya ritual masuk dalam satu adegan yang tidak ada dalam skenario.

“Secara tiba tiba saat satu Scene yang menggambarkan penangkapan, pak dukun tiba tiba masuk dalam frame kamera dan menyembur aktor yang di tangkap dengan bacaan mantra mantra. Saat itu  shoting sempat kami hentikan sesaat dan memberikan penjelasan pada pak Dukun yang kami panggil Wak Ujang “. Ungkap Miftahul Huda sebagai Pimpinan produksi dalam film tersebut.

Setelah di sembur oleh sang dukun, shoting masih berjalan hingga acara mandi safar usai, namun ketika beralih lokasi shoting di pasar Melano, sang aktor yang bernama Jecko tiba tiba tak sadarkan diri, kepalanya tiba tiba terasa berat, shoting terganggu kemudian istirahat sejenak.

“ padahal kami sudah makan siang bersama sama, dan saya tidak pernah merasakan hal seperti itu, lalu saya tiba tiba ingat dengan peristiwa di pelabuhan, saat di sembur sang dukun. Saat itulah saya di bawa untuk minta air penawar kepada sangd Dukun “. Ungkap Jecko.

Saat ke tempat dukun  yang bernama wak Ujang,  Jecko kemudian di berikan air Penawar. “ alhamdulilah setelah meminum air dari beliau mungkin lantaran itulah langsung sembuh, Pak dukun bilang dengan saya jika dia hanya sedikit melemaskan Urat saat di pelabuhan tadi, karena ia beranggapan bahwa saya adalah penjahat maka ia melakukan itu, tapi pak dukun tau jika ia akan kembali , maka air penawar yang ia minumpun sebetulnya sudah di siapkannya ”. Ungkap Jecko bertutur.

Adegan film safar di pasar melano

Selanjutnya proses syutinmg berjalan lancar hingga malam hari, percaya atau tidak atas kejadian mistik, yang pasti hal tersebut masih kental di masyarakat kita saat ini.

Film “Safar buang sial” yang berlatar belakang budaya ini di kemas dengan bumbu fiksi yang melibatkan beberapa komunitas film untuk ikut berpartisipasi. Menurut Sutradara Kushariyanto Bagal, bahwa  film ini bertujuan untuk memberikan sebuah gambaran tentang sejauh mana arus modernisasi mempengaruhi kehidupan sosial mauoun budaya, khususnya di kalangan anak anak muda.

“ kita ingin memberikan sebuah sajian yang real dalam film ini mengenbai bagaimana keadaan generasi saat ini kaitan dengan adat dan budaya, di sini sangat menarik kita coba sajikan dengan jujur bahwa ada persepsi berbeda antara kaum muda dan tua, dan kita coba satukan menjadi sebuah film agar kita sama sama berfikir dan sadar menegnai pelestarian adat dan budaya khususnya untuk generasi mendatang “. Ungkap Kushariyanto Panjang lebar.  MH 04 – 11- 2019

Posted on 7 November 2019, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: