Ketika Sumur warga Batu Barat telah mengering, apa Yang terjadi dengan Datok Tua ini?.


Kemarau panjang menyebabkan sebagian sumur warga di Desa Batu barat Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong utara mengering. Krisis air bersih pun mengancam, mereka bahkan sudah berupaya mendalamkan sumur akan tetapi tetap saja tidak ada hasilnya.

Sebagian di antaranya, kini mulai memanfaatkan satu-satunya sungai yang aliran airnya dari sungau utama di Sungai Mata mata. Dan ada lagi Sebagian memanfaatkan aliran Sungai batu barat, namun airnya asin.

Adapun warga lainnya menimba langsung dan mengangkutnya dari dari aliran sungai mata mata yangberwarna hitam. Mereka mamanfaatkan aliran sungai mata mata untuk kebutuhn MCK.

Salah satunya, Ramni (60 Tahun ). Saat bertemu team wartakayong ia lebih memilihmengambil air di tepi parit padat karya Desa sungai mata mata. Tampak ia sedang mengisi air ke jurigen yang  bermuatan 20 liter. Air yang di ambilnya tidaklah begitu baik, karena tampak berwarna cokelat dan agak keruh.

Jarak parit dengan sungai mata mata sekitar  dua KM, di pariti ini warga sering mengambil air untuk keperluan MCK. Ramni bersama para warga lainnya menimba air yang agak kotor oleh lumpur di sini.

“kami ambil air di sini untuk mandi dan basuh saja kalau untuk minum kami membeli, satu drum isi 200 liter harganya Rp 40 ribu,” ucapnya dalam bahasa Bahasa melayu  saat di temui Jumat, 06 Sepetember 2019.

Ramni menjelaskan, Setiap hari, setidaknya ia harus bolak-balik memakai motor untuk mengambil air di sini bersama warega lainnya, alasannya memakai air di parit yang kotor tersebut karena jarak lebih dekat.

Tubuhnya yang  sudah tua masih terlihat kuat. Tetapi, ia pun menyadari usia tak dapat dibohongi. Tubuhnya tak lagi cukup kuat untuk membawa bolak balik memakai motor air yang ia bawa , tapi karena keterpaksaan ia harus melakukannya bersama dengan warga yang lainnya.

Ramni tampak tegar menghadapi kemarau, hal itu  tampak dalam  tindakannya. Namun demikian ia merasa masih beruntung sebab untuk keperluan minum terkadang karena tidak mampu membeli maka ia di beri oleh temannya, dan baru satu kali di minggu ini menurutnya ada mobil pembagian dari dinas PU Kabupaten. ( MH / 06/09 / 2019 ).

Posted on 6 September 2019, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: