Menyoal Bangunan Air Bersih Mangkrak Tak Bermanfaat Di Seponti


Bangunan Air Bersih Mangkrak Tak Bermanfaat Di Seponti

Saat WK team berkunjung ke Kecamatan Seponti melintasi jalan Desa Telaga Arum – banyu Abang, tak sengaja melihat ada Bangunan Air bersih tepatnya di Tr 17 Desa Telaga Arum. Tampak dari fisik bangunan tersebut sepertinya mangkrak tak terurus dan lengang tidak ada aktivitas .

Kami penasaran dengan bangunan air bersih yang di bangun pada tahun 2009 tersebut. Pelan pelan kami menelisik dari tiap sudut bangunan, dari mulai kantor, penampungan air, mesin diesel, hingga sumber baku air bersih yang mereka ambil dari sungai alam ( kali alam ) yang berjarak 50an meter dari bangunan utama.

Sekilas bangunan tampak megah dan lengkap dengan berbagai fasilitas, mesin yang masih utuh serta tempat pengolahan airnya. Tapi entah mengapa bangunan tersebut sepertinya lama tidak pernah di fungsikan. Barangkali alasannya karena dana operasional yang tidak mencukupi, atau sumber baku air bersihnya yang memang tidak layak, sebab jika musium kemarau panjang, sungai Alam atau orang setempat menyebutnya kali alam airnya asin ataupun payau.

Cita cita pembangunan sumber air bersih di seponti ini mungkin dulunya baik, yakni ingin mengalirkan air bersih keseluruh warga seponti. Akan tetapi dalam tataran pelaksanaan antara cita cita dan rencana tidaklah selaras, sehingga apa yang di targetkan tidaklah tercapai, dan sangat di sayangkan, uang miliaran rupiah terbuang sia sia di untuk bangunan ini.

Kondisi bangunan air bersih yang mangkrak ini bukan hanya di seponti, di beberapa Kecamatan lain juga ada yang serupa. Misalnya di Kecamatan Simpang Hilir,  Teluk batang juga sebelas dua belas. Mestinya pemerintah Daerah mesti belajar untuk masa yang akan datang agar persoalan azas manfaat berdasarkan fungsi tersebut dapat selaras dan berjalan secara berkelanjutan.

Yang perlu di betulkan barangkali adalah bagimana memulai perencanan dengan memahami akar masalah atas solusi yang akan di lakukan. Yang namanya Pembangunan, apalagi sekelas pemerintah, harusnya membangun sesuatu dengan konsep terencana dan terukur, bukan serampangan atau sekenaknya apalagi yang penting anggaran terserap.

Berdasarkan kondisi di lapangan, saat ini Kemarau tahun 2019 ini sudah memasuki bulan ke 4, walau beberapa pekan lalu ada hujan namun tidak begitu lebat, orang kampung bilang “ hanya buang debu”, menurut mereka.

Di Seponti masyarakat sudah khawatir akan terjadinya kemarau yang lebih lama lagi. Alianto, salah seorang warga Tr 15 Desa Telaga arum menyatakan jika satu bulan lagi tidak ada hujan maka mereka bakal mengkonsumsi air Sumur untuk keperluan minum atau masak.

“ saat ini kami masih ada stok air di gentong pak, tapi kalau satu bulan lagi kami bisa minum air sumur yang rasanya asam atau kelat “. Ungkap alianto.

Ketika di tanya soal  bangunan air bersih yang ada di Tr 17 tersebut alianto mengungkapkan bahwa sudah lama tidak beroperasi. “ Pernah beroperasi hanya beberapa kali saja itupun kalau musim kemarau begini airnya payau “. Pungkas Alianto.

OLEH : MIFTAHUL HUDA  & TEAM 

Posted on 4 September 2019, in berita. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: