Diduga Proyek Siluman, Ditemukan Pekerjaan Tanpa Plang Nama


Naza Nadira Kepala Desa Sedahan Jaya(Baju hitam) saat meninjau lokasi pembuatan Gorong gorong dan Saluran, yang diperuntukan untuk mengurangi debit air saat musim hujan

Warga mempertanyakan adanya pembangunan saluran air dan gorong gorong, yang sedang dilaksanakan kegiatannya yang berada di Dusun Tanjung Banjar, Desa Sedahan Jaya. Penggalian saluran sepanjang lebih kurang 360 meter dan Gorong gorong 7meter tanpa papan nama itu menimbulkan berbagai asumsi dari warga sekitarnya.

Salah satu warga sempat bergumam” Jangan-jangan ini proyek siluman,” gumam warga yang tak menyebutkan namanya saat HMSTime investigasi dilapangan pada Sabtu(18/5).

Pekerja bernama Mentol meyebutkan bahwa pekerjaan yang sedang ia dan kawan kawannya kerjakan itu merupakan swadaya warga.

“Kami sebagai pekerja hanya tau nya bekerja, masalah ini apakah proyek aspirasi atau apapun kami tidak paham, yang saya tau ini adalah kerjaan swadaya,” sebut Mentol ketika dimintai keterangannya.

Naza Nadira Kepala Desa Sedahan Jaya saat dikonfirmasi terkait pembangunan tersebut, merasa kaget dan tidak mengetahui adanya pembangunan itu, karena sebelumnya tidak ada laporan kepada pihak Pemerintah Desa.

“Saya juga kaget saat diberitahu warga, karena sebelumnya tidak ada pemberitahuan kalau mau ada pembangunan,dan saya juga belum tau ini sumber dananya dari mana? Sebab dari program belum ada yang mendapat surat perintah,” terang Kades Sedahan Jaya saat bersama meninjau lokasi pembangunan.

Sementara itu, Tr selaku pihak yang menurutnya hanya fasilitator mengaku, kalau kerjaan tersebut adalah swadaya masyarakat, yang mana dirinya hanya memfasilitasi keinginan warga.

” Kerjaan ini adalah kerjaan swadaya, bukan aspirasi dan bukandi program pemerintah, yang mana saya hanya memfasilitasi keinginan warga yang berharap untuk bisa dikerjakan,” ucap Tr.

Saat ditanya tentang sumber pendaan ia hanya mengatakan kalo itu dari sumber dana pribadi.

Ditanya siapa penanggungjawab?
” penanggung jawab adalah Masyarakat,” jawabnya lagi, tanpa menyebut siapa nama masyarakatnya.

Mengenai estimasi berapa besaran harga Tr juga tak menyebut nominalnya.

” Kita belum tahu berapa biayanya, namanya swadaya ya secukupnya, sejauh mana kebutuhan sesuai kemampuan kita,” lanjut jelasnya.

Saat ditanya tentang adanya ruas jalan yang di bobok, ia mengaku belum ada koordinasi, baik pada pihak desa maupun pihak lainnya.

A.M

Posted on 21 Mei 2019, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: