Potensi Alam dan Lingkungan Pesisir Kabupaten Kayong Utara


 

Destinasi Wisata Pasir Mayang Kayong Utara, Kalimantan Barat. Poto Redho . Selasa (27/2/2018)

Kayong Utara- Indonesia merupakan negara yang terdiri dari banyak pulau, sehingga sering disebut dengan negara seribu pulau, yang memiliki 17.508 gugusan pulau-pulau. Ada sebanyak 5.700 pulau telah memiliki nama, meskipun merupakan pemberian oleh masyarakat lokal dan sekitar 931 pulau didiami oleh manusia (data terus berubah).

Selain itu, ada mangrove, perikanan, terumbu karang, rumput laut juga sebagai sumber daya alam yang berpotensi, dalam pandangan ekonomi. Jika bisa mengembangkan sumber daya alam itu, tentu taraf ekonomi masyarakat pesisir akan meningkat begitu pula dengan kesejahteraannya.

Destinasi Wisata Pasir Mayang Kayong Utara, Kalimantan Barat. Poto Redho . Selasa (27/2/2018)

Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, merupakan salah satu daerah yang termasuk kategori pesisir, dimana antara kawasan darat dan perairan sama-sama luasnya. Sehingga tak salah bila kemarin pada tanggal 15 Oktober 2016, Presiden RI Joko Widodo membuka acara Sail Selat Karimata, sebagai upaya untuk membuka gerbang akses kepariwisataan (termasuk kemaritiman) Kabupaten Kayong Utara untuk lebih dikenal oleh mancanegara.

Bicara pesisir, salah satu yang mendominasi adalah mangrove. Pada beberapa wilayah indonesia, mangrove sempat viral pada awal tahun 2017 sebagai destinasi wisata. Masing-masing mengemasnya menjadi salah satu tempat wisata.

Destinasi Wisata Hutan Magrove Sukadana Kayong Utara, Kalimantan Barat. Poto Redho . Selasa (27/2/2018)

Hutan mangrove adalah  daerah/zona yang unik yang merupakan peralihan antara komponen laut dan darat, yang berisi vegetasi laut dan perikanan (pesisir) yang tumbuh di daerah pantai dan sekitar muara sungai (selain dari formasi hutan pantai) yang selalu atau secara teratur digenangi oleh air laut serta dipengaruhi oleh pasang surut.  Hutan mangrove di dunia ini sekitar 15,9 juta ha, sedangkan di Indonesia terdapat 4,25 juta yang tersebar di seluruh wilayah pantai di Indonesia.

Mangrove bukan hanya sekedar bicara tentang estetika alam, lebih jauh dari itu bahwa mangrove berfungsi sebagai pencegah erosi pantai, menjadi katalis tanah dari air laut, sebagai habitan perikanan, mencegah pemanasan global, menjaga kualitas air dan udara, menjaga iklim dan cuaca serta memberikan dampak ekonomi tersendiri bagi masyarakat pesisir (nelayan) disekitarnya.

Apa yang saya sampaikan tentu bukan hal baru, namun mari kita kembali menjaga kelestariaan kawasan pesisir kita, jagalah keberlangsungan mangrove yang ada. “Sedikit kepedulian kita, akan menyumbangkan banyak manfaat untuk generasi mendatang”. Herry Purwanto, S.IP,M.J/9/3/2018)

 

Posted on 9 Maret 2018, in berita, wisata and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: