Sapto Hariono Harapkan Pemerintah Daerah Perdayakan Masyarakat Dan Media Sebagai Agen Promosi Wisata


Acara Pembukaan Porapar Provinsi Kalimantan Barat tahun 2018 Kayong Utara, Menampilkan Tarian Tiga Etnis Perwakilan Sanggar Duta Kayong Sukadana Pimpinan Rahmah Idrus . Penari terdirri dari Pelajar SMP N 1 Sukadana dan SMA N 1 Sukadana Etnis Tionghwa Aulia dan Nabila, Penari melayu Mulyadi dan Weri, Penari Dayak Eko dan Galang. Poto Kus Hariyanto. senin (5/3/2018).

KAYONG UTARA – Tahun 2018 Kabupaten Kayong Utara, menjadi tuan rumah kegiatan Rakor Porapar Provinsi Kalimantan Barat. Dalam rakor porapar kali ini mengusung tema “Kita Tingkatkan Pelayanan Pengembangan Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata di Kalimantan Barat”.

Rakor porapar, merupakan agenda tahunan yang diikuti oleh seluruh peserta perwakilan kabupaten kota se-Kalimantan Barat. Hadir dalam rakor porapar KKU Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata. rakor porapar berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 5 hingga 7 maret 2018 bertempat di pendopo bupati kayong utara, jalan Sungai Bengkuang Kota Sukadana.

Dalam sambutanya, H. Hildi Hamid, berharap melalui rakor yang diselenggarakan di Sukadana, Kayong Utara dapat memanfaatkan moment, sabagai satu upaya untuk mengajukan rancangan pariwisata.

“ rakor porapar yang diagendakan setiap tahun oleh disporapar provinsi, manfaatkanlah untuk menyampaikan rancangan disetiap kabupaten kota yang ada di Kalbar supaya pariwisata di daerah masing-masing dapat berkembang,”pesan H. Hildi Hamid Bupati Kayong Utara dua periode, yang masa baktinya akan berakhir 25 juni 2018 ini.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Sapto Hariono meyampaikan tujuan rakor.

“ Tujuanya adalah untuk menyamakan vis antara program pusat dengan program daerah. berhasil atau tidaknya Pariwisata di sebuah kota  yang memiliki potensi wisata, itu tergantung dari upaya daerah itu sendiri,” tegasnya

Menurutnya, Program nawacita presiden Joko Widdodo, dapat di wujudkan mulai dari tingkat Kabupaten.

“ kabupaten kota dan propinsi, harus dapat mengaplikasikan program nawacita presiden, menbangun dari pinggiran,”pintanya

Terkait promosi wisata, Sapto Hariono memberikan gambaran kepada pemerintah daerah, untuk memberdayakan masayarakat dan media sebagai agent promosi destinasi wisata. MJ/7/3/2018

 

 

Posted on 7 Maret 2018, in berita, wisata and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: