Curhatan Netizen Atas Pelayanan Oknum Petugas Kesehatan Yang  Asal Asalan Memberi Resep Obat


 

Kayong Utara.Wartakayong.com-17 Februari di siang bolong salah seorang Netizen mengungkapkan kekesalannya terkait pelayanan kesehatan yang terkesan asal asalan. Hal tersebut bisa di maklumi sebab yang menjadi pasien adalah putrinya sendiri.

Melalui akun media sosial facebook yang bernama Hasanan Vespa,  keluhan atas pelayanan salah satu oknum petugas kesehatan di Puskesmas milik pemerintah tersebut di tanggapi dengan beragama oleh para netizen yang lain. Berikut curhatan dari akun tersebut ;

“Kecewa dengan Oknum Dokter Puskesmas

Pertengahan Januari 2018, istri saya membawa anak saya konsultasi dan berobat ke salah satu puskesmas di KKU.

Entah kenapa, di bawah lidah anak saya tumbuh bintil, yang mengkhawatirkan kami orang tuanya. Bisa jadi, bintil tersebut muncul berawal dari gigitan iseng anak saya.

Sebelum terjadi apa-apa dengan anak kami, istri segera membawanya ke puskesmas. Setelah ketemu dokter dan menceritakan kondisi anak saya, dokter pun melihat kondisi lidah anak saya.

“Bintil ini sebetulnya tidak masalah. Ibu cari Albothyl saja di apotik, kemudian oleskan ke bintil tersebu agar kempes!” saran dan resep lisan dokter.

Karena rekomendasi dokter, malamnya, kami sekeluarga baru ke apotik. Di apotik, barang yang dicari (albothyl) pun banyak tersedia. Karena ingin agar anak kami segera sembuh, pulang ke rumah, si sulung langsung diobati ibunya.

Selama lebih kurang 1 minggu, pemberian albothyl rutin kami lakukan, pagi dan malam. Bukannya kempes bintil dilidah anak saya, justerus memerah, membesar dan terasa sakit. Melihat hal tersebut, saya sarankan ke istri, jangan teruskan obat tersebut.

Satu minggu kemudian (6/2/2018), saya dan istri pergi ke Klinik Asri. Kami pun diberi nomor antrian oleh petugas klinik. Saat menggu antrian, tenaga medis klinik memberikan penyuluhan kesehatan kepada warga yang ngantri. Katanya, penyuluhan singkat tersebut, saban pagi mereka lakukan pada hari kerja.

Kemudian, anak saya pun dipanggil. Setelah beberapa tahap menjalani pemeriksaan, terakhir ke ruang dokter. Dokter melihat catatan pemeriksaan sebelumnya, terus memeriksa lidah anak saya.

Dokter klinik bilang, bintil tersebut ialah kelenjar air liur, kalau tidak salah ingat saya. Itu terjadi akibat gigitan anak saya. Bintil tersebut tidak berbahaya, lanjut dokter.

Sesuai pertanyaan dokter, obat apa yang telah kami berikan. Istri pun menjawab, “Albothyl dok,” jawab istri saya. Dan istri pun menjelaskan, bahwa obat tersebut rekomendasi dokter di puskesmas.

“Wah! Kenapa albothyl bu? Obat itu tidak baik, berbahaya,” tegas dokter klinik, dan memaparkan alasan bahayanya.

Selanjutnya, tanpa bertanya apakah kondisi anak saya sehat atau tidak, dokter memeriksanya. Memeriksa kesehatan lain sebelum melakukan tindakan utama. Bedakan dengan puskesmas? Di puskesmas, kita ditanya sakit apa pak/bu? Kita bilang gini-gitu, terus di kasi obat generik.

Setelah selesai memeriksa kesehatan anak saya, dokter akan melakukan bedah ringan. Sebelum menyuntikan obat sebal di lidah anak saya, anak saya diajak dokter bicara. Bicara dengan bahasa anak, sembari bercanda.

Sepanjang pemeriksaan dan setelah tindakan, anak saya diajak dokter klinik bicara. Sesekali anak saya tersenyum. Meneteskan sedikit air mata, ketika di suntik lindahnya. Setelah itu senyum lagi.

Setelah sebal, bintil di lidah anak saya di operasi dokter. Kemudian dijahitnya. Setelah selesai semua peroses pengobatan tersebut, dokter memberi resep obat. Kami pun ke apotik klinik. Selanjutnya pulang setelah obat didapat.

Alhamdulillah, setelah operasi, lidah anak saya tidak sakit lagi. Kekhawatiran kami orang tua hilang.

Cerita di atas, tidak bermaksud menyalahkan oknum dokter puskesmas. Tapi sebagai masukan, untuk evakuasi bagi dokter-dokter dan tenaga medis pemerintah lainnya.

Soal rekomendasi albothyl ke anak saya, itu tidak sepenuhnya salah dokter. BPOM adalah lembaga yang paling bertanggung jawab. Kenapa barang tersebut bisa beredar?

Sebaliknya, kenapa dokter Klinik Asri tahu bahaya albothyl tersebut? Tidak merekomendasikannya sebagai obat ke masyarakat. Bahkan mereka duluan tahu, sebelum albothyl menjadi perbincangan hangat di publik saat ini?”.

Demikianlah curhatan dari akun Hasanan vespa yang menjabarkan secara rinci dari mulai kronologi hingga pengobatan di selesaikan oleh pihak lain.

Dalam hal ini Kepala dinas  Kesehatan Kayong utara saat di konfirmasi belum memberikan respon atas kejadian tersebut. namun Dr Lukman Hakim Harahap sebagai kabid Yankes Dinas Kesehatan merespon dengan baik atas masukan dan kejadian tersebut.

Menurut Lukman saat di konfirmasi via What Apps pihaknya sangat menyayangkan kejadian yang seharusnya tidak terjadi. Pihaknya meminta maaf dan berjanji nanti akan meneruskan laporan tersebut ke pimpinan dan akan melakukan evaluasi serta monitoring terhadap pelayanan kesehatan di semua puskesmas yang ada di Kayong Utara.

“ Kami mintaa maaf atas ketidak nyamanan pasien dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas, ini pekerjaan rumah bagi kami, semoga ke depan tidak lagi terulang kejadian seperti ini”. Terang Lukman

MH/wk team/18/2/2018

Posted on 18 Februari 2018, in berita, Kesehatan and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: