Menghidupkan kembali Seni dan Budaya Lokal di Tingkat Akar Rumput


Ingatkan Sanggar Harus Berbadan Hukum **

Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, ketika menjadi narasumber pada sosialisasi pengenalan seni budaya masyarakat (Ist)

SUKADANA-Jumadi Gading, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kabupaten Kayong Utara, mengingatkan agar sanggar yang ada untuk mengurus badan hukum. Hal ini untuk memudahkan sanggar dalam mengajukan bantuan kepada pemerintah. “Silakan ajukan bantuan, namun syaratnya juga harus dipenuhi. Yakni harus memiliki badan hukum,” jelasnya ketika menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Pengenalan Seni Budaya masyarakat yang dilasanakan di gedung Desa Rantau Panjang Kecamatan Simpang Hilir, Kamis (21/12) kemarin.

Dalam acara tersebut, jumadi juga menjelaskan, selama Dinas Pendidikan telah melakukan pendataan terhadap cagar budaya yang ada di kayong utara. Selain itu, juga membuat dat base kelompok seni dan budayawan. Acara yang digagas pemerintah Desa Rantau Panjang, menghadirkan Narasumber dari Dinas Pendidikan, Raden Jamrudin selaku Penggiat Seni dan Lembaga Simpang Mandiri yang menjadi salah satu lembaga yang aktif membina sanggar di Desa Rantau Panjang.
“menjaga warisan budaya itu penting untuk menumbuhkan jati diri dan karakter bangsa. Dimana nilai-nilai yang terkandung dalam kebudayaan itu bisa diterapkan dalam kepribadian masyarakat,” jelasnya lagi.
Simpang Hilir diakui Jumadi, banyak memiliki peninggalan sejarah yang harus terus dilestarikan. Bukan hanya bisa memperkuat jati diri bangsa, tetapi juga akan memberi dampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh 50 peserta dari perwakilan sanggar, kelompok kasidah, dan para tokoh masyarakat. Kepala Desa Rantau Panjang yang diwakili Irwansyah, menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan agar masyarakat desa Rantau Panjang beruyapa melestarikan peninggalan sejarah dan budaya yang ada. “Sejatinya budaya lokal merupakan potensi bangsa yang tak ternilai harganya yang dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan bangsa,” timpal Irwansyah.
Diakhir kegiatan ini, masyarakat juga diberikan film cagar budaya yang dibuat Lembaga Simpang Mandiri bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.
(wK 21/12/2017)

Posted on 21 Desember 2017, in adat budaya. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: