Langit Biru di Tanah Bertuah


 

 

*Bedah Film Dokumenter “Langit Biru di Tanah Bertuah, Bagian 1”

Sejarah Pemekaran dan Pendidikan Gratis

“Berkah dari pemekaran sudah kita rasakan saat ini. Setidaknya, infrastruktur dan geliat kemajuan sudah dapat dirasakan dari masa ke masa, dibanding  sebelumnya. Sehingga tidak begitu berlebihan, apabila Langit Biru menggambarkan masa depan cemerlang. Atau menggambarkan sebuah harapan yang indah di Bumi Bertuah”. (REDAKSI WK)

Tahun 2012, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, menginisiasi sebuah Film Dokumenter. Sebuah film  yang menggambarkan keberadaan Kabupaten Kayong Utara dari sebelum pemekaran hingga  sesudahnya. Eksekutor film saat itu adalah Production House (PH) lokal, Simpang Mandiri Production.

Film Dokumenter yang di beri judul “Langit biru di Tanah Bertuah” ini, berdurasi kurang lebih 60 menit. Ada beberapa segment dalam film tersebut, diantaranya adalah opening. Kemudian segmen pertama, yakni sejarah yang meliputi visualisasi keadaan KKU sebelum pemekaran. Serta detik-detik perjuangan untuk memekarkan Kabupaten Kayong Utara dari kabupaten induknya (Ketapang).

Pada segment pertama ini, walaupun tidak begitu lengkap. Namun alur ceritanya sudah cukup menggambarkan bagaimana gigihnya perjuangan saat itu, untuk dapat memisahkan diri dari kabupaten induk.

Perjuangan keras dari berbagai tokoh masyarakat di lima kecamatan. Serta perjuangan dan kerja keras Tokoh Nasional asal Sukadana,  yakni Oesman Sapta Oedang, akhirnya membuahkan hasil.  Perjuangan yang dimulai dari tahun 2000 itu, akhirnya berujung pada peresmian Kabupaten Kayong Utara, tanggal 19 Juni 2007.

Menteri Dalam Negeri Ad Interim, Widodo AS, atas nama Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan Kabupaten Kayong Utara, sebagai kabupaten ke-13 di Kalimantan Barat. Dan  sekaligus melantik Syarif Umar Alkadri sebagai penjabat sementara tampuk kepemimpinan.

Setelah masa transisi berlalu. Untuk pertama kalinya, sebanyak 61.852 pemilih di lima kecamatan, telah menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Kabupaten Kayong Utara, yang di gelar secara langsung. Alhasil, pasangan Hildi Hamid dan Muhamad Said Tihi, dipercaya rakyat memimpin Kabupaten Kayong Utara periode 2008–2013. Dengan perolehan suara saai itu 27.460 suara (60,31%), mengalahkan 2 kandidat lainnya.

Pada segment kedua film Langit Biru di Tanah Bertuah tersebut, mengisahkan bagaimana Bupati terpilih (Hildi Hamid dan Muhamad Said Tiihi) menjalankan visi dan misinya. Terutama program unggulannya, untuk mewujudkan Pendidikan dan Kesehatan Gratis.

Pantas diakui, bahwa Hildi Hamid merupakan sosok pemimpin yang energik, tegas dan visioner dalam menjalankan  program-programnya. Dalam sektor perioritas, untuk mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis bagi masyarakat  bukanlah janji-janji kosong belaka. Dalam waktu singkat, kepemimpinan di bawah Hildi hamid  saat itu, langsung membagi tugas demi menyukseskan visi dan misinya.

Dipaparkan H. Hildi Hamid dalam film tersebut, mengenai  latar belakang kenapa ia bertekad mewujudkan pendidikan Gratis.  Ia mengungkapkan, bawah ada tiga hal yang membuat angka putus sekolah di KKU menjadi tinggi. Diantaranya adalah faktor ekonomi, sarana dan prasarana yang minim dan kurangnya motivasi orangtua.  Dengan latar belakang tersebut, maka ia bertekad pendidikan di Kayong Utara Harus Gratis.

Tentang sarana dan prasarana pendidikan dan lainnya, H. Hildi Hamid menyatakan bahwa, ia sampai saat ini masih memperioritaskan pada asas dasar kebutuhan masyarakat secara umum. Maka wajar saja, hingga saat ini, untuk kantor bupati saja masih belum ia perioritaskan. Cukup dengan fasilitas yang ada, itu sudah lebih dari cukup.

Kepala Dinas pendidikan Kayong Utara, Dra. Hj. Hilaria Yusnani menjelaskan. Sebelum diadakan pendidikan dan kesehatan gratis, tentunya para orangtua sudah merasakan bagaimana rasanya memikul beban mencari uang untuk mendaftar sekolah. Membayar uang iuran, membeli baju seragam sekolah dan lain lain. Sekarang, ketika sekolah sudah gratis, maka semua beban tersebut diambil-alih oleh Pemerintah Daerah.

Ungkapan syukur dan rasa terima kasih datang dari berbagai kalangan, mulai orangtua, pelajar maupun masyarakat Kayong Utara secara umum. Pasalnya, di Kalimantan Barat, baru Kabupaten Kayong Utara yang melakukan gebrakan Pendidikan Gratis.

Agus Wahyudi, salah seorang warga desa Telaga Arum, mengungkapkan rasa terima kasihnya, sekaligus mengomentari program pendidikan gratis. Menurutnya, program anggaran memang berasal dari pusat. Namun semunya tergantung dari kebijakan pemimpinnya. Ia membandingkan dengan Kabupaten Ketapang sebagai kabupaten induk Kayong Utara sebelum pemekaran. Hingga saat ini saja, sekolah di Kabupaten Ketapang masih bebayar.

Demikian pula pernyataan Abdul Ma`at, salah seorang warga Ketapang. Di dalam film tersebut Abdul Ma’at menuturkan, bahwa untuk uang pendaftaran sekolah tingkat SMA di Ketapang, berkisar antara Rp. 2–3 juta ke atas. Itu di luar uang lain-lain, seperti  iuran bulanan atau kegiatan. Sungguh angka yang fantastis.

Namun, dengan adanya pendidikan gratis, tak lantas membuat semua orang sadar. Buktinya masih ada saja yang tidak puas, atau tidak mau memanfaatkan fasilitas yang sudah di berikan pemerintah. Semestinya, dengan adanya berkah ini, kita mesti rajin dan memanfaatkan semaksimal mungkin apa yang kita dapati, untuk dinikmati dan disyukuri.

Bahkan pada saat ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, melewati tangan dingin Hildi hamid,  bukan hanya memberikan support pendidikan gratis hingga tingkat SMA. Namun ke jenjang perguruan tinggi, Pemda juga memfasilitasi bagi anak-anak yang kurang mampu, dengan kuota terbesar dari daerah lain di Indonesia. Harapannya, kedepan KKU memiliki sumber daya manusia yang lebih baik dari sekarang.

Kembali pada konsep awal, bahwa sesungguhnya pendidikan adalah suatu keniscayaan, untuk mencapi masyarakat cerdas, berperadaban dan mandiri. Dan yang pasti, masyarakat Kayong Utara, lembaga-lembaga pendidikan pendidikan yang ada, sudah merasakan manfaat dari pendidikan gratis ini.  (MIFTAHUL HUDA)

 

yang mau lihat filmnya bisa tonton di sini

Posted on 5 Desember 2016, in adat budaya, berita, cerkong, dprdkku, ekonomi, galeri, Hot Issue, Humaniora, Kasus, kreativitas, lingkungan, melayu punye cerite, Parlementaria, Pendidikan, Politik, Sastra, sejarah, Tokoh, Uncategorized, Warta Desa, Warta Umat, wisata. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: