Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan


asnawi-mendorong-pertumbuhan-ekonomi-pedesaan

Masyarakat desa Padu Banjar mengingikan, agar jalan utama desa mereka diperbaikan dan dilebarkan menjadi 4 meter. Mengingat jalan ini menjadi lintasan utama yang menghubungkan Padu Banjar Kecamatan Simpang Hilir, dengan PT KAP Sungai Paduan Kecamatan Teluk Batang. Para karyawan PT KAP berangkat kerja melintasi jalan Padu Banjar. Sebab, jika melalui Sungai Padu terlalu jauh dan memakan waktu.

Selain itu, masyarakat tani dari desa Pulau Kumbang, Sungai Paduan, Pemangkat dan Alur Bandung berladang (bersawah) di Padu Banjar. Sudah pasti aktivitas masyarakat di desa ini meningkat. Kondisi jalan yang sebagian besarnya rusak dan sempit, tentu menganggu pergerekan dan aktivitas masyarakat.

Pelebaran dan perbaikan jalan di desa Padu Banjar, menjadi usulan penting masyarakat setempat dari hasil perjalanan reses awal tahun Asnawi, anggota DPRD KKU. Sebagai wakil masyarakat, Asnawi merespon usulan ini. Dia akan menjadikan usalan masyarakat ini, sebagai bahannya ketika membahas pembangunan di tingkat kabupaten.

Selain itu, Asnawi melihat potensi petanian di Padu Banjar sangat tinggi. Lebih dari 2000 hektar lahan sawah teredia dan dikelola di desa ini. Hanya saja, masyarakat di tempat ini masih menanam padi satu kali dalam setahun.

Jika peratnian di Padu Banjar benar-benar diperhatikan pemerintah, Padu Banjar akan menjadi salah satu lumbung pangan KKU. Terutama tata lahan dan pengairannya harus di bangun. Asnawi yakin, jika ini di bangun, penanaman padi 2 kali setahun dapat dilakukan di Padu banjar.

Pemerintah seharusnya membangun irigasi di Padu Banjar. Jika tidak bisa dengan sistem bendungan, dengan irigasi pompanisasi. Karena pertanian di Padu Banjar layak dikembangkan. Lahannya mendukung dan sumber airnya tersedia.

Kader Partai Nasdem ini mengapresiasi kemajuan pertanian di Padu Banjar. Ini tentu berkat kerja keras PPL atau instansi terkait. Dulu, kalau ada bantuan pupuk ke petani, pupuk tersebut dibiarkan petani begitu saja di samping rumahnya. Sekarang, mereka sudah mengerti  dan membutuhkan pupuk dalam usahataninya.

Potensi lain yang patut di support pemerintah di Badu Banjar, yaitu budidaya ubi kayu. Di desa ini, ubi kayu lumayan banyak. Dilemparkan saja batangnya, akan tumbuh sendiri. Hanya saja ubi melimpah, pasarannya sedikit terhambat.

Asnawi berharap, adanya bantuan alat (mesin pengolah) dari pemerintah, untuk mengolah ubi kayu menjadi tepung tapioka. Jika telah diolah menjadi tapioka, maka resiko busuk tidak ada. Tepung dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama, asalkan kadar airnya benar-benar kering.

Asnawi berangan-angan agar di bangun pabrik tapioka di Padu Banjar. Untuk mewujudkan tujuan itu, Asnawi akan mengkoordinasikannya ke Distanak dan Disprindakop KKU. Jika dinas tersebut tidak bisa memfasilitasi, bersama dinas terkait, Asnawi ingin mengait investror yang berminat berinvestasi untuk bisnis ini.

Bukan tidak mungkin pabrik tapioka di bangun di KKU. Selama ini kebutuhan bahan baku tapioka didatangkan dari luar daerah, bahkan harus impor. Kenapa tidak kita dorong saja investor mendirikan pabriknya di tempat kita. Sebab, potensi ubi kayu di Kayong Utara sangat tinggi.

Setelah menyisir pedalaman desa Padu Banjar, Asnawi bergeser ke luar, menyerap aspirasi masyarkat dusun Sutra B1 dan B2 (Sungai Semut) desa Padu Banjar. Keinginan masyakat di 2 dusun ini yaitu, agar pemerintah membangun tambak ikan, udang atau kepiting. Karena dusun ini berada di daerah rawa, atau pesisir selat Maya dan Sungai Padu.

Dengan program Kementerian Kelautan dan Perikanan saat ini, peluang masyarakat untuk mengusulkan tambak-tambak rakyat sangat terbuka. Tinggal kita koordinasikan dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) saja. Yang penting memenuhi syarat-syarat yang ditentukan pemerintah, seperti adanya kelompok, memiliki areal budidaya dan sebagainya.

Keinginan Asnawi, Tahun Anggaran 2016/2017 sudah ada perencanaan atau realisasi dari program tambak rakyat. Harapannya, DKP harus menjemput bola ke pusat. Karena, tanpa ususlan dan perencanaan yang jelas dari daerah, Pemerintah Pusat tidak akan mengalokasikan kegiatan ini ke tempat kita.

Aspirasi penting terakhir yang ditampung Asnawi, yaitu usulan pemekaran Sungai Semut menjadi desa. Sebagai mantan Kepala Desa, Asnawi memahami betul keluh kesah masayarakat di tingkat desa. Oleh karena itu, Asnawi berupaya semaksimal mungkin, memperjuangkan apa-apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di tingkat desa.

Kendati urusan pemekaran atau pemerintahan bukan bidang komisinya di DPRD, Asnawi akan berupaya mensupport masyarakat dan mendorong pemerintah. Sehingga keinginan masyarakat untuk memekarkan desa dapat terkabul.

Setelah berkeliling di Padu Banjar, perjalanan reses anggota Komisi II ini selanjutnya ialah ke Matan Jaya. Keluhan masyarakat Matan, hampir sama dengan masyarakat desa lainnya yang ada di KKU. Yang paling mendasar dan prioritas adalah jalan penghubung.

Asnawi merasakan bagaimana penderitaan masyarakat pedalaman. Dari Matan ke Air Manis saja, butuh waktu 1,5 jam dengan menggunakan sepeda motor, karena jalannya hancur. Ini dilakukan Asnawi hanya karena ingin menemui konstituennya, juga merasakan penderitaan masyarakat setempat.

Persoalan membuka akses ke daerah pedalaman di KKU, secara bertahap Pemda akan membangunnya. Tahun ini saja, rencananya akan dilanjutkan pembangunan jalan Batu Barat – Perawas, desa Lubuk Batu. Ratusan miliyar dana telah disiapkan. Sekarang tinggal menunggu proses lelangnya saja.

Insya Allah, pasca Sail Selat Karimata 2016, pembangunan di KKU akan meningkat. Tidak menutup kemungkinan, pembukaan akses (jalan) Matan ke Batu Barat akan terealisasi. Sebab ini sudah masuk dalam perencanaan pembangunan Pemerintah Daerah. (Has/IL)

Posted on 16 November 2016, in dprdkku. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: