Mengangkat Cerita Rakyat “Batu Sebugal”, Skuter KKU Meraih Juara II Teater Tingkat Provinsi


teater kayong utara skuter sail selat karimata 2016 2

Berbagai komunitas seni Kayong Utara patut berbangga. Pasalnya, mereka meraih  juara II dalam lomba teater tingkat provinsi. Suatu ajang Apresiasi Seleksi Informasi Media Tradisional. Acara ini diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat, (31/5/2016) di Bengkayang.

teater kayong utara skuter sail selat karimata 2016ff

Predikat kedua merupakan prestasi yang membanggakan bagi peserta asal KKU. Peserta yang dinominasi pelajar SMA/SMK/SMP ini merasa tersanjung dengan prestasi tersebut. Tampil perdana di tingkat provinsi, mereka sudah menorehkan prestasi yang luar biasa.

teater kayong utara skuter sail selat karimata 2016s

Membanggakan lagi, hanya KKU pesertanya didominasi pelajar/remaja. Sedangkan dari kabupaten/kota  lainnya, sebagian besar didominasi oleh pemeran teater dewasa/senior.

Jumlah peserta yang betanding dalam apresiasi tersebut yaitu 10 Kabupaten/kota, dari 14 kabupaten/kota yang ada di Kalbar. Yang masuk nominasi pemenang teater yaitu, juara I Kota Singkawang, juara II Kayong Utara dan Juara III Kubu Raya. Sedangkan tuan rumah (Bengkayang) gugur.

“Kami merasa bangga bisa tampil di tingkat provinsi, dan Alhamdulillah menang. Ini merupakan ajang penyaluran bakat pemuda/pelajar yang patut diapresiasi. Setidaknya, dengan kegiatan ini, dapat mengurangi aktivitas negatif dikalangan remaja,” ungkap Rizki, pemeran Pangeran Sidang Panape dalam teater yang dilombakan.

teater kayong utara skuter sail selat karimata 2016cx

Rizki dan teman-temannya merasa tersanjung. Seleain memperoleh prestasi juara II tingkat provinsi, ajang tersebut memberikan makna dan warna tersendiri bagi Rizki dan rekan-rekannya. Mereka merasa mendapatkan pengalaman yang luar biasa dan berharga dari kompetisi ini.

Kegiatan ini dimotori oleh Lembaga Simpang Mandiri (LSM), lembaga binaan Simpang Mandiri Production (SMP) pimpinan Miftahul Huda. Bekerjasama dengan PARFI KKU, Sanggar Skuter (Student Kayong Utara Teater) pimpinan Jamani, Sanggar Senggayong Sukadana dan Sanggar Simpang Bertuah Simpang Hilir pimpinan Raden Jamhari. Serta difasilitasi oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kayong Utara.

Teater KKU yang ditampilkan, merupakan kolaborasi antara musik dan tari tradisional asal KKU. Sebagai pelakon teaternya yaitu, 18 orang pelajar SMK 1 Sukadana, yang tergabung dalam Sanggar Skuter. Pemain musiknya, 4 orang pelajar SMA 1 Simpang Hilir, yang tergabung dalam Sanggar Simpang Bertuah (SSB). Dan penarinya yaitu, 3 orang pelajar SMA 1 Sukadana, yang tergabung dalam Sanggar Senggayong.

teater kayong utara skuter sail selat karimata 201622

Sesuai tema dan TOR dari panitia lomba, Kayong Utara mengakat cerita rakyat tentang Batu Sebugal yang ada di desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir. Konon menurut legendanya, Batu Sebugal merupakan tembuni dari anak Pangeran Sidang Panape, yang membesar dan mengeras menjadi batu. Batu tersebut dianggap sebagaian masyarakat yang percaya, sebagai batu keramat.

Pangeran Sidang Panape, merupakan seorang sakti mandraguna yang pernah berjasa besar pada rakyat Kerajaan Tanjungpura – Sukadana. Dia merupakan abang kandung raja Sukadana. Namun sayang, hingga kini tidak diketahui secara pasti siapa adik Pangeran Sidang Panape tersebut.

Cerita kemasyhuran Pengeran Sidang Panape, merupakan cerita rakyat Kayong yang hidup hingga kini. Masyarakat lebih mengenal Pangeran Sidang Panape, ketimbang adiknya sebagai raja Sukadana. Mungkin karena kesaktian dan jasa pangeran, hingga dia lebih dikenal rakyat ketimbang adiknya.

teater kayong utara skuter sail selat karimata 2016

Terlepas dari cerita kontroversi tentang Pangeran Sidang Panape, yang pasti, sang pangeran berjasa besar pada rakyat Tanjungpura ketika itu. Berkat jasa pangeran, rakyat Kerajaan Tanjungpura terbebas dari siasat busuk kolonial Belanda, yang ingin menguasai Kerajaan Tanjungpura. Pangeran berhasil menyingkirkan belenggu yang bakal mengekang rakyat Tanjungpura dari tangan Belanda.

Penonton benar-benar terkesima menyaksikan adengan Batu Sebugal. Kadang mereka tertawa karena lucu, terharu dan histeris dengan tampilan cerita teater anak-anak Skuter. Yang membuat penonton dan juri merinding/terharu, saat adegan rencana pembunuhan Pangeran Pengeran Sidang Panape akan dilakukan raja.

Konflik batin raja pun luar biasa. Dilema, dibunuh atau tidak. Jika dibunuh, itu abang kandungnya, orang yang paling berjasa dalam melindunginya dan rakyatnya. Jika tidak dibunuh, kasihan nasib rakyat Tajungpura. Rakyat merasa resah dengan ulah pangeran. Pangeran senang dengan pasangan penganten yang baru menikah, akibat ilmu yang diamalkannya.

Endingnya, Pangeran Sidang Panape harus mati di tangan adik kandungnya sendiri, sang raja Sukadana. Dengan keris pusaka milik pangeran. Dengan perintah pangeran, keris tersebut diiriskan ke telinga pangeran, hingga pangeran jatuh tersungkur.

Wasiat sebelum pangeran meninggal, dia minta dijaga seorang wanita perawan yang akan menjadi istri terakhirnya. Dari wanita inilah, lahir seorang anak yang tembuninya membesar dan mengeras menjadi batu. Tembuni tersebut terletak di desa Matan Jaya. Sedangkan makam Pangeran Sidang Panape terletak di Gunung Lalang, desa Harapan Mulia Sukadana. Tempat dimana pangeran dulu pernah tinggal.

Lahwan, Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Dishubkominfo KKU, merasa bangga atas prestasi yang diraih komunitas seni Kayong Utara. Atas nama institusinya, Lahwan sangat mensupport sekali kegiatan tersebut. Bahkan dia aktif terlibat langsung dalam proses, hingga mendampingi kegiatan tersebut ke provinsi.

Kegiatan teater ini tidak hanya berakahir di tingkat provinsi, namun akan berlanjut hingga tingkat nasional. Kegiatan di provinsi hanyalah bagian dari proses seleksi untuk tingkat nasioanal. Setelah ini, masing-masing pemenang akan membuat video teater mereka. Kemudian di kirim ke panitia seleksi provinsi. Satu video teater terbaik akan di kirim ke nasional, mewakili Kalbar. Jadi, predikat I belum mutlak bisa mewakili provinsi, jika video mereka tidak masuk nominasi satu, lanjut Lahwan.

Artinya, Kayong Utara memiliki peluang sebagai duta Kalbar dalam Apresiasi Seleksi Informasi Media Tradisional tingkat nasional. Dengan catatan, harus mampu mengarap video teater secara sempurna. Dan yang paling penting, kekompak tim harus tetap terjaga. partner  support yang mendukung tetap solid.

Lahwan berjanji dan berupaya, akan terus mensupport kegiatan ini hingga tingkat nasional. Dia berharap, semoga hasil video teater yang bakal digarap LSM, atau Simpang Mandiri Production nanti, mampu menjadikan KKU sebagai duta teater Kalbar di tingkat nasional. Yang terpenting, kata Lahwan, dukungan orang tua anak, sekolah dan masyarakat KKU terjaga. Agar teater KKU masuk sebagai duta Kalbar untuk nasional.

Predikat kedua teater tingkat provinsi bukanlah kemenangan tanpa proses dan hambatan. Butuh waktu lebih kurang 2 bulan, mengambleng anak-anak sanggar Skuter yang masih awam dalam teater. Butuh waktu untuk memadukan antara teater, musik dan tari dari sanggar yang berbeda. Belum lagi tantangan lainnya, baik dari peserta maupun bukan. Namun hal tersebut dapat dilalui para pelaku seni ini dengan baik, sehingga mereka menempati juara II tingkat provensi.

Tidak hanya di kabupaten anak-anak tersebut digambleng. Setiba di Pontianak (29/5/2016), selama 1 hari full hingga pukul 2 malam, anak-anak digambleng oleh Sanggar Komsan (Komunitas Santri) IAIN Pontianak. Komunitas yang eksistensinya dalam dunia teater Kalbar tak diragukan lagi, dengan pelatih dan pelaku seni teater yang kaya pengalaman. Demikian pemaparan Jamani, Ketua Sanggar Skuter pada media ini.

Sebagai pimpinan sanggar sekaligus pelatih anak-anak Skuter KKU, Jamani berujar, bahwa kemenangan anak didiknya berkat dukungan semua pihak. Dukungan LSM, SSB, Sanggar Senggayong dan Komsan Pontianak. Serta dukungan orang tua, Kepala Sekolah dan dewan guru, yang pelajar mereka terlibat dalam pementasan tersebut. Terutma dukungan Kepala Sekolah dan dewan guru SMK 1 Sukadana, tempat dimana Jamani mengabdi.

Tidak kalah penting, yaitu dukungan dari Dishubkominfo Kayong Utara. Karena fasilitasi Dishubkominfo Kayong Utara pula, anak-anak sanggar binaan Jamani bisa berangkat ke provinsi. Dengan jumlah peserta, ditambah pembina dan pendamping dari Dishubkominfo berjumlah 34 orang. Tentu butuh dana tidak sedikit.

“Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah mendukung. Saya berharap, kerjasama seperti ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Sehingga bakat seni teater di KKU terus berkembang,” ujar Jamani.

Pandangan Jamani tentang teater. Selain sebagai wadah penyaluran bakat, seni juga merupakan salah satu cara dalam membentuk karakter atau kepribadian anak. Di pendidikan formal (sekolah) tentu waktunya terbatas. Butuh kegiatan ekstra di luar  jam sekolah. Misalnya dengan kegiatan pramuka, kegiatan keagamaan, olahraga, teater dan kegiatan positif lainnya.

Dengan kegiatan yang intens. Atau siswa-siswa disibukan dengan kegiatan yang positif di luar jam sekolahnya. Selain bermanfaat untuk anak tersebut, juga dapat mengurangi dampak kenakalan remaja dan pergaulan bebas dewasa ini. Dengan banyaknya kegiatan yang diikuti siswa, sesuai bakat dan minatnya, maka semakin sedikit peluang siswa untuk melakukan yang tidak-tidak.

“Ini adalah tugas kita bersama. Tidak bisa beban ini dipikulkan ke guru semata. Dukungan orang tua, masyarakat, atau pemerintah sangat diperlukan. Sehingga cita-cita kita mewujudkan masyarakat KKU yang cerdas, sehat, berakhlak, beriman dan bertakwa, insya Allah akan terwujud,” pungkas Jamani. ( Has).

Posted on 10 Juni 2016, in adat budaya and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Explore Kayong Utara

    Keren

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: