Monthly Archives: Oktober 2013

FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN


FENOMENA PUSA’ DAN KEMPUNAN

Oleh: Hasanan

BENQ DIGITAL CAMERA

Bagi masyarakat Kayong (Ketapang dan Kayong Utara) kata Pusa’ bukanlah bahasa asing dalam keseharian warga yang dulunya satu kabupaten, satu perundohan/peduloran (keluarga/keturunan). Saban hari kata ini sering kita jumpai, benar kan sob? Yupz.

kempunan kayong utara  hasanan kempunan, kayong utara, agok kusay, kusai, syahrudin, joko, ssm, simpang, mandiri, huda, bank kalbar,  melano, simpang hilir, seponti, teluk batang, pulau maya, info kayong utara

Sinomim dari Pusa’ ini yaitu Jamah, Calet/colet, Jawel dan Palet, yang kalau diindonesiakan berarti Menyentuh sesuatu. Pusa’ dalam arti Melayu sesungguhnya ialah menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan oleh seseorang ketika kita sedang tidak ingin ikut makan/minum kerena sedang kenyang, buru-buru ingin pergi atau sedang berpantang makan/minum barang yang ditawarkan pada kita.

Secara etimologi (asal kata), saya menduga kata Pusa’ ini berasal dari kata “Pasak” yang berarti paku yang terbuat dari kayu/bambu/logam untuk menutupi lobang, yang dalam istilah Pusa’ – pasak bermakna menyentuh sesuatu untuk menutupi perbuatan yang tidak bisa kita lakukan secara langsung yang berkenaan dengan makan/minum. Perubahan kata ini tentu melalui proses yang panjang dari peradaban Melayu Kayong itu sendiri atau sebuah perumpamaan yang muncul secara kebetulan untuk memudahkan penyebutan saja pada sebuah peristiwa yang terjadi pada saat itu, dan bahasa ini abadi hingga sekarang. Yang pasti bahasa ini muncul dari seorang tokoh adat (dukun/tabib) yang memimpin adat kampung di suatu wilayah kerajaan pada masa itu. Ini hanya praduga saya semata, sebab saya bukan ahli sejarah dan bahasa apa lagi ilmu etimologinya. Hingga hari ini tidak ada yang tahu pasti asal-muasal pusa’ ini dari mana dan siapa yang pertama memulainya.

SANYO DIGITAL CAMERA

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata Pusa’ ditulis tanpa tanda petik 1 (‘) dibelakang katanya yaitu Pusa yang berarti Puso, Dorongan Hati, Momentum (istilah fisika) dan Keranjang dari daun lontar. Sedangkan kata Pusak menurut KBBI yaitu Harta Pusaka dan jika diartikan kedalam bahasa Melayu Kayong Pusak yaitu Acak/berentakan/tidak teratur.

Konon dari cerita rakyat yang sudah melegenda dikalangan masyarakat Kayong bahwa Pusa’ ini muncul pada masa Kerajaan Simpang. Sebab saya sering mendengar istilah dari tokoh-tokoh adat atau sesepuh Melayu mengatakan begini “Jangan main-main dengan Pusa’, ini adat Simpang, kalau ndak bepusa’ nanti bisa kempunan (mendapat bala’/kelaca/kutukan).” Ini hanya sebuah kesimpulan yang bisa saya petik dari pernyataan para sesepuh adat yang katanya kalimat ini sudah ada secara turun-temurun. Bahkan ada semacam mantra tentan Pusa’ ini sob. Kamu pernah mendengar ya sob? Gini bunyi mantranya, “Pusa’-pusa’ pali’,” yang bermakna bahwa kita mohon terhindar dari bala’ karena tidak sempat menyentuh makanan/minuman yang ditawarkan pada kita atau kita belum sempat membuat makanan/minuman yang kita inginkan. Kemudian ada juga yang menjilat tangan dan langsung ditempel ke keningnya sebagai simbol bahwa ia telah melakukan pusa’ atau secara tidak langsung ia telah mencicip makanan/minuman yang dimaksud. Hebat kan sob?

Terlepas benar atau tidaknya apa yang saya paparkan di atas, yang pasti kata Pusa’ merupakan kalimat ampuh yang memiliki pengaruh besar bagi masyarakat adat asli Kayong terutama etnis Melayu, bahkan pengaruhnya pun hingga kepada warga pendatang yang menetap di tanah Kayong hingga kini. Yang menjadi pertanyaan besar kita, benarkah Pusa’ akan menyebabkan seseorang akan Kempunan (terkena musibah/bala’/celaka) jika tidak kita lakukan? Maaf, tidak bermaksud mengecilkan atau mengurui para sesepuh kita, nurani saya mengatakan bahwa itu tidak benar. Tidak benar bahwa akan kempunan jika kita tidak pusa’.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pernyataan tidak benar yang saya kemukakan di atas bukan tanpa alasan dan pembuktian. Pertama: ini saya bukti sendiri selama bertahun-tahun. Awalnya saya pun sempat meyakini bahwa Pusa’ merupakan kewajiban yang harus saya patuhi karena saya pun takut dengan kempunan. Namun belakangan saya menerungkan sebuah ungkapan yang disampaikan paman saya sendiri, katanya “Syaithan itu selalu mengintai kelemahan kita, jika kita meyakini bahwa apabila kita tidak pusa’ akan kempunan maka syaithan pun akan merestuinya,” contoh: ketika seseorang menawarkan minum air kopi tetapi kita menolak untuk minum dan tidak bepusa’ pula maka syaithan menyertai keyakinan kita akan kempunan tersebut, sehingga pada saat kita berpergian dari tempat tersebut kita digigit ular atau kecelakaan di jalan. Mengapa ini syaithan yang melakukannya? Agar manusia berpikir dan percaya bahwa yang menyebabkan ia celaka ialah kempunan akibat ia tidak bepusa’, jadi bukan karena ujian atau ketentuan Qada’ dan Qadar Allah atas hambanya. “Ia (syaithan) berkata, Ya Tuhanku, karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan hal-hal di muka bumi terlihat baik bagi mereka (manusia) dan aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka.” (Q.S. Al-Hijr[15]: 39-40).

SANYO DIGITAL CAMERA

Kedua: bahwa saya telah membuktikan pernyataan saya ini dalam keseharian saya sejak saya tidak meyakini Pusa’ tersebut. Sering saya ditawarin keluarga atau sanak-famili makan/minum, baik di rumah sendiri maupun rumah keluarga. Namun karena perut saya sedang dalam kondisi kenyang maka saya menolak tawaran tersebut. Ketika sisuruh bepusa’ itu tidak saya lakukan. Ada diantara keluarga saya yang marah dan bilang bahwa saya sombong atau dengan istilah “Rejeki jangan ditolak, musuh/musibah jangan ditantang.” Pada hal saya sedang menguji keyakinan saya dan menunjukan kepada mereka bahwa tidak akan terjadi apa-apa jika saya tidak bepusa’. Dan itu terbukti dari pengalaman pribadi saya selama bertahun-tahun, tidak terjadi apa-apa. Karena saya meyakini bahwa takdir itu Tuhan yang menentukan, bukan sebab tidak bepusa’. Jika saya tidak bepusa’ lalu mendapat celaka itu hanya suatu kebetulan saja. Dan Alhamdulillah, secara kebetulan pun itu tidak terjadi. Ini mungkin karena Allah menyertai niat ikhlas saya karena-Nya.

Ketiga: bahwa Islam telah memberikan isyarat dan petunjuk kepada kita bahwa meyakini sesuatu bukan karena keyakinan kita kepada-Nya adalah dosa – perbuatan musyrik dan syirik karena kita telah menyekutukan Allah dengan sesuatu, dan syirik termasuk dosa besar. Ini kata pak ustadz/kiyai yang pernah saya dengar sih sob. Berikut ini aya hanya ingin mencontohkan dua kasus sebagai perumpamaan/pembanding saja.

Contoh kasus 1: seseorang yang sedang sakit dan sembuh ketika minum obat dari dokter atau sembuh setelah mendapat jampian dari dukun. Apakah dokter/dukun yang menyembuhkan orang tersebut dari penyakitnya? Tentu tidak bukan? Orang beriman akan bilang bahwa Allah yang menyembuhkan peyakitnya melalui perantaraan dokter/dukun. Tapi bagi orang yang sombong akan bilang bahwa kalau tidak karena dokter/dukun A maka penyakitku tidak akan sembuh. Tanpa seizing Allah, apapun tidak akan terjadi.

Contoh kasus 2: seseorang yang saat ditawarkan makan/minum tapi ia menolak karena alasan kenyang tanpa mau bepusa’, kemudian setelah itu ia bepergian lalu mendapat musibah kecelakaan di jalan raya misalnya. Apakah penyebab kecelakan tersebut akibat ia tidak bepusa’ atau itu karena ketentuan Allah atas dirinya? Jika kita mengatakan bahwa ia kempunan akibat tidak mau bepusa’ berarti pendapat kita sangat keliru dan tidak berdasar. Tapi jika kita mengatakan bahwa ini ketentuan Allah ada kemungkinan benar. Mengapa saya mengatakan ada kemungkinan benar? Sebab belum tentu setiap musibah yang terjadi pada manusia itu sepenuhnya ketentuan Allah, karena bisa jadi itu kelalaian manusia itu sendiri akibat tidak hati-hati atau ia sengaja menantang bahaya, kecuali orang yang sedang berjalan kaki ditabraknya dan meninggal itu dapat dikatakan takdir atas diri orang yang ditabraknya.

Mungkin anda akan mengatakan bahwa 2 contoh kasus di atas kontroversi, tidak nyambung, saya pun beranggapan demikian. Tapi benang merah yang ingin saya ambil dari 2 contoh kasus tersebut yaitu Hukum Sebab Akibatnya. Hukum sebab akibat pada kasus 1 di atas sangat jelas. Kesembuhan penyakit pada kasus 1 itu melalui pertolongan dokter/dukun sebab seijin/restu Allah., akibatnya penyakit yang diderita si pasien sembuh.

SANYO DIGITAL CAMERA

Sedangkan pada kasus 2 hukum sebab akibatnya tak jelas. Apa mungkin seseorang kecelakaan disebabkan karena tidak bepusa’? Kententuan Allah pun masih samar-samar pada kasus tersebut, karena bisa jadi ia ngebut pada saat kondisi orang sedang ramai di jalan raya, apa lagi ia berkendaraan dalam kondisi mabuk, itu artinya ia sengaja menantang bahaya. Bukan kerena ia tidak bepusa’ atau ini ketentuan Allah, namun sebab ia tidak hati-hati atau sedang mabuk, dan akibatnya terjadi kecelakaan dan menambrak orang lain. Kesimpulannya bahwa kecelakaan yang terjadi pada orang tersebut bukan akibat kempunan karena tidak bepusa’, tapi karena tidak hati-hati saja.

Yang Keempat: bahwa pusa’ hanyalah sebuah kebiasaan yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kayong sejak beratus tahun yang lalu. Meyakini pusa’ sebagai kewajiban yang harus dilakukan berarti kita telah percaya pada sesuatu yang belum tentu keberannya dan tidak jelas dalilnya menurut Al- Qur’an dan Hadist, dan berarti kita telah meyakini sesuatu tanpa ilmu dan iman karena Allah. Yang menyedihkan hati lagi ketika orang tua menyantap sesuatu sementara anak-anak sedang tidur pulas atau masih bayi belum bisa makan makanan yang dimakan ortunya, maka si ortunya menjamahkan makanan tersebut ke mulut atau anggota tubuh anaknya. Yang saya khawatirkan ialah akan mengundang binatang yang suka dengan manisan/lemak mengerumuni/mengisap makanan yang ada di tubuh anak tersebut, seperti semut misalnya. Bisa bahaya juga sob?

Menyikapi hal ini, saya lebih cenderung menyimpulkan bahwa Pusa’ itu adalah istilah penolakan halus Melayu Kayong dalam menghormati tawaran makan/minum dari seseorang agar tidak terkesan sombong dan dianggap tak beretika. Artinya jika tak ingin makan /minum cukup menyentuh makanan/minuman tersebut saja sebagai tanda bahwa kita telah ikut mencicipi secara tidak langsung. Inilah bentuk kebersamaan dan sifat menghargai.

SANYO DIGITAL CAMERA

Pandangan saya Pusa’ hanya merupakan sebuah mitos yang mentradisi saja, bukan adat budaya sebagaimana yang kita dengar dari penuturan orang tua-tua kita. Dan saya secara pribadi sangat menghargai ini, sebab pesan moralnya dapat. Dalam menjalankan prinsip saya pun melihat kondisi orang dulu. Saya akan menolak tawaran Pusa’ apabila ia adalah keluarga atau orang terdekat saya, tentu sambil menjelaskan mengapa saya tidak mau bepusa’. Namun saya tidak bisa menolak tawaran pusa’ tersebut jika yang nawarkan adalah orang yang baru saya kenal atau saya tidak terlalu akrab dengannya. Niat saya hanya menghormatinya dan membuat ia agar tidak tersinggung dan mengatakan bahwa saya sombong, bukan karena meyakini bahkwa saya akan kempunan jika tidak bepusa’. Bagaimana dengan kamu sob?

Pendapat saya ini tidak bermaksud mengecilkan, mengurui atau menampik Pusa’ yang dianggap leluhur kita sebagai adat, tapi saya hanya ingin merubah pandangan kita semua bahwa tidak ada istilah kempunan/bahaya kalau tidak bepusa’ tersebut. Musibah atau kecelakaan yang menimpa kita itu bukanlah disebabkan kempunan, namun ada faktor lain yang menyebabkannya, bisa jadi kelalaian kita sendiri. Hanya sebuah kebetulan saja jika terjadi musibah/kecelakaan pada kita setelah kita lupa bepusa’, dan sekali lagi itu bukan faktor penyebabnya, hanya kebetulan saja. Kemudian untuk melestarikan ini sebagai adat atau nilai-nilai memiliki pesan moral, kita cukup meniatkan di hati bahwa kita bepusa’ bukan karena takut kempunan tapi untuk menghormati orang yang telah menawarkan kita makan/minum sehingga kebersamaan itu tetap terjaga. Terus hidari mengungkapan bahwa kalau tidak bepusa’ itu kempunan, sehingga insya Allah kita akan terhidar dari sifat musyrik/syirik kepada Allah.

Nah sob. Mudahan kamu sependapat dengan saya. Dan semoga ini bermanfaat buat kita, utamanya buat saya dan keluarga. Yang benar dari tulisan ini mungkin itu petunjuk Allah SWT dan yang salah itu hanyalah kebodohan saya sebagai manusia yang dhaif, kerena kebenaran itu mutlak milik dan dari Allah kan sob?. ( Hasanan 30 Oktober 2013)

5 TIPE MAHASISWA



foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 1

5 TIPE MAHASISWA

Oleh: Hasanan

Sori sob, 5 tipe mahasiswa ini akronimnya yaitu memakai nama-nama binatang. Tapi jangan salah sangka dulu, tentu ini tidak ada maksud menyamakan sob sekalian dengan dengan binatang tersebut. Akronim ini hanyalah untuk memudahkan penyebutan saja dan biar terkesan agak unik gitu lho? Hehehe. . . . .

Coba kita simak 5 tipe mahasiswa di bawah ini sesuai dengan aktivitas keseharian mahasiswa tersebut. Asyik juga tu jika sob menyimak dan memahami isinya, bukan cuma sekedar membaca. Hehehe. . . . .

1. Tipe Kupu-Kupu:
Kupu-Kupu alias Kuliah Pulang-Kuliah Pulang, adalah tipe mahasiswa apabila selesai mata kuliah akhirnya langsung pulang begitu saja, lebih betah di rumah/di kosnya. Jika aktivitas ini dilakukan mahasiswa dari awal masuk kul hingga wisuda, kemungkinan besar mahasiswa tipe ini memiliki wawasan dan pergaulan yang sempit, taunya dunia kampus dan dunia kosan/rumah saja.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 2
2. Tipe Kutu-Kutu:
Kuliah Tugas-Kuliah Tugas (Kutu-Kutu), tipe mahasiswa yang satu ini kerjanya kuliah terus ngerjain tugas, kuliah terus ngerjain tugas. Tipe ini lebih berorentasi pada akademik. Biasanya kuliahnya di patok dengan IPK yang tinggi, misalnya 4,5. Wawasanya sih kemungkinan lebih luas dibanding dengan tipe mahasiswa Kupu-Kupu, sebab besar kemungkinan mahasiswa tipe Kutu-Kutu ini akrab dengan perpustakaan dan literature lainnya.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 4
3. Tipe Kunang-Kunang:
Biasanya mahasiswa tipe ini yang paling banyak di kampus-kampus di Indonesia umumnya bahkan di dunia, yaitu Kuliah Nangkring-Kuliah Nangkring (Kunang-Kunang). Dapat dibuktikan lho? Liat aja di kampus-kampus disekitarmu.
Mahasiswa tipe ini bukan Kupu-Kupu bukan juga Kutu-Kutu, tapi mahasiswa tipe ini kerjanya nengkreng di kampus, kantin, warkop de-el-el. Kerjanya ngak jauh dari ngobrol-ngobrol, nyanyi-nyanyi, nongkrong-nongkrong, bahkan biasanya sambil godain cewek-cewek atau cowok-cowok. Mahasiswa tipe ini sering juga disebut sebagai mahasiswa Hedon, yaitu mahasiswa yang kerjanya senang-senang aja gitu.

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 6

4. Tipe Kura-Kura:
Tipe ini sering disebut aktivis kampus, yaitu Kuliah Rapat-Kuliah Rapat (Kura-Kura). Aktivitas sehari-harinya di kampus bahkan di luar kampus pun adalah rapat, rapat dan rapat. Apa saja tu yang di rapatkan ya?
Ada 2 kemungkinan karakter mahasiswa tipe ini. Pertama, mahasiswa tipe ini emang serius mengikuti rapat sehingga memahami apa yang ia rapatkan. Kemungkinan Kedua, ada mahasiswa yang rapatnya hanya ikut-ikutan saja alias ngak paham apa yang dirapartin. Atau bisa juga jenis yang kedua ini ikut rapat cuma untuk keren aja gitu, pas ada teman kuliah nanya via telpon/hp, “Lagi ngapain lho sekarang?” trus dia bilang, “Gue lagi rapat nih.” Keren kan?

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 3
5. Tipe Kuda-Kuda:
Tipe mahasiswa yang terakhir ini yaitu Kulaih Dakwah-Kuliah Dakwah (Kuda-Kuda). Aktivitasnya apa ya? Jelas dong, mahasiswa tipe ini ialah mereka yang disamping kuliah juga berdakwah di kampus. Dakwah dalam hal ini tentu identik dengan dakwah islamiyah. Tipe ini pun sering disebut Aktivis Dakwah Kampus (ADK), yang biasa didominasi oleh mahasiswa-mahasiswi yang aktif di Lembaga Dakwah Kampus (LDK) milik mereka. Seru juga tu!

Tipe mahasiswa ini emang tak mudah sob, sebab banyak yang mengaku aktivis Islam atau aktif di LDK, tapi saat diamanahi tugas untuk dakwah selalu banyak alasan untuk menolak, sibuk kulaihlah, ada urusan mendadaklah, dll.
Kuliah dan dakwah jika diniatkan karena Allah semuanya bernilai ibadah. Sesuatu yang bernilai ibadah inssya Allah tentu Allah akan memudahkah segala urusan kita. Barang siapa menolong agama Allah/berdakwah dijalan-Nya, niscaya Allah akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu, (QS. Muhammad : 7).

foto mahasiswa kabupaten kayong utara kalbar 5
Kira-kira, sob sedang berada pada tipe mana nih? Atau mau milih tipe yang mana kira-kira yang pas dan bermanfaat buat sob dan lingkungan sob?
Tentu keputusan ada ditanganmu. Orang lain cuma perantara saja buatmu, karaktermu, kamulah yang paling berhak membentuknya. Versi: Adi Permana Sidik (Mahasiswa Pasca Sarjana, Fikom Unpad). Sumber: Majalah Sabili.

Cinta, “Antara Nikmat dan Noda”


Cinta, “Antara Nikmat dan Noda”

bahaya-pergaulan-bebas   sumber kayong utara warta kayong ok
Oleh: Hasanan

Ketika bicara tentang cinta tentu sangat kompleks. Saat mengatakan cinta, sob pasti membayangkan cinta demi cinta yang sob jalin sama si do’inya, atau cinta yang sedang sob jalin saat ini dengan si Dia. Wow…..!!! Asyik banget ya ngak sob???

Sontak saya kaget ketika mendengar ungkapan, “Cinta sejatiku hanya untukmu” dari seorang pria kelas 5 SD kepada wanita idamannya. Yang benar aja sob? Emang elu udah bisa nafkahin anak orang? Udah siap lahir batin nich? Hihihi. . . . Ada-ada aja tu anak. Apa elu mampu mempertahankan cinta elu hingga usia dewasa atau hingga boleh menikah? Seusia SLTA saja saya belum yakin bahwa ungkapan cinta sejati itu bisa dipegang 100 %.

Oke, disini kita akan membahasan cinta yang selalu diidentikan dengan hubungan antara wanita dan laki-laki, baik itu dengan sebutan pacaran, tunangan maupun perkawinan. Saya mencoba menguraiakan secara sederhana kendati tidak terperinci dengan baik, dengan harapan agar bermanfaat untuk kita semua, terutama buat penulis.

MAKNA CINTA

Mau tahu sob apa itu cinta? Berikut saya kutif beberapa pendapat dan dalilnya dalam di dalam Al-Qur’an dan Hadits di bawah ini.

1. Sy. M. Rasyid Alhaddad
Cinta adalah suatu perasaan yang tumbuh dalam jiwa seseorang yang mana perasaan itu sulit untuk dihindari walau kadang kala bertentangan dengan apa dan siapa yang harus dicintai. Dan cinta adalah anugrah Tuhan yang suatu saat akan dirasakan setiap insan, walaupun diantara insan itu sulit mengukirnya dengan kata-kata kepada siapa yang dicintainya, namun sulit baginya untuk menepis perasaan yang tumbuh dihatinya. (Kutipan di Diary Hasanan, 3/2001).

2. Hasanan
Cinta adalah getaran naluri setiap insani yang dapat menumbuhkan perasaan sayang, saling memiliki, semangat hidup, kreativitas dan pengorbanan terhadap seseorang yang kita cintai, yang mana perasaan tersebut tumbuh dan berkembang secara alami sesuai dengan kodrat dan fitrah manusia diciptakan, karena cinta adalah anugrah terindah dari Tuhan buat manusia, dan dengan cinta pula peradaban manusia itu terlahir. (Kutipan di Diary Hasanan, 3/2001).

Tahu ngak sob, ungkapan ini saya dan sahabat saya Rasyid tulis ketika saya berumur ± 24 Tahun. Ya sama seperti kalian yang sedang dimabuk cinta. Cuma pada saat itu posisi saya bukan mencari pacar tapi sedang mencari calon istri. Kayak pakar cinta aja ya sob? Hehehe. . . . .

3. Ir. Soekarno (Presiden RI Pertama)
Cinta itu perasaan yang timbul jika kita menginginkan seseorang menjadi miliki kita. Cinta itu perasaan yang suci dan menggebu, sehingga kita mau berkorban apa saja untuknya. Cinta itu perasaan dimana kita lebih mengasihi orang lain daripada diri kita sendiri. (Putra sang Fajar, 2004).

4. Nabi Muhammad SAW (Hadist)
Rasullullah adalah tipe suami yang paling ideal dan romantis dalam mempratikan cintanya kepada istri-istrinya, paling cerdas dalam menjalin hubungan cintanya kepada para sahabat dan pengikutnya bahkan menjalin hubungannya dengan manusia yang lainnya. Ada beberapa ungkapan (Hadist) nabi yang bermakna ungkapan cintanya kepada keluarga dan para pengikutnya, antara lain:
o “Perbanyaklah kamu mencium anak cucumu, karena imbalan dari setiap ciuman adalah surga.” (H.R. Bukhari).
o “Kalau Allah tidak memberikanmu perasaan kasih sayang, apa yang dapat diperbuat-Nya untuk kamu? Barang siapa yang tidak mempunyai kasih sayang kepada orang lain, dia tidak akan mendapat kasih sayang dari Allah SWT.” (H.R. Bukhari).
o “Bahwa Nabi SAW biasa mencium istrinya setelah wudhu, kemudian beliau shalat (di masjid).” (H.R. Abdur-Razaq).
o “Kemarilah wahai yang kemerah-merahan,” adalah ungkapan cinta/romantis Nabi SAW kepada istrinya Aisyah, sebab wajah Aisyah adalah berwarna kemerah-kemarahan seperti buah tomat yang lagi mengkal.

5. Ungkapan Cinta dalam al-Qur’an (Firman)
Banyak ayat dalam al-Qur’an yang menyatakan cinta antara manusia dengan manusia, dengan keluarganya, sanak familinya, cinta dengan hartanya, cinta dengan jabatannya, dengan ternaknya, cinta dengan dunianya dan lain-lain. Bahasa al-Qur’an (Firman Allah) yang lazim kita dengar diantaranya:
“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga),” (Q.S. 3:14).

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia,” itu kata kuncinya ketika seseorang tertarik untuk mencintai sesuatu, baik cinta secara jasmani maupun rohaniah, benar kan sob?

AKAR CINTA

Ada berepa hal yang membuat seseorang itu tertarik/jatuh cinta pada lawan jenisnya. Secara umum saya melihatnya yaitu:
• Karena Fisik: wajah yang cantik/ganteng, bodi yang oke, penampilan yang menarik, pokoknye dibawa kondangan ngak malu dan malu-maluinla sob.
• Karena Materi: memiliki fasilitas, kendaraan mewah, rumah megah, dompet tebal, tajir gitu dech.
• Karena Tahta: pegawai, pejabat atau pengusaha dll.
• Karena Kecantikan Hati (Inerbeauty): memiliki sopan santun, budi pekerti yang baik, berkarakter/berakhlak mulia, rendah hati, shaleh/shaleha. Dan kategori terakhir ini kunci kebahagiaan sesungguhnya, sebab memiliki fisik yang baik, kaya dan punya kedudukan akan hambar dan bernilai nol jika orang tersebut berkarakter tidak baik, ya ngak sob?
bahaya-pergaulan-bebas   sumber kayong utara warta kayong
“Akar cinta yang terdalam akan mati dalam hati apabila tidak dipupuk dengan mesra (kasih sayang).” Setiap kita akan jatuh cinta. Darimana pun kita memulainya, yang pasti cinta itu sesuatu yang indah dan menjanjikan kehindahan, dan cinta itu anugerah terindah buat manusia. Sesungguhnya Allah itu indah dan sangat mencintai keindahan, maka cintailah sesuatu karena cintamu kepada-Nya, insya Allah akan lebih berkah.

VIRUS CINTA

1. Pergaulan bebas
Pergaulan bebas tanpa kontrol akan menjerumuskan kita pada tindakan yang tidak dibenarkan secara syar’i sob. Dalam setahun selalu saja ada korban akibat pergaulan bebas, baik itu korban akibat narkoba dan miras maupun wanita yang jadi korban atas nama cinta akibat seks bebas. Belakangan ini remaja disibukan dengan urusan ngelem juga. Korban yang dimaksud bukan cuma kehilangan nama baik, tetapi secara psikologi/mental, intelejensi dan kreativitas kita akan luntur dan terkikis. Miris juga kan?

Pakaian mini pun merupakan salah satu faktor mengapa perempuan itu gampang dilecehkan. Jangan salahkan laki-laki jika ia tergoda, sebab perempuanlah yang telah mengodanya untuk berbuat yang tidak-tidak. Dengan aurat terbuka berarti perempuan telah membuka gerbang kemaksiatan buat lelaki si hidung belang.

Faktor keluarga dan lingkungan sangat berpengaruh dalam pembentukan mental anak, terutama faktor lingkungan yang paling berpengaruh besar. Jiwa seseorang itu gampang dipengaruhi dengan apa yang ia lihat, ia dengar dan lingkungan pergaulannya. Lebih dari 80 % jiwa seseorang dipengaruhi apa-apa yang dilihatnya. Sebab itu peran ortu/keluarga, sekolah dan masyarakat sangat penting dalam pembentukan karakter anak, sedini mungkin pendidikan karakter itu sudah tertanam.

2. Ciuman Pertama
Tahu ngak kamu sob bahwa kelemahan wanita itu terletak ditelinganya dan kelemahan laki-laki itu di mata. Kenapa kelemahan wanita itu di telinganya? Karena wanita itu gampang dirayu dan mudah termakan rayuan laki-laki. Dan kenapa kelemahan laki-laki itu di matanya? Karena laki-laki itu gampang tergoda dengan pemandangan yang bagus dari seorang wanita, kendati ia sudah memiliki pacar/istri cantik sekalipun, apa lagi kalau wanita tersebut berpenampilan sexi. Ihhh….., pasti jadi tatapan menarik tu? Laki-laki itu punya segudang cara dan rayuan lho agar dapat menaklukanmu? Makanya kamu yang harus pandai-pandai jaga jarak dan bisa membedakan mana hal-hal yang menjerumuskan dan mana yang tidak.

Dengan ungkapan “Cintaku hanya kamu, tak ada yang lain lagi,” atau “Aku akan bertanggung jawab apapun yang akan terjadi, yang penting kita jalani kebahagiaan …….. kita sekarang” seorang wanita kadang langsung percaya begitu saja dengan laki-laki yang baru ia kenal atau sukai.

Sekidit saya paparkan tentang bagaimana virus cinta itu dapat merenggut virgin (keperawanan) seorang wanita. Ini cuma salah satu contoh saja sob, masih banyak studi kasus yang lainnya. Namun sebelum itu saya mau berbagi sedikit dengan sob tentang makna ciuman seorang laki-laki kepada wanita, mau ngak? Pasti maulah ya ngak sob? Hehehe. . . . .
CIUMAN DI TANGAN = Bermakna bahwa laki-laki tersebut suka padamu girl
CIUMAN DI KENING = Bermakna bahwa laki-laki tersebut sayang padamu
CIUMAN DI BIBIR = Bermakna bahwa laki-laki tersebut mencintaimu
CIUMAN DI DADA = Bermakna bahwa laki-laki tersebut mencintaimu karena nafsu semata.

Hupzz…. Jangan berpikir yang macam-macam dulu sob. Jangan salah, justru itulah jalan buat virus-virus cinta berkembang biak di tubuh kita. Semuanya mengalir seperti air dan atas nama cinta. Pada hal dari ciuman itulah virus-virus tersebut berkembang secara signifikan menguasai jaringan otak manusia, sehingga fungsi otak kadang mati dibuatnya. Apapun dalihmu, ciuman pada yang bukan muhrim tetap zinah hukumnya, walupun zinah kecil. Mau tahu sob bagaimana metabolisme virus tersebut? Berikut paparannya.

Berawal dari kenalan atau nembak (mengungkapankan cinta) dan diterima sang gadis. Ngapel malam minggu, mau diajak jalan-jalan, mau mojok berduaan di tempat gelap, kemudian pegangan tangan dan berpelukan. Jika semua itu berjalan tanpa bantahan dari si cewek, maka langkah selanjutnya mencium tangan cewek yang bermakna suka tersebut. Perlu di ingat girl bahwa tangan lelaki adalah tangan yang paling nakal sedunia, apa lagi di tempat gelap akan lebih sempurna lagi jahilnya, hehehe….

Jika cium di tangan seorang gadis tidak marah maka langkah selanjutnya adalah ciuman dikeningnya. Ciuman dikening pun tidak marah maka ciuman tersebut turun ke bibir. Di bibir pun juga tidak marah, ciuman selanjutnya turun ke dada. Apabila ciuman sudah di dada maka tinggal satu langkah lagi maka sang laki-laki akan menguasai seluruh tubuhmu girls, sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu yaitu virginmu akan lenyap direnggutnya.

Satu kali pernah melakukan sex kadang wanita menolak untuk mengulang. Dua kali berhubungan sex kadang wanita sok jaim. Dan di atas 3 kali melakukan hubungan sex maka wanita sudah lupa diri dan mulai menikmati. Dan pada akhirnya hamil diluar nikah. Syukur-syukur laki-laki tersebut mau bertanggung jawab, jika tidak? Apes dech. Udah jatoh ditimpa tangga lagi.

3. Strategi Cinta
Seribu satu cara bagi laki-laki dalam menaklukan pasangannya, kecuali bagi wanita-wanita yang sudah teruji keimanannya. Salah satu cara laki-laki dalam menaklukan perempuan, yaitu:
– Dengan Rayuan. Atas nama cinta bermacam-macam rayuan pun muncul demi menakukan pasangannya. Tidak bisa cara ini cara itu. Pokoknya banyaklah rayuan maut yang dimiliki laki-laki;
– Sok Perhatian. Apapun yang diinginkan do’inya maka akan ia turuti. Kadang tidak dipinta pun itu ia lakukan demi mendapatkan pengakuan ceweknya bahwa ia seorang cowok yang perhatian dan pengertian. Ada juga yang tulus sob, tapi sedikit sekali. Kebanyakan ada udang di balik batu. Bahkan ia rela berkorban waktu, pikiran dan materi untuk meluluhkan hati ceweknya. Kadang tak jarang ada yang rela mencuri uang ortuya atau berhutang demi membahagiakan do’inya. Untuk meyakinkan pasangannya ia bukan cuma pintar mencuri perhatian pacarnya tapi ortu cewek tersebut juga, istilah Melayu Kayong “Pandai begalo” atau menyuguhkan sesuatu berupa materi pada ortu/famili ceweknya;
– Sok Puitis. Senang mengungkapkan kata-kata dalam bentuk puisi biar kelihatan romantis. Selalu update puisi via FB dan SMS buatmu. Pada hal aslinya belum tentu dia seromatis seperti yang kamu banyangkan;
– Pamer Materi. Menampilkan pakaian mahal, kendaraan mewah dan asesoris mewah lainnya. Memberikan hadiah mahal – baik pada cewek atau keluarga ceweknya dan memenuhi keinginan yang diperlukan oleh ceweknya secara cepat saji, pokoknya top dech;
– Bermitra dengan Teman atau Teman Dekat Ceweknya. Tujuannya yaitu untuk memback up kepentingan/misinya. Fungsi teman tersbut banyak sekali, salah satunya yaitu sebagai delegasi yang membawa misi untuk meyakinkan/propaganda kepada cewek tersebut bahwa dia adalah cowok baik, pengertian dll;
– Mengiba. Berbohong/bersandiwara, merendahkan dirinya, rela menyiksa dirinya agar dapat impati dari gadis gebetannya;
– Praktik Perdukunan. Tak jarang pratik perdukunan menjadi alternatif cowok dalam menaklukan pasangan. Emang masih ada ya sob? Kayaknya sih masih ada juga tu sob. Cape dech….

4. Media yang Tidak Mendidik
Dengan kemajuan teknologi dan arus globalisasi kadang menjadi masalah tersendiri bagi kita-kita yang pasif dalam menyikapinya. Arus informasi dan telekomunikasi yang semakin hari semakin canggih membuat manusia gampang mengakses apapun yang ia inginkan. Internet, facebook, twitter dll bak dua jalan menuju kebaikan atau sebaliknya, tergantung karakter/niat si penggunanya. Apa lagi film-film porno bebas diakses baik melalui dunia maya maupun dunia nyata. Belum lagi saban hari kita disuguhkan senetron-senetron atau tayangan televisi yang tidak mendidik. Semua itu besar pengaruhnya terhadap perkembangan mental dan intelejensi anak-anak/remaja.

Di media cetak dan elektro mungkin kita pernah membaca/mendengar, berapa banyak gadis remaja yang kabur dari rumahnya bermula dari perkenalannya dengan pria via jejaring sosial. Berapa banyak wanita yang jadi korban pelecean seksual akibat ia tidak bisa menjaga sikap dan penampilannya. Berapa banyak gadis hamil diluar nikah kerena banyak mengkonsumsi tontonan yang tidak mendidik. Berapa banyak bayi yang tidak berdosa tergeletak di god, bak sampah dan pingiran jalan akibat hubungan gelap ortunya.

Kita sebut saja film porno. Dulu seorang gadis remaja/yang masih lajang nonoton film tersebut merupakan sesuatu yang tabu. Namun sekarang tidak, bahkan seperti tontonan yang memberikan tuntunan. Banyak kasus dan hasil survey menunjukan, remaja usia SMP – SMA 75 – 80 % telah melakukan hubungan seks, baik seks ringan maupun seks berat. Bahkan seorang remaja dapat dianggap ketinggalan jaman oleh temannya jika ia tidak bergaul di dunia tersebut. Na’uzubillah. Berapa banyak remaja yang putus sekolah akibat hamil diluar nikah. Jadi media seperti ini tidak bisa dipandang remeh, ia pun seperti virus yang mematikan.

Di tahun 2012 di Desa Rantau Panjang Kec. Simpang Hilir Kab. Kayong Utara tersebar kabar yang menegangkan urat syaraf. Seorang remaja laki-laki (15) telah berulangkali melakukan hubungan intim dengan seorang nenek-nenek berusia 50-an tahun. Dari hasil investigasi bahwa remaja tersebut melakukan hubungan intim karena terpacu sering menonton film porno di HP miliknya. Karena itu tidak bisa ia lakukan dengan lawan jenis sebayanya maka sang nenek pun menjadi pilihan menarik untuk meluapkan birahinya. Cihuiiiii. . . . .

TIPS MENCEGAH VIRUS CINTA

1. Bijak Memilih Lingkungan Pergaulan
Seperti yang saya paparkan di atas bahwa “Jiwa seseorang itu gampang dipengaruhi dengan apa yang ia lihat, ia dengar dan lingkungan pergaulannya.” Sering kita mendengar perumpamaan ortu kita bahwa bergaul dengan orang baik maka kita akan baik, bergaul dengan orang jahat maka kita akan ikut jahat. Dan itu benar. Selama sob bisa menjaga diri bergaul dengan siapapun tidak masalah. Tapi siapa yang berani jamin bahwa sob tidak akan terpengaruh dengan lingkungan pergaulan yang sob ada di dalamnya, kecuali sob punya filter yang baik. Sedapat mungkin lingkungan yang tidak sehat itu kita hidari, sehingga hidup kita lebih terarah dan memiliki tujuan yang jelas.

Banyak mengkonsumsi tontonan negatif membuat pikiran kita cenderung negatif, apalagi jika tontonannya adalah film porno, pasti terbesit niat kita untuk melakukan sesuai dengan apa yang kita tonton. Solusinya kita harus menghindari tontonan yang tidak mendidik dan memilih lingkungan pergaulan yang sehat.

2. Menjadikan Pacar Sebagai Teman
“Jadikan cinta itu sebagai sahabat, bukan nafsu sehingga kita bisa diperbudaknya.” Mencintai sesuatu karena nafsu adalah cinta semu, ia tidak akan kekal dan bisa jadi boomerang dalam hidup kita. Namun mencintai sesuatu karena cinta kita kepada Allah, itulah cinta sejati dan abadi. Idealnya, cinta yang dijalin karena rasa persahabatan maka ia akan berbuah kebahagiaan. Di dunia ini sahabatlah yang selalu memberi warna dalam hidup kita. Sahabat pula yang selalu mengingatkan di saat kita salah melangkah, menasehati di saat kita khilaf, menghibur di saat kita susah, menunjukan jalan saat kita tersesat. Namun ketika mereka abai saat kita salah, diam saat kita khilaf, senang saat kita susah dan susah di saat kita senang itu bukan sahabat namanya, namun teman yang selalu mencari keuntungan dari setiap kelemahan kita.

Pacaran karena nafsu apapun alasannya itu bukanlah cinta sejati, namun cinta nafsu belaka. Ketemu pacar hanya untuk berpelukan, berciuman dan melakukan seks bebas itu bukan cinta namanya tapi memenuhi kepuasan nafsu semata. “Ungkapan cinta terdalam ialah apabila seseorang berusaha membuat orang yang ia cintai selalu merasa bahagia dan tidak sakit hati.” Dan ingatlah, pria/wanita yang baik akan mendapatkan pasangan/jodohnya pria/wanita baik-baik pula, dan pria/wanita yang tidak baik akan mendapatkan pasangan/jodohnya dari pria/wanita yang tidak baik pula sob.

“Jangan telalu mencintai, karena suatu saat kamu bisa membencinya. Jangan telalu benci, karena suatu saat kamu bisa mencintainya, (al-Hadist).”

3. Mengenali Tipe Pasangan Kita
Kenali tipe atau karakter pasangan/pacar kita. Ini penting. Sebab jika kamu tidak megenalinya maka kamu akan gampang tertipu, apalagi buat kamu girls. Apakah pasangan kamu tipe lelaki yang suka merayu, sok perhatian, pamer materi, memiliki teman yang suka menyanjungnya atau suka mengiba dll? Jika ia memiliki tipe tersebut maka jangan berikan hatimu sepenuhnya untuknya, apa lagi ia memiliki karakter dan bertangan jahil apabila ketemu dan berduaan denganmu, maka lelaki tersebut memiliki niat yang tidak baik dibalik kebaikannya. Hmmm…. Jangan marah dulu ya mans. Insya Allah ini untuk kebaikan kita laki-laki juga kok. Dan ingatlah girls, kelemahanmu ada pada telingamu. Jangan biarkan telingamu peka terhadapan rayuan atas nama cinta. Kelemahan lelaki itu ada pada matanya, sebab itu ia mudah berpaling darimu.

Lelaki yang selalu memuji adalah leleki yang senang mengombar janji, dan wanita yang senang dipuji adalah wanita yang paling lemah pendiriannya. Ingatlah girls, pujian adalah bentuk rayuan yang terselubung. Yang saya pahami bahwa wanita itu senang dipuji, apa lagi dibilang cantik atau anggun dll. Jangan terlena dengan pujian sebab itu muslihat laki-laki untuk menjeratmu.

Mengenali pasangan kita tidak harus selalu dekat dengannya. Banyak jalan dan cara bijak yang bisa kita lakukan. Menjadi wanita yang sulit ditebak tipenya adalah tantangan tersendiri buat laki-laki, apalagi jika kita ikut metode burung Merpati. Dengan demikian maka kita akan mudah mengetahui bagaimana karakter sesunggunhya cowok yang ngebet ma kita. Jual mahal itu jauh lebih baik daripada jadi wanita murahan (gampang digoda) kan? Jika modote ini kita terapkan, insya Allah kamu akan selamat.

Tipe laki-laki yang baru kenalan udah berani memeluk, mencium dan melakukan lebih dari itu, itu bukanlah tipe cowok yang baik buatmu girls. Namun sebaliknya, jika kamu cewek yang suka diajak jalan-jalan, suka dipeluk, dicium bahkan lebih dari itu maka sesungguhnya kamu bukan pula tipe cewek yang sempurna, dan wajar jika laki-laki ingin mencicipi kehangatan tubuhmu (maaf agak pedas nich), ckckckck……

Jadi, carilah pacar seorang pria yang benar-benar tulus mencintaimu karena Allah, bukan mencari kesempatan dalam setiap kelemahanmu girls. Jika kamu dekat dengan seseorang hanya untuk suka-suka aja, maka batasi kedekatanmu dengannya, karena kedekatan yang berlebihan membuka pintu kemaksiatan buatmu. Kecuali niatmu kenalan dengan seseorang untuk mencari suami/istri, itu pun ada batasan yang harus kita perhatikan. Jangan mentang-mentang udah tunangan misalnya – harus bebas segalanya. Kamu tahu kan girl, malu lelaki itu di telapak kakinya dan baginya tak ada bekas kendati ia telah ternoda. Sementara kamu apa lagi yang kehilangan virginmu dan ditinggalkannya, ketika kamu dapat cowok baru dan menikah dengannya maka masalah tersebut dapat menjadi boomerang dalam rumah tanggamu kelak.

4. Kurangi/Hindari Kencan Berduaan
Hindari kencan/sering bertemu dan selalu berduaan dengan pasanganmu, sebab orang ketiganya adalah syaithan. Sekuat apapun imanmu akan luntur jika kamu selalu banyak berduaan di tempat sepi dan gelap dengan pasangan yang belum sah bagimu. Jika kamu berpergian atau lagi berduaan dengannya, ajaklah teman untuk mendampingimu, sehingga tidak ada kesempatan buat orang ketiga (syaithan) mengodamu.

Buatlah alasan yang logis untuk menolak ajakan yang tidak mendidik dari pasanganmu apalagi dapat mencelakaimu sebagai seorang wanita mulia, karena bagi wanita itu selalu banyak alasan yang tidak bisa dibantah lelaki.

Ingat girls! Laki-laki itu selalu mencari dan mengintai kelemahanmu. Bisa jadi kelemahanmu karena materi alias CM (Cewek Matrai). Atau kamu tipe cewek yang suka dengan cowok ganteng. Hati-hati sob! Cowok ganteng itu banyak lho yang ngebetnya, apa lagi cowok Ganjir (Ganteng Tajir). Atau bisa jadi kelemahanmu karena senang dipuji. Hati-hati dengan pujian, karena pujian bukanlah penghargaan namun perangkap untuk menaklukanmu. Atau mungkin kelemahanmu karena kamu tipe cewek gaul (gampang dirangkul), de-el-el.

5. Menanamkan Rasa Malu
Ini penting, karena malu sebagian dari iman. Orang yang tidak memiliki malu cenderung berprilaku massif dan amoral atau melanggar etika. Malulah pada diri sendiri, orang tua, masyarakat dan kepada Tuhan, karena Tuhan selalu dekat dan melihat kita.

Rasa malu itu harus tertancap di lubuk hati yang paling dalam, sehingga tidak bisa dimanipulasi dengan apapun. Malu jika sedang berdua. Malu jika nongkrong di pingir jalan dengan pasangan. Malu berpelukan saat berboncengan dengan lawan jenis yang bukan muhrim, dengan muhrim saja kita malu, apa lagi yang bukan kan? Kemudian malu melakukan hal-hal lain yang tidak sesuai dengan kaidah yang berlaku di masyarakat kita. Memelihara malu itu jauh lebih mulia daripada mengaku hebat tetapi tidak bermartabat. Namun jangan salah juga sob, ada saatnya rasa malu tidak boleh kita tampilkan, yaitu malu melakukan kebaikan atau malu untuk berkreativitas positif. Jika kita malu melakukan kebaikan dan kreativitas tapi tidak malu melakukan tindakan amoral berarti ada yang salah dalam diri kita, dan itu harus segera diperbaiki, tidak bisa segera, bertahap.

6. Aktif Bersosialisasi
Daripada elu suntuk mikirin cinta mendingan melakukan aktivitas positif sob. Teman saya Miftahul Huda (Uda) pernah berujar/menasehati anak sanggarnya dihadapan saya, katanya “Hidup ini terlalu singkat jika kita hanya memikirkan cinta.” Apalagi usiamu masih SMP/SMA, terlalu pendek perjalanan hidupmu jika hanya memikirkan cinta dan cinta.

Aktivitas positif itu ladang pahala. Kamu tahu kan sob apa itu ladang? Pasti! Seorang petani yang giat melakukan aktivitasnya di ladang, mulai kegiatan mengolah lahan, menyemai benih, menanam dan memupuk/merawat tanamannya maka ia akan memetik hasil dari usahanya tersebut. Demikian juga dengan kita yang melakukan aktivitas positif dalam lingkungan keluarga, sekolah atau lingkungan sosial, maka kelak kita akan memetik hasilnya pula.

Maaf ya sob. Orang seperti kita-kita nich, udahlah shalat malas, puas alpa, zakat mangkir – malas lagi melakukan kebaikan pada keluarga, teman dan lingkungan sosial, lengkap dech keburukannya. Minimal melakukan kebaikan/aktivitas sosial sambil memperbaiki hubungan dengan sang Khaliq, aktivitas sosial kan ladang pahala. Jangan jadikan tolak ukur kebaikan itu adalah materi/uang, uang dan materi itu akan datang sendirinya ketika kita ikhlas melakukan kebaikan.

Daripada hidupmu dihantuan cinta nafsu, mendingan melakukan kreativitas dan bersosialisasi dalam kehidupan sosial. Jika kamu pelajar, kejar dulu cita-citamu. Cinta itu selalu ada dimana pun kita berada, namun cita-cita akan lenyap ketika kita tidak sungguh-sungguh dalam meraihnya.

7. Jangan Pernah Anti Terhadap Nasehat
Kritikan dan nasehat adalah mutiara yang paling berharga. Tak semua orang yang sanggup dan mau memberikan mutiara tersebut. Maka bersyukurlah apabila ada ortu, teman/sahabat, kerabat dan orang lain yang mau memberikan mutiara tersebut buat kita, artinya mereka peduli dan sayang dengan kita.

“Jangan memandang siapa yang mengatakan tetapi dengarkan apa yang ia katakan (Ali bin Abi Thalib).” Sedapat mungkin kita dengar dan pahami nasehat siapapun, jika tidak suka jangan membantah. Boleh jadi saat itu kamu tidak butuh nasehatnya, namun suatu saat kamu akan tersadar bahwa nasehat mereka begitu berharga buat kebaikanmu.

Nah, panjang juga ceritanya ya sob (mudahan ngak cape bacanya) hehehe…. Tapi maaf nich khusus buat cowok-cowok karena saya cenderung membicarakan atau membela cewek. Tahu ngak sob alasannya kenapa? Karena yang selalu jadi korban itukan cewek, sebab itu saya membelanya.

Tulisan ini tidak berniat untuk menyinggung, mengucilkan atau mengecilkan siapapun. Ini semata-mata menjalankan tugas saya dan kita sebagai manusia dan mahluk sosial untuk salaing mengingatkan. Apakah saya tidak memiliki cerita/kisah masa lalu? Pasti ada. Karena saya yakin hampir setiap kita memiliki masa lalu yang suram dan indah. Jadi kita tidak perlu berdebat soal ini, yang terpenting bagaimana kita melakukan tugas kita sebagai mahluk sosial untuk saling mengingatkan. Yang sadar mengingatkan yang setengah sadar, dan yang sudah sadar mengingatkan yang belum sadar, indahkan hidup ini jika kita saling berbagi?

Kesimpulan yang dapat kita petik bahwa cinta itu bisa mendatangkah berkah dari Allah apabila kita mencintai sesuatu karena cinta kita kepada Allah. Dan cinta pun bisa mendatangkan murka Allah apabila kita mencintai sesuatu bukan karena Allah – cinta nafsu semata. Buat kaum Hawa, sadarilah kelemahanmu! Tidak akan rendah derajatmu apabila kamu istiqamah (konsisten) menjaga marwahmu sebagai wanita. Ingatlah wanita, bahwa kamu adalah pencetak generasi. Wanita yang baik akan melahirkan generasi yang baik, dan sebaliknya. Siapkan dirimu sedini mungkin, jadilah wanita yang mampu melahirkan generasi yang bermartabat, karena wanita adalah tiang Negara. Sejarah mencatat, di balik pria yang hebat selalu saja ada wanita yang hebat pula, dan sebaliknya, benarkan sob?

PENUTUPAN MTQ KKU KE III, Kec Simpang Hilir Kembali Meraih Juara Umum Pertama


PENUTUPAN MTQ KKU KE III, Kec Simpang Hilir Kembali Meraih Juara Umum Pertama

penutupan  mtq kayong utara 3 di teluk batang  hendri siswanto

Minggu 27 Oktober 2013, sudah lima hari Musabaqah tilawatil qur`an ke III tingkat kabupaten kayong utara di laksanakan, di ikuti oleh 6 kafilah dari enam kecamatan se kabupaten kayong utara yakni, Kecamatan. Sukadana, Kecamatan. Simpang Hilir, Kecamatan Teluyk Batang, Kecamatan Pulau Maya, Kecamatan Kepulauan Dan Kecamatan Seponti. Suasana MTQ KKU ke III ini di meriahkan oleh Stand pameran dari berbagai Instansi jawatan dan Ormas serta Perusahaan, yang berjejer dari ujung jalan masuk terminal teluk batang hingga ke arena MTQ. Juga tak ketinggalan para pedagang kaki lima yang berasal dari berbagai tempat yang semakin memadati arena MTQ .

penutupan  mtq kayong utara 3 di teluk batang

Pada malam penutupan tersebut acara di hadiri oleh Sekda Kayong utara dan Pejabat Daerah serta Instansi di lingkungan Kabupaten Kayong Utara. Dalam sambutannya ketua Umum MTQ III (Lahwan ) menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah membantu baik moral maupun spiritual dalam menyukseskan acara MTQ ke III ini, ia juga menyampaikan permintaan maafnya apabila dari panitia terdapat banyak kekurangan kepada semua kafilah dan pengunjung apabila tidak dapat melayani secara maksimal.

penutupan  mtq kayong utara 3 di teluk batang bh

Juara Umum dalam MTQ ke III ini di raih kembali oleh kecamatan Simpang Hilir juara ke dua di raih oleh sukadana, juara ke tiga di raih oleh teluk batang, juara ke empat di raih kecamatan seponti, juara ke lima di raih kecamatan kepulauan, juara ke enam di raih oleh kecamatan pulau maya.

Dalam sambutan ketua LPTQ kayong utara Erwin Sudrajat, dengan berat hati menyampaikan bahwa MTQ KKU ke III ini belum banyak mengalami berkembangan yang signifikan dari MTQ sebelumnya, hal ini bisa di lihat dari berbagai cabang yang di lombakana dalam MTQ kuotanya masih belum memenuhi, bahkan ada cabang perlombaan yang nihil tanpa peserta, hal ini menandakan bagaimana keprihatinan kita terhadap perkembangan generasi yang Qur`ani. Maka dengan kondisi tersebut ia mengahrapkan agar semua elemen dapat bersynergy untuk dapat lebih keras lagi bekerja guna untuk menciptakan kader kader yang menguasai Ilmu Alqur`an. Ia juga mengusulkan bahwa kader kader yang berprestasi dan para guru ngaji dapat di perhatikan secara khusus suapaya dapat lebih bersemangat untuk mengenmbangkan ilmunya.

penutupan  mtq kayong utara 3 di teluk batang g

Dalam sambutan Bupati kayong utara yang di wakili oleh  Sekda Kabupaten kayong utara ( Hendri Siswanto), memberikan apresiasi atas suksesnya acara MTQ KKU ke III yang telah selesai di selenggarakan oleh Panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi, ia juga mengucapkan selamat kepada Para pemenang, dan kepada yang belum mendapatkan peringkat janganlah berputus asa. Slogan merajut impian mengggalang dakwah dan membumikan alqur`an dalam tema MTQ KKU hendaknya jangan hanya menjadi sebuah slogan namun betul betul di harapkan menjadi sebuah aksi nyata. MTQ KKU ke III akhirnya di tutup secara resmi dengan di tandai pemencetan sirene,  sampai jumpa di MTQ ke IV berikutnya pada Tahun 2015. ( M. H . 27 Oktober 2013).

 

 

KRISIS MULTI DEMENSI BERLANJUT, Kesalahan Itu Kita Yang Memulainya….!


KRISIS MULTI DEMENSI BERLANJUT, Kesalahan Itu Kita Yang Memulainya….!
Oleh: Hasanan
hasanan
Krisis multidemensi yang terjadi saat ini itu akibat ulah-ulah tangan manusia. Nafsu merupakan faktor utama yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Yang dimaksud nafsu dalam hal ini ialah nafsu yang berlebihan dan tidak terkendali – nafsu tanpa dinetralisir akal dan tanpa pesetujuan hati sebagai penyeimbang kebenarannya – dan tentu nafsu tanpa meniti rel dan norma-norma yang berlaku, baik norma adat, sosial maupun norma agama, tentu akan melahirkan krisis-krisis disetiap lini kehidupan.

Kasus korupsi, pelecehan seksual, pencabulan, pergaulan bebas, krisis kepercayaan serta tindakan amoral maupun asusila lainnya merupakan krisis multidemensi yang perlu formulasi (rumusan) bijak dalam penanganannya, setidaknya dapat mengurangi dampak negatif yang menimpa anak negeri ini. Kondisi ini tidak lahir begitu saja, tetapi melalui sebuah proses sehingga lahirlah kondisi tersebut. Kesalahan tersebut tentu ada yang memulainya, baik generasi jauh sebelum kita, generasi setelah itu maupun pada fase generasi kita yang akan dan telah mulai mengikuti jejak mereka – tanpa ada usaha perbaikan sehingga kita tularkan pada generasi setelah kita.

Menurut saya, ada beberapa hal yang menyebabkan krisis ini terjadi. Untuk memperbaiki kondisi ini yang saya sendiri pun sedang dalam proses belajar untuk melakukan dan memperbaikinya. Memang berat, tetapi saya coba berani untuk melalukannya kendati tertatih-tatih. Saya memiliki keyakinan, jika hal tersebut kita terapkan di dalam keseharian kita, baik di dalam lingkungan keluarga, masyarakat maupun di lembaga-lembaga yang kita sendiri berada didalamnya, insya Allah akan memberi warna tersendiri, minimal buat diri kita.

bungkar no hasanan rantau panjang kayong utara kalimantan barat

1. Kurikulum Pendidikan yang Tidak Mendidik
Yaitu sebuah kurikulum yang tidak hanya mengejar kualitas intelektual semeta, namun kuantitas manusia yang beradab dan bermartabat dengan pendidikan akhlak (etika/karakter) dan aqidah yang benar, baik dilingkungan pendidikan formal, nonformal maupun informal, terutama madrasah (sekolah/pendidikan) dilingkungan keluarga.

Kurikulum pendidikan yang saya maksud tidak hanya kurikulum pendidikan di sekolah formal saja, termasuk pendidikan dilingkungan keluarga. Tentu kita harus menemukan metode dan rumusan yang tepat dalam mendidik anak sesuai dengan tingkat umurnya, sebagaimana pesan Nabi Muhammad SAW, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya.” Perbaharui terus kurikulum pendidikan keluarga kita. Jika tidak cocok kurikulum A gunakan kurikulum B, atau temukan kurikulum lain yang sesuai dengan perkembagan psikis (kejiwaan) anak dan tuntunan agama.

Pendidikan yang mengutamakan mutu intelektual/intelejensi dan mengejar kurikulum semata akan melahirkan generasi yang pintar dalam ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) saja, namun miskin dalam akhlak dan aqidahnya atau iman dan taqwanya (imtaq). Keselarasan ini yang perlu dilakukan para pakar pendidikan dan pendik kita, termasuk kita semua. Sebagaimana teori Bloom bahwa pendidikan harus menyeimbangkan antara 3 unsur yaitu: Kognitif (pengetahuan), Afektif (sikap/mental/emosional) dan Psikomotorik (keterampilan), sehingga melahirkan anak yang cerdas pengetahuan, sikap dan ketempilannya. Para tenaga pendidik (guru) dan dunia pendidikan sangat paham betul teori Bloom tersebut, tinggal penerapannya saja yang masih jauh dari harapan.

Misalnya kasus korupsi yang membelit bangsa ini. Tentu sangat positif apabila korupsi dan bahayanya masuk dalam kurikulum pendidikan kita, baik dalam pendidikan formal, nonformal, informal atau pendidikan dilingkungan keluarga, sebab ini termasuk pendidikan karakter/akhlak, sendini mungkin harus diterapkan. Namun tentu ini harus dimulai dari lingkungan keluarga dan institusi pendidikan yang bebas dari partik-pratik terebut, sebab jika institusi (pelaku utamanya) saja rusak/cacat mentalnya bagaimana mungkin ia bisa mendidik/membina generasi bangsa ini menjadi lebih baik bukan?

2. Minimnya Pendidikan dan Etika Politik
Dengan bergulirnya Otonomi Daerah (Otda) sejak 2004 yang lalu menciptakan raja-raja kecil di daerah. Ini adalah kata-kata yang sering saya dengar dari orang-orang pintar, dan itu benar terjadi. Sebut saja Ratu Atut yang sedang santer dibicarakan media saat ini, adalah bukti keberhasilan sebuah strategi politik untuk menancapkan Dinastinya di bumi Banten. Untuk melanggengkan dinastinya, Lembaga Tinggi Negara sekelas Mahkamah Konstitusi (MK) pun ditaklukan Dinasti Ratu Atut (DRA). Sebuah lembaga yang seharusnya menegakkan sufremasi hukum tapi malah ketuanya tengelam dalam kasus hukum kolusi pilkada dan kasus hukum lainnya.

Besarnya ongkos Pemilu dan Pemilukada menciptakan perwakilan/pemimpin yang rakus akan uang dan kekuasaan. Semua selalu diukur dengan materi/uang. Seorang calon pemimpin bisa dianggap tidak akan menang dalam pemilu manakala ia tak punya uang lebih sebagai sarana/media kampanyenya. Kepemiminan tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab terhadap yang dipimpinnya, namun merupakan fasilitas untuk mencapai kepuasan dan kejayaan pribadi.

Pendidikan politik yang baik dan benar merupakan langkah positif menuju perbaikan. Cara-cara berpolitik yang tidak mendidik tentu menciptakan situasi yang timpang, masyarakat yang apatis, matrealistis dan praghmatis dalam menyikapi politik itu sendiri, sehingga melahirkan tatanan kehidupan sosial yang keluar dari konteks norma-norma yang berlaku. Harusnya para politis menyadarinya, tapi malah mereka abai – pura-pura tidak tahu apa yang terjadi. Mereka (politisi) pun tak sendiri, masyarakat ikut andil dalam menciptakan kondisi ini. Kepada calon masyarakat selalu meminta kompensasi (uang) jika ingin mendapatkan dukungannya dan calon pun selalu mengiming-iming masyarakat dengan uang dll demi memperoleh dukungan. Ini persis rantai makanan yang saling bertergantungan, sehingga melahirkan kultur (budaya) masyarakat apatis, matrealis dan praghmatis. Kesalahan itu kita yang memulainya.

Para politis saat ini kebanyakan hanya bisa mempengaruhi masyarakat dengan iming-imingan materi, kesempatan kerja, kesempatan belajar/kuliah atau sebuah jabatan kepada timses/calon konstituennya. Prilaku mereka yang tidak aspiratif dan selalu menampilkan pola hidup glamour dan konsumtif menimbulkan krisis kepercayaan terhadap mereka. Krisis kepercayaan yang terjadi pada perwakilan/pemimpin negeri ini membuat mereka melakukan cara-cara tidak prosudural dan mendidik demi mendapatkan dukungan, sehingga lahirlah masyarakat yang apatis, matrealis dan praghmatis dalam tatanan kehidupan sosial seperti yang telah saya kemukakan di atas. Sekali lagi, kesalahan itu kita yang memulainya.

Demokrasi dan demokratisasi yang kita bangga-banggakan saat ini ternyata hanya bisa melahirkan sosok-sosok pemimpin angkuh, zalim dan lalim. Sedikit sekali dari mereka yang benar-benar mengemban amanah rakyatnya. Demokrasi hanya bisa melahirkan partai politik (parpol) – sebuah persekutuan yang hanya memikirkan bagaimana bisa meraup keuntungan buat golongannya. Bagi mereka (politisi) tidak ada agenda pendidikan politik yang baik dan benar dalam kamus parpol mereka buat masyarakat, yang ada hanyalah kebohongan demi kebohongan, tebar pesona, pencitraan demi pencitraan, kezaliman dan kezaliman yang hanya bisa mereka torehkan buat bangsa ini – sebuah warisan yang tak memiliki nilai untuk diteladani. Parpol bagi mereka adalah peluang untuk mencari harta dan tahta bahkan tak jarang untuk menjerat wanita, bukan peluang untuk menebarkan kebaikan dan menyampaikan dakwah (syi’ar kebaikan).

3. Lemahnya Penegakkan Hukum
Hukum adalah perisai yang semestinya melindungi bangsa ini dari tindakan kriminal dan aksi-aksi kejahatan. Hukum harus memberikan rasa aman dan nyaman. Ia hrus mencerminkan keadilan bagi siapapun yang mencari keadilan, bukan tebang pilih dalam penerapannya. Hukum bukan hanya milik para pejabat, konglomerat, politis, praktisi hukum, lembaga hukum dan makelar hukum. Namun hukum adalah milik semua – milik para pencari keadilan. Penegakkannya adalah sebuah keniscayaan yang tak bisa ditawar-tawar atau dibeli dengan apapun.

Praktik hukum yang cenderung membela yang kuat dan menindas yang lemah adalah kezaliman atas kemanusiaan, sehingga wajar saja kerusakan sistem ini terus berlangsung hingga hari ini, karena semua itu bermuara pada uang dan uang. Uang menjadi tolak ukur atas apapun bagi pelaku kejahatan. Karena Uang Habis Perkara (KUHP). Seorang idealis pun akan mati idealismenya ketika berada dilingkungan yang matrealisme dan individualisme, kecuali ia seorang pemimpin yang tegas, adil bertanggung jawab dalam mengemban amanah dan bertekad memperbaiki keadaan. Itupun kadang tak bertahan lama, karena ia akan mati tergilas sistem kejahatan yang mengurita dan terstruktur.

Lihat saja yang terjadi hari ini dilingkungan kita. Ketika seorang pemimpin melakukan kejahatan/pembohongan publik, selalu ramai orang-orang yang membelanya. Berbagai argument mereka kemukakan demi pembenaran, agar dianggap loyal dan demi mendapatkan pengakuan bahwa ia adalah pahlawan bagi sang penguasa, sehingga berbagai fasilitas dari pemimpin pun mengalir padanya, mulai dari tawaran pekerjaan, promosi jabatan atau mengurusi proyek-proyek pesanan tanpa proses dan kelengkapan administrasi lelang yang jelas. Inilah hadiah yang diberikan pemimpin bagi orang-orang yang telah berjasa memebelanya, bukan penghargaan atas keberhasilan program pemerintah yang telah dilaksanakan orang seorang/dinas-instansi pelaksananya.

Menyikapi persoalan hukum, sangat pantas bila republik ini belajar dari China, Korea dan Singapura yang telah terbukti berhasil dalam mengatasi belitan Korupsi, Kolusi dan Nipotisme (KKN) yang melanda negeri mereka. Keberhasilan tersebut lahir dari seorang pemimpin yang berani dan tegas dalam menegakan kebenaran serta penegakkan supremasi hukum yang tidak tebang pilih, bahkan mereka sendiri siap mati jika mereka KKN.

Adakah pemimpin Indonesia yang berani seperti pemimpin China, korea dan Singapura? Tidak! Kita hanya bisa beretorika saja. Sekedar contoh, 1) M. Achil Mohtar, S.H, M.H. (mantan Ketua MK), beliau mengarang buku tentang pemberatasan korupsi di Indonesia tapi malah ia sendiri yang terlibat kolusi, bahkan beliau mengatakan siap dihukum seberat-beratnya apabila ia terbukti melakukan korupsi/kolusi, realitanya?; 2) Annas Urbaningrum (mantan Ketua Umum Partai Demokrat), saat gembar-gembor kasus Nazarudin (mantan Bendahara Umum Demokrat) Nazarudin menyebut nama Annas dalam kasus korupsi yang menjeratnya, Annas membantah dan berujar bahwa jika ia korupsi maka ia siap digantung di Monas, buktinya?; 3) Dan masih banyak contoh lainnya.

Pemberantasan korupsi/kolusi di Indonesia hanyalah jargon pemilu saja. Lembaga tinggi Negara seperti MK, Kepolisian, kejaksaan dan lainnya seakan gamang dalam menangani berbagai kasus, bahkan oknum mereka sendiri banyak yang terbelit kasus korupsi/kolusi. Kasus korupsi di negeri ini seakan sulit mau hengkang, karena setiap lahir kader penerus bangsa ini selalu saja dimulai dengan praktik dan nyanyian KKN. Eksistensi Komusi Pemberantasan Korupsi (KPK) seperti kapal nelayan yang berada ditengah samudera, terombang-ambing mencari tangkapan dan menghadapi ganasnya badai samudera. Banyak kasus yang tuntas diperkarakan, namun banyak pula yang tengelam ditelan badai kepentingan.

Andai saja kita semua bersepakat dan mendukung tentu tak ada kasus hukum yang tak bisa terselesaikan, apa lagi kasus korupsi/kolusi yang menumbuhkan sistem baru dan membunuh generasi bangsa ini. Kasus hukum apapun dan siapapun pelakunya harus diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Pelakunya harus diberikan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya, bukan hanya sekedar tidur beberapa bulan saja diruang bui ber-AC atau ruang VIV layaknya hotel berbintang, bisa keluar masuk dengan bebas seperti para koruptor. Sementara rakyat jelata disiksa, dicerca, di bui tidur di ruang yang pengap beralaskan batu. Adilkan hukum di negeri ini?

4. Birokrasi Hitam
Birokasi yang baik tentu harus dimulai dari seorang birokrat yang baik. Sistem itu diciptakan manusia – penguasa, pejabat, publik figure atau apapun namanya. Sistem yang baik menciptakan kondisi yang baik dan sistem yang buruk menciptakan kondisi yang buruk pula. Penjaringan pejabat/PNS/TNI/Polri yang sarat KKN akan melahirkan sistem yang penuh KKN. Pemilu yang sarat money politic akan melahirkan politikus-politikus yang abadi memelihara dan mengembangkan KKN. Praktisi hukum yang lahir dari sistem sarat KKN akan melahirkan penegak hukum yang sarat KKN pula. Ini bak penyakit akut/kronis yang sulit disebuhkan.

Banyak oknum pejabat/pegawai titipan/pesanan di Satuan Kerja Pemerintah Pemerintah Daerah (SKPD) di negeri ini, dari yang honorer hingga PNS. Kecurangan demi kecurang sering terjadi pada tes CPNS. Mengapa ini bisa terjadi? Karena gurita KKN membelitnya. Mulai dari tampuk pimpinan hingga bawahannya terbelit gurita ini. Tes CPNS kadang hanya untuk memenuhi syarat formal saja. Di Kalbar, masyarakat Kab. Kubu Raya (KKR) saja yang berani mengungkap kasus ini, sehingga tes CPNS di daerah tersebut diulang akibat kecurangan. Kepentingan famili, rekan, teman, kolega, tim sukses menjadi prioritas utama untuk diluluskan. Tak perduli hasil tesnya gagal, sebab hasil tes tertulisnya pun tak pernah dibuka secara transparan di ruang publik, yang ada hanya pengumuman nama-nama orang yang lulus tes saja.

Apa bisa dijamin bahwa panitia seleksi CPNS akan bekerja professional dan bebas dari manifulasi serta patuh pada sumpah dan aturan? Apa karena pembuatan soal dan penyeleksi soal tes CPNS dari UI/UGM akan bebas dari intervensi Pemerintah Daerah? Apa pendaftaran dan tes via online akan menjamin bahwa hasil tesnya benar dan bebas dari intervensi orang ketiga? Entalah. Yang pasti selalu saja ada celah untuk melakukan kecurangan hasil tes. Apa lagi pelakunya lahir dari sistem yang sarat KKN.

Kecurangan tes itu terjadi mulai dari tes (ujian) di sekolah. Kunci jawaban Ujian Akhir Nasional (UAS) selalu saja dikabarkan bocor sebelum UAN dilaksanakan. Makelar kunci jawaban pun bahkan tak segan-segan masuk ke sekolah. Dan yang mengejutkan kita bahwa pelakunya pun diantaranya adalah siswa-siswi sekolah tersebut. Mengapa guru diam? Mengapa dinas abai? Tidak tahu atau pura-pura tidak tahu? Inilah sistem gurita yang membelit negeri kita. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak generasi bangsa ini di bangku SD, hingga mereka terjun ke masyarakat dan dunia kerja/usaha. Siapa yang salah? Semua itu kita yang memulainya.

Penempatan pejabat eselon pun kadang berdasarkan kepentingan atau janji politik saat kampanye, bukan profesionalitas, pangkat, golongan atau disiplin ilmu seseorang. Hal ini pun berkontribusi besar dalam membentuk sistem birokrasi hitam di pemerintahan bangsa ini. Antara politisi, pengusaha dan birokrat adalah tiga serangkai yang berperan besar dalam pembentukan sistem birokrasi hitam di negeri ini. Politisi berperan dalam pengendalian dan pembentukan struktur pemerintah/pemerintahan, Peraturan/Perundang-Undangan, pengusaha (hitam) sebagai pemodal pilitisi dalam memenangkan pemilu/pemilukada dan birokrat sebagai pelasakana visi-misi politisi, baik visi-misi tertulis maupun lisan untuk kepentingan bersama. Visi-misi tertulis untuk kepentingan masyarakat, visi-misi tidak tertulis untuk kepentingan politisi, pengusaha dan birokrat setelah mereka duduk menguasai pemerintahan. Semua itu berorentasi pada uang dan pengembalian modal.

Jika kita mau belajar dari Korea yang selektif dan ketat dalam seleksi CPNS-nya, dari China yang tegas pemimpinnya, dan dari Singapura (jiran) kita yang konsisten dalam penegakkan hukumnya, mungkin kasus korupsi/kolusi di negeri ini tidak akan berlarut.

5. Miskin Keteladanan
Berbagai kasus dan krisis multidemensi di atas tidak akan terjadi jika kita memiliki seseorang yang bisa diteladani, terutama keteladanan dari seorang pemimpin itu sendiri. Setelah masa kenabian dan khalifah, sangat sulit kita jumpai pemimpin yang bisa diteladani – satu berbanding seribu. Di Indonesia adanya di era tahun 45-an dan sebelumnya, sebut saja Imam Bonjol, Hos Cokro Aminoto, Buya Hamka, Jenderal Sudirman dan lain-lain. Ini benar-benar karakter pemimpin yang memiliki latar belakang baik, ikhlas, amanah, tawadu’ dan bertanggung jawab. Mereka benar-benar memikirkan kepentingan orang-orang yang dipimpinnya. Bagi mereka kepentingan agama dan bangsa di atas segalanya. Tak ada kompromi dalam menegakan kebenaran, meskipun yang meraka hadapi orang-orang zalim dan lalim. Tak ada tawar menawar uang, jabatan, tanah dan upeti dalam negosisasi politik mereka, yang ada hanyalah pilihan “Merdeka atau Mati,” atau “Mati Sahid atau Hidup Mulia.”

Bagi saya pribadi, sosok yang bersahaja dan bisa diteladani khususnya di tanah Bertuah ini ialah almarhum M. ZAINI EDRIF. Dari muda, menjadi PNS hingga masa pensiunnya, seluruh hidupnya beliau abdikan untuk bangsa ini, hingga maut menjemputnya. Untuk mengeksiskan Madrasah Aliyah Swasta yang dipimpinnya, hahkan beliau ikhlas menyisihkan gaji pensiun beliau untuk kepentingan guru, siswa dan sekolah yang dipimpinnya. Inilah semangat pengabdian dan pengorbanan yang patut kita teladani dari seorang pak Zaini, panggilan akrabnya. Sosok pemimpin yang benar-benar melayani, bukan minta dilayani.

Pak Zaini pun dikenal sebagai sosok multitalenta. Ilmu dan ketaatannya dalam agama tidak diragukan. Seni, adat dan budaya Melayu teguh dipertahankannya. Dunia kepanduan (Pramuka) bagian yang tak terpisahkan dari hidupnya, apa lagi dunia pendidikan – itu bagian dari latar belakang disiplin ilmu beliau. Saya teringat ketika beliau pernah menjabat Kandepdikbud (Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan) Kecamatan Simpang Hilir Kab. Ketapang waktu itu, beliau rajin turun ke sekolah-sekolah memberikan pembinaan, tanpa meminta imbalan dari sekolah apa lagi uang perjalanan dinas dari pemerintah. Karena pak Zaini adalah sosok yang disiplin dan tegas, tegas pula dalam memegang prinsip hidupnya. Perjuang, pengabdian dan prinsip pak Zaini banyak menginspirasi hidup saya, kebetulan beliau adalah guru/Pembina pramuka saya saat di SMPN Melano dulu.

Kita hari ini sangat miskin teladan, apa lagi keteladanan dari seorang pemimpin yang lahir dari carut marutnya sistem. Pada hal keteladanan dari seorang pemimpin itu penting, karena keteladanan melahirkan kewibawaan, kepatuhan, rasa malu, kedisiplinan, rendah hati dan amanah yang dapat mendorong orang lain melakukan hal yang sama. Namun sangat berbeda dengan kepemimpinan sekarang. Mereka lebih cenderung menampilkan diri mereka sebagai penguasa bukan seorang pemimpin yang melayani, mengayomi dan mementingan hajat hidup orang banyak. Tentu teladan yang tumbuh dari hati, bukan teladan karena polesan semata ingin dipuji.

6. Menumbuhkan dan Mempertahan Skulerisme
Adalah paham dan memadang agama tidak bisa dicampuradukan dalam urusan poltik. Betul, agama ya agama dan politik ya politik. Agama bukanlah politik dan politik bukanlah agama. Namun jika kita berpoltik dengan nilai-nilai agama, insya Allah tatanan kehidupan bangsa ini akan jauh lebih baik. Masalahnya kita lebih percaya pada hukum yang diproduk manusia ketimbang hukum Tuhan, pada hal Tuhan menurunkan hukum-Nya adalah untuk kepentingan kehidupan manusia itu sendiri. Anehnya lagi ada partai skuler yang mengatakan “Suara rakyat adalah suara Tuhan,” tapi mengapa mereka mengingkari hukum Tuhan dan memadang agama tidak boleh dimasukan dalam urusan politik? Suara rakyat suara Tuhan pun perlu kita garis bawahi, tentu suara rakyat yang memiliki dasar yang kuat berdasarkan dalil agama, peraturan dan norma sosial.

Suatu Negara yang memasukan hukum agama dalam hukum nasionalnya secara kaffah (utuh) maka Negara tersebut sangat minim persentase kejahatannya. Sebab siapa yang mencuri (korupsi) dipotong tangan/jari tangannya, berzinah dirajam, misalnya. Sebut saja Arab Saudi, salah satunya. Negara ini begitu konsisten dalam menerapkan hukum agama dalam tatanan hukum negaranya, sehingga persentase kejahatannya lebih jauh menurun dibanding Negara lain, sebab efek jeranya jelas karena orang akan takut mencuri/korupsi karena akan dipotong tangan/jari tangannya. Di negeri kita, koruptor malah hidup mewah dalam penjara, bahkan ada yang bebas berkeliaran tanpa tersentuh hukum.

Para pendakwah yang masuk dalam kancah politik/legislatif sepantasnya memberi warna bagi dunia politik dan bernegara di negeri ini, bukan terjebak dalam perangkap gurita KKN pula. Saya sepakat bahwa Dai itu harus masuk dalam semua lini kehidupan, bukan sekedar ceramah dari masjid ke masjid. Sebab ceramah dari masjid ke masjid orang gampang lupa, namun ceramah yang masuk dalam sistem dan tatanan kehidupan bernegara apa lagi produk hukumnya maka semua kita akan diikatnya. Tentu tidak cukup sekedar mengikat, harus lahir pula pemimpin dan penegak hukum yang jujur, adil, amanah, patuh hukum dan dapat dipercaya serta mencontohkan teladan baik buat kita.

Saya tidak menyalahkan pendapat yang mengatakan bahwa agama itu tidak bisa dicampur adukan dengan politik, apa lagi saya bukan pakar agama, soal agama pun saya masih awam. Yang namanya pendapat itu sah-sah saja. Saya hanya bisa mengatakan bahwa agama bukanlah politik, namun berpolitiklah dengan nilai-nilai agama dengan konsep dan penerapan nilai-nilai yang bisa diteladani, maka insya Allah kehidupan demokrasi kita akan lebih baik. Sebab Islam tidak hanya mengatur peribadatan, namun mengatur semua aspek dan nilai-nilai universal di semua lini kehidupan manusia, termasuk urusan berpolitik.

Jika kurikulum pendidikan kita benar-benar mendidik. Jika politik dan politikus kita memberikan pendidikan politik yang baik dan benar. Jika penegak hukum menegakan hukum tak pandang bulu. Jika birokrasi dan birokrat berjalan di atas sistem yang benar. Jika bangsa ini memiliki seorang pemimpin yang bisa diteladani. Dan jika bangsa ini tidak kisruh dan terus memperdebatankan soal politik dan agama, maka krisis multidemensi yang menimpa bangsa ini tidak akan berkepanjangan. Semoga gawai 2014 nanti melahirkan calon-calon pemimpin bangsa yang mumpuni, memiliki kriteria sebagaimana harapan kita semua, bukan calon pemimpin titipan dan warisan dari kegagalan pemimpin sebelumnya. Amin. Hsn. ( 25/10/2013)

Pembukaan MTQ Kabupaten Kayong utara Ke III Di Teluk Batang


Pembukaan MTQ Kabupaten Kayong utara Ke III Di Teluk Batang

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  t

Pada kali ini giliran kecamatan teluk batang mendapatkan giliran sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran ke III se kabupaten kayong utara. Riak kegiatan mulai terasa dari hari hari sebelum di mulainya acara, adapun MTQ ke III ini di selenggarakan mulai tanggal 23 Oktober hingga 27 Oktober 2013.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  ghl

Pada tanggal 23 oktober kegiatan di mulai dengan penerimaan kafilah dan malamnya di lanjutkan dengan ta`aruf kafilah dan pelantikan dean hakim kemudian menyusul ke esokan harinya adalah Tekhnikal meeting dan sorenya pawai ta`aruf kemudian dilanjutkan malam hari yakni acara pembukaan. Acara Pembukaan dilaksanakan pada hari Kamis malam Jum`at pukul 19.00 hingga 23.00.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  glll lahwan

Di sampaikan dalam acara ini olehb ketua umum Panitia MTQ III oleh Lahwan, S. Pd, bahwa kegiatan ini menyedot banyak anggaran dari berbagai sumber, untuk itu ia mengucapkan terima kasih atas semua pihak yang ikut berpartisipasi dalam acara ini, ia juga menghimbau bahwa saat ini juga masih menerima sumbangan dana dari fihak manapun tanpa terkecuali.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  ghghfh

Di sampaikan juga oleh Ruslan, S Ag, Kepala Kementrian agama Kab Kayong Utara; bahwa Musabaqah Tilawatil Quran ini adalah salah satu sarana untuk memacu membumikan alquran agar senantiasa menjadi pedoman hidup wabil kuhsus bagi umat islam, dengan adanya MTQ ini ia juga menyatakan bahwa Islam harus maju, Cinta Kasih, Cinta kedamaian, Cinta Kebersamaan Dan juga cinta Terhadap Agama dan Negara.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  g

Dalam sambutan Bupati kayong utara yang di wakili Oleh Idrus, S. Sos menyatakan bahwa dalam ajang kompetisi MTQ ini merupakan suatu hal yang positif untuk memicu kemajuan serta peradaban islami ke depan, ia juga berpesan bahwa dalam berkompetisi dalam ajang MTQ ini di harapkan harus sportif dan mengedepankan nilai nilai kejujuran. Ia juga mengucapkan selamat dan memberi apresiasi atas kerja keras semua panitia dan semua elemen masyarkat teluk batang maupun kayong utara pada umumnya sehingga acara MTQ ini bisa terlaksana.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar

Akhirnya Dengan di tandai bunyi sirene dan letupan kembang api, Bupati kayong utara yang di wakili oleh Idrus, S.sos membuka acara MTQ KKU ke III secara resmi yang di saksikan oleh ribuan pengunjung dan semua jajaran SKPD serta ormas dan masyarakat kayong utara.

mtq kku ke III di kecamatan teluk batang kayong utara kalbar  gh

Acara pembukaan ini juga di meriahkan penampilan Drum Band dan tari kreasi seni budaya lokal dari sanggar simpang betuah  dan sanggar kayong ceria, juga pencak silat, Hadrah jepin, dan lain lain. . (MH/24/10/2013)

Pantai Pulau Datok Makin Ramai, Tapi Kurang Terkelola


Pantai Pulau Datuk Makin Ramai, Tapi Kurang Terkelola

pantai pulau datok dan ujang tampoy s

Siapa yang tidak tahu dengan pantai pukau datok ini, bahkan namanya lebih terkenal dari pada nama Kabupaten Kayong Utara itu sendiri. dari zaman dulu pantai ini sungguh indah bahkan banyak dari kabupaten tetangga yang memilih untuk berlibur di sini karena di Kabupaten tetangga sulit mencari pantai yang sekomplit seperti di pulau datuk ini.

pantai pulau datok dan ujang tampoy dsfoto : tempat berjualan di pantai pulau datok yang belum di tertibkan 

Zaman masih kabupaten ketapang dahulu pantai ini adalah tujuan utama wisata lokal maupun asing, saat setelah menjadi kabupaten kayong utara sasana pantai ini semakin ramai dengan pengunjung terutama karena di pengaruhi oleh berkembangnya kabupaten baru yang memberi dampak pada kebutuhan manusia juga di bidang pariwisata.

Salah satu hiburan sebagian besar masyarakat adalah berwisata ke pantai pulau datok ini, maka dari hari ke hari , tahun ke tahun pantai ini cukup ramai, dan pada hari raya di banjiri pengunjung.

Namun dari pengamatan di lapangan , sangat di sayangkan sekali tata pengelolaan dari Pemerintah daerah di rasakan sangat kurang, terutama untuk menertibkan Lokasi parkir, Pedagang kaki lima, tempat atraksi hiburan fasilitas  permainan pantai dan lain lain.

pantai pulau datok dan ujang tampoy

Dari hasil perbincangan kami dengan beberapa pengunjung baik luar kota maupun dalam kota,  rata rata mereka menyatakan bahwa pantai ini cukup indah, tapi sayang tata kelola dan fasilitas di sini masih minim, padahal ini adalah aset yang luar biasa bagi PEMDA yang bisa menjadikan pantai ini sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah dari bidang pariwisata.

pantai pulau datok dan ujang tampoy d

Dari perbincangan tersebut jelas sudah, bahwa PEMDA dan dinas Instansi terkait perlu melakukan gerakan untuk menggarap aset besar pantai pulau datok sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang memiliki potensi yang luar biasa.

Kita sebagai masyarakat mesti bersama sama mendorong terwujudnya hal tersebut serta mendukung program PEMDA khususnya di bidang ke pariwisataan.  ( MH. 20 / 10/ 2013 )

LAGI, GRUP KASIDAH DESA RANTAU PANJANG MEMULAI REKAMAN


LAGI GRUP KASIDAH DESA RANTAU PANJANG MEMULAI REKAMAN

rekaman kasidah rantau pajang kabupaten kayong utara kalilamnatan barat

            Seperti yang di konfirmasi kepada Hery, Pimpinan group Kasidah, Rekaman di mulai tanggal 19 Oktober 2013, kami coba cobalah bang, mungkin ini bisa jadi motivasi bagi teman teman yang lain, kamipun juga sebenarnya termotivasi dari karya karya lokal yang telah terbit dan beredar walaupun terbatas, yang di pelopori oleh Sanggar Simpang betuah Dan Simpang Mandiri Production. Persiapan kami sebenarnya cukup matang tapi karena kendala peralatan ya kami akhirnya muter sana dan sini untuk meramu alat alat yang terbatas, maklum bang kita ini hanya punya modal kamuan, dalam hal inipun kami sungguh sangat mengucapkan terima kasih kepada pihak Simpang Mandiri Production, Sanggar Simpang Betuah, Ponpes Khizbul wathon, dan semua Tokoh masyarakat dan anggota Rebana kami yang setia menemani persiapan yang cukup sederhana ini. “ ungkap Heri megakhiri pernyataanya.

            Hal berbeda di ungkapkan oleh Raden Jamhari, Pembina Sanggar Simpang Betuah yang mengaku sangat bangga, walaupun pertama kali berinteraksi dengan mereka, namun ia mengaku mendapat sambutan hangat dan komunikasinya cepat nyambung. Orangnya ramah ramah, meskipun banyak anak anak yang malu malu ketika saya brefing untuk olah vokal dan backing, tapi saya punyab kesan tersendiri bahwa di sini ternyata rasa kebersamaanya cukup luar biasa”. begitulah celoteh Raden jamhari sambil menyeryput secangkir kopi pahit.

            Setelah Rekaman ini kami akan melakukan shooting video clip, semoga hasil rekamannya bagus sehingga kita bisa cepat shooting dan cepat jadi ingin melihat bagaimana sih kalau udah masuk di TV, heheh. Begitulah ungkap sutik salah seorang pemain keyboard.

            Kabupaten kayong utara memang kabupaten yang baru dan banyak sekali potensi kreatif kshususnya di bidang Seni, termasuk hal ini meruakan aset yang luar biasa apabila terus di pupuk oleh berbagai pihak terutama PEMDA setempat sebagai fungsi regulasi dan pengambil kebijakan, coba pandai pandailah menafaatkan SDM kreatif di Kayong utara, apalagi yang seperti ini tidak ada sama sekali dana/donatur yang mensupport, semua berawal adari kemauan sehingga timbul kesadaran untuk masing masing merogoh sakunya dan tidak sayang mereka patung patungan untuk merealisasikan kegiatan mereka. Ini adalah potret kecil di kayong utara sebuah potret kepolosan, sebuah potret kesederhanaan dalam berkarya dan mengukir kreativitas walaupun semua dalam keterbatasan, namun tidak menyurtkan semangat dan harapan untuk terus berkarya dan berekspresi. ( MH & WK Tim 20 Oktober 2013 ).

Prilaku A Moral Yang Kian Mewabah


pencabulan kku

Geram !!!, itulah yg saya rasakan ketika membaca berita hari ini.

Seperti biasa, selepas sholat Jum’at, waktu istirahat sya lebih banyak di depan computer saja, sambil online di internet, baca-baca berita. Tapi hari ini sya membaca berita yg tidak “biasa”. Bukan soal Bunda Putri yg tak jelas juntrung kabarnya. Bukan pula soal Andi Malarangeng, yg sudah jadi tahanan KPK. Saya tidak terkejut soal itu. Itu biar menjadi urusan KPK dan aparat penegak hukumlah yang menyelesaikan.

Tapi yg bikin sya geram adlah berita ditemukannya bayi yg berusia 9 bulan, meninggal karena (diduga) diperkosa. Meninggalnya Jumat yg lalu, tapi saya baru bacanya Jumat sekarang (karena link yg diberikan oleh teman lewat medsos baru sya baca hari ini). Di tulis diberita itu, bahwa polisi menemukan pda kemaluan bayi itu cairan, yg diduga sperma pelaku. Astaghfirullahhaladzim !!!!!

Lalu hari ini, di Merdeka.com, dikabarkan seorang siswi SMPN di Sawah Besar, Jakarta Pusat, dicabuli adik kelasnya untuk berhubungan badan di ruang kelas dan disaksikan oleh beberapa temannya. Parahnya lagi, pencabulan itu di rekam dengan menggunakan hp. Setelah aksi cabul itu dilakukan, Siswi yg diperkosa tersebut dibiarkan begitu saja dengan kondisi yang mengenaskan oleh pelaku yg tak lain teman satu sekolahnya sendiri itu. (benar-benar gak punya hati nih orang !!)

Kawan2, berita tentang pencabulan hampir saban hari dapat kita temukan dengan mudah di media yg bertebaran di internet. Tapi kedua kasus yg sedikit sya paparkan diatas, terlalu mengusik batin sya, sampai-sampai saya harus menuliskan kegeraman sya ini sekarang di grup ini (ma’af ya admin kalau kesannya sya curhat).

Bagi pelaku yg terbukti melakukan tindakan bejat itu, tak lain mesti dihukum seberat-beratnya. Kalau bisa hukuman mati,,,ya matilah !!!

Sekarang, pertanyaan yg (mungkin) muncul di benak kita, mengapa moral anak-anak bangsa ini semakin hari makin merosot? Berita korupsi, pembunuhan, pemerkosaan dan lain sebagainya disuguhkan kepada kita para pembaca, hampir setiap hari. Sya kadang jadi ngeri sendiri. Tindakan kriminil ini bisa saja sewaktu-waktu menimpa orang di lingkungan terdekat kita yg kita sayangi. Keponakan sya semuanya perempuan. Tetangga sya anaknya juga semua perempuan. Bahkan pacar dan anak saya juga perempuaannnnnnn …astagaaaaaaaaaaa…..

Kawan, negeri ini sungguh paradox. Mengapa? Sya pernah membaca bahwa Indonesia “sepantas dan sewajarnya” menjadi negeri yg relejius. Negeri yang insyaallah tercipta kehidupan masyarakat yang madani, aman dan tentram. Tak ada itu berita pemerkosaan, apalagi korupsi. Iwan Piliang pernah menulis, bahwa berdasarkan statistic, ada 7000 orang Indonesia yang melakukan umroh per harinya. Data itu didapat dari jumlah orang yg melakukan omroh per tahun dibagi 365 hari. Di dapatlah 7000 orang umroh per hari. Tidak kah ini menunjukkan Indonesia adalah negara yg Islami ?? Belum lagi yg haji. Kita tahulah, Daftar tunggu haji paaaaaannnnnnnjangggg sekali. Benar-benar negara yg relijius, bukan???

Indonesia juga negara dengan penduduk Islam yang terbesar di dunia. Hari ini, dan setiap minggu, kita pergi ke mesjid untuk menunaikan Sholat jumat, bagi lelakinya. Dan setiap sholat jumat kita di khotbahi. Dan di setiap khotbah, Khatib senantiasa mengingatkan kita untuk meningkatkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah. Lalu mengapa semakin hari, berita korupsi, pembunuhan, pemerkosaan di negeri ini semakin menjadi? Mengapa di penjara kita ketemukan banyak orang Islamnya?

Ada yg aneh dengan keIslaman kita. Komnas Perempuan mencatat, dalam kurun 13 tahun terahir (1998-2010) ada 400.393 kasus kekerasan terjadi pada perempuan (itu cuma yang dilaporkan). Seperempat nya adalah kasus kekerasan seksual, yaitu 93.960 kasus. Artinya, setiap hari ada 20 orang perempuan jadi korban kekerasan, 12 diantaranya adalah perkosaan. Apa data statistic ini pantas disematkan pada negara kita, yang 7.000 orang Indonesia omroh per harinya ???? negara yg katanya “Islami” ???? (itu data sampai 2010, sekarang mungkin makin parah!)

Coba pikirkan, apa salahnya,,,,,???

Sekarang ingatan sya melambung ke beberapa tahun silam, saat sya masih SMA. Waktu itu sya baca buku tentang Arab, di perpustakaan sekolah. Konon, salah satu negara Arab yg bernama Arab Saudi, disana itu jumlah kejahatan dalam tiga belas tahun (apa 10 tahun ya? lupa-lupa ingat sih) sama dengan jumlah kejahatan satu hari di negara Kanada. Artinya, jika hari ini terjadi kejahatan 10 kasus di Kanada, maka selama 13 tahun hanya terjadi 10 kasus kejahatan di Arab Saudi. Kok bisa begitu? Katanya, di Arab sana syariat Islam berlaku mutlak. Di sana, orang yg mencuri di potong tangannya, yang berzinah di rajam sampai mati. Makanya kejahatan di Arab sedikit.

Kata teman sya, “ Mungkin kita harus mencontoh Arab Saudi untuk bikin negara kita ini aman, ya bro ??? “ sya Cuma bilang; “ Tak tahulah, pusing saya !!!”

Anda punya usul lain? Atau setuju perkataan teman saya ?.  ( Ery Karyadi 18 oktober 2013

SEMARAKAN IDUL ADHA 10 Dzulhijjah 1434 H


SEMARAKAN IDUL ADHA
Panitia Serukan Menabung ‘Tuk Akhirat
Saban tahun saat Hari Raya Islam (Idul Fitri dan Idul Adha) selalu disemarakan Remaja Masjid (Remas) Babul Hasanah Desa Rantau Panjang Kec. Simpang Hilir KKU dengan mengelar Pawai Takbir. Idul Adha (15/10) kali ini tak luput dari kegiatan serupa, sebab ini menjadi agenda rutin kami remaja masjid, ungkap Wirliyadi salah satu pengurus Remas Babul Hasanah.
Masih menurut Werliyadi, kegiatan ini sudah berlangsung sejak 7 tahun yang lalu. Di Kayong Utara, Rantau Panjang termasuk perintis pertama kegiatan seperti ini. Yang unik dari kegiatan ini yaitu setiap mobil dihiasi sedemikian rupa sehingga kelihatan seperti arak-arakan penganten pria menuju rumah mempelai wanita. Bedanya mobil diisi beduk, sound system dan orang-orang yang tak henti-hentinya melafaskan asma-asma Allah yang diiringi pukulan beduk dan perlengkapan seni lainnya, tak ada penganten yang dibawa. Ini merupakan pentas seni remaja Islam Rantau Panjang yang patut diacungi jempol.
Adapun rute perjalanan pawai takbiran kali ini yaitu dimulai dari Pos Lantas Rantau Panjang (jalan Provinsi) – jalan Parit Timur – finish di Bundaran Bambu Runcing Tl. Melano atau Kantor Camat Simpang Hilir. Sedangkan kendaraan yang kami gunakan yaitu mulai dari roda 2, mobil (pick up) bahkan ada teman yang ikhlas berjalan kaki mendatangi rumah ke rumah demi menumbuhkan semangat berinfaq masyarakat Islam khususnya hingga ke titik finish rute perjalanan yang telah ditentukan. Semua ini teman-teman lakukan dengan swadaya dan ikhlas, terang Werly sapaan akrab Werliyadi.

Selain menyemarakan Hari Raya Islam, kegiatan ini ialah dalam rangka penggalangan dana (infaq) untuk pembangunan Masjid Babul Hasanah yang sedang dalam proses pembangunan, mengingat kondisi fisik bangunan masjid yang berdiri sejak tahun 1946-an tersebut sudah tidak layak dipertahankan lagi. Tentu perlu langkah-langkah positif dari Panitia, Remas dan kita semua, timpal Muhammad H.R. bendaharawan Masjid Babul Hasanah.


Sebagai masyarakat kita patut mendukung langkah positif remas tersebut, mengingat pembangunan masjid Babul Hasanah butuh dana besar, butuh dukungan kita semua. Momen Idul Fitri/Idul Adha cuma sekali dalam setahun, tentu ini bukan menjadi batas penentu kita dalam berpartisipasi (berimpaq) demi terwujudnya pembangunan yang kita cita-citakan bersama, sebab masjid adalah simbol agama kita, simbol kejayaan dan persatuan umat Islam. Karena itu tanggung jawab kita semua untuk mewujudkan impian tersebut. Jadi jika ada rezki lebih, jangan tunggu Idul Fitri/Idul Adha saja baru bersedekah/berinfaq, kesempatan itu selalu terbuka setiap saat, sebab dengan berinfaq berarti kita telah berivestasi (menabung) untuk akhirat, isya Allah, terang Muhammad lebih lanjut.Selain menghibur, kegitan Pawai Takbir ini bernilai ibadah dan bermanfaat buat umat Islam. Lima mobil dan puluhan sepada motor yang ikut dalam Pawai Takbir Idul Adha tersebut pun benar-benar turut memeriahkan Hari Raya Korban bagi umat Islam sedunia ini. Semangat pengorbanan mereka telah teruji. Hujan badai tak menyurutkan langkah mereka untuk meraih pahala. Mereka emang tak berkorban dalam bentuk ternak kambing, domba atau sapi sebagaimana yang dianjurkan, apa lagi berkorban ternak untuk gawai 2014, namun hakikatnya mereka telah berkorban untuk masyarakat. Semangat pengorbanan mereka nyata, mulai dari waktu, tenaga, pikiran bahkan materi mereka korbankan buat kemaslahatan bersama. Dan inilah pesan Idul Adha sesungguhnya yang harus kita pratikkan dalam kehidupan sehari-hari. ( Hsn2 )

%d blogger menyukai ini: