Sungai Simpang Matan, Hutan & Perusahaan


htn

Sahabat Yang baik. 
Saye rase sobat sebagain sudah banyak yg tau dengan sungai matan yang memanjang dari sepanjang sungai di teluk melano kemudian naik ke hulu dengan berbagai cabang anak sungai dan akhirnya hingga ke matan dan tembus hingga ke sungai sungai lain. Yg jelas terkenalnya sungai tersebut adalah sungai SIMPANG MATAN. Baiklah sobat begitu banyak sungai dan anak sungai yg namanya ujang pun juga tidak hafal dan tau persis tapi yg jelas ujang akan mengajak sedikit merenungi dengan apa yg terjadi dengan sungai sungai tersebut melewati sedkit sample di sungai cabang simpang keramat yang juga terdapat pemakaman gusti Panji beserta para keluarga kerajaan lainnya.

Perjalanan menuju sungai simpang keramat dapat di tempuh lewat darat 1 jam setengah jika Hujan bias sampai 4 Jam an, karena medan yg sulit terutama di padat Karya, dan Desa Batu barat. Jika lewat air sobat bias langsung saja menuju pelabuhan speed atau kapal hanya dengan perjalanan stengah jam speed dan 2 ataw 3 jam kapal kelotok. Baiklah singkat cerita sahabat ujang sudah sampai di Sungai simpang Keramat kampung piansak desa lubuk batu kab kayong utara, Di sana sahabat ujang bertujuan untuk memancing ikan ataupun udang. Dengan menginap di tempat warga yg kebetulan juga kawan kental, sahabat ujang bercengkrama dengan hangat sambil berbuka puasa bersama mereka. Mereka adalah penduduk setempat yg polos dan rajin bekerja, menurut mereka pada saat sekarang ini ikan dan udang sudah agak sulit untuk di cari dengan cara memancing ataupun memasang pukat, banyak ikan yg sudah meninggalkan sungai tersebut karena kemungkinan disebabkan oleh alih fungsi hutan yg menjadi area Kelapa sawit yg limbahnya selalu mengalir kea rah sungai, tentu hal ini akan mengganggu habitat Ikan dan satwa yg hidup di air lainnya.

Belum lagi Air yg dulu kerap mereka konsumsi kini telah berubah, baik warna yg menjadi keruh dan bau yg tidak mengenakkan, padahal air sungai tersebut adalah satu satunya sumber air bersih penduduk jika musim kemarau. Sungguh ironi memang jika mendengar penuturan dari mereka, sementara mereka saat ini juga hidup bergantung menjadi pekerja buruh kasar di lahan areal sawit, sementara Harga yang mereka beli untuk masa yg akan dating cukup mahal bahkan takkan terbeli, karena masa depan anak cucu dan keberlangsungan hidup di pertaruhkan dengan rusaknya alam.

Esok ahari pagi pagi sekali, kami turun ke sungai untuk memancing dengan dua sampan, di sepanjang sungai simpang keramat, apa yg mereka ceritakan memang benar adanya, Air keruh dan Mata pancing kami tidak di sentuh ikan hingga ber jam jam, hanya ikan kecil kecil ( seluang) yg memakan, kemduian udang kecil beberapa ekor saja. Sedangkan di kiri kanan sungai hutan yg masih perawan terlihat anggun dan teduh dengan suara kicauan burung yg merdu juga beberapa kelompok primate seperti kera dan bekantan juga tupai yg meloncat kesana kemari, seakan akan menjadi hiburan tersendiri yang tak dapat kami tuliskan sempurna dengan kata kata.

Menurut penuturan penduduk juga dalam waktu yg mungkin blm di ketahui kemungkinan hutan kiri dan kanan ini tidak akan lagi umurnya, karena akan di jadikan lahan sawit juga oleh PT. ***, sesaat kami terdiam membayangkan apa yg akan terjadi nanti terhadap para penghuni hutan tersebut?…..…….. di sela sela kesunyian penduduk tersebut kembali menuturkan “ kadang kadang bang, Orang hutan dan sebangsenye di senek ni juga kenak bunoh karene di anggap sebagai hama yg biase makan pucuk daun sawit ataupun buahnye”. …………..kembali kami terdiam tanpa berkata kata sambil memandangi pancing yang kunjung tak di sambar ikan, Tak habis fakir dengan apa yang akan terjadi jika expansi lahan sawit ini di biarkan terus ?… apa yg terjadi dengan Hutan Kita ?. apa yg terjadi dengan Hewan penghuni hutan kita ?….. BUKANKAH MEREKA JUGA MEMILIKI HAK YG SAMA dengan kita UNTUK MENIKMATI HIDUP ?…. Hanya PERBEDAANYA KITA di beri Tuhan Akal Dan fakir Sedangkan mereka Hanya NALURI BERTAHAN DAN BERKEMBANG BIAK SECARA ALAMI,…!!!!!! mengapa kita harus merusak Rumah mereka ?…. mengapa Manusia Tega mengorbankan Mereke demi keuntungan semu ?……. MENGAPA ?.. MENGAPA ?????…TIDAK SADARKAHKAH Kita, kalau BENCANA yg sering menalda ini akibat ulah kita yg tidak dapat menjaga keseimbangan ALAM ?…… Sadarlah kita sadarlahh, … Istighfarlah kita istighffarlah …, dan akui dosa Kita selama ini yang telah berbuat Jahat terhadap Alam ini ?…. Ituluah suara hati sahabat ujang yg meronta ronta kian kemari tanpa ada sepatahpun terucap hingga akhirnya kail sahabat ada yang menyentuh kemudian tersadar.

Satu harian full sahabt ujang memancing tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, hanya beberapa ekor udang dan ikan kecil, Ini sudah cukuplah membuktikan bahwa habitat ikan benar benar telah terusik. Dengan adanya hal tersebut semoga para pemangku kepentingan cepat cepat melakukan aksi nyata,… ayo sahabt ujang yg lain mari kite cintai alam kite , usah nak merosak, jage benar benar alam kite supaye kelak, Udang galah dan ikan tapah dan sejenesnye jangan sampai hanye tinggal cerite untok anak cucu kite, kesian mereke….

Like & Sharekan
Persembahan Untuk Tanah Pertiwi Alam semesta Tercinta Dari Bumi tanah kayong utara bertuah

saumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=612540255452853&set=a.605654702808075.1073741827.245617978811751&type=1&relevant_count=1

About wartakayong

Media Resmi Seputar Kayong web: www.wartakayong.com jika ingin Mengcopy Berita, Konten & Tulisan Di sini Silahkan Izin ke kami, atau menyertakan sumber berita. email : wartakayong@gmail.com/ Hp 085246595000

Posted on 7 September 2013, in Uncategorized and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: