Daily Archives: 6 Agustus 2012

AIK BERSEH 2012, PROYEK SILUMAN



air bersih itu cume proyek ngegap tu 2013 jak. pipa yg udah dipasang tu bakal diisi tanah mah, bkn aik yg ngalir. udh byk contoh bah. contohye di rantau panjang. ade 2 pipa yg terpasang tp sampai hari ini ndk ade aik yg ngalir di pipa tsb. proyek aik bersih yg udah ditinjau konsultan dan bupati yg rencanenye di danau najam ulu sungai rantau panjang taon ini bise brubah, yg desaign/rab awalnye di danau najam di atas TR 9 rantau panjang berubah jadi TR 8. pd hal TR 8 tu rawan dan berdampak tdk baik, karene :
1. terkontaminasi dgn limbah racun pertanian, krn di ujung TR 8 adelah areal pertanian yg tiap taon petani selalu menggunekan racun dlm pengolahan dan perawatan tanaman padi dan kebun, ilang cerite maok ngambek air bersih yg ade malah ngambek aik beracun.
2. Di TR 8 pd saat musim kemarau pjg atau pasang aik laot besak, misalnye bln 12, itu sampai dan lepas TR 8, jadi klo tetap di TR 8 make bkn aik tawar yg diambil tapi aik payau/asin.
3. Klo musim penghujan di TR 8 aiknye keruh dan berlumut, krn aik gambut turun dari TR 8, TR 9 dan sungai purang anak sungai rantau panjang.
4. Jika tetap dilanjutkan di TR 8, make tunggu jak hasel buroknye, krn itu adelah proyek yg dipaksekan, proyek utk ngambek untong besak krn volume pekerjaan jadi berkurang, proyek yg menguntongkan oknum pemilik lahan yg juga pemandu dilapangan, krn di atas lahan dielah akan dibangun rumh mesin dan fasilitas laennye.

pd hal rencanenye di atas TR 9 dan akan dikeruk dan dibuat dam, tp skrg di TR 8 dgn sistem disedot dgn mesin lgsg dari sungai jak. ini proyek utk masyarakat ke proyek maen2 ye?? kerne udah hampir sebulan,plang papan name proyek jak ndak ade2.

tolong AD terhormat. krn kapasitas anda dan anda wakil kami, gunakan tupoksi pengawasan dan hak angket anda dan teman2 anda di dewan tu. suarekan suare kami ni.

KAMPANYE “GERAKAN ANTI SOGOK (GAS)”



Gerakan Anti Sogok (GAS), itulah kata yang harus kita sepakati dan kita suarakan ke publik ini. Mengapa, dan seberapa pentingkah kalimat itu? Jawabnya, sangat pnting. Sebab salah satu faktor yang meluluhlantakan sendi-sendi kehidupan ini ialah Sogok (Kolusi) selain Korupsi dan Nipostime yang sudah lazim kita dengar. Seberapa dasyahkah Sogok itu merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara? Sangat dahsyat. Dari sogok itu pula akan lahir seorang pemimpin yang korup, sebab, untuk menaik ke tangga kekuasaan seorang calon pemimpin harus menghamburkan uang triliyunan, baik yang ia keluarkan untuk biaya operasional tim, biaya koalisi, biaya kampanye maupun biaya sogok alias sopoy alias nipotisme untuk melunakan hati rakyatnya yang haus akan materi dan kesenangan semu/sesaat. Bahkan sogok tidak hanya dilakukan calon pemimpin atau wakil kita saja, menjadi PNS pun membutuhkan kata SOGOK agar tidak tereliminasi dari CPNS-nya.

Sesungguhnya Sogok adalah penyakit hati yang dimiliki seseorang, baik yang menyogok maupun yang menerima sogok tersebut sama-sama memiliki dan mengemban dosa besar. Sogok telah membentuk karakter positif menjadi negatif, merubah mindset (pola pikir) seseorang menjadi buas akan kesenangan materi semata. Betapa Sogok telah mampu menjatuhkan keimanan seseorang, mampu merubah idealis menjadi matrealis, merubah kebenaran menjadi samar-samar/kesalahan, merubah kebijakan prorakyat menjadi prokerabat, merubah keadilan menjadi kerdil dan merubah sesuatu yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, dan itulah SOGOK. Dari sekian kasus Sogok yang terjadi, tentu kita sadar bahwa tidak semua individu yang dapat terlelap dengan nyanyian Sogok, dan tentu individu yang demikian adalah individu yang kokoh menjaga marwah dan martabanya sebagai hamba Tuhan yang mengaku beriman/bertakwa kepada-Nya.

Jika kita telah melihat dan memahami dampak negatif dari Sogok tersebut, tentu tidak berlebihan dan sangat wajar bahwa kita semua harus sepakat melawan SOGOK dan dedemitnya. Sebab sogoklah yang telah memutuskan harapan baik kita kepada sang penguasa. Sogok pula yang telah merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan sogok juga yang telah melahirkan pemimpin-pemimpin yang rakus, dzalim, lalim dan penindas buat rakyatnya sendiri. Mengapa demikian? Karena pemimpin itu lahir dari masyarakat. Jika kita sebagai masyarakat selalu dininabobokan dengan uang/materi dan kita terus tertidur, maka jagan pernah meyalahkan seorang pemimpin itu tidak adil, dzalim, lalim, penindas dan lain-lain, sebab kesalahan pemimpin adalah kesalahan kita juga memilihnya karena dipengaruhi uang/materinya, bukan memilih karena akhlak, keimanan atau ketakwaannya. Jika hak pilih atau hak suara kita masih dipengaruhi dengan iming-iming materi/uang dari calon pemimpin, maka bukan pemimpin yang patut kita persalahkan tetapi diri kitalah yang pantas menyandang gelar tersebut, dan kesimpulannya bahwa kita telah sepakat dengan pemimpin untuk mendukung sistem yang inkonstitusional yang tercipta dari budaya yang tak berbudaya.

Untuk itu, dalam rangka mengkampanyekan GAS, ada beberapa metode/pendekatan yang mesti kita lakukan sehingga efek negatif Sogok berkurang dan masyarakat kita cerdas dalam berpolitik dimasa-masa mendatang, insya Allah. Metode-metode tersebut diantaranya, yaitu:
1. Dimulai dari diri kita sendiri, dengan prinsip, “Mulailah dari hal-hal kecil, mulailah dari diri sendiri, mulailah dari sekarang, (Aa Gym),” kemudian baru kita terapkan dilungkungan keluarga, masyarakat, berorganisasi dan berhubungan dengan pihak lain jika kita mampu;
2. Tanamkan pada diri kita bahwa Sogok itu adalah dosa besar yang akan menyiksa kita di akhirat kelak, yang akan menghalangi kita menuju surganya Allah;
3. Yakinkan keluarga, lingkungan atau masyarakat kita bahwa sogok akan melahirkan seorang pemimpin yang KKN, dan tentu dengan penyampaian yang dapat diterima secara logis oleh mereka;
4. Lawan sogok tersebut dengan mendengarkan kebenaran kata hati kita, dan katakan kepada si penyogok bahwa anda lebih membutuhkan uang tersebut ketimbang saya, atau dengan kata-kata lain yang tidak membuat ia tersinggung;
5. Hindari bergaul dengan orang-orang yang suka sogok-menyogok jika kita tidak mampu menetralkan keadaannya, dan itu lebih baik dibanding kita harus menanamkan permusuhan dengannya;
6. Katakan dalam hati kita bahwa orang yang akan menyogok kita adalah penjelmaan syetan yang akan menyesatkan kita dari jalan kebenaran;
7. Lakukan apa yang dapat kita lakukan untuk melawan sogok tersebut melalui cara-cara/metode yang pas menurut kita, kendati kita hanya mampu berdo’a agar ia mendapat rahmat dari Tuhan-nya.

Dan pada akhirnya, mari kita serahkan upaya ini kepada Allah Yang Maha Kuasa, sebab Dialah yang mampu membolak-balikan hati manusia dari kebenaran menuju keburukan dan dari keburukan menuju kebenaran. Dan kita berlindung kepada Allah dari sifat-sifat tercela tersebut yang dapat mendatangkan azab dari-Nya. Semoga kita dapat menjalankan misi mulia ini dengan tetap istiqamah dan ikhlas dijalan-Nya, amin.
Salam GAS……!!!!

by. Ujang Tingang (edisi: 29/7/2012)

PROFESI, TIDAK PROFESIONAL



Apabila menempatkan sesorang bukan pada tempat/bidangnya maka tunggulah saat kehancurannya. Demikian pengenggalan dari arti Hadist Nabi Muhammad S.A.W. Apa yang diprediksi nabi sejak 14 abad yang lalu ternyata benar adanya, dan itu terjadi di depan mata kita. Contoh kongkrit ialah penempatan/mutasi pegawai dilingkungan pemerintah daerah yang terkesan tidak sesuai dengan disiplin ilmu pegawainya atau penempatan/mutasi bedasarkan nilai IP (Ilmu Pendekatan) atau nipotisme system. Dan itu tak terkecuali bagi pegawai honorer maupun yang PNS.

Alhasil dari penempatan/mutasi yang bukan pada tempatanya tersebut (tidak professional) maka sangat mempengaruhi kinerja pegawai tersebut pada SKPD tempat dimana ia berkerja. Tak jarang secara teknis ia tidak mengerti dengan tupoksinya, bertindak serampangan dan intensitas kerjanya bahkan dapat menurun. Mengapa demikian? Kerena profesionalitas seseorang ditempatkan berdasarkan keingina

n, bukan kebutuhan dan disiplin ilmunya. Dan lebih parah lagi bahwa penempatan pegawai tersebut terkesan sebagai kelinci percobaan. Indikatornya sangat jelas dan bisa kita rasakan saat kita harus berurusan dan membutuhkan pelayanan di ruang kerja mereka, kesan yang kita dapat ialah tidak professional dan prosudural. Tentu hal ini tidak terjadi pada setiap orang atau setiap SKPD yang ada, tetapi kendati kecil persentasenya namun sangat mempengaruhi kenerja di suatu lembaga/instansi pemerintahan yang ada.

Kita semua tentu pernah mendengar dan mungkin paham benar bahwa ada beberapa faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang, antara lain:
1. Kemampuan (ability), bagaimana pengetahuan dan keterampilannya;
2. Motivasi (motivation), ditentukan sikap personal dan situasi lingkungan kerja;
3. Pengetahuan (knowledge), lazim diukur dari tingkat pendidikan dan latihan seseorang;
4. Pengalaman kerja.

Secara detil kinerja disuatu lembaga baik instansi pemerintah maupun swasta dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
1. Pendidikan atau SDM yang memadai;
2. Pelatihan;
3. Motivasi;
4. Pengalaman kerja; dan
5. Penempatan kerja.

Pertanyaannya, apakah di daerah kita telah mampu menerapkan kinerja tersebut sesuai dengan ketersediaan SDM yang ada dan kapasitas SDM tersebut? Atau masalah sebaliknya bahwa daerah kita menjadi bagian salah satu daerah sebagaimana yang di kemukakan oleh nabi Muhammad S.A.W. di atas dalam hal pemberdayaan SDM-nya? Wallahu a’lamu….

by Ujang Tingang (edisi: 4/8/12)

DILEMA DUNIA PENDIDIKAN DAN PENDIDIKAN GRATIS DI KKU


Ternyata pendidikan gratis di KKU ini membuat kondisi sekolah dan kami sebagai guru seperti buah si malakama, tidak diikuti itu program pemda, diikuti kami yang menderita. Demikian ungkap salah seorang guru salah satu SD yang ada di KKU pada bang UT. Tanya bang UT lebih lanjut, “Mengapa demikian pak?” Ia menjawab, “Kerana sesungguhnya sekolah dan kami gurulah yang jadi korban dari pendidikan gratis tersebut, sebab hak sekolah seperti BOP jadi samar-samar karena dialihfungsikan ke dana pakaian anak-anak/siswa.”

Cerita di atas adalah sepenggal kisah dari gaung pendidikan gratis di bumi Bertuah Kabupaten Kayong Utara (KKU). Pasalnya pendidikan gratis khususnya untuk SD – SLTP sesungguhnya telah menjadi program Pemerintah Pusat 2005 yang lalu melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dari tahun ke tahun angka dananya semakin meningkat.

Lain cerita dengan di atas. Sesungguhnya nasib dunia pendidikan berbasis agama di KKU sangat terabaikan. Hingga hari ini sekolah sejenis RA (TK), MI (SD) MTs (SMP) dan MA (SM) yang telah memiliki ijin operasional belum mendapatkan biaya operasional pendidikan yang memadai bahkan tidak sama sekali. Bertahun-tahun gurunya tidak bergaji (kerja bakti) atau tidak mendapatkan sejenis tunjangan profesi. Ironinya, dana pendidikan anggaran pendidikan di APBD melebihi angka 20 % sebagaimana yang diisyaratkan UU No. 20/2005, katanya. Tepi kenapa ya pendidikan yang berbasis agama begitu terabaikan, kurang tersentuh? Apakah alasannya kerena sekolah tersebut dinaungi instansi pertikal sehingga pemerintah daerah lepas tangan? Atau pendidikan yang berbasis agama tersebut kurang bergengsi? Sungguh ironis. Contoh: APBD 2011 saja, dari total Rp. 390,8 M APDB KKU, 29,23 % (Rp. 114 M) adalah alokasi dana untuk pendidikan yang terdiri dari APBN Rp. 71,45 M, APBD I Rp. 6,5 M dan APBD II (KKU) Rp. 36,35 M. Tapi mengapa tidak bisa menyetuh semua lini pendidikan yang di gaungkan? Sekolah saja banyak yang bocor, tunjangan guru daerah terpencil saja hanya tinggal janji.

Nasib tragis pun dialami pendidikan pra SD di KKU, atau biasa disebut PAUD (TPA/KB/PG/TK/RA) dan lain-lain. Guru PAUD di KKU banyak yang bernasib naas. Status dan profesi mereke tidak berujung. Jika sekolah dan gurunya mendapatkan bantuan pemerintah, selalu saja ada pemotongan dari dinas (baca pungli). Bantuan ke sekolah paling sedikit 20 % harus disisihkan ke oknum pegawai dinis yang menangani urusan tersebut, kalau tidak tahun depan jika sekolah tersebut tidak menyisihkan 20 % maka dipastikan tidak akan mendapatkan bantuan lagi. Dalam memberikan bantuan ke sekolah dan guru pun dinas pendidikan tebang pilih, siapa yang paling dekat itu yang dapat, kedati sekolah atau guru yang dapat tersebut sudah mendapatkan program yang sejenis, sisi lain ada sekalah TK/PUAD yang tidak mendapatkan apa-apa.

Para guru TK dan Tutor PAUD di KKU sangat megeluhkan kinerja buruk oknum kasi Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten. Pasalnya kerja kasi tersebut sangat tidak professional dan cenderung massif. Contoh nyata dalam hal menetapkan program pakai tebang pilih bedasarkan ketedakat, kelaurga atau pada siapa yang berani menjamin premi (uang pelicin) yang lebih besar (minimal 20 %) dari bantuan yang ada. Uang tunjangan seperti tunjangan profesi guru pun harus dipotong dan pilih guru-guru yang mau dan dapat diajak kerjasama (kong-kalikong). Kadang seharusnya itu hak guru honerer tapi PNS pun bisa dapat. Hal tersebut tentu sangat tidak relevan dengan motto/semboyan PAUD, yaitu “Menjangkau yang tak terjangkau, melayani yang tak terlayani,” sungguh itu masih jauh panggang dari api. Tak heran jika pertanyaan yang selalu muncul dari benak kita masyarakat awam, sebenarnya mereka digaji pemerintah itu untuk apa? Dan mirisnya lagi, kadang si pegawai ini seperti memprovokasi antar sekolah/guru yang ada bukan menjadi solusi bagi mereka, kemudian dana bantuan hibah/sosial yang seharusnya sepenuhnya hak dan wewenang sekolah yang mengatur dan melaksanakannya namun mereka yang mengambil alih, sehingga kadang dana yang terima sekolah tinggal sekian persen saja kerana dipotong biaya ini itu yang tak jelas dan prosudural.

Tahun 2012 adalah tampar keras bagi dinas pendidikan di KKU. Pasal mulai dari kasus dugaan korupsi bangunan sekolah di Kabupaten Kayong Utara merugikan keuangan negara sebesar Rp 500 juta, manifulasi data dan administratif, banyaknya pungli di kantor dan lain-lain, sehingga berdasarkan pemeriksaan inspektorat tahun ini bantuan BOP sekolah ke TK/PAUD dirubah dalam bentuk hibah yang dikelola langsung oleh DPPKAD, bukan dinas pendidikan. Jika dinas pendidikan menyadari, sesungguhnya ini adalah teguran keras yang wajib mereka sikapi dan perbaiki. Namun sekali lagi, masih jauh panggang dari api. Belum lagi kenerja di bidang kepegawai dinas pendidikan yang tak jauh berbeda dengan saudaranya PNF, dikdas dan bidang lainnya.

Terlepas dari studi kasus di atas tentang nasib sekolah berbasis agama dan pendidikan pra SD yang seperti mati tidak berkubur akibat abai dinas/instansi terkait. Dan andai saja porsi dana perjalanan dinas (PD) ekskutif dan legislatif dikurangi 30 % saja untuk biaya pendidikan dan honor guru yang statusnya tidak jelas, niscaya guru-guru sekolah agama dan sekolah pra SD tersebut tidak menderita bertahun-tahun hingga hari ini.

Cerita di atas adalah penuturan beberapa orang teman bang UT guru honor sekolah/yayasan di lembaga pendidikan agama dan pra AD di KKU yang tidak mau disebutkan namanya. Tanpa sadar, air mata bang UT menetes mendengar ungkapan hati teman bang UT tersebut, ungkapan hati para relawan dan pejuang masyarakat yang biasa disebut pahlwan tanpa tanda jasa, pahlwan yang membuat kita dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak pintar menjadi pintar, dari tidak bisa baca tulis menjadi bisa. Sesungguhnya anda jadi presiden, menteri, gubernur, bupati, kepala dinas dan lain-lain adalah berkat jasa seorang guru. Namun ketika anda jadi orang, anda begitu mudah melupakan jasa guru-guru yang telah mengajar, mendidik dan membina anda hingga anda bisa seperti hari ini. (Sember: Guru TK/PAUD KKU).

Guruku…..
Maafkan jika tiap kataku adalah bohong,
setiap janjiku adalah ingkar,
setiap amanahmu kuhianati,
dan setiap tingkahku membuatmu murka,
Ijinkan aku menebus kesalahanku padamu
Menebus jasamu yang tak ternilai
Sesungguhnya kau adalah guru
dan orang tuaku setalah orang tua kandungku.

Ya Allah……
Jika mata hati mereka telah Kau kutuk menjadi batu
maka cairkanlah ia seperti air penyejuk dahaga
Jika mereka senantiasa bangga bermaksiat kepadaMu
dan menzalimi rakyatnya
maka ampunkanlah ia
Berikan petunjukMu, tunjukan hidayahMu ya Rabb….
Sesungguhnya kami adalah hambaMu yang lemah dan tak berdaya

Sungguh aku merasa tak pantas menjadi penghuni surgaMu,
namun aku juga tak sanggup menjadi penghuni nerakaMU,
yang bahan bakarnya adalah jin dan manusia
Ampunkan kami ya Ilahi…..

by Ujang Tingang (edisi: 5/8/12)

http://www.facebook.com/groups/kusaikayong/permalink/209219602539864/

%d blogger menyukai ini: