Monthly Archives: Juli 2012

TANDA TANYA (?) Pembangunan KKU



Sebenarnye klo bg UT liat2 di KKU nin, ape bah ye fokus program pemerintah KKU nin? ini info yg bg UT dpt dari warga KKU jg, tentu dgn tdk menampik keberhasilan yg udh dicapai pemda, misalnye seperti kasus:
1. Pendidikan gratis tapi fasilitasnye minim, kesejahteraan guru terbaikan, sekolah byk bocor dan berlubang, dll;
2. Kesehatan gratis tapi fasilitasnye minim gak am, mobil ambulan uyoh, rumah saket ndk ade, alat medis kurang, tenage medis kurang, dll;
3. Pembangunan dermage di teluk cik kadir sukedane yg ngambeskan dana miliyaran, tapi ape haselnye? tiang dermage jak udah becondongan dan nampak besi betonnye;
4. Bangun jalan lingkar dari pampang ke payak itam katenye ngabeskan dana miliyaran, tapi ape haselnye? jalan dari sungai gali ke payah itam jak anco, cb itu yg dibagoskan lok;
5. Bangun jalan tembus ke perawas/ke nanga pinoh katenye, ngabeskan dana 30 miliyaran, tp ape haselnye t? terbengkalai. yg ade jalan mate2 ke batu barat jak udah rusak gik am;
6. Bangun pelabuhan nasional di tl btg tp tdk ditunjang dgn infrastruktur (jalan) yg memadai, ape haselnye? palabuhan emg dana pusat, jalan kan shering kabupaten;
7. Katenye ade tunjangan untuk guru di daerah terpencil tp ngape ade yg ngeloh, misalnye: Bu Dini (guru SD/SMP satap) di dusun pancur dese dusun kecil (tabloit: Bertindak untuk Rakyat edisi 30 Jan. – 5 Peb. 2012).
8. Saat maok mencalon jadi bupati dolok gembar-gembor (kampanye) ke dese2 akan memenuhi/mewujudkan kebutuhan dasar masyarakat (air bersih, jalan, listrik) tp ngpe udah akhir jabatan itu 50 % pon susah terwujud. Jalan rapat beton jak misalnye, itu pa’akal aspirasi dewan (proyek PL/PML) tu, klo ndk ndk ade masok ke dese ak jalan nan rapat beton nan. rencane maok memanfaatkan aik gunong palong di sungai rantau panjang jak udah 2 taon nin ditetapkan (2010 dan 2012), tp ape, nguap gak am;
9. Pembangunan tambak ikan air tawar di rantau panjang 4000 hektar ilang ujung pangkal, kantor udah dibangun 2 lantai, expator udh dibeli 1 unit, tambak udh jadi 2 buah tapi dimasokan ikan ratusan ekok mampos (mati);
10. Belom ilang kasus tambak ikan air tawar di rantau panjang, moncol gik program budidaya rumput laut di pelapis, masayarakt diiming2 dgn penghasilan besar, puluhan/ratusan juta duit masyarakat lenyap utk modal usaha, hasil rumput laut melimpah tp pemasaran sulit, dan sekarang rumput laut pelapis hanye tinggal cerite jak.

Klo lah pemda KKU fokus pd pembangunan infrastruktur/perkantoran, kantor ape yg dibangunan tu? dpt diitong dan diliat mah dm setaon.
Jadi kesannye pemda nin mencabak dlm membangun, alias tdk fokus bah.

Dan msh byk gik yg laennye. kasus dana perjalanan dinas (PD) dewan kite besak2an, tpi PD pemerintah (bupati/SKPD) senyap, kadis/pejabat eselon/kontraktor yg ngelapkan dana APBD senyap gak am, pd hal kite hanye terkecoh/terjebak dgn grand skenario pemerintah jak, krn ade beberape calon anggt dewan yg maok maju di pilbup 2013 dan akan jadi rival incambent. contoh kasus dana ngepam 2012, kasus siak 2011/2012, kasus dana 1 M lebih tdk jls di bapeluh 2010, kasus pengadaan sapi 2011, dll senyap2 jak.

Dana tanggap darurat/dana bencana sj dialihkan ke pembangunan tanggul abrasi di dilngkungan mahkota hotel sukedane, hotel milik pribadi yg seharusnye tdk layak tersentuh dana tsb. abrasi pantai pulau datok tdk diperhatikan, pd pulau datok aset dan PAD yg hrs dijage, dikembangkan.

Terlepas dari masalah2 tsb di atas, ade pulak sisi positifnye/keberhasilannye, dan itu pon dpt diliat dan dirasekan. ini cerite warge KKU bah. benar ato ndk, wallahu a’lamu….

TOMBAK YANG BERKARAT


Menyikapi issu yang berkembang, perang kepentingan antar lembaga pemerintah daerah di provinsi dan kabupaten pun mengeliat, kasus Kabupaten Kayong Utara (KKU) sangat menohok dan menyulut opini public, khususnya masyarakat KKU dan Ketapang. Mulai dari Perang Dingin Pemilukada 2012, Pemilukada KKU 2013 dan Pemilu 2014 gencar dilakukan para pemangku kepentingan dan antek-anteknya. Dan tak jarang dari mereka mengabaikan etika, norma hukum dan norma agama demi mencapai puncak kejayaan diri. Bahkan hingga kasus perjalanan Dinas (PD) legislative dan kasus penggelapan dana ngepam Sat Pol PP oleh Komandannya.

Sesungguhnya kasus di atas adalah potret kelam dari kisah panjang bangsa ini, suatu bangsa yang seakan sulit terlepas dari belenggu penjajahan dari bangsanya sendiri. Sebagai penjajah, tentu mereka merasa merdeka untuk melakukan sesuatu apapun atas yang dijajahnya. Sedangkan yang terjajah, selalu berjuang melawan tirani, kezaliman dan kelaliman sang colonial (penjajah) dengan berbagai cara atau strategi demi memperoleh rasa kemerdekaan yang hakiki. Dan tak jarang, perjuangan kaum yang terjajah dianggap sebagai pemberotak yang harus dimusnahkan dalam sejarah perang dan/atau dicap dengan berbagai label negatif.

Setiap fase kepemimpinan selalu saja menawarkan angin surga, angin yang membuat orang terlena dalam buaian mimpi indah. Namun ketika kekuasaan tersebut dalam gengamannya, jangankan angin surga, mendengar cerita surga saja tidak lagi.

Potret demokrasi di Indonesia sungguh sulit dikatakan telah memberikan pendidikan politik yang sangat positif buat bangsanya, namun yang ada hanyalah perwarisan karakter kepemimpinan yang rakus akan kekuasaan, zalim dan lalim terhadap bangsanya sendiri. Sungguh miris, bangsa/masyarakat ini selalu saja dijadikan objek demi memperoleh kekuasaan. Tak jarang pula ketika kekuasaan belum memihak kepadanya, bangsa/masayarakat diadu, diprovokasi sebagai bentuk pembenaran atas kesalahannya.

Ironis. Pemimpin/wakil masyarakat yang seharusnya memberikan rasa aman, rasa nyaman, rasa damai, konsisten memperjuangkan kesejahteraan dan memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat justru malah sebaliknya. Mereka yang seharusnya tanpa mengeluh dalam melayani justru meminta imbalan dari setiap kesempatan dari sebuah pelayanan. Tupoksi dan idealisme mereka seakan hilang ketika berhadapan dengan program/proyek yang pro masyarakat. Dari tangan mereka kebijakan selalu diharapkan, justru ditangan mereka pula segala harapan masyarakat lenyap terlemparkan. Seharusnya suara-suara mereka, kebijakan-kebijakan mereka, keputusan-keputusan mereka itu seperti tombak yang tanjam dan menyentuh disetiap sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, namun sayang tombak-tombak tersebut telah tumpul dan berkarat. Jika kondisi ini tidak berubah dari tahun ke tahun, priode ke priode, lalu kemana lagi sebuah harapan besar harus kita sandarkan?

by. Ujang Tingang (edisi: 21/7/12)

PENGGALAN HIKMAH RAMADHAN



Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah. Itu salah satu ungkapan yang sering kita dengar. Salah satu hikmah Ramadhan yaitu bulan untuk mengevaluasi diri dari perbuatan kita 11 bulan yang lalu. Ramadhan menuntut pelakunya untuk berlaku jujur, berani mengakui kelemahan, kesalahan atau kekurangan yang ada pada diri masing-masing. Tentu momen ini sangat baik untuk memperbaiki diri, apa lagi bagi seorang pemimpin lalim dan zhalim.

Momen ini begitu berharga untuk dilewatkan begitu saja. Tentu saja, bagi orang-orang yang masih memiliki rasa dan keimanan, Ramadhan merupakan momen penting dan terpenting dari 11 bulan yang ada. Tidak berlebihan jika bulan ini menjadi bulan yang ditunggu-tunggu bagi orang-orang yang beriman dari sekian bulan yang ada. Mengepa demikian? Karena di bulan ini tersimpan bejuta hikmah yang dapat kita petik jika kita mau memahami lebih dalam dan mengambil pelajaran darinya.

Ada harapan besar dari puasa Ramadhan, yaitu lahirnya pribadi-pribadi yang bertakwa, jujur, bertanggung jawab, disiplin, peka dan lain sebagainya. Namun ketika Ramadhan berlalu, karakter tersebut kadang ikut pergi bersama perginya Ramadhan. Kenapa? Karena pelakunya dalam menyambut dan melaksanakan perintah Ramadhan kurang didasari dengan niat yang baik serta ikhlas karena Allah. Puasanya tak lebih dari pelaksanaan ritual keagamaan, tidak merasa bahwa Ramadhan tersebut sebagai seuatu kebutuhan jasmani dan rohani ia sebagai hamba Allah, sehingga implementasinya dalam kehidupan sehari-hari masih jauh dari harapan dan nilai-nilai Ramadhan.

Semoga Ramadhan tahun ini melahirkan karakter dan generasi yang betakwa, jujur, bertanggung jawab, disiplin, peka dan lain-lain. Sehingga dengan demikian moralitas bangsa ini akan terbangun dari mimpi panjang yang penuh dengan retorika belaka, culas, bermental penjajah, zhalim, munafik dan lainnya. Amin…

Selamat menjalankan ibadah Puasa Ramadhan 1433 H. Semoga amal ibadah kita diterima sisi Allah SWT, amin Rabbal ‘alamin…

by. Ujang Tingang (22/07/12).

%d blogger menyukai ini: